NovelToon NovelToon
Balas Dendam Istri Yang Dikhianati

Balas Dendam Istri Yang Dikhianati

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam pengganti
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fazilla Shanum

Aira memergoki suaminya selingkuh dengan alasan yang membuat Aira sesak.
Irwan, suaminya selingkuh hanya karena bosan dan tidak mau mempunyai istri gendut sepertinya.

akankah Aira bertahan bersama Irwan atau bangkit dan membalas semuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fazilla Shanum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Retakan yang Mulai Rapat

Pintu lift terbuka, Aira segera melangkahkan kakinya untuk keluar dari lift dan pergi ke meja kerjanya.

Aira duduk dikursinya, ia menarik napas panjang agar dirinya bisa tenang menjalankan pekerjaan tanpa perlu mengingat Irwan si mokondo.

Tidak lama, Pak Agam tiba juga di kantor. Ia melirik Aira sebentar yang sedang memejamkan matanya.

"Kamu keruangan saya!" ucap Pak Agam tepat di depan meja Aira.

Aira membuka matanya. "Saya, Pak?"

Pak Agam langsung pergi begitu saja tanpa menjawab pertanyaannya dan masuk ke dalam ruangannya.

"Apa salahnya coba tinggal bilang iya aja," ucap Aira dengan kesal.

Aira segera berdiri dan mengambil tabletnya untuk dibawa masuk ke ruangan Pak Agam. Jaga-jaga saja, siapa tahu bosnya yang suka tantrum itu ingin menanyakan jadwalnya hari ini.

Setelah sampai di depan pintu, Aira segera membukanya dengan sangat pelan dan segera masuk.

"Ada apa ya, Pak?" tanya Aira.

"Duduk dulu!" jawab Pak Agam sambil mengeluarkan laptopnya.

Aira mengangguk dan duduk.

"Saya mau nanya perihal suami kamu yang meninggal itu. Apa dia sempat menyesal dan meminta maaf?" tanya Pak Agam.

"Aduh, harus berbohong apa lagi ini!" batin Aira.

"Tidak Pak. Dia tetap kekeh kalau dirinya bisa sembuh dan akan kembali gagah seperti semula. Hingga ajal datang, dan dia meninggal," jawab Aira dengan tenang.

"Maafkan saya ya Pak Agam, saya terpaksa bohong agar Pak Agam berhenti bermain wanita dan mau memperbaiki diri," batin Aira berbicara.

"Apa kamu sudah punya anak?" tanya Pak Agam lagi.

Aira mengangguk dengan cepat. "Punya Pak. Saya punya anak satu perempuan yang usianya masih tiga tahun."

"Apa anakmu membenci Papanya?" tanya Pak Agam dengan penasaran.

"Anak sekecil itu belum bisa saya tanya Pak. Tapi firasat seorang ibu tentu saja yakin kalau anak saya pasti membenci Papanya. Anak saya selalu diabaikan dan tidak pernah dianggap ada, tidak pernah diajak bermain, bahkan selalu mengatakan lelah jika pulang kerja. Saya tahu kalau hati anak saya tidak baik-baik saja. Hingga akhirnya saat dia pergi, anak saya tidak menangis Pak. Saya pikir, anak saya juga tidak menganggapnya seorang Ayah," jawab Aira panjang lebar.

Aira menceritakan itu pada Pak Agam sambil ia membayangkan Irwan meninggal, dan Syifa akan biasa saja karena sudah terbiasa tanpa adanya kasih sayang dari seorang ayah.

"Apa nanti Dion akan sama kayak anak si gendut ini ya? Melihat dia semalam yang langsung pergi, pasti karena dia tahu aku ada dirumah. Harus dengan cara apa aku meminta maaf pada Dion!" batin Pak Agam berteriak.

"Apa ada masalah Pak?" tanya Aira.

Aira menyalakan gelangnya agar Damian juga bisa mendengarkan ungkapan Papanya. Aira bisa melihat dari sorot matanya ada rasa penyesalan.

