"Hei Betina! Dia Jantan ku! Apa kau berani, menyentuh Milikku?" lembut, namun tajam.
Qingling, gadis dengan sejuta pesona yang selalu menampilkan wajah datar tanpa ekspresi setelah kematian kakeknya.
Tanpa disadari ia telah melakukan perjalanan waktu karena ulah seniornya, hingga sampai zaman dimana, para Orc atau Beastman berkuasa.
"Jantan Tampan, Manis, Arogan, Penurut dan suka Mengintimidasi aku memiliki semuanya."
"Mereka memaksaku untuk kawin dengan mereka semua? yang benar saja!"
Penasaran dengan kisah Qingling dan Jantan Tampan disekelilingnya? Bukan hanya Percintaan, tapi juga tentang Hubungan, Keberanian, Kejujuran, dan Balas Dendam.
Yuk! Simak kehidupan Qingling di Dunia Binatang.
No Plagiat. Karya murni dari isi pikiran Author. Jika ada Kesamaan Nama atau Tokoh, Mohon di maafkan..
Selamat Membaca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hua chia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33 Dewi Roh Surgawi
Donna yang sedang berjalan menyusuri jalan, merasa aneh dengan sikap para Jantan Serigala, yang tidak ada mendekatinya. Mereka terlihat acuh, saat ia dengan sengaja menggoyangkan pantatnya yang sedang berjalan, melewati gerombolan Orc.
Biasanya para Orc itu, akan meliriknya dengan penuh nafsu atau mendekatinya untuk mendapatkan cintanya. Ia menggeram marah, saat telinganya mendengar pembicaraan yang membuat darahnya mendidih.
"Benar. Tabib Su sendiri yang mengatakan bahwa, Qingling adalah calon pasangan Ketua di masa depan."
Tangannya mengepal kuat. Mendengar pembicaraan panas yang mampu, menggetarkan hatinya.
"Calon pasangan Kaian? Tidak mungkin. Hanya aku saja, yang pantas menjadi pasangannya" ucapnya dengan penuh tekad dan ambisi.
Obsesi Donna kepada Kaian, membuatnya menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Apalagi, ia mendengar kabar mengejutkan, dari para Orc yang mengatakan bahwa Kaian telah naik level yang membuatnya semakin menginginkan, Ketua Suku Serigala.
Dengan penuh percaya diri. Ia berjalan dengan senyum yang mengembang, mendekati kerumunan Orc dan dengan sengaja menjatuhkan dirinya hingga menabrak dada salah satunya.
"Ahh, Kepala ku sangat sakit" ucapnya seakan kesakitan, dengan suara yang di buat selembut mungkin.
Para Orc yang sedang membicarakan betina baru, yang akan menjadi pasangan Kaian itu, seketika menatap ke arah Donna dengan tatapan liar, melihat ekspresi Donna yang tak berdaya.
Mereka segera berhamburan, mengelilingi Donna dengan wajah khawatir. "Donna... Apa kau baik-baik saja" tanyanya dengan penuh perhatian.
Diam-diam sudut bibir Donna tertarik. Ia sangat menyukai, perhatian yang di berikan sekumpulan Orc bodoh itu. ' Hanya aku yang layak menjadi pusat perhatian' batinnya tertawa sambil memikirkan rencana jahat, untuk menjatuhkan Qingling.
................
Setelah pertengkaran kecil itu, berhenti dan suasana kembali tenang. Kaian dengan serius mulai menanyakan sesuatu yang ia lewatkan tanpa sadar.
"Kek, mengapa aku naik level tiba-tiba? Ini sangat aneh." Kaian menatap lekat wajah tua tabib Su, merasa senang dan heran sekaligus.
Tabib Su dan Yuze menatap satu sama lain seolah, berkomunikasi lewat telepati lalu, mereka mengangguk bersama.
Kaian yang melihat itu, di buat bingung. Apa mereka menyembunyikan sesuatu darinya?.
