NovelToon NovelToon
Aku Bertahan Untuk Membalasmu

Aku Bertahan Untuk Membalasmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

"Aku bertahan bukan karena masih mencintaimu. Tapi, aku bertahan untuk memastikan kalian menyesal."

Alena selalu berusaha menjadi istri yang sempurna, setia, penurut dan, selalu percaya pada suaminya.

Namun, sejak setahun terakhir, Arsen selalu bersikap dingin padanya. Dia masih bisa berpikir positif, jika semua itu karena pekerjaan. Dan, dia tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri dengan sepenuh hati.

Sampai, ia menemukan ponsel kedua milik Arsen dan mengetahui bahwa pria yang ia cintai selama ini ternyata telah mengkhianatinya.

Lucunya, semua orang tahu tentang perselingkuhan itu, kecuali dirinya.

Dan, sejak saat itu, Alena berubah. Ia menghapus air matanya, berhenti menjadi istri yang bodoh. Dan, mulai membangun hidupnya sendiri.

Dalam hati, ia bersumpah akan membalas suami dan selingkuhannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 Persaingan

Tidak terasa, hampir dua bulan Alena dan seluruh tim bekerja tanpa kenal lelah untuk mempersiapkan proyek dari Atma Group.

Dan, hanya tinggal dua hari lagi sebelum mereka bersaing dengan perusahaan-perusahaan lain dalam memperebutkan tender besar tersebut.

Saat ini, di ruang CEO, Kenan duduk dengan tenang sambil mendengarkan pemaparan dari Doni.

Pria itu menjelaskan seluruh konsep yang telah mereka siapkan, mulai dari desain resort dan hotel bintang lima, analisis pasar, rincian anggaran, hingga berbagai strategi yang akan mereka gunakan saat presentasi nanti.

Begitu Doni menyelesaikan presentasi, Kenan bertepuk tangan.

"Bagus," ujar Kenan sambil tersenyum tipis. "Sangat bagus. Aku benar-benar puas."

Doni mengembuskan napas lega. "Terima kasih, Tuan. Semua ini berkat kerja keras seluruh tim."

Kenan mengangguk. "Aku sangat menghargai usaha kalian. Tapi, perjuangan kita belum selesai." Ia menatap layar di depannya. "Masih ada empat perusahaan lain yang akan menjadi pesaing kita."

"Saya sangat berharap kita yang akan mendapatkan proyek ini," ujar Doni penuh keyakinan.

"Aku juga."

Namun, setelah mengatakan itu, Kenan justru mengembuskan napas panjang dan menyandarkan tubuhnya ke kursi.

Perubahan ekspresi itu membuat Doni mengernyit heran.

"Ada apa, tuan? Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiran Anda?"

Kenan tersenyum tipis. "Tidak ada yang serius. Hanya masalah yang sama, tapi kali ini terasa lebih rumit."

Doni tampak berpikir sejenak. "Jangan-jangan, ini tentang Tuan Besar?"

Kenan mengangkat kepalanya dan terkekeh pelan. "Kamu memang terlalu mengenalku, Don."

Doni ikut tersenyum. "Jadi, benar?"

"Ya." Kenan mengusap pelipisnya. "Sudah hampir dua bulan Kakek mendiamkan ku."

Doni terkejut. "Dua bulan?"

Kenan mengangguk pelan. "Dan, kamu tahu penyebabnya?"

"Apa?"

Kenan mencondongkan tubuhnya. "Alena."

"Hah?" Mata Doni membulat. "Kenapa bisa begitu?"

Kenan mengembuskan napas panjang. "Kakek membandingkan ku dengannya. Katanya, Alena lebih baik dariku karena mau menemaninya ke rumah sakit."

"Bahkan, Kakek sampai ingin mencarikan pengacara untuk mengurus perceraian Alena." Kenan kembali menyandarkan punggungnya. "Padahal, aku sibuk juga demi Kakek dan perusahaan. Tapi, Kakek tidak mau mengerti."

Kenan menatap langit-langit ruangan. "Aku juga tidak mengerti kenapa Kakek begitu peduli pada Alena. Padahal, aku sudah membalas budi dengan memberinya pekerjaan."

Doni tersenyum kecil. Kini, ia sedikit paham apa yang sebenarnya terjadi.

"Tuan, sebenarnya yang Tuan Besar inginkan bukan uang. Tapi, waktu Anda."

Kalimat itu membuat Kenan terdiam.

"Di usia beliau sekarang, yang paling dibutuhkan adalah perhatian dan kebersamaan. Karena itulah beliau merasa senang saat bersama Alena," lanjut Doni.

Tatapan Kenan perlahan berubah.

"Dan, mengenai bantuan yang ingin beliau berikan kepada Alena... Saya rasa itu adalah bentuk rasa terima kasih karena Alena sudah membuatnya tidak lagi merasa kesepian."

Ruangan kembali hening. Beberapa saat kemudian, Kenan mengembuskan napas panjang.

"Sebenarnya, aku juga tahu itu. Tapi, aku tidak tahu harus memulainya dari mana."

