NovelToon NovelToon
High School Love On

High School Love On

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah / Romansa Fantasi
Popularitas:803
Nilai: 5
Nama Author: Rustina Mulyawati

Masa-masa sekolah memang paling indah dan mendebarkan. Banyak drama dan kisah cinta yang begitu manis. Ini hanya kisah tentang anak-anak remaja yang duduk di SMA. Tentang, persahabatan, cinta, pendidikan, dan keluarga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rustina Mulyawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 24 Pernyataan Yang mendadak

"Maaf menyela, tapi sepertinya saya harus kembali sekarang, " Aksa hendak pergi untuk berpamitan kembali ke lapangan melanjutkan mata pelajaran olahraga. Namun, ketika ia hendak bangun dari duduknya tiba-tiba saja kepalanya terasa sakit dan lukanya kembali berdenyut hebat.

"Ah! " Rintih Aksa seraya meraba pelipisnya yang terluka. Guru UKS mendapati rintihan Aksa yang nampak kesakitan, lantas saat ia memeriksa dan menyelidiki ada apa dengan Aksa, ia melihat luka yang ditutupi perban itu mengeluarkan banyak darah.

"Kamu terluka? Mari duduk sini! Biar Ibu lihat lukanya, " ujarnya sambil menuntun Aksa untuk duduk di kursi dekat mejanya.

Setelah rasa berdenyutnya berkurang Aksa tersenyum sambil menolak untuk Bu Guru dengan lembut. "Tidak papah. Ini hanya luka kecil, Ibu tidak perlu repot-repot melihatnya. "

Guru itu pun terdiam melihatnya dengan tatapan tajam sejenak. "Mungkin untuk saat ini tidak papah. Lalu bagaimana kalau nanti sampai infeksi dan lukanya mulai bernanah? Nanti akan lebih menyakitkan dari sekarang, " balasnya kemudian sambil perlahan membuka perban yang menempel asal-asalan itu.

"Benar. Dia memang sangat keras kepala. Terkadang dia sangat menyebalkan sekali tahu! " celetuk Adit ikut menimpali dan mengomentari Aksa. Namun Aksa hanya diam saja mendengar ocehan Adit tersebut.

"Lukanya cukup dalam. Ini tidak bisa dibiarkan, pergilah ke rumah sakit setelah pulang sekolah nanti. Lukanya harus di jahit supaya tidak terus pendarahan. Terlebih lagi akan sulit sembuh kalau dibiarkan begini, " ujar Bu Guru lagi dengan cemas ia menasehati Aksa.

"Dia memang begitu. Gue juga udah pernah menyarankan supaya di cek ke rumah sakit. Tapi dia selalu bersikap sok kuat dan seolah tidak peduli kepada dirinya sendiri, " tukas Adit lagi terus saja berkomentar dan ikut campur. Hingga Aksa tidak diberikan kesempatan untuk bicara. Sementara Bu Guru hanya tersenyum tipis melihat Adit yang memang mudah akrab dengan siapa saja. Sikapnya memang tidak pernah berubah.

"Baiklah. Dan loh? Kenapa selalu ikut campur? Sebaiknya loh diam saja dan tidur saja. Kenapa loh cerewet sekali? Lagi pula hidup gue bukan urusan loh! " Balas Aksa entah kenapa setiap kali dengan Adit ia merasa berbeda dan menjadi sangat konyol.

Adit tertawa kecil. "Maaf mengecewakan, sebenernya loh sekarang menjadi urusan gue. Kenapa? Loh tahu sendiri alasannya, " sahut Adit lagi sambil tersenyum lebar dan berbaring kemudian.

"Apa maksud loh? Hei, jangan bilang... "

"Iyah. Tante yang nyuruh gue buat perhatian sama loh mulai sekarang. Karena itu siap-siap saja kehidupan tenang loh akan sekarang berakhir, " Adit memotong ucapan Aksa.

Aksa mendengus tidak percaya kenapa dia bisa dipercaya segitunya oleh Ibunya. Padahal ia baru saja kenal dan tidak tahu seperti apa Adit ini. Dan siapa dia sebenarnya?

"Jangan lakukan! Gue tidak peduli apa yang Ibu minta sama loh. Jangan pernah lakukan! Loh mengerti? " Aksa memberinya peringatan yang cukup tegas dan keras.

"Coba saja kalau bisa, " Adit terkekeh dan ngeyel sekali membuat Aksa sangat kesal dan muak padanya.

"Loh... " Aksa spontan hendak berdiri karena emosi. Namun, Bu Guru menekan bahunya supaya duduk diam karena belum selesai mengobati lukanya.

"Diam dulu! Ibu belum selesai. Kalian nampak sangat akur sekali. Kalian pasti cukup dekat untuk bisa berdebat seperti ini, " ujar Bu Guru.

"Tidak juga! " Aksa menolak keras asumsi Bu Guru.

"Nah, sudah selesai. Kamu istirahat dulu saja sampai jam pelajaran yang kedua. Ibu akan memberitahu Pak Jay nanti tentang kondisimu, " ujar Bu Guru lagi meminta Aksa untuk beristirahat alih-alih menyuruhnya kembali ke lapangan.

