NovelToon NovelToon
Anakmu Menumpang, Bu

Anakmu Menumpang, Bu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:24.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Rania selalu dihina dan direndahkan oleh mertuanya, dia mendapatkan caci makian itu dan suaminya hanya berdiam diri tanpa membelanya.

Ardi sang suami selalu beralasan jika ibunya sudah tua sehingga ingin melihatnya menjadi orang sukses sehingga dia menggunakan identitas Rania untuk membuat ibunya bahagia.

Cinta yang besar dimiliki Rania tidak mampu membuatnya berharga dan terlihat dimata keluarga suaminya, dia memutuskan untuk berhenti dan mengambil kembali semua miliknya.

Suaminya yang Menumpang tapi dirinya yang selalu dihina, dia membalas semua rasa sakit hatinya membuat suami dan keluarganya panik dan kalang kabut

Akankah, perjuangannya mendapatkan kebahagiaannya kembali

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26

Ardi mengangguk pelan, dia bernafas lega karena bosnya ini percaya padanya, dia akui jika bosnya ini sangat bijaksana sebagai pemimpin dan tidak berat sebelah apalagi membawa urusan pribadi dikantor .

"Terima kasih pak, saya menghargai itu, tolong jangan mengaitkan apapun tentang pekerjaan saya dengan istri saya, saya tidak memungkiri jika dia selama ini membantu saya tapi saya bisa mempertanggungjawabkan perkataan saya jika itu murni pekerjaan saya bukan istri saya yang mengerjakannya".

"Baik, kamu bisa keluar, setelah ini saya akan keluar dan menemui rekan-rekan kerjamu dan memberi mereka teguran tegas, saya harap kamu bisa mempertahankan kinerja mu yang bagus selama ini setelah perceraian kamu dengan Rania

"Tapi pak saya tidak ingin bercerai dengan istri saya". Jawabnya pelan

Dia sungguh tidak terima jika bosnya ini ikut campur soal rumah tangganya itu

"Saya harap kamu tidak mempersulit perceraian itu, istri saya salah satu pemegang saham tertinggi disini, dia sangat menyayangi sahabatnya itu, jika kamu masih ingin bekerja lepaskan Rania".

Ardi menatap sang bos dengan tidak percaya, pujiannya terhadap bosnya itu langsung menghilang begitu saja digantikan perasaan kesal .

"Maaf bos itu urusan rumah tangga saya". Jawabnya pelan dan penuh penekanan

Sang bos hanya tersenyum misterius dan kini menatapnya dengan tatapan intimidasi.

"Jika kamu memang ingin mempertahankan rumah tanggamu sejak awal, kamu harusnya tidak menyakiti istrimu seperti itu, kamu yang menyebabkan dia menggugat cerai kamu dan sebagai lelaki yang tahu diri dan punya malu, kamu harusnya melepaskannya untuk mendapatkan kebahagiaannya, ibumu dan adikmu itu sudah keterlaluan jadi jangan tahan dia, sekalipun kinerjamu baik saya bisa memecat kamu".

"Istri saya menggunakan otoritasnya sebagai pemilik saham besar disini jadi terserah apa yang kamu katakan, jangan sampai dia sendiri yang melakukannya padamu, jika itu terjadi saya tidak akan bisa membantumu"

"Dia bisa saja membuatmu dipecat dengan tidak hormat dan kamu akan kesulitan mendapatkan pekerjaan kembali jadi lebih baik pikirkan apa yang kukatakan padamu barusan ".

Ardi mengepalkan tangannya tapi tidak bisa berbuat apapun, dia membutuhkan pekerjaannya ini, gajinya sudah lumayan dan pekerjaannya juga sudah sangat dia kuasai, jika dia pindah dia khawatir jika dia Tidka akan mendapatkan yang setara dengan pekerjaannya disini.

Ardi tidak menjawab apapun tapi dia keluar dari ruangan itu dengan perasaan kesal, marah kecewa dan juga pasrah.

"Tania sialan, aku pasti akan membalas mu suatu hari nanti, kamu yang menyebabkan ini semua, lihat saja". Geramnya.

Dia berjalan cepat menuju ruangannya untuk kembali bekerja karena pekerjaannya hari ini sangat menumpuk".

Sesampainya didekat mejanya Ardi dihadang oleh teman-temannya yang kini menatapnya tajam, mereka yakin jika Ardi mengadukan mereka kepada bos mereka.

Ardi hanya menatap jengkel kearah mereka padahal dia tidak melakukan apapun sejak tadi

"Apa yang kamu lakukan Ardi?, kamu menggunakan koneksi istri mu untuk membuat kami dalam masalah Ha!". Bentak salah satu dari mereka.

Mereka jelas melihat Ardi keluar dari ruangan bos mereka, apalagi yang dia lakukan jika tidak mengadukan perbuatan mereka.

Bahkan salah satu dari mereka juga mendorong Ardi dengan keras.

"Aku tidak menggunakan koneksi istriku, aku hanya melaporkan perbuatan kalian kepadaku, ini kantor tempat orang bekerja bukan tempat bully dan merasa siapa yang paling baik harusnya kalian tahu itu". Jawab Ardi dengan lantang.

Wajahnya memerah karena emosi, dia tidak terima jika selalu dikaitkan dengan pengaruh Rania selama ini, sejak pertengkaran nya dengan Tania, semua orang disini selalu memandangnya rendah dan tidak bisa apa-apa padahal dia juga punya kemampuan dan bekerja sendiri.

