Ribuan tahun setelah Kaisar Primordial Wang Tian menghilang ke dalam keheningan dimensi untuk menjaga keseimbangan alam, silsilah darahnya telah bercabang menjadi klan-klan besar yang menguasai berbagai penjuru dunia.
Istri pertama, Lin Xuelan, melahirkan garis keturunan Penjaga Samudra. Istri ketiga, Mora, melahirkan klan Bayangan Langit. Istri keempat, Lin Xia (setelah menjadi manusia sepenuhnya), melahirkan garis Pedang Dewa. Namun, cerita kita kali ini bermula dari garis keturunan istri kedua, Sui Ren, Sang Permaisuri Angin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abai Shaden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 33: Bahtera Naga Surgawi dan Sang Buronan Galaksi
Pendaratan Unit 07 meninggalkan lubang menganga di kesadaran kolektif penduduk Benua Pasir Merah. Langit yang selama ribuan tahun dianggap sebagai batas spiritual, kini terungkap sebagai samudra tak berujung yang dihuni oleh entitas pemangsa. Di bawah komando **Wang Jian**, seluruh sumber daya dari tiga benua dikerahkan menuju satu titik: **Kawah Jatuhnya Bintang**.
Di sana, sebuah proyek ambisius mulai terbentuk. Menggunakan kerangka baja arwah dari Menara Tengkorak milik Leluhur yang telah dimurnikan, serta teknologi mesin *Qi* dari Kota Karat, Jian memimpin pembangunan **Bahtera Naga Surgawi**. Ini bukan sekadar kapal; ini adalah benteng terbang yang ditenagai oleh **Inti Kehampaan** milik Jian sendiri.
"Struktur luar sudah siap, Kakak," lapor **Wang Chen**, wajahnya dipenuhi noda oli dan debu kristal. "Tapi kita memiliki masalah besar. Bahan bakar *Qi* cair biasa akan membeku di lapisan atmosfer terluar. Kita butuh katalis panas yang stabil."
### **Munculnya Sang Pemberontak: Azrael**
Saat mereka sedang berdiskusi, sebuah retakan dimensi kecil muncul di dalam bengkel raksasa tersebut. Bukan retakan kasar seperti milik Leluhur, melainkan lubang hitam yang rapi dan terkontrol. Dari dalamnya, keluar seorang pria dengan pakaian kulit hitam yang ketat dan jubah yang tampak seperti terbuat dari serat karbon berpendar.
Pria itu memegang sebuah senjata berbentuk sabit pendek yang terbuat dari energi laser biru.
"Siapa kau?!" raung **Wang Lei**, api putihnya langsung berkobar di telapak tangan.
"Tenang, penduduk planet primitif," ucap pria itu dengan suara serak. Ia melepas helm mekanisnya, memperlihatkan wajah yang penuh bekas luka bakar energi dan satu mata buatan berwarna merah. "Nama saya **Azrael**. Saya adalah mantan letnan dari **Federasi Bintang Pemakan**, yang kini menjadi buronan paling dicari di Sektor Andromeda."
Wang Jian melangkah maju, auranya yang tenang namun menekan membuat Azrael sedikit tersentak. "Seorang pengkhianat Federasi? Apa tujuanmu datang ke sini?"
"Untuk membantu kalian," jawab Azrael sambil melemparkan sebuah tabung berisi cairan neon berwarna perak ke arah Jian. "Itu adalah **Isotop Star-Eater**. Masukkan itu ke inti kapal kalian, dan kalian bisa menembus kecepatan cahaya. Federasi akan tiba di sini dalam waktu tujuh siklus matahari. Jika kalian hanya menunggu, planet ini akan menjadi abu dalam hitungan jam setelah mereka mendarat."
### **Latihan Gabungan: Kultivasi vs Teknologi**
Jian tidak langsung percaya. Ia menggunakan **Indra Kehampaan**-nya untuk memindai jiwa Azrael. Ia menemukan kebencian yang mendalam terhadap Federasi—sebuah rasa sakit yang mirip dengan apa yang ia rasakan terhadap klan Wang dulu.
"Baiklah, Azrael. Kau akan menjadi navigasi kami. Tapi jika kau berkhianat, aku akan memastikan jiwamu tidak akan menemukan tempat untuk kembali di seluruh galaksi ini," ucap Jian dingin.
Selama tujuh hari berikutnya, Azrael melatih para saudara Jian tentang cara menghadapi senjata energi. Ia terkejut melihat bagaimana **Wang Han** bisa membelokkan peluru laser menggunakan manipulasi ruangnya, atau bagaimana **Wang Lei** bisa melelehkan perisai energi menggunakan api murninya.
"Kalian para praktisi energi... kalian benar-benar anomali," gumam Azrael saat melihat Jian menghancurkan target simulasi logam terberat hanya dengan satu jentikan jari. "Di Federasi, kami mengandalkan mesin. Di sini, kalian adalah mesin itu sendiri."
### **Peluncuran: Menembus Batas Langit**
Hari ketujuh tiba. Langit di atas Benua Pasir Merah berubah menjadi gelap saat sebuah kapal induk raksasa milik Federasi—**The Harvester**—mulai muncul dari balik awan, ukurannya cukup besar untuk menutupi seluruh Kota Kekaisaran Pasir.
"Ini saatnya," ucap Jian. Ia berdiri di anjungan utama Bahtera Naga Surgawi. Di sampingnya berdiri **Lin Meiling**, yang telah menyiapkan ribuan **Pil Oksigen Surgawi** untuk seluruh kru.
"Aktifkan Inti Kehampaan!" perintah Jian.
Bahtera itu bergetar hebat. Naga emas raksasa yang terukir di lambung kapal seolah-olah hidup, memancarkan cahaya plasma hitam yang membungkus seluruh kapal. Dengan suara dentuman yang memecah langit, Bahtera Naga Surgawi melesat ke atas, melawan gravitasi planet dengan kekuatan yang brutal.
*BOOOOOMM!*
Kapal itu menembus awan, melewati lapisan atmosfer, dan untuk pertama kalinya dalam sejarah dunia mereka, Wang Jian dan kawan-kawan melihat pemandangan yang paling menakjubkan: Planet mereka, yang berwarna merah dan hijau, mengapung di tengah kegelapan ruang angkasa yang dipenuhi bintang.
"Selamat datang di medan perang yang sebenarnya, Wang Jian," bisik Azrael saat melihat armada jet tempur Federasi mulai bergerak mendekati mereka dari arah kapal induk.
### **Status Kultivasi & Teknologi - Bab 33:**
* **Bahtera Naga Surgawi:** Kapal tempur tingkat Nascent Soul, ditenagai Qi Kehampaan dan Isotop Bintang.
* **Wang Jian:** **Ranah Nascent Soul Bintang 1**. (Merasakan ekspansi kekuatan saat berada di ruang hampa).
* **Wang Lei:** **Kristalisasi Inti Bintang 9**. (Menguasai teknik 'Tinju Matahari Putih').
* **Azrael:** Penembak jitu & Navigator (Teknologi Level 5 Federasi).
* **Ancaman:** Kapal Induk Federasi "The Harvester" (Skala Penghancur Planet).
adalah bacaan wajib bagi penggemar genre kultivasi yang mencari cerita dengan kedalaman emosional dan aksi yang memukau. Meskipun memiliki beberapa kiasan (tropes) klasik genre Xianxia, eksekusinya tetap terasa segar dan membuat ketagihan.