NovelToon NovelToon
TAKDIR CINTA

TAKDIR CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / CEO / Persahabatan / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Ra za

Revan adalah pria tampan dan pengusaha muda yang sukses. Namun di balik pencapaiannya, hidup Revan selalu berada dalam kendali sang mama, termasuk urusan memilih pendamping hidup. Ketika hari pertunangan semakin dekat, calon tunangan pilihan mamanya justru menghilang tanpa jejak.

Untuk pertama kalinya, Revan melihat kesempatan untuk mengambil keputusan sendiri. Bukan sekadar mencari pengganti, ia menginginkan seseorang yang benar-benar ingin ia perjuangkan.

Hingga ia teringat pada seorang gadis yang pernah ia lihat… sosok sederhana namun mencuri perhatiannya tanpa ia pahami alasannya.

Kini, Revan harus menemukan gadis itu. Namun mencari keberadaannya hanyalah langkah pertama. Yang lebih sulit adalah membuatnya percaya bahwa dirinya datang bukan sebagai lelaki yang membutuhkan pengganti, tetapi sebagai lelaki yang sungguh-sungguh ingin membangun masa depan.

Apa yang Revan lakukan untuk meyakinkan wanita pilihannya?Rahasia apa saja yang terkuak setelah bersatu nya mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra za, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 Sambutan

Hampir pukul sembilan malam ketika pesawat yang membawa Revan dan Eliana akhirnya mendarat di tanah air. Rasa lelah setelah perjalanan panjang tak mampu menutupi kebahagiaan yang masih tersisa dari hari-hari bulan madu mereka.

Sebuah mobil telah menunggu di luar bandara. Sepanjang perjalanan menuju kediaman keluarga Wijaya, Eliana sesekali menyandarkan kepala di bahu suaminya. Lampu-lampu kota yang berpendar di balik jendela terasa begitu akrab, seolah menyambut kepulangan mereka.

Begitu mobil memasuki halaman rumah, suasana di dalam kediaman Wijaya yang tadinya tenang, kini berubah riuh.

“Itu mereka sudah sampai,” ucap Nenek Sonya antusias saat mendengar deru mesin mobil.

Semua yang berada di ruang keluarga segera berdiri. Wajah-wajah penuh rindu dan harap menanti di balik pintu. Kecuali miranda, ia hanya sekedar ikut saja.

Revan dan Eliana melangkah masuk beriringan.

“Assalamu’alaikum,” ucap mereka hampir bersamaan.

“Wa’alaikumsalam,” sahut seluruh keluarga dengan senyum hangat.

“Alhamdulillah,” ucap Nenek Sonya haru. Ia langsung menghampiri Eliana dan memeluk cucu menantunya erat.

“Kalian kembali dengan selamat.”

“Alhamdulillah, Nek,” jawab Eliana lembut sambil membalas pelukan dan mencium tangan nenek Sonya penuh hormat.

Eliana kemudian beralih ke kedua orang tuanya. Fatma langsung memeluk putrinya, air matanya menetes tanpa bisa di tahan, ia bahagia melihat keadaan putri nya, yang sempat ia khawatir kan.

“Sayang… Ibu rindu,” ucap Fatma dengan suara bergetar.

“Kamu baik-baik saja, kan?”

Eliana tersenyum hangat.

“El juga rindu dengan ibu, dan ayah. El baik, Bu. Bahkan sangat baik,” jawabnya jujur.

“Seperti yang Ibu lihat sekarang.” lalu Eliana beralih pada ayahnya.

Tiada kata yang Ridwan ucapkan, ia hanya menepuk bahu putrinya pelan, matanya berbinar menahan rasa haru. kebahagiaan Eliana sudah menjawab semua kekhawatirannya.

Revan pun bergantian menyalami mertuanya dengan penuh hormat, setelah sebelumnya sudah menghampiri ayah dan ibunya.

Miranda menyambut uluran tangan menantunya dengan sikap dingin dan senyum yang nyaris tak terlihat. Eliana merasakan itu, namun memilih tak mempermasalahkannya. Ia sadar, jalan untuk menjadi menantu yang diterima sepenuhnya masih panjang, dan ia siap menjalaninya dengan sabar.

“Bagaimana perjalanan kalian?” tanya Nenek Sonya tak sabar. Ia langsung melontar kan pertanyaan sebelum semuanya sempat duduk.

“Menyenangkan?” tanya nya lagi.