Doni tersenyum. "Anda bisa mencobanya. Setelah proyek ini selesai, luangkan satu hari saja untuk menemani Tuan Besar. Pergi makan bersama, berjalan-jalan, atau sekadar mengobrol dengannya."

Kenan terdiam. Lalu perlahan, ia menganggukkan kepala.

"Kamu benar, Don." Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum kecil. "Baiklah. Setelah semuanya selesai, aku akan melakukannya."

"Oh, ya." Kenan tiba-tiba teringat sesuatu. "Untuk pengajuan proposal dan presentasi nanti, aku serahkan semuanya kepadamu dan tim."

Mata Doni langsung membulat. "Ta-tapi, Tuan, ini proyek besar. Seharusnya Anda yang memimpin presentasinya."

Kenan menggeleng. "Aku percaya pada kalian. Selama dua bulan terakhir, kalian yang bekerja keras untuk proyek ini." Kenan menegakkan tubuhnya. Tatapannya berubah serius. "Kalian lebih memahami setiap detailnya dibandingkan aku."

Doni terdiam, sebelum akhirnya mengangguk mantap. "Baik, Tuan. Kami tidak akan mengecewakan Anda."

Kenan tersenyum tipis. "Oh, satu hal lagi."

"Apa itu, Tuan?"

"Beritahu Alena untuk mempersiapkan dirinya."

"Baik."

Setelahnya, Doni keluar dari ruangan CEO dan langsung memberitahu tim nya untuk rapat dadakan saat itu juga.

Alena dan yang lain segera bangkit dari kursi masing-masing, lalu melangkah menuju ruang rapat.

"Aku baru saja melaporkan proposal kita kepada CEO," ucap Doni. "Dan, beliau sangat puas dengan hasil kerja kita."

Ridwan dan Silvi terlihat senang. Begitu juga dengan Alena. Tapi, di saat yang sama, ia juga sedikit terkejut.

Selama ini, ia mengira Doni adalah CEO perusahaan mereka. Tapi ternyata, masih ada sosok lain yang berada di atas pria itu.

"Tapi, jangan senang dulu," lanjut Doni. "Perjuangan kita belum selesai. Kita masih harus bertarung melawan empat perusahaan lain untuk mendapatkan tender dari Atma Group."

Senyum di wajah mereka perlahan menghilang, berganti dengan ekspresi serius.

"Dan yang lebih penting, Tuan CEO mempercayakan tugas ini sepenuhnya kepada kita."

Ketiganya langsung mengangguk mantap. "Kami tidak akan mengecewakan Tuan CEO," jawab mereka serempak.

"Bagus. Kalian boleh kembali bekerja." Lalu, pandangannya berhenti pada Alena. "Kecuali Alena."

"Ng?" Alena mengerjapkan matanya bingung.

Ridwan dan Silvi saling pandang. Mereka juga terlihat penasaran, tetapi tidak berani bertanya lebih jauh. Akhirnya, keduanya memilih keluar dari ruangan. Dan kini, hanya tersisa Doni dan Alena di sana.

Wanita itu tampak sedikit gugup. "A-ada apa, Pak?" tanyanya pelan. "Apa saya melakukan kesalahan?"

Doni menggeleng. "Tidak. Justru sebaliknya. Kamu mengerjakan pekerjaan mu dengan baik. Tapi, ada satu hal yang harus kamu tahu sebelum hari presentasi."

"Apa itu?"

***

Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba.

Alena dan timnya sudah berada di kantor lebih awal untuk melakukan persiapan terakhir sebelum berangkat ke Atma Group.

Semua dokumen diperiksa kembali. Berkas presentasi, data pendukung, dan desain proyek dipastikan tidak ada yang tertinggal.

Begitu juga dengan Arsen.

Pagi itu, ia mengenakan setelan jas mahal berwarna gelap yang membuat penampilannya terlihat semakin berwibawa.

Ia menuruni tangga dan bergabung dengan kedua orang tuanya di meja makan.

Danis menatap putranya sambil tersenyum. "Tumben sekali pagi-pagi sudah rapi seperti ini."

"Hari ini ada pertemuan penting, Pa," ucap Arsen sambil duduk di kursinya.

"Pertemuan apa?"

"Ada tender besar dari Atma Group."

"Tender besar?" tanya Danis penasaran.

Arsen mengangguk. "Kalau ASN Group berhasil mendapatkannya, keuntungan yang akan kita peroleh sangat besar."

Wajah Hana langsung berbinar. "Kamu ini hebat. Mama yakin kamu bisa mendapatkannya dengan mudah."

Arsen tersenyum percaya diri. "Itu sudah pasti, Ma."

"Oh, ya." Hana tiba-tiba teringat sesuatu. "Kapan kamu akan menceraikan Alena?"

Arsen menghentikan gerakan tangannya.

"Mama sudah mengumpulkan bukti dan saksi. Kita bisa membuat wanita itu pergi tanpa membawa apa pun."

Ucapan itu membuat Santi yang sedang menyajikan sarapan terlihat gugup. Ia segera menundukkan kepalanya dan buru-buru kembali ke dapur.

