Kisah seorang Istri yang baik dengan suami yang tidak tahu diri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riando simanjuntak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 33(Tiga puluh tiga)
Hal duka yang di alami Bu Mekar membuatnya tentu sangat terpukul didalam hidupnya karena harus keguguran hanya karena perlakuan dari suaminya tersebut.
Sifat Bu Mekar pun berubah dan dia berencana akan membalas perlakuan dari suaminya itu.
Bu Mekar pun berencana meninggalkan rumah dan membawa Toni pergi.
Sementara itu Pak Gali sedang pergi dengan Cantika,pak Gali dan Cantika yang sedang bersenang-senang di suatu tempat mewah mereka saling suapan, berpelukan.
Kebetulan saat Bu Mekar dah Pak Jarwo lewat yang melihat pak Gali dan Cantika bermesraan,tentu hal ini membuat Bu Mekar semakin ingin mempermalukan suaminya tersebut membuat hal seperti yang dialaminya yang penuh kesakitan dan kehilangan.
Saat Bu Mekar ingin berhenti di tempat dimana pak Gali dan Cantika berduaan,akan tetapi pak Jarwo menahannya, karena pak Jarwo juga takut akan membuat Bu mekar tidak bisa mengontrol dirinya dan akan hanya datang sebuah masalah yang besar.
"Tidak usah Bu,tahan diri saja mendingan ibu istirahat saja di rumah"Ucap pak Jarwo.
Akan tetapi Bu Mekar tidak ingin pulang kerumah untuk sementara ini,dan Bu Mekar meminta kepada Pak jarwo agar dia di temani untuk mengambil pakaian yang ada di rumah nya.Pak Jarwo pun menemani Bu Mekar untuk mengambil pakaian nya.
Saat semua pakaian telah diambil Bu Mekar, Bu Mekar kebingungan mau mencari tempat tinggal dimana.
Bu Mekar pun meminta bantuan kepada pak Jarwo agar mencarikan tempat tinggal untuk sementara kepada dia dan anaknya.
Pak Jarwo pun menawarkan agar Bu Mekar dan Toni tinggal di rumahnya saja,akan tetapi Bu Mekar menolak tawaran dari Pak Jarwo tersebut.
Bu Mekar tidak mau melihat pak Jarwo susah hanya karena permasalahan dia dengan suaminya tersebut.
Dan kebetulan tidak jauh dari rumah Pak Jarwo ada kontrakan yang kosong akan tetapi tempat nya masih kotor.
Bu Mekar pun meminta kepada Pak jarwo untuk di tempat kontrakan itu saja yang dekat rumahnya tersebut.
Pak Jarwo pun membawa Bu Mekar dan Toni ke kontrakan itu.
"Untuk sementara ini kita tinggal disini ya nak,kamu yang sabar kamu sudah melihat ayah kamu,dia tidak perduli lagi dengan kita dia telah mementingkan wanita lain dibandingkan kita"Ucap Bu Mekar kepada Toni.
Bu Mekar dan Toni pun untuk sementara tinggal di kontrakan tersebut.
berhubung sudah malam Pak Jarwo pun pergi pamit meninggalkan Bu Mekar dan Toni.
Pak Gali saat pulang kerumah,melihat rumahnya tidak terkunci sama sekali dan tidak ada seorang pun dirumah itu, akan tetapi Pak Gali yang sudah tidak mengharapkan dan tidak menyayangi anak dan istrinya lagi,pak Gali pun tidak mencari Istri dan anaknya pergi kemana dia hanya santai dan tidak memikirkan apapun.
Apa lagi Pak Gali berpikir kalau Bu Mekar tidak mungkin berani di hadapannya untuk mengatakan kepada Cantika bahwa dia adalah suaminya, karena pak Gali sudah mengetahui sifat dari Bu Mekar seperti apa.
Keesokan harinya Pak Jarwo pun pergi menjemput Bu Mekar dan akan berangkat bersama-sama ketempat Proyek itu dan sekalian mengantarkan Toni kesekolah.
Bu Mekar yang berencana ingin menunjukkan kepada Cantika kalau pak Gali telah menikah dan meminta kepada Cantika agar tidak usah dekat dengan pak Gali lagi.
Bu Mekar pun membawa surat sah pernikahannya bersama Pak Gali.
Pak Gali pun telah berangkat dengan Cantika ketempat Proyek tersebut.
Mereka pun sampai ketempat Proyek itu dan pekerjaan pun mereka mulai.
Pak Gali pun selalu bermesraan dengan Cantika dan sudah melebihi batas, didepan Bu Mekar saja,Pak Gali tega memanggil Cantika dengan kata calon istriku.
"Tunggu saja, selesai pekerjaan ini akan aku tunjukkan bawa kamu bukan seorang berondong lagi melainkan sudah mempunyai anak",dalam hati Bu Mekar.
Pak Gali yang merasa senang ketika Bu Mekar mendengar dia memanggil Cantika dengan sebutan calon istri,apa lagi Bu Mekar tidak merespon perkataan dari Pak Gali tersebut walau Bu Mekar mendengarnya.
Pak Gali semakin yakin bahwa Bu Mekar tidak mungkin berani lagi kepadanya,apa lagi pak Gali telah memberikan pelajaran kepada Bu Mekar tersebut.
"Hahaha,jadi suami yang keras tangan kepada istri memang benar membuat istri kita tidak lagi berani macam-macam lagi"dalam hati pak Gali.
Ketika mereka telah mau pulang kerja Bu Mekar pun mendekati Cantika sambil membawa surat pernikahan,pak Gali yang disamping Cantika dia merasa panik dan ketakutan ketika melihat Bu Mekar mendekati Cantika.
"Ini Cantika saya menunjukkan surat kepada kamu, surat bahwa laki-laki yang disamping kamu itu telah menikah,tentu kamu tidak mengetahui hal itu, karena selama ini kamu telah dibohongi nya,saya adalah istrinya sahnya dan dia sudah mempunyai seorang anak,apa kamu mau menikah dengan pria seperti ini?,dan saya sebut sebagai perebut laki-laki orang lain?, tapi saya sudah ikhlas jika dia pergi dari kehidupan saya"Ucap Bu Mekar.
Hal ini pun membuat Cantika sangat marah dan merasa ditipu oleh pak Gali tersebut yang selama ini mengaku bahwa dia belum mempunyai istri.
"Laki-laki seperti apa kamu ini tega kamu membohongi aku,pantas saja selama ini kamu selalu mengelak kepada aku,kini kamu telah menghamili aku dasar kamu laki-laki tidak tau malu"ujar Cantika dengan penuh kemarahan kepada pak Gali.
Cantika memberikan tamparan yang sangat keras kepada pak Gali dan Cantika pergi meninggalkan pak Gali.
Bersambung...