Sahara bertemu dengan suaminya yang bernama Bani, di kampusnya, Bani merupakan kakak tingkat Sahara, singkat cerita Bani jatuh hati dengan Sahara, ingin menikahi Sahara saat lulus kuliah nanti.
Namun sang mama, yang saat ini menjadi mertua Sahara begitu keras dan galak, suka berbicara lantang, keras, dan menusuk di hati, mertua Sahara belum rela anaknya menikah dan takut kalau anaknya menikah melupakan jasa sang mama yang telah merawat Bani dari dalam kandungan sampai beranjak dewasa, dia merasa Bani belum bisa membahagiakan mama nya, maka menentang dia untuk menikah dini, dan seperti memusuhi mantu nya dengan kata kata pedasnya, namun yang buat Sahara heran, kenapa kalau di ceplosin selalu membuat drama air mata, mengadu kepada Bani, sehingga membuat Sahara dan Bani bertengkar.
Akan kah sahara kuat menghadapi mertua galaknya?.
Ikuti yuk kisah mertua galak, kisah pasutri bernama Sahara dan Bani, yang rumah tangga nya selalu di kisruhi mama mertua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rezza_handira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MG
Esok pagi ini anakku masih rewel, namun tidak separah kemarin, dia minta di gendong semalaman, jadi kepalaku ikut pusing karena kurang tidur, hari ini jam 7 pagi aku menyusui Nissa dan ikut tertidur lelap, saat terbangun aku sudah tidak mendapati bani ada di rumah, ada sepucuk surat tertempel di kulkas isinya :
"Sayang aku berangkat kerja dulu, aku tak tega membangunkan mu, aku lihat kamu kecapean, sisa jemuran yang belum sempat kamu jemur sudah aku jemur, jangan kecapean di rumah, from ayah Nissa"
Aku melihat Nissa yang tertidur pulas, kulanjutkan, mencuci piring, tiba tiba ada suara ketukan pintu.
Tok. .tok. .
"Bani. .Bani" Suara dari luar pintu.
Suara ini sungguh familiar, mungkinkan mama mertua datang, tapi Bani sudah berangkat kerja, aku menuju pintu untuk membuka pintu, aku pasrah akan mendapat perkataan apa dari mertua ku saat suami tak ada di rumah.
"Eh mama, masuk ma" kata ku.
"Jam segini baru bangun kayak pengantin baru aja" kata mertua ku.
Jleb, bagai hatiku tertusuk busur panah, semalam anakku rewel gara gara ayahnya, mendengarkan nasihat orang yang sekarang berdiri di hadapanku ini, wajar aku pusing, sambil menyusui Nissa pagi tadi aku ikut terlelap, dan sekarang tanpa rasa bersalah datang dan berkata yang menusuk hatiku,
"Mana Bani, mama dari tadi telpon, ketok pintu nggak ada sahutan, mama akhirnya ke warung dulu, sarapan lapar" kata mertua lagi
Aku tidak menanggapi dan menjawab perkataan mertua, beliau langsung menuju kamar dan menggendong Nissa yang menangis di kasur karena bangun, namun Nissa tak kunjung berhenti menangis, ku ambil alih nissa untuk ku susui tanpa bicara sepatah pun.
"Tenang sayang, ini mami, ayok nyusu sama mami dulu yuk, lihat nak ini mami" kata ku sambil mengusap rambut Nissa.
"Baru sebentar saja sudah nggak ingat nenek ya kamu, Nissa ikut nenek pulang aja yuk, biar gemuk lagi kayak dulu pas maminya kerja" kata mertua.
Aku tidak menanggapi nya, apalagi menyahuti perkataan meruaku, aku mencoba rileks takut kalau banyak pikiran akan berdampak dengan anakku, kudengar mertua keluar dan menelepon Bani, aku menguping sambil menyusui Nissa.
🎆🎆🎆
📲 "Bani, mama ke rumah ni, istrimu kurang ajar, nggak sopan sama orang tua, mama kan kangen cucu, di ajak bicara aja enggak" kaya mertua asal mengadu ke Bani.
📲 "Pesanin mama ojek online, tapi kamu yang bayar ya" kata mertua lagi.
📲 "Hu. .hu. .hu mama cuma kangen cucu masa di musuhin mantu, nggak di ajak bicara" kata mertua lagi.
📲 "Ojek onlinenya sudah sampai nih, mama mau pulang dulu ya, sudah di bayar kan sama kamu ban?" tanya mertua lagi, langsung mematikan telpon dan naik ojek online untuk pulang tanpa pamit dengan ku.
🎆🎆🎆
Aku menghela nafas panjang, aku ini sedang kurang tidur dan capek, sabar sahara, kamu harus kuat dan tangguh menjadi ibu, Nissa butuh kasih sayang kamu, dan anak mu butuh ibu yang bahagia, jangan sampai emosi, kasihan jika anakmu jadi pelampiasan emosimu, aku menyemangati diriku sendiri, aku tidak jadi melanjutkan berberes rumah dan memasak, jadi aku ke warung untuk membeli lauk untukku makan.
