NovelToon NovelToon
Figuran Yang Polos

Figuran Yang Polos

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mafia
Popularitas:28.5k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Raisa adalah definisi "gadis di dalam botol". Hidupnya hanya seputar dinding rumah, perpustakaan pribadi, dan petuah-petuah manis ibundanya. Dunia luar yang kejam? Raisa tidak kenal. Dunia Dark Romance yang penuh darah dan obsesi? Raisa bahkan tidak bisa mengeja kata "toksik".
​Semua berubah saat ia meminjam sebuah novel bersampul hitam pekat milik temannya. Baru membaca bab pertama, Raisa sudah pusing tujuh keliling. Namun, saat ia memejamkan mata untuk tidur, dunianya berputar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33

Anna mengerjapkan matanya beberapa kali, menatap wajah tegas Axel yang berada begitu dekat dengannya. Posisi mereka yang sangat intim di atas pangkuan pria itu membuat jantungnya masih berdebar tak karuan. Dengan kepala yang sedikit dimiringkan, Anna menatap Axel dengan tatapan yang sangat polos, tanpa beban.

​"Jadi... Paman mau jadi pacarku?" tanyanya dengan nada suara yang terdengar begitu lugu, seolah pertanyaan itu hanyalah pertanyaan santai tanpa arti khusus.

​Axel tidak mengalihkan pandangannya sedikit pun. Jemari tangannya yang besar bergerak perlahan, merapikan beberapa anak rambut Anna yang tertiup angin laut ke belakang telinganya. Tatapan matanya yang biasanya sedingin es, kini meredup hangat, dipenuhi dengan keseriusan yang mutlak.

​"Ya. Mulai hari ini, kau adalah kekasihku, Anna," jawab Axel dengan suara berat yang terdengar sangat tenang namun tak terbantahkan.

​Mendengar jawaban spontan dan tegas dari Axel, mata Anna seketika membelalak sempurna. Ia terperangah dengan mulut sedikit terbuka, benar-benar syok karena tidak menyangka pria sekelas Axel Elion akan langsung menyetujui ucapan asalnya.

​"Eh?! P-Paman... aku cuma bercanda!" seru Anna panik, wajahnya mendadak memerah padam. Ia mencoba menjauhkan tubuhnya sedikit, namun tangan Axel di pinggangnya mengunci posisinya dengan sangat kuat. "Aku cuma nanya asalan tadi, Paman! Jangan dianggap serius!"

​"Aku tidak pernah bercanda tentang apa yang sudah menjadi milikku, Anna," desis Axel rendah.

​Sebelum Anna sempat mengeluarkan protesan lain, Axel memajukan wajahnya. Bukannya mencium bibir Anna yang sedang mengomel, Axel justru memiringkan kepalanya dan menyurukkan wajahnya ke leher jenjang Anna yang terekspos karena rambutnya yang dicepol ke atas.

​Cup.

​Sentuhan bibir Axel yang hangat dan sedikit basah mendarat di kulit leher Anna, disusul dengan sesapan lembut yang disengaja.

​"Ah—Paman, geli! Lepasiiin!" Anna menggeliat ketakutan sekaligus kegelian. Tubuhnya meremang hebat, dan ia refleks mencengkeram erat bahu turtleneck hitam Axel saat sensasi menggelitik itu menjalar ke seluruh tubuhnya. Anna mencoba mendorong kepala Axel, namun pria itu justru memperdalam sesapannya, memberikan tanda kepemilikan yang samar di sana.

​Puas menggoda gadis kecilnya hingga lemas, Axel perlahan menjauhkan wajahnya dari leher Anna. Ia menatap manik mata Anna yang kini sayu dan berkaca-kaca akibat sensasi tadi. Bibir Anna yang sedikit terbuka untuk meraup oksigen tampak begitu mengundang di mata Axel.

​Tanpa memberikan waktu bagi Anna untuk protes, Axel langsung meraup bibir ranum itu dengan bibirnya.

​Ciuman kali ini terasa sangat berbeda dari malam-malam sebelumnya yang dipenuhi amarah. Axel melumat bibir bawah Anna dengan kelembutan yang menuntut namun penuh perasaan, seolah sedang menyalurkan rasa asing yang baru saja ia akui di dalam hatinya. Anna melenguh rendah, tangannya yang semula berada di dada Axel perlahan meremas kain baju pria itu karena seluruh persendiannya terasa meloloskan diri.

​Axel memiringkan kepalanya untuk memperdalam ciuman mereka, membiarkan deru napas mereka menyatu dengan suara deburan ombak pantai yang menjadi saksi bisu bersatunya dua hati yang seharusnya tidak berada di dalam plot yang sama.

"Anna..." bisik Axel rendah, suaranya bergetar lembut di dekat telinga gadis itu.