"Apa yang anakmu rasakan sepertinya sedang di alami anak pertama saya. Dia memang sudah besar, tapi seperti ucapanmu tadi. Bahkan mungkin saat saya meninggal nanti, dia tidak akan pernah menangis karena rasa bencinya yang begitu tinggi. Saya hanya berpikir, cara apa yang bisa saya lakukan agar bisa memperbaiki hubungan yang sudah retak ini," ucap Pak Agam dengan nada sedih.

Aira bisa melihat raut wajah sedih yang begitu kentara di wajahnya. Damian yang mendengarkan diruangan kerjanya ikut terhenyak. Ia tidak percaya jika Papanya akan benar-benar berubah setelah tahu jika dia mengidap penyakit mematikan dan mungkin hidupnya tidak akan lama lagi.

"Saya sebenarnya agak kurang enak jika harus ikut campur, Pak. Gelas yang sudah retak memang sulit untuk kembali utuh seperti semula. Tapi dengan keajaiban doa, sepertinya tidak ada yang tidak mungkin. Bapak hanya perlu membuktikan kalau Bapak benar-benar menyesal dan ingin memperbaiki keadaan. Setidaknya, Bapak sudah mencoba. Jika hasilnya tetap sama, kita hanya pasrahkan pada takdir," jawab Aira dengan bijak.

"Kamu benar. Itu juga yang dikatakan oleh istri saya," ucap Pak Agam.

"Istri Bapak pasti merasa bahagia. Kenapa Bapak tidak memilih untuk segera pensiun dan menikmati waktu berdua bersama istri Bapak. Ya, misalnya kalian berdua jalan-jalan, cari tempat yang sejuk dan juga romantis. Saya rasa, Bapak tidak akan kesulitan secara finansial. Daripada terus bergelut dengan tumpukan pekerjaan, hingga waktu bergulir dan akhirnya abis," jawab Aira menasehati.

Aira hanya sok bijak saja. Padahal dirinya tahu, kalau meninggal nggak harus tua tapi yang masih muda pun banyak. Meninggal juga tidak hanya sakit, tapi yang sehat dan tiba-tiba meninggal juga banyak.

"Kamu bisa keluar, Aira. Saya akan mempertimbangkan ucapan kamu tadi dan terimakasih atas masukannya," ucap Pak Agam.

"Baik, Pak. Saya permisi dulu," sahut Aira.

Aira segera berdiri dari duduknya dan mulai melangkahkan kakinya untuk pergi keluar dari ruangan Pak Agam.

Setelah pintu tertutup, Pak Agam menghela napas panjang. Ia masih memikirkan ucapan Aira.

"Kenapa aku merasa ucapan si gendut itu ada benarnya juga ya? Jika aku terus bekerja dan akhirnya meninggal, semua uang pun rasanya tidak akan berguna. Aku akan membicarakan ini pada Damian, mungkin memang sudah saatnya perusahaan jatuh ke tangan Damian," ujar Pak Agam.

Pak Agam pun memilih menyelesaikan pekerjaannya hari ini sebelum dirinya pensiun dan menyerahkan perusahaan ini pada Damian.

Sementara Aira yang baru sampai di meja kerjanya, langsung mendapatkan panggilan dari Damian. Tanpa pikir panjang, Aira langsung mengangkatnya.

"Ya halo, Pak?"

"Gila Aira, kamu benar-benar bisa membuat Papa speechless. Saya yakin jika tidak lama lagi Papa pasti akan melepaskan perusahaan. Good job Aira, saya akan langsung transfer bonus buat kamu. Hanya dalam waktu seminggu saja, kamu sudah membuat perubahan besar pada Papa. Wow keren!" puji Damian pada Aira.

"Saya seperti ini bukan karena saya ingin bonus atau apalah itu. Saya hanya ingin menyadarkan Pak Agam, dan dia kembali mencintai istrinya. Karena saya tau perasaan Mamanya Pak Damian saat melihat suaminya selingkuh. Tapi syukurlah ternyata Pak Agam mudah berubah," jawab Aira.

Damian terdiam mendengar jawaban Aira. Pantas saja waktu itu tanpa pikir panjang Aira langsung mengiyakan tawarannya, ternyata memang dia ingin membantu.

"Apapun alasannya, saya benar-benar berterima kasih pada kamu, Aira. Tanpa adanya bantuanmu, saya rasa Papa tidak akan pernah berubah," ucap Damian.