"Neng, tadi mertuanya kesini pagi pagi ya?" tanya pemilik warteg.
"Iya mamake, tapi saya tadi ketiduran neneni Nissa, semalem rewel habis imunisasi, jadi lama buka pintunya" kata ku.
"Cerewet banget ya neng, mertuanya tadi mampir kesini, nggerutu Mulu" cerita pemilik warteg.
"Emang ngomong apa mamake" tanyaku.
"Dunia kebalik, bukanya yang muda nyamperin yang tua, ini mah dunia kebalik, yang tua nyamperin yang muda, ya saya jawab neng, kan punya anak kecil mungkin repot bu, pokoknya apa aja di omong deh neng" kata pemilik warteg lagi.
"Iya in aja deh mamake, biar selesai" kataku
"Katanya punya mantu jam segini belum bangun, emang mantu saya bangunnya selalu siang bu, nanya saya begitu neng, ya saya jawab aja, wah saya mah nggak ngurusin orang bu, sudah sibuk masak buat jualan" kata pemilik warteg.
"Terserah dia mau momong apa lah mamake" jawab ku dan langsung pulang setelah membeli lauk untuk aku makan.
Aku nggak bisa tahan lagi dengan ulah mertua, aku kirim pesan ke Bani panjang lebar, mengadu kalau mamanya habis ngomongin aku di warteg depan rumah.
Bani tidak menanggapi dan malah menanyakan yang lain, mungkin dia juga ikut pusing, aku ingin marah tapi kasihan anakku, semua ini terjadi Karena beliau yang merasa harus di hormati, namun yang bersangkutan tidak merasa, dan malah mengolokku terus terusan.
🎆🎆🎆
"Sahara ayo kita kerumah mama sebentar, tadi mama minta kesana, kangen cucu katanya" kata Bani.
"Ya sudah sebentar saja tapi ya" kataku.
Kami berangkat menuju rumah mertua, sampai sana yang di bicarakan, buat aku tersinggung, tadi mending nggak usah ke sini, gumamku dalam hati, hanya mau merebut anakku saja, tapi tak mau akan kehadiran ku.
"Cucu nenek, kamu nginep sini aja ya, tinggal disini biar nenek ada teman nya" kata mertua.
"Terus aku sama siapa, kalau Nissa tinggal disini" Jawab ku.
"Ehem" Bani berdehem dan melanjutkan bicara.
"Mama tadi katanya mau ada yang di qomongin apa ma" Kata Bani.
"Ini loh, mama srek sama yuni, ponakan mbok Marni, mau mama jodohin sama Agus" kata mama mertua.
"Emang agusnya mau?" tanya bani.
"Kalau ponakan mbok Marni, mama yakin seratus persen didikanya baik, ban, emang didikan mbok Marni bagus kok ban, mama setuju kalau Agus jadi sama Yuni" kata mertua lagi, sambil melirik ke arah ku.
Mertua masih melanjutkan ngobrol dengan Bani, aku yang sudah gerah, memilih membawa Nissa keluar rumah, memangnya aku ini di didik tidak baik sama kedua orang tuaku apa, aku emang sering bantah mertua dan enggan minta maaf, Karena dia sendiri yang punya mulut asal ngucap membuat hati orang sakit hati, aku tidak mengerti apa maksud nya berkata 100 persen didikan dari mbok Marni itu bagus, sambil melirik ke arahku, duh dasar nggak tahu diri, minta nya mantu yang perfect, dari keluarga yang baik pula, tapi nggak bisa berkaca dirinya itu seperti apa, secara samar samar aku mendengarkan mertua sedang telponan dengan saudaranya.
📲 "Hallo jeng, Alhamdulillah aku sehat, walau disini tanpa suami, aku bisa mengakhikahkan anakku sendiri walau telat, Alhamdulillah ya jeng" kata mertua.
📲 "Emang iya, semoga anakku mendapatkan jodoh yang baik, sayang sama orang tua, penurut, tidak suka bantah ya jeng" kata mertua ku lagi.
Hanya itu yang aku dengar, namun aku merasa sakit hati, apakah aku ini mantu yang jahat, tidak menurut, berkelakuan tidak baik, aku merasa itu semua disengaja untuk menyindirku, semoga itu hanya perasaanku saja yang sedang lelah, tolong ya sadar diri menantu mana yang rela diam saja, jika dapat perlakuan tak menyenangkan dari mertua secara terus menerus, pasti mantu itu lambat lain akan melawan, termasuk diriku sendiri.
~Bersambung~
ikuti terus cerita ini ya pembaca, jangan lupa dengarkan juga, audio book aku, lihat saja di profil ya.
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
Urakan🌷🌷
hadir kk thor
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
Semangat selalu.. Semoga berkenan mampir ya thor 🙏 🤗