NovelToon NovelToon
Membangun Rumah Duka

Membangun Rumah Duka

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Nyta Yulaeha

Vayala seorang gadis berusia 29 tahun yang gagal menikah dengan mantan kekasihnya yang toxic dan memutuskan menikah dengan pria yang baru dikenalnya selama satu bulan.

impiannya membangun rumah tangga yang bahagia nyatanya hanya membangun rumah duka,pria yang terlihat baik,royal dan perhatian itu berubah menjadi kasar,perhitungan dan silent treatment sehingga membuatnya merasa kesepian dan sedih .

bagaimana Vayala menghadapi kehidupan rumah tangga yang membuatnya menderita itu...
apakah ia bisa bahagia dengan laki laki pilihan yang baru dikenalnya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyta Yulaeha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 pindah kerja

 "yank..aku dapet panggilan dari kantorku yang lama kata kamu yg diterima apa enggak?"tanya Mas Bram memberitahukan email masuk dari HRD kepadaku.

Aku membacanya dengan seksama di usianya yang sudah memasuki usia batas maksimal ia mendapat kesempatan lagi untuk bekerja di perusahaan asuransi yang terbaik di negara ini.

"Terima aja mas...kesempatan kedua jarang jarang loh mas apalagi disana gajinya besar,kamu kan suka mengeluh terus kerja jadi kurir lebih baik kamu pindah ke sini...."sahutku memberitahunya.

"iya aku mengerti..sebenarnya aku bisa diterima kembali karena ada orang dalem,temanku yang masih bekerja disana merekomendasikanku kembali untuk kerja disana".

Aku mengangguk pelan,aku memang mengetahui sejak mas Bram resign dari tempat kerjanya dulu ia akrab dengan salah satu teman satu angkatannya Cici dari Medan,ku perhatikan Cici itu sangat baik selalu peduli kepada suamiku,aku tidak berfikir macam macam dan tidak cemburu kepadanya walau dia sangat cantik.

   Akhirnya ia mengurus dokumen dokumen yang diperlukan untuk dapat masuk kembali ke perusahaan asuransi ternama itu.

"kamu kenapa melamun aja?"tanyaku memperhatikannya sedaritadi melihatnya menatap layar handphonenya lama.

"aku enggak ngerti sama yang ini...gimana caranya ngirim dokumen harus pakai aplikasi ini,aku sudah mencobanya tapi enggak bisa bisa"sahutnya memberikan handphone itu kepadaku.

"aplikasi apa si..coba sini barangkali aku bisa bantu kamu!"ucapku mengotak Atik aplikasi yang baru aku tahu.

Cukup lama aku mencari tau caranya agar dokumen mas Bram cepat dikirim karena hrd itu menunggunya dan paling lambat di kirim malam ini.

"udahlah kamu juga enggak akan bisa...lebih baik aku enggak jadi aja kerja disitu,kepalaku sudah pusing !"serunya menyerah.

" jangan mas..sayang,sabar aku lagi berusaha buat otak Atik ini mudah mudahan bisa"ucapku penuh semangat.

Akhirnya dengan usahaku yang tidak menyerah,dokumen itu berhasil terkirim,aku melonjak kegirangan mengetahui mas Bram sudah menyelesaikan dokument yang diperlukan HRD itu.

  "yeaaay ..akhirnya .!!".

"udah bisa..beneran?"tanyanya tampak tidak percaya.

"udah dong biar gini gini aku tuh cerdas tau heheh.."ucapku tertawa menggodanya.

Ia mengacungiku jempol dengan senyuman di wajahnya dan sekarang tinggal menunggu hasilnya saja.

   Sebulan lamanya mas Bram training online melalui handphone dan saat itu aku pun kadang masuk kedalam kamar atau mengasingkan diri diruang tamu agar tidak mengganggunya.

"gawat sayang ..ada masalah!"serunya .

"apalagi emangnya?"tanyaku penasaran melihatnya tiba tiba panik.

"aku mau ditempatin dikantor cabang yang nasabahnya itu sepi...sama aja aku bakal dipecat juga lama lama kalau enggak target!"serunya.

"emangnya kamu tau kondisi dikantor cabang itu gimana kali aja Udah berubah".

"Aku tau banget..disana itu hampir tiap bulan enggak ada penjualan".

"terus gimana....masa udah tinggal kerja aja mau berhenti"tanyaku tidak habis fikir .

"ak yg mau minta tuker aja dengan cabang lain...pokoknya aku enggak mau disana!"seru mas Bram.

Aku yang tidak mengerti tentang situasi di kantor cabang itu hanya mengiyakan,yang mana yang terbaik untuk mas Bram aku hanya mendukungnya .

  Berjalannya waktu iapun yang sudah dipindahkan ke kantor cabang yang jaraknya cukup jauh dari rumah harus transit kereta sampai berkali kali mulai mengeluh.

Jika pulang wajahnya selalu terlihat lusuh dan tampak banyak beban.

"ternyata aku salah...kantor cabang yang aku minta pindah itu paling banyak jualan diantara cabang kantor yang lain"ucapnya tampak kecewa.

