Sebuah kejadian membuat Haris yang merupakan seorang pemimpi perusahaan besar langsung hancur.
Dia kehilangan segalanya dalam satu hari dan memilih untuk mengakhiri hidupnya tapi setelah mati, dia justru menemukan kenyataan kalau orang yang selama ini dia sembunyikan mengandung anaknya.
Hamka Haris Stuart, seorang anak buta warna yang lahir dari rahim adik angkat Haris yang terus di sakiti karena hanya seorang anak dari istri kedua.
Bagaimanakah Hamka bisa menemukan warna dalam hidupnya setelah dia tahu kalau ayah yang selama ini dia panggil Daddy bukanlah ayah kandungnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebuah awal
"Bagaimana villa yang saya minta untuk di bersihkan? Apa sudah siap? Keponakan saya akan kesana bersama keluarganya, jadi saya harap tidak ada gangguan saat kesana" tanya Lucas yang saat ini berada di kantornya.
Lucas adalah seorang lelaki keturunan asli Indonesia, tapi dia di angkat anak oleh sepasang suami-istri asal Jerman dan menetap di sana selama bertahun tahun. Tapi Lucas memiliki seorang adik di Indonesia dan dia bernama Lena, adik yang dia tinggalkan ketika masih bayi karena masalah ekonomi kedua orang tuanya.
"Sudah pak, pak Hadi sudah membersihkan villa itu di bantu istri dan juga anaknya" jawab asisten pribadi Lucas yang bernama Kris
"Bagus, mungkin sekitar tiga minggu lagi kami berangkat ke sana setelah acara kelulusan, sediakan juga alat medis dan juga dokter disana , Karena ada salah satu keponakan saya yang masih harus bed rest" ucap Lucas
"Baik pak, akan saya sampaikan pada dokter Remon" jawab Kris
"Pastikan dokter itu yang terbaik, saya tidak mau kesayangan keponakan saya sakit disana dan membuat dia khawatir"
"Baik pak"
"Saya akan pulang, kamu juga bisa pulang sekarang"
Kris pulang, Lucas juga bersiap untuk pulang karena jam sudah menunjukkan pukul delapan malam, dia harus pulang untuk mengistirahatkan tubuhnya
Di perjalanan dia kembali ingat pada Dini, kekasihnya yang harusnya dia nikahi dulu sebelum melakukan perjanjian dengan iblis itu, tapi semuanya terlambat karena Dini juga ikut bersamanya dalam sekte sesat itu
Brak.
"Astagfirullah.. ada apa pak?" Tanya Lucas pada supirnya yang tiba tiba berhenti
"Ada yang jatuh ke depan kap mobil pak, sepertinya seekor anjing" jawab supir itu
"Jangan keluar, mungkin itu ulah begal, mundurkan mobil dan lihat apa yang menabrak mobil ini" perintah Lucas
Supir memundurkan mobilnya, di depan terlihat seekor anjing yang terlihat tergeletak seperti meringis kesakitan, bahkan dari sorot Lampu depan mobil bisa terlihat kalau anjing itu berdarah
"Bapak yakin tidak menabrak anjing itu tadi?" Tanya Lucas
"Yakin pak, anjing itu tiba tiba jatuh dari atas" jawab supir
Lucas diam, dia menatap kembali anjing itu dengan serius, tapi sedetik kemudian dia meminta supir untuk melihat kondisi anjing itu untuk memastikan, apa itu benar benar anjing atau makhluk jadi-jadian
"Itu benar benar anjing pak, sepertinya dia jatuh dari atas pohon itu pak" ucap supir setelah Lucas membuka kaca jendela mobilnya
"Bagaimana anjing itu naik ke atas pohon, Bawa ke klinik dokter hewan saja pak, pakai ini untuk membungkus tubuh anjing itu, nanti kita rawat dia di rumah" ucap Lucas memberikan jas yang dia pakai
Supir membungkus anjing Siberian Husky itu dengan jas milik Lucas, memasukkannya ke dalam mobil dan membawa anjing itu untuk di obati di klinik hewan terdekat
#####
Di klinik hewan
"Tidak ada yang serius, mungkin hanya terkejut saja dia jauh dan membentur mobil anda" ucap sang dokter
"Lalu darah yang ada di perutnya itu?" Tanya Lucas
"Bukan darah anjing ini, mungkin itu darah manusia tapi saya periksa anjing ini sehat dan hanya terlihat shok saja, dia tidak mau di sentuh tadi dan sempat ingin menggigit saat akan kami beri suntikan" jawab sang dokter
"Kalau begitu kita harus lapor polisi, pak Burhan, sebaiknya kita kembali ke tempat kejadian, mungkin darah itu berasal dari pemiliknya, atau mungkin orang yang tertabrak kendaraan lain" ucap Lucas
"Apa bisa saya titipkan anjing ini disini dokter?" Tanya Lucas
"Maaf pak, tidak bisa menitipkan binatang disini, disini klinik hewan bukan tempat penitipan" jawab dokter itu tegas
"Baik kalau begitu saya bawa anjing ini saja, tapi apa bisa saya minta anda jadi saksi kalau mungkin pemilik anjing ini terluka?" Tanya Lucas
"Tentu saja, saya siap memberikan keterangan" jawabnya
Lucas kembali ke tempat di mana anjing itu jatuh ke mobilnya tadi, tempat yang terlihat sepi dengan banyak rumput ilalang di samping sebuah tanah kosong yang cukup luas, Lucas bahkan mengarahkan lampu handphone miliknya ke dalam semak ilalang tersebut sambil melihat kemungkinan adanya manusia yang terluka disana, tapi tidak ada
"Darah apa ya yang ada di perut anjing itu" gumam Lucas
"Apa mungkin korban tabrak lari pak, terus orang atau pemilik anjing itu di bawa warga berobat, tapi anjing ini ketakutan dan naik ke atas pohon" tebak Burhan
"Tapi di sekitar sini tidak ada darah bekas kecelakaan atau garis polisi, pasti ada sesuatu yang lain, anjing ini mungkin lari dari sesuatu" ucap Lucas
"Kamu berasal dari mana, kenapa naik ke pohon besar itu juga, apa kamu mengejar kucing" gumam Lucas menatap anjing yang sedang terpejam di jok mobilnya
"TT.. tolong.."
