NovelToon NovelToon
Identitas Pengganti Nona Pertama

Identitas Pengganti Nona Pertama

Status: tamat
Genre:Cinta setelah menikah / Pengantin Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:99.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sri Wulandari

Panglima perang Lei Guiying menyusun rencana menyusup menjadi pengantin wanita agar dapat melumpuhkan musuhnya. Namun siapa sangka aliansi pernikahan yang seharusnya menuju negara Menghua. Justru tertukar dan harus menikah di negara Dingxi sebagai Nona Muda pertama dari kediaman Menteri yang ada di negara Menghua.

Lei Guiying menikah menjadi selir pangeran kesembilan. Begitu banyak intrik dan sekema besar terus terikat. Membuat gadis itu harus terus bertahan menjadi seorang pengantin aliansi dari negara lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perlawanan untuk diri sendiri

Saat Lei Guiying bangkit dia melihat suaminya sudah ada tepat di belakangnya. Belati di tangannya sudah berlumuran darah segar. Dengan santai dia berkata, "Aku akan segera membereskannya. Tidak akan membuat pangeran kesembilan merasa risih." Mengeluarkan sapu tangan coklat dari saku di bagian dalam lengan gaunnya. Perlahan darah di seka menyisakan kilatan tajam pada belati.

"Kamu tidak bertanya kepadaku. Apakah aku bersedia atau tidak dia mati." Suara dingin menekan tenggorokan Shui Long Yin.

Senyuman samar terlihat di wajah Lei Guiying. "Dia ingin membunuhku." Menatap kearah suaminya tajam. "Apa aku harus diam membiarkan dia mengambil nyawaku?"

"Li Guiying, dia ibu susuku."

"Jadi?" Pandangan mata gadis itu semakin sulit di artikan. "Semua orang yang memiliki hubungan dekat dengan mu bisa membunuhku. Itu yang kamu maksudkan?"

Shui Long Yin memejamkan kedua matanya menekan perasaannya dalam. "Bukan itu yang aku maksudkan." Membuka kedua matanya dengan hela nafas. "Aku akan memerintahkan orang lain untuk memakamkannya. Tidak akan merepotkan Nona pertama." Menatap kearah Ibu susunya yang telah tergeletak tidak berdaya di tanah.

"Long Yin, urus orang-orang mu dengan baik. Siapapun yang berniat membunuhku. Akan aku pastikan mereka mati di tanganku." Melangkah melewati suaminya. "Sekalipun tali kekang mengikat kuat leherku. Aku juga masih mampu mengoyak mangsa yang telah mendekat." Belati di simpan kembali. Sapu tangan penuh darah juga di buang di antara rerumputan. Dengan langkah pasti Lei Guiying pergi dari halaman belakang. Tanpa memperdulikan sikap suaminya yang masih diam menatap mayat Ibu susunya.

Pria muda dengan tatapan tidak berdaya itu melangkah mendekat. Dia berlutut lalu bersujud. Saat dia bangkit kembali, "Jika bukan karena Ibu. Kamu pasti bisa kembali menemui keluargamu." Kesedihan terlalu menekan kuat di hatinya. Dia tidak bisa menyalahkan istrinya. Karena gadis itu hanya berusaha menegakkan keadilan untuk dirinya sendiri. "Bibi Sui, semoga kamu beristirahat dengan tenang di sana."

"Pangeran kesembilan." Pengawal Yu Ji yang baru saja datang terkejut melihat Bibi Sui sudah tergeletak tidak bernyawa. "Apa ada pembunuh yang masuk di kediaman?"

"Guiying yang melakukannya," ujar Shui Long Yin tidak berdaya. "Semayamkan dengan layak. Kirimkan juga uang kepada keluarganya."

"Baik." Pengawal Yu Ji langsung memerintahkan empat pengawal kediaman untuk ikut setara menguburkan Bibi Sui. "Pangeran kesembilan, saya akan mengurusnya dengan baik."

Setelah jasad di bawa pergi dari halaman belakang menuju tempat pemakaman. Shui Long Yin melangkah pergi menghampiri kamar istrinya. Untuk waktu yang lama pria muda itu diam di depan pintu kamar. Tidak berani mengetuk atau memanggil orang yang ada di dalam kamar. Hingga keberadaannya di ketahui istrinya.

