Zeya diam terpaku ketika melihat suaminya sedang jalan bergandengan tangan dengan wanita yang tak Zeya kenal.
Ryan yang kebetulan juga melihat Zeya melengos tanpa mau menyapa istrinya tersebut, malah Ia bergegas meninggalkan Zeya.
Menikah dengan Ryan keputusan hidup yang Zeya sesali, manis di awal ternyata hanya kedok belaka, agar bisa menikah dengan mantan kekasihnya.
Zeya menerima perceraian itu dan melanjutkan hidupnya dengan pindah ke kota besar.
Akankan Zeya menemukan kebahagiaannya sendiri, atau Zeya terus di bayang bayangi oleh masa lalunya.
Dan bagaimana kehidupan rumah tangga Ryan setelah menikah dengan mantan kekasihnya itu?, Kenapa dia kembali mengejar cinta nya Zeya?
Pergulatan batin Zeya dimulai di saat tuan Gatra ingin menikahinya sedangkan mantan istri Gatra ingin kembali rujuk dengan Gatra, ditambah lagi dengan Ryan yang kembali membayangi hidupnya…
Akankan keputusan Zeya akan merubah semuanya..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mande Qita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 18 Menyelidiki Zea
Barra puas melihat wajah kaget Gatra ketika mendengar nama Arsen disebutkan nya, Barra terpaksa mengatakan hal itu karena hanya Arsen yang bisa membuat dirinya kembali waras.
“Apa Lo mau melihat Arsen kembali terpuruk Gatra? apa Lo lupa yang telah Sarah lakukan pada anak kalian berdua! kalau Lo lupa biar gue ingatkan lagi, agar Lo mau sedikit saja berhenti memikirkan wanita yang sudah menghancurkan Arsen!”
Tegur Barra, dia benar benar harus berkata kasar agar Gatra kembali ingat perlakuan kurang baik pada Arsen.
Gatra termenung setelah mendengar apa yang Barra katakan padanya, Ia kembali ingat bagaimana Arsen yang sampai memohon mohon agar Sarah mau memeluknya hanya sebentar, tapi Sarah dengan angkuhnya membiarkan Arsen menangis seperti seorang pengemis meminta kasih sayang mamanya.
“Aku tahu Barra, hati ku sakit kalau mengingat semua perlakuan Sarah pada Arsen, sejak kecil Arsen di abaikan oleh Sarah padahal semua bukan salah putraku itu, Ia lahir kedua ini karena rasa cintaku dan Sarah”
Gatra mengucapkan kata kata cinta dengan perasaan yang gampang, karena Gatra tahu Sarah belum menginginkan anak di dalam pernikahan mereka berdua.
“Arsen lahir kedunia ini hanya karena rasa cinta Lo sendiri Gatra, tidak dengan Sarah! Ia lebih mementingkan karir dan ambisinya di dunia artis dan modelling nya, hanya Lo yang berjuang sendiri Gatra!”
Ungkapan Barra makin membuat Gatra merasa tersakiti, dan juga merasa bersalah pada Arsen.
“Iya Barra, gue memang berjuang sendiri dalam rumah tangga kami, memberikan semua yang Sarah inginkan aku pikir bisa membuatnya menghargai hubungan pernikahan kami, ternyata aku salah”
“Sarah malah makin tidak tahu diri dan makin seenaknya, dia tahu gue sangat mencintainya makanya dia bisa seenaknya mempermainkan perasaan gue, puncak kemarahannya ketika gue sengaja membuatnya hamil!”
“Tujuan gue agar Sarah berhenti bekerja dan mengejar impiannya untuk menjadi model di eropa sana, dengan kehamilannya dan kelahiran anak kami, aku berharap Sarah akan mengerti akan maksud naik gue”
Penjelasan Gatra hanya membuat Barra menggelengkan kepalanya, Barra menganggap tindakan Gatra sangat salah, karena memaksa Sarah.
“Gue paham maksud Lo Gatra, tapi Sarah nggak terima dengan niat baik Lo itu, dia sangat marah dan bertingkah seperti wanita yang sangat tersakiti karena hamil dan dia membalas sakit hatinya pada Arsen!”
“Dia marah pada Lo tapi Sarah melampiaskan kemarahannya pada putra kalian berdua, apa Lo mau melihat Arsen seumur hidup mendapat perlakuan buruk dari ibu kandungnya sendiri Gatra?”
Pertanyaan Barra membuat Gatra terbangun dari mimpi nya untuk bisa berbaikan lagi dengan Sarah.
“Gue nggak mau kalau Arsen mengalami hal itu lagi, gue menceraikan Sarah karena sikapnya sudah keterlaluan pada Arsen, dan gue nggak bisa terima semua itu!”
Gatra menceraikan Sarah ketika dia benar benar sudah nggak tahan melihat kesedihan Arsen, kalau dirinya yang di siksa oleh Sarah Gatra masih bisa terima, tapi ini Arsen! putranya yang tidak tahu apa apa sama sekali.