"Akhir-akhir ini aku sangat sibuk, Ma. Jadi, belum sempat memikirkannya," seru Arsen.

"Kalau begitu, jangan terlalu lama menunda."

Arsen meletakkan cangkirnya. "Tenang saja. Setelah aku mendapatkan tender ini, aku akan langsung menceraikannya."

Mata Hana langsung berbinar. "Bagus! Lebih cepat lebih baik."

Arsen tersenyum tipis. "Kalau begitu, aku berangkat dulu."

Ia bangkit dari kursinya, mengambil kunci mobil, lalu meninggalkan rumah dengan keyakinan kuat jika kemenangan ada di tangannya.

Tidak terasa, waktu yang ditunggu akhirnya tiba.

Perwakilan dari empat perusahaan besar sudah berkumpul di ruang rapat utama Atma Group. Masing-masing membawa proposal terbaik mereka demi memenangkan proyek bernilai fantastis tersebut.

Suasana ruangan penuh dengan ketegangan. Beberapa perwakilan tampak sibuk berdiskusi dan memeriksa kembali dokumen mereka.

Begitu pula dengan Arsen dan Erina. Tapi, keduanya justru lebih sibuk mengamati para pesaing.

"Sayang," bisik Arsen sambil tersenyum percaya diri, "sepertinya kemenangan sudah ada di tangan kita."

Erina mengangkat sebelah alisnya. "Bagaimana kamu bisa seyakin itu?"

Arsen menatap satu persatu orang-orang di sana. "Lihat mereka. Wajah-wajah amatiran. Mereka tidak terlihat seperti ancaman. Dan yang terpenting, pesaing terberat kita sepertinya tidak datang."

"Pesaing terberat?" ulang Erina.

"WIN Group."

Erina terkekeh kecil. "Itu berarti sudah dipastikan kamu yang akan menang, sayang."

"Tepat sekali."

Kesombongan terpancar jelas di wajah Arsen. Tapi, senyuman itu tidak bertahan lama saat pintu ruang rapat tiba-tiba terbuka.

Perwakilan dari WIN Group melangkah masuk dengan tenang.

Di barisan depan, Doni berjalan dengan percaya berdampingan dengan sosok yang membuat wajah Arsen berubah seketika.

Ia berdiri dengan kasar hingga kursinya bergeser ke belakang dan menimbulkan suara keras. Matanya membelalak tidak percaya, rahangnya mengeras. Kedua tangannya mengepal begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih.

Tatapannya terkunci pada satu sosok yang berdiri di sana sebagai perwakilan dari perusahaan yang selama ini ia anggap sebagai pesaing terberat.

1
nunik rahyuni
dimulai drama ikan terbang hati suami yg terkuyak karena kesadaran istri🤣🤣🤣
klo istrinya bodoh diem damai hatimu..sekaramg istrimu sudah sadar dia pintar dan berguna bukan orng bodoh yg cima diam tak berdaya di perlakukan semena mena..tunggu langkah selanjutnya
atik
Dasar suami durjana, cuekin aja Alena gk penting juga ngobrol ma Arsen
atik
Kamu pasti bisa Alena mengalahkan suami laknatmu itu
nunik rahyuni
baru sadar klo istrimu itu pinter..biarpun kamu kurung dirumah dg berteman sepi klo pinter ya pinter aja✌️✌️
atik
Rasain kamu Arsen
makin seru thor, lanjut...
Ade Chubi
kasihan istri nya di bohongin
atik
Ayolah kenan turuti ja keinginan kakekmu biar kamu bisa bahagia
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Tidak semudah itu 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
atik
Kapok, ibu mertua tak tau diri dicuekin menantunya semoga segera setruk gara2 darah tinggi
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Pikiranku berkelana karena setruk. Aq pikir tadi Truk kendaraan. 🙏🤧
total 1 replies
atik
Puas2in senyum kalian para penghianat sebelum perselingkuhan terbongkar
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: /Applaud//Applaud//Applaud/
total 1 replies
Mira Hastati
bagus
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Thankiyu, kak💜
total 1 replies
atik
gak sabar nunggu Arsen hancur
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Hohoho... Pelan-pelan aja, kak. banyakin sabar🤭
total 1 replies
atik
Seru
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: thankiyu, kak 💜
total 1 replies
atik
lanjut thor, semangat 💪
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Siyap
total 1 replies
Ma Em
Alena lbh baik pura2 tdk tau saja , semoga Alena cepat mendapatkan pekerjaan dgn gaji yg besar agar Alena bisa cepat berpisah dgn Arsen .
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Cepet dapat CEO kaya juga,🤭
total 1 replies
Neng Saripah
ikut deg2an Thor 🤭🤭
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Itu tandanya kakak sedang jatuh cinta 🤭
total 1 replies
Nining damayanti
nggk buat CS bru thor
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Maaf, kak. soalnya sekarang cs gak bisa kontrak.
total 3 replies
Neng Saripah
belum apa2 udah nyesek euy...kira2 sanggup lanjut ga ya aku 😱
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Pasti sanggup, kak. Semangat 💪🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!