Terdengar suara samar minta tolong dari arah dalam tanah kosong itu, membuat si anjing terbangun
Guk.. Guk... Guk...
Anjing itu langsung berdiri dan berlari saat mendengar suara meminta tolong dari arah dalam semak ilalang itu, Lucas mengikuti anjing itu ke dalam tanah kosong yang di penuhi ilalang itu bersama Burhan.
Srak. Srak. Srak.
Anjing itu menggali gundukan tanah yang terlihat kepala menyembul dari arah dalam gundukan itu, kepala seorang perempuan yang terlihat penuh luka
"Astagfirullah.. ayo pak kita bantu dia" panik Lucas segera berlari untuk membantu mengeluarkan perempuan itu dari dalam tanah
Dengan susah payah mereka menggali dengan alat seadanya yang ada di mobil Lucas, dia juga sudah menelepon ambulans dan seorang polisi yang mereka kenal, perempuan itu terlihat tak berdaya bahkan kakinya masih terikat, hanya tangannya saja yang sudah terlepas dari ikatan itu karena sepertinya dia terus mencoba keluar dari lubang yang tidak terlalu dalam dan hanya sebatas lutut orang dewasa.
"Kamu kenal dia?" Tanya James,. polisi yang sudah sampai di tempat kejadian dan melihat kondisi perempuan itu sebelum di bawa ke rumah sakit
"Tidak, anjing ini yang menemukannya, sebelumnya anjing ini jatuh ke depan mobil ku Om, terus aku bawa ke klinik karena aku pikir dia terluka, tapi ternyata darah di perutnya bukan darah anjing itu, mungkin darah perempuan itu" jawab Lucas
"Perempuan itu terluka cukup parah, tubuhnya penuh luka sayatan benda tajam dan mungkin pelecehan juga, tapi kami akan menyelidikinya, terima kasih karena menelepon kami dan mau jadi saksi kejadian ini, semoga perempuan itu selamat dan bisa memberitahu apa yang terjadi padanya" ungkap James
"Iya, semoga dia selamat, aku pulang dulu ya Om, anjing ini akan aku bawa ke rumah" pamit Lucas
"Iya, kami juga sudah mengambil sampel darah di bulu anjing itu, bawa saja mungkin anjing itu juga Shok" Jawab James
Lucas kembali menaiki mobilnya dengan anjing yang dia bawa, akan dimandikan dan juga beri makanan anjing yang sebelumnya dia beli di jalan, tangannya meraih kalung nama yang ada di leher anjing itu, Lucas, dirinya bahkan sampai tertawa dengan apa yang dia temukan, nama anjing itu sama dengan namanya.
"Astagfirullah... Lihat pak Burhan, nama anjing ini juga Lucas, mungkin kalau ada yang memanggil namaku dia juga akan menoleh" ucap Lucas sambil tertawa
"Apa iya pak? Wah.. pemiliknya pasti suka sekali dengan nama Lucas, makanya di beri nama itu" ucap Burhan terkekeh
"Mungkin juga sebaliknya pak, dia benci nama itu dan memberikannya pada anjingnya" gumam Lucas mengusap bulu anjing yang masih menatap waspada padanya
"Tidak perlu takut, aku tidak suka daging anjing, aku masih suka daging yang halal meski dulu aku sering menyiksa binatang dan di minta untuk memakannya, aku juga memuntahkannya kembali, aku bukan binatang jadi tidak perlu takut padaku" ucap Lucas menatap anjing itu yang akhirnya kembali tenang.