“Bagus kalau Lo ingat semua perbuatan buruk Sarah pada anak kalian! jadi berhenti mencari informasi tentang wanita itu, gue nggak akan mengizinkan Lo jatuh untuk kedua kalinya Gatra, gue akan lakukan apapun untuk menjaga Lo dan Arsen dari wanita itu!”
“Dan yang harus Lo ingat Gatra, Sarah sudah punya kekasih baru dan dia hidup bahagia disana tanpa ingat sedikitpun dengan diri Lo dan Arsen, apa itu wanita yang patut Lo perjuangkan Gatra?!”
Kali ini Barra benar benar membuka mata hati Gatra agar dia bisa berpikir lebih realistis dan masuk akal, semua demi Arsen dan masa depan Gatra juga.
“Gue tahu Barra! gue akan melupakan semua kenangan tentang Sarah, detik ini juga”
Gatra merasa terhina dan terinjak harga dirinya ketika Barra mengatakan terang terangan kalau Sarah sudah berbahagia dengan pria lain, sedangkan dia di sini masih berharap Sarah kembali padanya dan Arsen.
“Bagus Gatra! gue pegang omongan Lo” Barra menekankan janji ini pada Gatra agar dia jangan berubah pikiran lagi.
“Siap bos, terima kasih sudah marah marah sama gue selama ini” sindir Gatra, Ia sadar setiap membicarakan Sarah pasti Barra akan marah.
“Cckk gue muak melihat gaya mantan istri Lo yang nggak tahu diri itu, di bantuin dari awal karirnya setelah terkenal jadi lupa diri, dasar wanita kampungan!” umpat Barra
“Ha ha ha gue salah pilih istri…” sahut Gatra sambil tergelak kencang menyadari kebodohannya selama ini, yang terlalu tergila gila pada Sarah wanita lugu yang dulu Gatra bantu untuk karirnya.
“Gue sudah ingatkan Lo dulu Gatra tapi Lo sulit menerima penjelasan gue, karena Lo sudah cinta mati sama wanita tersebut “ saking marahnya kadang kadang barra tidak mau menyebut nama Sarah ketika bicara dengan Gatra.
“Yah namanya juga cinta buta Barra…” sahut Gatra dengan santainya
“Makanya besok besok kalau jatuh cinta jangan buta, pakai mata hati dan buka mata lebar lebar agar nggak di manfaatkan lagi sama wanita lain” tegur Barra
“Padahal gue nggak kurang tampan dan kaya ya Bar..” seloroh Gatra
“Iya lo tampan, kaya Gatra tapi Lo kurang belajar alias bodoh kalau soal wanita” tegur Barra lagi
“Sialan Lo, enak bener tuh mulut bilang gue bodoh” Gara nggak terima dengan sindiran Barra.
“Kalau bukan bodoh apa namanya Gatra?” Barra sampai menahan tawanya melihat wajah kesal Gatra karena dibilang bodoh olehnya.
“Bisa diam nggak Lo…” Gatra melempar barra dengan kertas yang ada di mejanya.
“ha ha ha dan gue juga sudah tahu kalau Arsen kembali ceria lagi” ungkap Barra.
“Iya Arsen sudah menemukan kebahagiaannya sendiri di sekolah” balas Gatra
“Apa Lo sudah menyelidiki wanita yang bisa membuat Arsen tertawa lagi?” tanya Barra
“Sudah….” sahut Gatra dengan cepat dan singkat
“Kapan Edo mau menyampaikan informasi tentang wanita itu Gatra?” Barra jadi penasaran dengan Zea, yang berhasil membuat Arsen kembali tersenyum dan semangat untuk pergi sekolah, seolah Arsen menemukan dunianya yang baru, yang ada pada diri Zea.
“Secepatnya Bar…” sahut Gatra, mengirim semua foto dan video yang tadi diterimanya dari Edo.
“Gue memang belum dapat laporan informasi ini dari Edo” Barra langsung melihat video dan beberapa foto foto Zea dan Arden yang sedang berinteraksi berdua.
“Nanti gue akan jemput Arsen ke sekolah” ucap Gatra membuat Barra kaget tapi dia senang, karena Gatra ada keinginan untuk bertemu dengan Zea.
“Lo pasti penasaran ingin bertemu dengan guru cantiknya Arsen” goda Barra sambil tertawa kecil.
“Cckk jangan ambil kesimpulan yang aneh aneh Barra..” tegur Gatra.
“Tapi gurunya Arsen cantik juga loh, Arsen bisa saja memilih guru yang cantik dan yang bisa membuat hatinya senang, memang jago nih keponakan gue” barra malah membela Arsen yang bisa dekat dengan Zea.
“Wanita itu yang pintar membujuk Arsen, sehingga dia bisa mendapatkan hati dan kepercayaan dari Arsen” ungkap Gatra, dia juga mengakui keberuntungan Zea saat ini.
“Pasti wanita ini ada keistimewaan nya, sampai Arsen bisa bahagia bermain dengannya!” Barra sudah memikirkan sesuatu di kepalanya mengenai Zea.
“Gue setuju….” sahut Gatra.