"Karena nak Qing" ucapnya dengan penuh keyakinan
Penjelasan tabib Su semakin membuatnya bingung. "Apa yang kau bicarakan, Kek."
"Fenomena langit yang terjadi dan kenaikan level mu itu, saling berhubungan Kaian. Kau adalah Serigala Neraka Hitam sedangkan, Qingling Dewi Roh Surgawi ketika kalian bersama segel Dewi akan terbuka dan membentuk ikatan takdir" terang tabib Su mengenai peristiwa yang terjadi.
Flashback On...
"Ternyata dugaanku benar..." ucap tetua Fugo lirih, namun mereka dapat mendengar suaranya.
"Ada apa dengan Langit? Mengapa Qi terkumpul di satu titik?" heran tetua Shinji merasakan energi yang saling bertabrakan, lalu menyatu.
Mereka serentak menatap tetua Fujo seolah, meminta penjelasan dari ucapannya. "Dugaan apa, tetua?" tanya tetua Gansung dengan rasa penasaran tinggi.
Tetua Fujo menengadah, menatap aliran energi dengan wajah serius, namun ada binar bahagia. "Sepertinya, betinanya Yuze bukan pemilik tubuh Suci Kuno melainkan Dewi Roh Surgawi..."
Yuze yang mendengar kenyataan itu, tak mampu mengendalikan dirinya. Berita ini cukup mengguncang hatinya. "Apa kau yakin, tetua?" ucapnya pelan sedikit serak.
Tetua Fujo mengangguk yakin. "Moyang ku dulu adalah pemilik, tubuh Suci Kuno dan tanda di tubuhnya terlihat. Hanya, fisik Dewi Roh Surgawi yang memiliki tanda yang keluar di waktu tertentu..." ucapnya menatap wajah dingin Yuze. "Tidak ada yang bisa membuat Fenomena langit seperti ini kecuali... Terbukanya segel Dewi Roh Surgawi" sambungnya dengan tekanan, di setiap kalimatnya.
Tabib Su mengernyit heran. "Lalu... Siapa yang membuka segelnya?"
Hening.
Bingung.
Mereka, baru menyadari sesuatu yang sangat penting. Detik itu, juga mereka serentak membulatkan matanya tak menyangka hal ini terjadi begitu cepat.
Yuze menatap ke arah bukit tempat di mana energi itu berkumpul. "Apa, Kaian membuka segelnya..." suaranya menggantung antara tak percaya, dan tak terima menjadi satu.
Takdir kegelapan telah mengikatnya.
Tabib Su, memijat kepalanya yang tiba-tiba pusing. Entah mengapa ia merasa Kaian, melakukan sesuatu yang keterlaluan.
Tiba-tiba suara serak membuyarkan lamunan mereka. "Masalah ini... Jangan sampai pihak Kuil atau manapun mengetahuinya..." ucap Tetua Hansung yang kembali fokus ke catatan kuno.
Tetua Fujo mengangguk membenarkan. "Jika, mereka mengetahuinya. Maka itu, akan sangat berbahaya bagi fisik Dewi Roh Surgawi yang belum sempurna"
Perasaan takut dan khawatir merayap di hati Yuze. "Lalu, apa yang harus aku lakukan Tetua Fujo?" suaranya Berat, namun ia tetap berusaha tenang.
"Seperti yang kau katakan sebelumnya. Yaitu, mengikat takdir kegelapan, hukum, dan kelahiran kembali menjadi satu. Itu, yang harus kau lakukan untuk menyempurnakan ikatannya." terang tetua Fujo.
"Hukum seperti, apa yang kau bicarakan Tetua Fujo? Dalam catatan kuno hanya, menjelaskan tentang hukum langit, namun tidak ada catatan fisiknya" tetua Gansung menunjukkan tulisan, yang di dalamnya hanya tercatat hukum langit sebagai legenda.