Revan tersenyum sambil menggenggam tangan istrinya.

“Tentu saja, Nek. Bahkan lebih dari menyenangkan. Beberapa hari di sana rasanya kami tidak ingin kembali.”

Eliana tersenyum kecil, menunduk malu.

“Kalau begitu, lain kali kalian bisa pergi lagi,” ujar Nenek Sonya senang.

Sementara itu, Miranda hanya diam dengan raut wajah datar. Surya yang sejak tadi memperhatikan istrinya memilih menahan diri. Ia tahu, sekarang bukan waktu yang tepat untuk menegur istri nya secara langsung.

“Kalian pasti lelah,” ucap Surya akhirnya.

“Sudah malam. Sebaiknya langsung istirahat saja.”

Ia menoleh pada Ridwan dan Fatma.

“Ridwan, kalian menginap saja di sini. Besok kita bisa menyiapkan makan malam, untuk menyambut kepulangan anak-anak.”

Ridwan mengangguk setuju.

“Baik, Surya. Terima kasih.”

Fatma pun tersenyum mengiyakan.

Setelah penyambutan singkat satu per satu mereka kembali ke kamar masing-masing. Di balik kehangatan sambutan dan senyum yang terukir, terselip berbagai perasaan, bahagia, lega, canggung, dan juga diam-diam menyimpan badai kecil yang belum sepenuhnya reda.

---

Seperti yang dikatakan Surya malam sebelumnya, hari ini keluarga besar akan mengadakan makan malam bersama untuk menyambut kepulangan Revan dan Eliana. Tanpa terasa, sore mulai merambat turun. Cahaya matahari yang menguning menyelinap melalui jendela-jendela besar dikediaman Wijaya.

Eliana baru saja keluar dari kamarnya, ia melangkah ke dapur. Di sana, suasana tampak ramai dan hangat. Beberapa pelayan sibuk menyiapkan hidangan, sementara ibunya dan Nenek Sonya terlihat tengah menyusun aneka kue di atas piring saji. Eliana menoleh ke sekeliling, ia tak melihat ibu mertuanya.

“Ada yang bisa El bantu?” ucapnya lembut begitu tiba di dapur.

Fatma dan Nenek Sonya langsung menoleh ke arah suara itu.

“Kenapa turun, Sayang?” tanya Nenek Sonya.

“Seharusnya kamu istirahat saja.”

Eliana tersenyum kecil.

“Tidak apa-apa, Nek. Terlalu lama di kamar juga bikin capek.”

“Dasar pengantin baru,” celetuk Nenek Sonya sambil tersenyum, tangannya tetap sibuk menyusun kue ke dalam wadah.

Wajah Eliana seketika memanas. Ia menunduk malu, salah tingkah.

Fatma tersenyum melihat reaksi putrinya.

“Sudah, Sayang. Semua hampir selesai. Benar kata Nenek, sebaiknya kamu kembali ke kamar dan segera bersiap.”

Eliana mengangguk cepat.

“Baik, Bu. El ke kamar dulu. Nenek El duluan.”

Ia beranjak pergi sambil menahan senyum.

Lebih baik pergi daripada jadi bahan godaan Nenek, batinnya.

Begitu Eliana membuka pintu kamar, ia mendapati Revan baru saja terbangun dari tidurnya. Matanya langsung mencari ke arah sisi ranjang yang kosong.

“Kamu ke mana?” tanya Revan begitu melihat istrinya sedang menutup pintu.

“Ke dapur,” jawab Eliana sambil mendekat.

“Niatnya mau membantu, tapi tidak diizinkan Nenek dan Ibu.”

“Papa dan Mama ada?” tanya Revan.

“Papa ada di bawah, lagi berbincang dengan ayah. Sedang kan Mama sepertinya sudah kembali ke kamar,” jawab Eliana pelan.

Revan menarik Eliana mendekat, menyandarkan kepala istrinya ke dadanya. Tangannya membelai rambut Eliana dengan lembut.

“Kamu yang sabar ya sayang, menghadapi Mama,” ucapnya lirih.

“Kamu tenang saja. Aku selalu ada di sisimu.” Revan berusaha menguatkan istrinya.

Eliana mengangguk pelan. Ia memejamkan mata, menikmati sentuhan dan ketenangan yang selalu Revan berikan.