"Jangan berlebihan, Pak. Bisa jadi Pak Agam juga yang mudah berubah, karena doa dari Mamanya Pak Damian. Tapi apa boleh saya minta sesuatu, Pak?" tanya Aira.

"Katakan saja apa permintaanmu," sahut Damian yang merasa tak masalah.

"Apa Bapak bisa membuat akur kakak Pak Damian dan juga Pak Agam? Saya tidak tega melihat gurat kesedihan di wajahnya, Pak. Sekarang hati Pak Agam perlahan membaik, bukankah tidak ada salahnya jika memberi kesempatan padanya?" tanya Aira.

"Aduh Aira, hati Kak Dion itu udah kayak batu. Sulit banget buat ngajakin dia ngobrol, karena terlalu sakit hati dengan kelakuan Papa yang selalu menyakiti hati Mama, membuatnya jadi sangat membenci Papa. Saya nyerah kalau harus debat sama Kak Dion," jawab Damian yang merasa mustahil jika kakaknya itu akan berbaikan dengan Papanya.

Aira terdiam mendengarnya. Ia tak ingin membantu setengah-setengah, setidaknya ia ada gunanya bekerja di tempat lain untuk bisa menyatukan kekuatan Darma lagi.

"Atau begitu Pak, apa bisa nanti Pak Agam benar-benar pensiun, Pak Damian kembali menitipkan saya di perusahaan Pak Dion?" tanya Aira.

1
Sunaryati
Aira agak sombong, ya. Isi Bicaranya gitu, ada yang tak sopan
Sunaryati
Semoga Aira berjodoh dengan Bos Dion, dan bahagia .
Sunaryati
🤣🤣🤣🤣✋✋✋ puas emak jika mereka dapat karma
🍌 ᷢ ͩ 👏Mojito🏚️²²¹º
rumah lama nya ga di bersihin dulu kah, biar hilang tuh aura negatif yang awur2an nya🤭
merry
nmy ud truma dan terluka y bgtu lh pak dion di kira rumh tangga di hancur in sm pelakor dan penghianat gk truma apa gk luka gt 🤭🤭🤭
Sunaryati
Nah kan apa kata emak, Nak Dion mulai tertarik ma Aira, waah berarti misi Damian dapat bonus.
🍌 ᷢ ͩ 👏Mojito🏚️²²¹º
harus nya kamu balikin wan.. oke klo emang terpaksa mah, mending cerai aja.. soal anak bisa tgg jawab tanpa harus jadi suami istri🤭
mo ngomong apa itu c lisa
Sunaryati
Selamat memanjakan dirimu sendiri, Aira. Semoga hasilnya mempesona.
Sunaryati
Selamat sudah sembuh Aira, semoga dietmu usai dan berhasil, proses cerai lancar
Sunaryati
Bos Dion makin tertarik sama Aira, bakal berhasil misi Damian
Sunaryati
Jodoh kedua Aira Ote🤣🤣🤣
Sunaryati
Sepertinya Bos Dion mulai tertarik dengan Aira. Wah Aira sudah berhasil menurunkan berat badannya. Bahkan pekerjaan yang diberikan Bos Dion bisa membuat Aira langsing.
🍌 ᷢ ͩ 👏Mojito🏚️²²¹º
bini kardus modelan gitu aja masih di pertahanin.. ceraaiii kaannnn🤭
🍌 ᷢ ͩ 👏Mojito🏚️²²¹º
dion ngomel mulu.. bae2 ntar jatuh cintroonnggg🤭
🍌 ᷢ ͩ 👏Mojito🏚️²²¹º
ngejaraahh buuu🤭
🍌 ᷢ ͩ 👏Mojito🏚️²²¹º
mata muuu.. enak aja mau ngerayuuu.. terus skrg udah gembel aja masih ngarep di kasih aset.. gatau maluuuuuu
Sunaryati
Kok bawa guci antik, mencuri iitu bisa dipenjarakan
Sunaryati
Rasain punya apa- apa banyak tingkah, hidup jadi parasit saja sok poligami 🤣🤣🤣🤭✋✋ diakali lisa lagi🙏
Sunaryati
Kembali seperti semula tidak punya apa- ap
Sunaryati
Next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!