"Makanya mas..kamu jangan cepat memutuskan sesuatu sebelum menjalani,kaya gini kan jadinya kamu yang nyesel sendiri...!"sahutku .

"consultantnya dapet bonus besar tiap bulan,coba aku yang dapet kita bisa beli mobil".

"namanya belum rejeki mas..."seruku .

   Mas Bram jika ku perhatikan iya tidak berfikir panjang jika mengambil keputusan sampai membuatnya rugi sendiri dan menyesal belakangan,aku selalu memberi saran padanya tapi seakan akan omonganku ini seperti angin lalu yang tidak pernah ia dengar .

Aku tidak tau lagi bagaimana membuatnya bersemangat dan giat mencari rejeki seperti pria lain.

Untuk pertama kalinya ia mendapatkan gaji di kantor barunya,walau tidak terlalu besar ia mengajakku untuk membeli handphone baru di konter handphone brand terkenal.

Handphone seharga di bawah dua jutaan ia berikan kepadaku karena handphone ku yang sudah rusak dan tidak bisa digunakan.

   Aku senang ia mulai perhatian padaku tidak seperti sebelumnya yang selalu tidak peduli,walau terkadang emosinya sering muncul disaat kami bertengkar dan merusak barang barang tapi dia tidak pernah bermain fisik kepadaku,itu yang membuatku bertahan padanya karena tidak ada alasan tetap bersama dengan orang yang menyiksa dirimu dengan fisik.

   Hari Minggu keluargaku datang berkunjung kerumahku,ibu,kakak dan adik adikku serta keponakan.Mereka senang jika main apalgi keponakan keponakanku yang selalu berlarian di rumah dengan tawa mereka rumah terasa ramai dan tidak sunyi.

  Setelah mereka pulang mas Bram mengajakku untuk pergi ke mall terdekat,ia merasa bosan jika hari liburnya berada dirumah.

"Mas kita makan apa..aku lapar"tanyaku kepadanya .

"nanti saja kita makan di luar,disini mahal mahal!"ucapnya mencoba membujukku yang mulai lapar .

sejak siang tadi aku tidak sempat makan,aku pikir aku akan makan di restoran mall ini tapi mas Bram selalu menolak dan lebih memilih makan diluar untuk mengirit karena aku baru dibelikannya handphone dan sisa uangnya ia simpan untuk pegangan sewaktu waktu ia membutuhkan.

Aku melihat toko roti yang terlihat lezat dan menggiurkan ..sambil berpura pura melihat aku mengecek harga roti itu yang tidak terlalu mahal.

"mas aku mau roti itu ya..satu saja!"ucapku lagi merayunya .

"ah...nanti saja,mahal itu"serunya menarik tanganku untuk menjauh dari etalase roti bermerk itu.

 Kami sudah berjalan keliling mall itu dari lantai satu sampai lantai paling atas,semua yang ada disana hanya membuatku tergoda.Aku membayangkan jika aku makan di restoran itu mungkin akan seru dan kakiku tidak pegal karena berjalan terus tanpa istirahat.

   "kita keluar saja yuk...cari makan!"seru mas Bram mengajakku keluar dari mall itu dan sepanjang dalam perjalanan kami hanya mengelilingi para pedagang kaki lima yang ada ditepi jalan tanpa berhenti.

"sebenarnya kita mau kemana si mas...dari tadi muter muter aja,aku capek laper mau makan!"tanyaku mulai kesal dengan pola pikir mas Bram yang tidak aku mengerti.

Mau ada uang enggak ada uang mas bram selalu menyuruhku untuk berhemat ,mengirit dan sangat sayang mengeluarkan uang untuk makanan yang harganya yg menurutku standar,kami juga tidak sering jajan atau membeli makan dengan harga mahal.

  "sabar kita cari harga yang murah!"sahutnya dengan santai.

Mendengar ucapannya membuat ku semakin emosi,dia tidak memikirkan perutku yang sudah tidak bisa di ajak kerjasama.

"kita pulang aja mas!!!!aku udah enggak mood..gak jelas kamu!!"seruku memarahinya.

Dia hanya diam dan menancapkan gasnya dengan kecepatan tinggi.Sebelum sampai rumah ia mampir kesebuah warung pinggir jalan membeli dua bungkus mie instan dan sauce.

Melihat sikapnya seperti itu aku benar benar merasa kesal,sepanjang jalan pulang aku hanya diam.

Ia membuka pintu pagar dengan kencang dan membuka kunci pintu itu dengan kasar memasukkan motor maticnya kedalam rumah.

"Dia kumat lagi "gumamku dalam hati melihat sikapnya yang sering temperamental.

Aku masuk kedalam kamar dengan kesal ,menangis diatas bantal

...****************...

1
falea sezi
😒 adik ipar g tau diri
Nyta Yulaeha: /Facepalm/
total 3 replies
partini
nyesek sekali sinopsisnya
Nyta Yulaeha: selamat membaca kakak ../Bye-Bye/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!