​Tangan kekarnya yang masih melingkar di pinggang ramping Anna mulai bergerak, mengelus permukaan kulit yang sedikit terekspos akibat potongan baju croptop-nya dengan perlahan dan sensual. Sentuhan intim yang tiba-tiba itu seketika membuat tubuh Anna meremang hebat. Sensasi menggelitik sekaligus mendebarkan menjalar hingga ke tengkuknya, membuat Anna reflek menahan napas.

​"Bagaimana kalau kita bermalam di sini saja?" tanya Axel kemudian, menatap lekat-lekat mata jernih Anna yang masih tampak sayu setelah ciuman mereka tadi.

​Anna mengerjapkan matanya beberapa kali. Alih-alih berpikir ke arah yang dewasa atau mencurigai niat tersembunyi pria posesif di hadapannya ini, otak polos Anna justru memproses ajakan itu dengan logika yang sangat lugu. Ia menatap Axel dengan kerutan heran di dahinya yang cantik.

​"Hah? Bermalam di sini?" tanya Anna polos. "Kenapa, Paman? Apa... apa bensin mobil Paman habis ya, jadi kita gak bisa pulang sekarang?"

​Mendengar tebakan super meleset dari gadis kecilnya, Axel sempat tertegun sejenak sebelum akhirnya sebuah kekehan rendah lolos dari bibirnya. Pria yang biasanya selalu memasang wajah kaku dan dingin itu tidak bisa menahan rasa gemasnya melihat betapa polosnya jalan pikiran Anna.

​"Bukan karena bensin, Anna," ucap Axel geli, jemarinya beralih mencubit pelan hidung Anna yang masih sedikit memerah. "Aku akan menghubungi keluargamu dan meminta izin agar kau bisa menginap di sini bersamaku. Lagipula, besok kan hari libur sekolah. Tidak ada alasan untuk terburu-buru pulang, kan?"

​Anna semakin tidak mengerti ke mana arah pembicaraan pria dewasa ini. Di dalam kepala polosnya, menginap di vila tepi pantai saat hari libur hanya berarti satu hal yang menyenangkan. Matanya langsung berbinar cerah, mengira Axel sedang berbaik hati ingin menuruti keinginannya yang tertunda tadi.

​"Oh! Jadi Paman beneran mau ngajak aku nginep biar kita bisa main air sepuasnya nanti sore?" tanya Anna antusias dengan senyuman tanpa dosa yang merekah lebar. "Wah, kalau gitu sekalian nunggu sunset ya, Paman! Nanti Paman harus ikut nyebur, gak boleh cuma duduk ngeliatin kayak patung lagi!"

​Axel hanya bisa terdiam menatap binar kebahagiaan di wajah Anna. Ia memilih untuk tidak merusak suasana hati gadis itu sekarang, membiarkan Anna tetap berada dalam dunianya yang polos, sementara di dalam kepalanya, Axel sudah menyusun rencana lain untuk menghabiskan malam panjang berdua saja dengan kekasih barunya ini.

1
Marsya
so sweet😉😉😉😉,so bangkrut wijaya🤣🤣🤣🤣
Imas Karmasih
apasih ko paman mantan tunangan terus itu mama nya kemana pagi " ko sarapan cuma bertiga
Imas Karmasih
padahal pernah nginep, sempet juga kedapur masaka gatau letak toilet😄
falea sezi
lanjut
falea sezi
wihh keil🤣 kapok anna di embat cogan baru🤣🤣
falea sezi
pinter suka cwek g menye menye mending pindah dpet temen baru cogan baru🤣🤭
Nazia wafa abqura
aq tunggu kak up ny
Nazia wafa abqura
kak aq tunggu up ny
cerita ny bagus banget 😍
Marsya
udh pindah skolah juga msih difitnah,dsar zela brmuka dua,kyak ular dipotong ekornya baru gx agresif,nah klau org dihancurkn ksombongannya baru sdar diri😔😔😔😔😔
Rianie Sofyan
❤❤❤❤❤makasih kak...
Marsya
yg satu pikiran anak2 trlalu polos,yg satu pikiran dewasa,terlalu sungguh😄😄😄😄😄
@cristi
semangat up nya kakk, novelnya bagus😍
UMMI HABIBAH
lanjut thorrr
wahyu andria
suka karyanya. . .up yang bnyak thor
Teguh Aliyanto
up yg bnayak thorr jagan 1 satu aja
Teguh Aliyanto
semagat💪💪
Teguh Aliyanto
ug yg banyak thor😍😍
Teguh Aliyanto
lanjuth thorr😍
Teguh Aliyanto
lanjuttt🤭🤭
Teguh Aliyanto
lanjur thor😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!