Pintu kamar di buka memperlihatkan gadis dengan tatapan dingin seperti biasanya. Lei Guiying menyodorkan lampiran kertas dengan nama setiap tempat mata-mata negara Menghua berada. Seperti perjanjian sebelumnya jika informasi tentang mata-mata Menghua di berikan. Dia akan di berikan plakat resmi keluar masuk kediaman Pangeran kesembilan. "Lebih baik kamu cepat berikan seperti perjanjian. Aku tidak memiliki kesabaran untuk menunggu terlalu lama."

Shui Long Yin melepaskan plakat giok miliknya dari pinggangnya. Memberikannya kepada istrinya dan mengambil surat yang di berikan gadis di depannya.

Untuk beberapa saat gadis itu merasa binggung. Bisa-bisanya pangeran kesembilan memberikan plakat giok miliknya sendiri. Namun dia sudah tidak memiliki banyak waktu lagi untuk tetap diam di kediaman.

"Kamu akan pergi," ujar Shui Long Yin menghentikan langkah istrinya yang sudah melewati ambang pintu kamarnya.

Lei Guiying melihat dengan ekor matanya lalu berkata, "Aku harap kamu tidak akan mengirimkan orangmu untuk mengganggu ketenanganku." Melangkah pergi meninggalkan suaminya.

Shui Long Yin menatap punggung istrinya yang perlahan menghilang di tengah rintik hujan. Pria muda itu melangkah menuju halaman kecil di depan kamar. Menengadahkan wajahnya kearah langit agar air hujan dapat jatuh membasahi tubuhnya. "Huh..." Menghela nafas dalam. "Sepertinya aku telah terjebak." Kini dia bahkan tidak bisa marah atau melawan istrinya lagi. Setiap bantahan yang di lakukan istrinya selalu dapat mengunci rapat mulutnya.

Sedangkan Lei Guiying yang telah mendapatkan akses keluar masuk kediaman pangeran kesembilan. Dapat dengan leluasa keluar masuk tanpa gangguan. Angin di sore itu terasa lebih kuat dari hari biasanya. Rintik hujan bahkan jatuh perlahan membasahi tanah yang kering.

"Ciahhh..." Kekang kuda terus di hentakkan lebih kuat agar bisa segara sampai ketempat tujuan. Kuda terus melaju hingga melewati gerbang masuk Ibu Kota. Di jalur luar sudah ada Wakil Heng Liang menunggu dirinya.

Pria di atas kuda itu langsung ikut menyusul. "Nona pertama mereka sudah keluar dari Ibu Kota."

"Jika begitu kita harus lebih cepat. Sebelum para pembunuh datang lebih dulu menemukannya," teriak Lei Guiying kuat. "Ciahhhh..."

Di saat mereka berdua sudah masuk kedalam hutan luar Ibu Kota. Puluhan pengawal bayangan juga mulai mengikuti dari belakang. Derap kaki kuda membuat hentakkan kuat di tengah kesunyian hutan. Di pertengahan hutan Lei Guiying menghentikan laju kudanya. Dia mengangkat tangan kanannya memberikan isyarat kepada semua bawahnya agar berhenti. Perjalanan yang ia lakukan telah memakan waktu beberapa jam. Dan hujan justru turun semakin deras.

Gadis itu turun dari atas kuda lalu memakai kain penutup wajah berwarna hitam sama seperti pakaian yang ia kenakan. "Cari mereka hingga ketemu. Jangan sampai bawahan Selir Ming mendapatkannya lebih dulu."

"Baik," jawab serentak semua pengawal bayangan.

Semua pengawal bayangan langsung menyebar sesuai interaksi dari Panglima perang Lei Guiying. Di tengah guyuran hujan yang semakin deras. Dan udara dingin yang bertambah kuat. Gadis itu terus berusaha untuk mencari keberadaan putra satu-satunya Bibi Sui. Yang telah kabur kedalam hutan setelah berhasil lolos dari penyekapan Selir Ming. Dari informasi yang di dapatkan. Pria itu bersembunyi bersama istrinya juga kedua anaknya yang masih kecil. Karena Bibi Sui tidak berhasil membunuh Selir Li. Selir Ming menjadi murka ingin menghabisi seluruh keluarga dari pelayan setianya.