Sejenak, Tetua Fujo menatap tetua Gansung, lalu menunjuk Yuze. "Bukankah, Yuze pewaris darah Penyihir kuno yang memiliki kekuatan tertinggi, di seluruh daratan. Ia mampu sebagai hukum langit, dalam menyempurnakan fisik Dewi Roh Surgawi setelah segel di buka dan di murnikan Oleh Serigala Neraka Hitam."
Keterkejutan terlihat jelas, di wajah tampan Yuze. Ia tak menyangka, bahwa takdir Qingling juga terikat dengannya. 'Satu masalah sudah ada jalan keluar' batinnya lega memikirkan Hukum langit yang sangat mustahil, untuk di cari dan sekarang... Mengikat kelahiran kembali.
Melihat wajah kaku Yuze. Tabib Su, mengerti apa yang sedang di pikiran cucu dari teman karibnya. "Tetua Fujo. Mengikat kelahiran kembali apakah ada hubungannya dengan Suku Phoenix?" tanyanya dengan hati-hati dan penuh harap.
Tetua Fujo mengangguk. "Benar dengan Api Suci milik Klan Phoenix api atau... "
"Atau apa tetua?" suaranya terdengar rendah tersirat harapan.
"Atau kawinkan dengan Orc Phoenix yang memiliki garis ilahi" sambungnya dengan memejamkan mata seolah, menerawang sesuatu yang akan datang.
Mata tenang Yuze memancarkan tekad dan penuh emosi. "Aku tau, apa yang harus aku lakukan. Setelah, mengikat takdir dengan Qingling aku akan memulai perjalanan ke daratan Soen untuk meminjam api suci" jelas Yuze mengutarakan tujuannya, untuk pergi ke Suku Phoenix.
Mereka semua tau bahwa, Api Suci adalah sesuatu yang di banggakan Klan Phoenix sebagai makhluk tertinggi. Jika, Yuze meminta Api Suci ada harga yang harus ia bayar.
Seolah tau, apa yang akan terjadi di masa depan tetua Fujo hanya mengangguk dan tersenyum mendengar ucapan Yuze.
Tetua Hansung dan Gansung juga mengangguk di ikuti lainnya. "Baiklah, kami akan mendukung mu."
Tabib Su menimpali. "Aku akan menemani mu ke daratan Soen"
"Tidak usah, Kek. Biar aku saja. Jika kau pergi bagaimana dengan Suku Serigala" tolak Yuze dengan halus, tak ingin merepotkan Orc tua di sampingnya.
"Ada Kaian. Aku tak perlu khawatir" ucap tabib Su, yang mendudukkan dirinya di samping para tetua.
Flashback Off...
Kaian terdiam, mendengar penjelasan tabib Su. Ia melirik Yuze, yang ternyata juga meliriknya dengan mata dalamnya.
"Lalu, apa hubungannya dengan naik level ku?" pertanyaan Kaian, membuat Yuze mendengus kesal.
"Apa kau bodoh atau idiot? Tubuh Dewi Ling ku yang memberikan mu manfaat" sungut Yuze geram, melihat wajah Kaian yang dingin tapi terlihat kebingungan.
Kaian tertawa lirih. "Heh. Ling ku? Dia sekarang juga menjadi pasangan ku" suaranya serak dan tajam.
'Bukankah tadi pagi menolak?' batin Yuze kesal mengingat perkataan Kaian.
Smirk tercetak di ujung bibir Yuze, mendengar ucapan tak masuk akal Kaian. "Apa Ling akan menerima mu?" suaranya tenang dan ringan seolah, mengolok Kaian yang tersulut emosi.
Tabib Su memijat kepalanya pusing. Mendengar pertengkaran, Kaian dan Yuze yang dari kecil hingga dewasa selalu meributkan hal kecil.
'Dulu ribut kekuatan dan sekarang merebutkan, nak Qing' batin tabib Su lelah.
semangat tor.. /Determined//Determined/
ditunggu ya kelanjutannya author 🤭
jangan lama2 soalnya penasaran nungguin yaa author
jangan lama2 thor
jangan lama-lama😊😊😊😊