NovelToon NovelToon
POLYGON LOVE

POLYGON LOVE

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Romansa / Idola sekolah / Cintapertama / Tamat
Popularitas:30.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dame Dha

Nama saya Yuda, Saya siswa SMA tahun ke 2. Kehidupan sekolah saya tidak ada yang istimewa. Tetapi ada seseorang yang sangat saya sukai dari tahun pertama sekolah, saya mengejar cintanya selama 2 tahun, namun tidak mendapatkan respon dan berujung penolakan yang menyakitkan. Sampai suatu saat saya mulai membuka mata saya, berapa banyak waktu yang saya buang sia-sia hanya untuk wanita yang tidak mencintai saya. Namun ini hanya permulaan dari cerita tahun ke 2 saya di sekolah. Dimana saya akhirnya memilih untuk melangkah maju dan berhenti membuang waktu, saya memutuskan untuk berhenti mengejar cintanya dan menjalin hubungan pertemanan dengan teman-teman lainnya. Berusaha mengupgrade diri dan mencoba membuka hati untuk orang baru walau rasa trauma dari orang lama masih membekas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dame Dha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33 Lari dan Kejar

~ Sudut pandang Siva ~

Selasa pagi di ruang kelas.

Aku datang lebih pagi hari ini karena harus mengerjakan piket kelas. Di ruangan hanya ada aku, Citra dan Mai.

Berselang tidak lama kemudian Andini datang ke kelas. Dia menyapaku yang sedang membersihkan papan tulis.

"Selamat pagi kak Siva" sapa Andini padaku

"Selamat pagi Andini" balasku pada Andini

Dia duduk dan menaruh tasnya di meja. Suasana tidak berbeda jauh dari hari-hari lainnya.

Setelah duduk Andini selalu membaca buku yang di berikan oleh Yuda. Mai dan Citra juga sibuk dengan buku yang mereka baca.

Setelah selesai membersihkan papan tulis, aku kembali duduk ketempat duduk ku.

"Kamu benar-benar suka dengan buku itu Andini" tanyaku pada Andini

"Iya kak, aku baru sempat baca sekarang" balas Andini padaku

"Itu dikasih sama Yuda kan?" tanyaku pada Andini, walaupun aku tahu itu buku dari Yuda, aku hanya basa-basi untuk menggoda Andini.

"Aahh.. itu.. iya kak" jawab Andini dengan sedikit tersipu malu

Tidak ada yang berubah sama sekali, setiap aku singgung soal Yuda Andini selalu tersipu. Aku baru kali ini melihat orang jatuh cinta seperti Andini.

Bahkan hal sepele seperti sapu tangan bisa membuat orang sampai cinta mati seperti Andini.

Saat suasana sedang tenang, Darius mengejutkan seisi kelas dengan datang tergesak-gesak.

"Yuda...Yuda...di bawa kerumah sakit" Darius berteriak didepan kelas dengan panik

"Kenapa... kenapa.. Yuda kenapa" tanya para murid dikelas

Seisi kelas menjadi panik.

"Yuda kecelakan, diperempatan depan. ditabrak mobil" ucap Darius dengan terengap-engap karena panik.

Belum sempat Darius menjelaskan detail kejadiannya. Andini langsung berlari keluar kelas tanpa berkata apa-apa.

"Andini... Andini..." panggilku pada Andini namun dia tidak menghiraukan ku.

Aku mengejar Andini sambil memanggil-manggil namanya tapi dia tidak menoleh kebelakang sama sekali. Aku tidak bisa menghentikannya.

Baik aku, Mai dan Citra, semua bertanya-tanya pada Darius tentang kejadian sebenarnya. Tapi Darius juga tidak tau detail pastinya.

"Aku cuma ngeliat orang-orang pada rame, pas aku dekati Yuda udah dibawa pakai tandu menuju ambulans" Darius menjelaskan apa yang dia lihat.

Citra berusaha meredakan ketegangan antara kami.

"Pokoknya yang penting kita tunggu saja pemberitahuan dari sekolah dulu" ucap Citra pada semua murid dikelas.

"Disitu juga ada Yuki, orang-orang bilang dia pingsan setelah melihat Yuda" Ucap Darius

"Andini tadi bagaimana?, apa dia benar-benar mengejar ambulans" tanya Mai pada kami.