Aksa hanya mengangguk pelan. "Baik, terima kasih Bu! "

"Adit? Bangunlah! Sudah lama kita tidak bertemu mari kita mengobrol sebentar di luar, " pinta Bu Guru sambil berjalan lebih dulu keluar dari ruang UKS disusul oleh Adit.

Aksa sejenak termenung berpikir siapa Adit sebenarnya? Dan apa hubungan mereka yang terlihat begitu dekat juga akrab? Namun Aksa tidak ingin terlalu memikirkannya karena itu bukan urusannya. Sesaat setelah Adit dan Guru UKS keluar Devina akhirnya terbangun dari pingsannya.

"Ah, sakit sekali, " lirihnya sambil memegang hidungnya yang masih terasa sakit.

"Loh sudah bangun? "

Devina terbelalak kaget saat mendengar suara Aksa yang begitu dekat di sampingnya. Ia menoleh ke arah samping dimana Aksa terduduk diam menunggunya. "Aksa? "

"Gimana keadaan loh? Sudah membaik? " tanya Aksa lagi sambil menatapnya khawatir dan tulus.

Lagi-lagi jantung Devina tidak bisa dikontrol. Ia terus saja berdebar-debar sangat cepat. Wajah Devina seketika memerah dan terasa panas.

"Ada apa? Apa loh sakit? " tanya Aksa lagi saat mendapati wajah Devina yang memerah. Aksa hendak akan meraba jidatnya dan membandingkannya dengan suhu jidatnya namun refleks tangan Devina menepisnya.

"Tidak! Jangan sentuh! Ah, gue malu banget! " seru Devina nampak frustasi sendiri saat ini. Seperti biasa Aksa hanya tersenyum kecil kepadanya. Ia membiarkan Devina berdebat dengan dirinya sendiri untuk sesaat. Dan Aksa masih menunggunya dalam diam namun tak lepas memerhatikan setiap tingkahnya.

"Jadi, loh yang bawa gue ke sini? " tanya Devina kemudian setelah merasa tenang sedikit. Aksa hanya mengangguk kecil sambil menyilangkan tangan di depan dada.

"Bagaimana loh bawa gue kemari? " tanya Devina lagi penasaran.

"Memang bagaimana lagi? Gue gendong loh di punggung gue, " jawab Aksa seadanya.

Devina lagi-lagi menutupi wajah malunya dengan kedua telapak tangannya. "Ah, benar-benar sangat memalukan. Lalu loh lihat saat gue terkena bola tadi? "

Aksa mengangguk lagi. "Memangnya kenapa loh malu?" tanya Aksa ingin mengetahui alasan Devina yang sangat malu saat ini.

Devina memasang wajah berkerut kening. "Gue pasti terlihat konyol kan? Karena tidak fokus sampai harus terkena bola seperti itu? Ah, semua orang pasti ngetawain gue! " ungkap Devina.

Aksa tersenyum lebar dan mengelus rambut Devina lembut. "Tidak. Sama sekali tidak. Tidak ada yang tertawa. Mereka justru khawatir sama loh. Jangan khawatir, " balasnya.

"Sungguh?"

Aksa kini mengangguk dengan sangat yakin. Devina mulai tersenyum kembali dengan penuh percaya diri.

"Ngomong-ngomong, loh tahu kan kalau gue... Gue sangat suka sama loh. Tapi, loh sendiri bagaimana? Loh gak ada perasaan sama sekali ke gue? Anu... Gue cuma penasaran karena sikap loh baik banget sama gue. Karena itu gue pikir, kalau loh... "

Cup!

Aksa memotong ucapan Devina yang belum selesai dengan kecupan singkat di bibirnya yang membuat Devina langsung terdiam kaku seperti patung menatap lebar Aksa yang terlihat santai juga tenang menatapnya.

"Gue tahu maksud loh. Sekarang gue sadar, dan gue gak akan kabur lagi. Perasaan gue sama loh sudah tidak bisa lagi gue sembunyikan. Karena itu, apa loh mau jadi pacar gue? " Aksa akhirnya mengungkap perasaannya kepada Devina walaupun pernyataannya sangat mendadak dan membuat Devina tidak bisa berkata-kata lagi. Ia tidak percaya hari yang ia nantikan itu tiba.

"Ada apa? Loh gak mau pacaran sama gue? " tanya Aksa lagi karena Devina yang terdiam dan tidak menjawab pertanyaannya cukup lama.

Cup!

Devina kini yang gantian mengecup bibir Aksa singkat. "Gue rasa itu cukup buat menjawab pertanyaan loh, " ujarnya kemudian sambil tersipu malu.

Aksa tersenyum lebar sembari mengusap lembut kepala Devina. "Kalau begitu, ini hari pertama kita menjalin hubungan, " balas Aksa.

"Iyah."

1
SANG
Semangat terus pantang mundur👍💪👍💪
SANG
Like iklan plus komen👍💪👍💪👍💪
Rustina Mulyawati: Terima kasih Kakak..
total 1 replies
SANG
Aku kasih suka ya👍💪
SANG
Keren banget💪👍💪
SANG
Ceritanya seru
T28J
lanjutkan kak 👍
T28J
anjay nganter doang 3 juta 🤣👍
T28J
hadiir kakak 🙏
Rustina Mulyawati: Terima kasih udah mampir👍 Moga suka sama jalan ceritanya. ☺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!