Menjelang malam, ruang keluarga mulai dipenuhi orang-orang. Ternyata bukan hanya keluarga inti, Nadia, Riki, dan Dion juga hadir.

“El!” seru Nadia antusias begitu melihat Eliana yang baru turun dari kamarnya.

Eliana segera menghampiri sahabatnya itu.

“Nad!” Ia memeluk Nadia erat.

“Aku rindu kamu.”

“Aku juga,” jawab Nadia sambil tersenyum lebar.

“Oh iya, Ibumu mana?” tanya Eliana.

“Dua hari lalu sudah pulang,” jawab Nadia.

“Katanya tidak bisa terlalu lama tinggal di sini. Tapi Ibu titip salam untuk mu.”

Eliana tersenyum Kecil.

“Sampaikan salamku juga, ya.”

Sedangkan Revan menghampiri sahabat dan asisten nya,

"Bagaimana perusahaan selama aku tinggal.  Aman?" Tanya Revan pada Dion.

"Tuan tenang saja semua aman terkendali." Jawab Dion menyakinkan.

"Wajah pengantin baru beda sekali auranya ." Sela Riki yang berdiri disebelah Dion.

Revan hanya tersenyum sambil menepuk bahu Dion.

Tak lama kemudian, Surya dan Miranda turun dari lantai atas. Perbedaan raut wajah mereka begitu kontras. Surya tampak cerah dan bersemangat, sementara Miranda tetap dengan ekspresi datarnya, seolah hadir tanpa benar-benar ingin terlibat.

Surya melangkah ke tengah ruangan.

“Karena kita semua sudah berkumpul, ayo kita makan malam sekarang.”

Semua mulai beranjak menuju ruang makan. Namun, tepat ketika langkah mereka bergerak, sebuah suara terdengar dari arah pintu depan.

“Maaf… aku terlambat.”

Langkah mereka terhenti.

Semua  serempak menoleh ke arah suara itu.

Seketika suasana terasa berubah.

1
Yus Nita
ini lah engikut Danjal, karena sdh buta matahati ny utk ber buat yg baik.
Yus Nita
si rubah siluman kah itu...
Yus Nita
apa y rahadia masa lalusiMirsndha
jafi pinisirain.. 😁😁😁
Muffin🧚🏻‍♀️: Hai sahabat pembaca!
Aku baru aja rilis cerita baru berjudul “Menjebak Cucu Presdir” ✨

Cleona hanya ingin menyelamatkan ibunya dari penyakit mematikan, tapi sebuah kesalahan membawanya ke kamar Batara, CEO muda yang dingin dan penuh rahasia. Kini, hidupnya terjerat antara bahaya, rahasia, dan perasaan yang tak pernah ia duga. Apakah ini awal kehancuran… atau takdir yang menunggu?

🔥 Jangan lupa mampir dan ikuti kisahnya yaa~
total 1 replies
Yus Nita
wadoohh..
sprti ny Revan, hrs menyia jan pengawslbsysngsn deh buat Elliana.
Yus Nita
dasar siluman rubah
Yus Nita
syukurin kau meranda, dot imbanglo kan 😀😀😀
Yus Nita
o, o,.. siapa dia...
Yus Nita
emang sr kaya apa yach si Murandha, seblom menikah dengsn papa surya.
jingga segitu nyenilsi dxn ketidak sukaan ny pada Elliana
Yus Nita
masuk siluman rubah
Yus Nita
kebohongan membaws Berkah 😁😁😁
Siti Nurhasanah
sekarang kan subuh jam 04
Siti Nurhasanah: oh iya ya
total 2 replies
erviana erastus
ckckck revan2 beres kan dulu si celine baru happy2 sama elina .... 😏😏😏😏
erviana erastus
dasar j*******g giliran ninggalin revan nggak ngotak skrng mau balikkan 🤣 nggak laku ya say makax cari mantan
erviana erastus
ada rahasia apa dinnk lampir
erviana erastus
emak satu ini minta ditampar biar sadar
erviana erastus
ribet ... knp nggak langsung nikah aza .... satu lagi jalang dia yg pergi tp merasa tersakiti ... hei Miranda kamu tuh ya buka tuh mata lebar2 jadi tau kelakuannya si celine
erviana erastus
jadi orang nggak usah terlalu baik el, tuh calon pelakor didepanmu .....
erviana erastus
miranda ini batu banget, tipe emak2 sok kuasa 😏
erviana erastus
calon plakor mulai tampil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!