"Mungkin saja, kita tidak tahu apa yang dipikirkan Andini" jawabku tentang pertanyaan Mai

Aku bisa memahami tindakan Andini, tapi yang dia lakukan bisa dikatakan membolos sekolah. Mungkin dia akan di panggil ke ruang guru saat dia kembali ke sekolah nanti

~ Sudut pandang Andini ~

Tubuhku bereaksi secara spontan ketika mendengar kabar buruk itu, yang pertama terlintas dipikiranku adalah kondisi kak Yuda.

Aku harus memastikannya, kalau tidak aku tidak akan bisa tenang sama sekali.

Aku berlari semampu yang aku bisa menyusuri kota menuju rumah sakit, jaraknya tidak jauh hanya sekitar 1 kilometer.

Yang ku khawatirkan saat ini hanya kak Yuda, langkah demi langkah terus ku tempuh, tidak ada rasa lelah yang ku rasakan.

Rasa khawatirku mengalahkan rasa lelah itu, langkah demi langkah pun akhirnya membawaku sampai di rumah sakit.

Aku bergegas masuk dan bertanya pada pegawai rumah sakit tentang pasien yang baru saja kecelakaan.

"Permisi bu, baru saja ada pasien kecelakaan. Dimana ya dia dirawat sekarang" tanyaku pada seorang perawat

"Pasien pelajar SMA. Apa itu benar ?" jawab perawat itu.

"Iya bu, itu teman saya" balasku

"Pasien saat ini sedang di unit gawat darurat, mohon ditunggu, dokter saat ini masih berusaha keras" jawab perawat itu

"Baik bu, Terima kasih"

berarti saat ini aku tidak bisa apa-apa selain menunggu.

Kalau sampai dilarikan ke unit gawat darurat berarti kondisi kak Yuda sangat buruk. Tapi aku tidak bisa berbuat banyak. Untuk sekarang ku harus tenang dulu.

5 menit kemudian seorang dokter keluar dari ruangan UGD.

"Apa anda kerabat pasien atas nama Yuda?" tanya dokter itu padaku.

"Iya pak dokter, bagaimana keadaannya" balasku pada dokter itu

"Nyawa pasien masih bisa ditolong, tapi pasien kehilangan cukup banyak darah dan kondisinya masih belum stabil. Apa ada keluarga pasien yang golongan darahnya sama" tanya dokter itu padaku.

Saat ini hanya ada aku sendirian, keluarga kak Yuda pasti masih di perjalanan menuju ke rumah sakit.

Kalau begini situasinya tidak ada pilihan lain.

"Saya sendiri dok, golongan darah saya sama dengan dia" aku sudah tahu golongan darah kak Yuda dari data kesiswaan.

"Oh, syukurlah, ini pasti sebuah takdir. Ayo segera ikut saya keruang perawatan untuk pendonoran darah" ucap dokter itu padaku

Apapun akan ku lakukan asal kak Yuda bisa selamat, jangankan hanya darah, Aku bersedia menyerahkan separuh nyawaku demi orang yang kucintai.

Keputusanku ini mungkin akan dianggap sebagai pelanggaran aturan sekolah karena membolos. Tapi tidak ada penyesalan sama sekali.

Aku sudah berjanji pada diriku sendiri kalau aku akan ada disisi kak Yuda saat dia sedang dalam kesusahan.

Aku masuk ke ruang perawatan, disana sudah ada suster yang sudah menunggu.

Suster itu mempersilahkan aku masuk "Silahkan masuk" ucap suster itu

Aku masuk dan berbaring di atas kasur, sementara itu suster mulai melakukan pengecekan sebelum memulai proses pengambilan darah.

"Kondisi kesehatan anda sangat baik, baiklah mari kita mulai" ucap suster itu

"Silahkan suster" basalku pada suster itu

Suster itu mengoleskan cairan alkohol ke lenganku dan menusukkan jarum suntik. Aku melihat darahku mengalir setetes demi tetes menuju kedalam kantong donor.

Disela-sela proses donor, suster berinisiatif untuk mengajakku mengobrol agar suasana tidak tegang.

"Mohon maaf sebelumnya. Apa saya boleh bertanya?" tanya Suster itu.

"Silahkan suster" jawabku

"Apa anda punya kak perempuan?" tanya suster itu.

"Iya suster, kok bisa tau" balasku

"kamu mirip sekali dengan sahabat saya waktu masa SMA dulu, namanya Audy" jawab suster itu.