Rania hanya membantunya saja memberi saran tetapi semua pekerjaannya dia lakukan sendiri dan sekarang semua orang menganggapnya seperti sampah.

"Jangan omong kosong Ardi, kamu bahkan masuk kesini melalui koneksi istrimu, kamu pikir kami percaya dengan perkataanmu itu?". Ejek salah satu dari mereka.

"Tapi itu kenyataannya, aku berkerja sendiri, istriku hanya memberikan masukan sekalipun aku masuk dengan menggunakan koneksi tapi bukan berarti aku tidak punya kemampuan".

"Ala jangan bicara omong kosong Ardi, kamu itu hanya menang karena koneksi, saya yakin kamu di rekrut untuk itu bahkan bos juga mengatakan hal itu kemarin".

"Itu karena Tania tidak tahu yang terjadi disini, jangan mempersulit karena aku disini untuk bekerja bukan untuk mencampurkan adukkan rumah tangga saya, ini kantor". Bentaknya Tidka terima.

Dia sudah berusaha keras sampai dititik ini tapi semua orang meragukan pekerjaannya hanya karena perkataan Tania.

"Siapa yang kalian ragukan?". Ucap dari belakang mereka.

Suara bariton itu memecahkan kan ketegangan yang berada disana membuatnya semakin mencekam.

Dia memang mengikuti langkah Ardi keluar untuk menegur para karyawan yang melakukan pembully an itu, dia tidak menyangka jika Ardi ternyata tidak berbohong

"Bos". Sahut mereka Dnegan ketakutan.

Mereka semua menunduk tidak percaya karena bos mereka sendiri datang saat mereka mengeroyok Ardi seperti ini, habislah mereka

"Saya kecewa dengan perbuatan kalian ini, Saya memang merekrut Ardi karena rekomendasi dari istrinya tapi bukan berarti dia tidak diseleksi sebelumnya". Ucapnya tenang dan penuh penekanan.

"Jika seandainya saya mengistimewakan dia, sejak dulu saat dia masuk kesini dia akan saya langsung tempatkan menjadi menejer tanpa proses dari bawah tapi kalian bisa lihat sendiri, jabatannya saja masih dibawah Manager".

Tatapan itu menajam kearah mereka sampai mereka semua menunduk karena ketakutan.

Disini tidak ada istilah karyawan istimewa karena rekomendasi melainkan karena kinerja ingat itu!!

"Kalian semua jika sudah bosan bekerja disini, katakan, saya bisa mencari karyawan yang berkompeten dan tidak suka membully temannya, ini adalah kantor untuk bekerja bukan sekolahan".

"Jika sekali lagi saya mendengar kalian melakukan hal itu, saya tidak akan menegur kalian dengan surat peringatan tapi kalian bisa langsung mengambil pesangon kalian diruang HRD".

Sang bos berjalan meninggalkan mereka yang kini mematung karena tidak menyangka.

"Kalian dengar sendiri bukan, saya tidak melakukan seperti tuduhan kalian itu, jadi jangan bicara sembarangan".

Ardi kembali duduk diruang kerjanya, dia yakin setelah ini teman-temannya tidak akan ada yang berani lagi membully nya setelah ini.

Mereka semua mengeram kesal, mereka tidka punya pilihan lain selain meninggalkan Ardi dan tidak membahas itu lagi, jika mereka bertingkah mereka akan dipecat dari sini.

"Rasakan kalian, sudah aku bilang aku tidak melakukannya". Sungutnya begitu melihat teman-temannya kembali kemeja mereka dengan emosi.

Jam menunjukkan waktu pulang kerja dan dia memang langsung menuju rumah karena ingin menegur ibu dan adiknya nanti agar tidak membuat onar di pengadilan karena disana ada Tania dan bosnya.

"Ibu, Adel, aku ingin bicara dengan kalian". Ucapnya pelan begitu sampai dirumah

1
Zaza Sajaah
lanjut
Heny
Rania gercap aqu pada mu rania
Heny
Ayo rania lawan mrk jng takut sm benalu
irena
harus dikasih kapok itu Valeria...
Linda yani
waww
Thewie
ya ampun.. manusia gak punya malu dan otak🤣🤣
irena
bagus si adel menikah terus dapat mertua yg sangat kejam melebihi ibunya dan punyanipar melebihi si adel yg suka mengompori... biar si adel tau rasa dan ibunya melihat adel diperlakukan seperti itu
Ma Em
Alhamdulillah akhirnya Rania lepas juga dari suami dan keluarganya yg benalu , semoga Rania dapat pengganti yg lbh baik lagi .
Heni Setiyaningsih
dasar orang tua gak bener /Scream/
Ayudya
makanya Ardi jadi laki laki jangan banyak tingkah
Ayudya
suami Rania lagi galau tania🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
Uda Rania laporkan aja mereka kepolisi biar tau mereka apa itu sengsara🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
lah ga tau malu banget si keluarga kamu Ardi.
Ayudya
Ardi siapa juga yg mau balik ma laki laki seperti kamu
Ayudya
lah siapa juga kamu Ardi pakai harus menemui Rania lagi🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
itu lebih baik Rania kamu jual rumah lama dan kamu beli yg baru agar suami mokondo mu ga nganggu lagi🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
bagus Rania kamu buang aja tu keluarga benalu biar tau mereka
Ayudya
lah Ardi mang ga tau diri banget.segitu yakin nya Rania Masi mau ma kamu yg mokondo🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
kadang ketulusan itu yg menghancurkan kita
Ayudya
bagus lah kalau kalian sadar diri🤣🤣🤣🤣dan cepat pergi dari rumah rania
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!