Bagi seorang wanita yang hidup di dalam istana. Mereka harus mengatur segalanya dengan sempurna. Jika niat membunuh telah gagal tentu saja mereka tidak ingin ada jejak yang tertinggal. Sehingga dapat meninggalkan celah untuk menghancurkan kemuliaan yang ia miliki.

Di antara kegelapan yang sangat pekat. Pria usia empat puluh tahunan memeluk tubuh istrinya juga kedua putranya. Mereka hanya dapat meringkuk ketakutan di bawah pohon cukup besar.

"Ayah, apa kita akan di bawa kembali ke tempat menyeramkan itu lagi?" Anak laki-laki usia enam tahunan meringkuk kedinginan di pelukan kedua orangtuanya. "Aku tidak ingin di kurung lagi seperti anjing yang di jual di jalanan dekat rumah kita." Menengadahkan wajahnya menatap Ayahnya.

"Tidak. Kita hanya perlu menunggu beberapa waktu lagi. Pasti akan ada yang datang menyelamatkan kita," ujar pria itu yang masih berharap penyelamat yang di maksud Ibunya bisa benar-benar datang.

1
Kios Flio
karya yg bagus..terima kasih
Sri wulandari: Terima kasih sudah setia mengikuti kisah Lei Guiying kk.🌹❤️🤗
total 1 replies
Kios Flio
pasangan aktif nonggol😍🤣
Kios Flio
😍
Mariatul
karya othor luarbiasa. keren, inspiratif, menghibur, menegangkan, bikin baperan, terus berkarya Thor. aku tunggu karya othor selanjutnya.
Sri wulandari: Terima kasih sudah setia mengikuti kisah Lei Guiying kk.🌹❤️🤗
total 1 replies
Mariatul
huhuhu 😭
aku terharu Thor. mksih bnyak udh bikin karya yg luarbiasa. aku jd susah move on nih. kata² mutiara othor juga indah banget.👍👍👍
Sri wulandari: Terima kasih sudah setia mengikuti kisah Lei Guiying kk.🌹❤️🤗
total 1 replies
Mariatul
huhuhu😭
sedih aku Thor, tegang juga. othor keren banget bsa bikin aku baperan. 👍👍👍
Sri wulandari: Selamat menikmati cerita kk.🤗
total 1 replies
restu s a
ini untuk karyAnya thor.
terimakasih
Sri wulandari: Terima kasih sudah setia mengikuti kisah Lei Guiying kk.🌹❤️🤗
total 1 replies
restu s a
penyesalan datang belakangan./Sob/
restu s a
😢😢😢
yuqana
bagus bgt alur ceritanya🥰🥰🥰🥰
Sri wulandari: Terima kasih sudah setia mengikuti kisah Lei Guiying kk. 🌹❤️🤗
total 1 replies
restu s a
good
Sri wulandari: Terima kasih sudah setia mengikuti kisah Lei Guiying. 🌹❤️🤗
total 1 replies
Sulati Cus
ending yg manis
Sri wulandari: Terima kasih sudah setia mengikuti kisah Lei Guiying kk.🌹❤️🤗
total 1 replies
Nana Niez
kereeeeeeeennnn,,, gagal move on emang sm cerita mereka
Nana Niez
endingnya bikin puaaaaaaaasssssss,,, q kasih hadiah untuk othorr,, teruslah semangat ciptakan karya karya yg amazing ,,, dan A q akan membacanya😁😁😁😁😁
Sri wulandari: Terima kasih sudah setia mengikuti kisah Lei Guiying kk.🌹❤️🤗
total 1 replies
Nana Niez
jenderal leri anakmu di sakiti suaminya,,,, jgn pertemukan lg mereka bawa guiying pergi
Nana Niez
nyesek banget part ini
Nana Niez
krn ceritamu keren q kasih vote thor
Sri wulandari: Terima kasih sudah setia mengikuti kisah Lei Guiying kk.❤️🌹🤗
total 1 replies
Nana Niez
nah kan g pulang pulang di cari emak sm bapaknya guiying
Nana Niez
pasti ulah pangeran ke tujuh
Nana Niez
untung Guiding cerdas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!