"Benar. Saya adiknya kak Audy" jawabku dengan sedikit terkejut

"Ternyata dunia ini memang sempit ya" ucap suster itu.

"Nama suster siapa, nanti saya sampaikan salam sama kak Audy" tanyaku pada suster itu.

"Nama aku Reva, panggil saja nama aku biar ga terlalu formal" ucap suster itu

"Baik kak Reva, nama saya Andini" aku memperkenalkan diriku pada kak Reva

"Aku sudah tau sedikit banyak tentang kamu dan juga Yuda, Aku kakaknya Siva dan aku sangat berterima kasih pada kalian berdua" ucap kak Reva padaku.

"Eh, kak Siva punya kakak, dan kak Reva teman kak Audy, ternyata benar dunia itu sempit" balasku pada kak Reva

"Terima kasih sudah mau jadi temannya Siva, dia memang susah diatur tapi dia bukannya tidak baik kok" ucap kak Reva

"Iya, aku tahu kok, kak Siva baik banget sama aku" ucapku pada kak Reva

"Benarkan. Syukurlah kalau begitu" balas kak Reva dengan tersenyum lega

Singkat cerita donor darah pun selesai dan Kak Reva menyuruhku untuk tetap istirahat setidaknya untuk hari ini karena efek samping dari pendonoran darah.

Aku tidak tahu bagaimana kondisi kak Yuda saat ini, aku berharap ada seseorang yang masuk ke ruangan ini untuk memberitahu.

Hari mulai beranjak siang dan kak Reva datang ke ruangan ku di susul kak Audy.

"Permisi Andini, aku hanya ingin mengantarkan Audy. Silahkan masuk Audy" ucap kak Reva

Apa yang akan dikatakan kak Audy, apa dia akan menegurku karena bertindak terlalu gegabah.

"Eehh, kak.. maaf.. apa aku bikin khawatir semua orang" aku meminta maaf pada kak Audy

"Andini.. Dasar ya kamu ini.... Tapi kakak bangga sama kamu.." tegur kak Audy padaku.

"Maaf kak.."

"Tidak apa. Kondisi Yuda juga sudah stabil" ucap kak Audy sambil menenangkan ku.

"Benarkan... Syukurlah..." jawabku dengan rasa syukur.

"Hahh.. aku sampai tidak percaya kalau kamu berlari dari sekolah sampai ke rumah sakit" ucap kak Audy dengan terheran-heran

"Aku juga tidak mengerti, tubuhku seperti bergerak sendiri" balasku pada kak Audy.

"Hmm... segitu cintanya kamu sama Yuda, iya kakak paham kok" ucap kak Audy sambil mengelus-elus kepalaku.

"Eehh... apasih kak, Ga lucu tau, ini menyangkut nyawa" balasku pada kak Audy dengan sedikit kesal.

"Iya maaf, ngomong-ngomong ada yang mau ketemu kamu" ucap kak Audy

Kak Audy keluar untuk memanggil seorang. Tak lama seorang wanita untuk masuk ke ruangan sendirian tanpa ditemani kak Audy.

"Terima kasih banyak, mewakili seluruh keluarga besar. berkat donor darah kamu nyawa Yuda terselamatkan. Sekali lagi terima kasih banyak" Wanita itu berterima kasih sambil menundukkan kepalanya ke arah ku berkali-kali.

"Iya kak sama-sama. Aku ga papa kok, angkat kepala kakak" ucap ku pada wanita itu

"Kamu adiknya Audy ya. Kebetulan sekali" ucap wanita itu.

"Ee..Mohon maaf kak.. kakak ini siapa ya?" tanya ku pada wanita itu

"Panggil saja aku Yuna, teman kakak kamu dan kakak sepupu Yuda" jawab wanita itu

"Oh..kak Yuna, kak Yuda sempat cerita sedikit soal kak Yuna" balasku pada kak Yuna.

"Iya tadi sudah di beri tahu sama Audy juga" ucap kak Yuna

"Berarti kak Yuna juga kenal sama kak Reva dong?" tanyaku pada kak Yuna

"Iya, kejadian yang sangat kebetulan kami bertiga bisa bertemu. Tapi yang penting kondisi kamu baik-baik saja kan?" tanya kak Yuna padaku

"Iya kak, aku baik-baik saja. Yang terpenting sekarang adalah kak Yuda" jawabku pada kak Yuna

"Tenang saja, walau masih belum tersadar tapi kondisi Yuda sudah stabil kok" jawab kak Yuna

"Semoga kak Yuda cepat membaik ya" balas ku

"Kamu teman sekelas Yuda?" tanya kak Yuna

"Iya kak" balas ku

"Cuma teman, ga ada hubungan lain?" tanya kak Yuna sambil tersenyum tipis

"Ehh, cuma teman kak" jawab ku.

"Hehe..Tenang saja, aku ga akan ikut campur kok" balas kak Yuna dengan tertawa kecil

"Ehh...itu..aku cuma teman...beneran kok." balas ku dengan sedikit panik.

"iya Andini iya, kamu jangan mudah panic begitu ya. Aku keluar sekarang, Kamu juga harus istirahat Andini" ucap kak Yuna sambil menyuruhku segera berbaring.

"Eh..tunggu kak, aku boleh minta tolong sesuatu ga sama kak Yuna" tanya ku pada kak Yuna

"Katakan saja, kalau aku bisa bantu aku akan bantu" balas kak Yuna

"Siapa saja yang sudah tau kalau aku yang ngasih donor darah ke kak Yuda" tanya ku pada kak Yuna

"Hmm sebentar... yang pasti ada aku, paman Juna, tante July, Yui, Audy dan Reva. Sepertinya cuma itu saja" balas kak Yuna

"Tolong sampaikan pada mereka. Tolong rahasiakan ini dari kak Yuda kalau aku yang ngasih donor darahnya" ucapku pada kak Yuna

"Andini kamu serius?" tanya kak Yuna

"Iya kak, aku cuma ga mau kalau kak Yuda tahu, nanti perlakuannya akan berbeda. Aku ga mau kak Yuda merasa berhutang nyawa padaku. Cuma itu saja, tolong ya kak Yuna" ucapku pada kak Yuna

"Tenang saja, biar aku yang tangani ini" balas kak Yuna

"Terima kasih banyak kak" balas ku

Kak Yuna keluar dari ruangan sambil tersenyum kepadaku. karena kepalaku agak pusing aku berbaring sejenak untuk meredakannya.

-Terima kasih sudah membaca cerita saya. Untuk ilustrasi karakter cerita ini bisa cek di Trending akun saya-

Jika ada kritik dan saran silahkan DM saya dan jangan sungkan-sungkan :D

1
Kak Umi
😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
Kak Umi
Pingin berlanjut karena ceritanya menara k🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Kak Umi
Lanjutkan, lanjutkan🙏🙏
Kak Umi
Hay, aku datang meramaikan, datang juga meramaikan novel aku🙏🙏
༺⬙⃟⛅𝘿𝘼𝙈𝙀ᵀᵘʸᵘˡ ᴮᵒᵏᵉᵉʳ
.
♥♨⃟🌼⃤VinaXvina zgb
Lanjutkan
➤⃝💙𝟟ꪊꪶⅈꪊ𝟝
gula gula gula 😍🥰
❀࿐⃤⃝⃤⃟6ꀤꈤꍏ0ꈤꍟ7
wah masih ada kah
❀࿐⃤⃝⃤⃟6ꀤꈤꍏ0ꈤꍟ7
🥰🥰
➤⃝💙𝟟ꪊꪶⅈꪊ𝟝
Andini 😘😘
Ⓡⓤⓢ⑤⑨
dan aku mengira citra yang bakal win 😶‍🌫️
••¤(`×[¤ ѕᕼ𝓲𝔫ค➅➂5 ¤]×´)¤••
tamat happy ending 🤩🥰
Ⓡⓤⓢ⑤⑨
🤣🤣
••¤(`×[¤ ѕᕼ𝓲𝔫ค➅➂5 ¤]×´)¤••
andini ngeri
Ⓡⓤⓢ⑤⑨
😘😘
••¤(`×[¤ ѕᕼ𝓲𝔫ค➅➂5 ¤]×´)¤••
semakin bersinar 🤩🤩
🌟⃤⃝𝒱𝐼𝒜𝟩𝟩𝟤𝐸𝐸
belum tamat sampai disini👀
☕︎⃝❥💕⃝🅐🅩🅘🅩🅘④⑨
wah apa tuh
🌟⃤⃝𝒱𝐼𝒜𝟩𝟩𝟤𝐸𝐸
pemikiran dewasa yuda 🙏
🌟⃤⃝𝒱𝐼𝒜𝟩𝟩𝟤𝐸𝐸
Heroine terbaik dengan segala effortnya 🫡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!