Farel adalah seorang Ceo tampan yang bersikap dinggin bertemu dengan gadis cantik yang cuek bernama Nayla.
hal itu membuat pertengkaran bak kucing dan anjing jika mereka bertemu.
Namun karena takdir, mereka di satukan dalam ikatan cinta pernikahan.
Apakah mereka akan bersatu atau bahkan mereka akan berpisah?
Bagaimana kah kelanjutan nya?
Simak terus ceritanya ya
Jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar, dan vote nya ya readersku😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
jatuh sakit
Pagi itu seperti biasa Mereka berangkat ke kantor bersama.
Namun kali ini Naila terlihat tak seceria biasanya.
"Kenapa Nay?"
"Kenapa apa nya? nggak apa apa"
"Tumben diem"
"Lagi males ngomong"
"Beneran?"
"Iya"
"Keliatan pucet kamu?"
"Nggak pakai lipstik jadi gini"
"Kalau sakit ngga usah kerja dulu"
"Siapa yang sakit? nggak ada"
"Terserah deh! yang penting udah gue bilangin"
35 menit kemudian
Naila dan Farel keluar dari mobil dan berjalan bersama menuju kantor
"Kalau ada apa apa bilang" kata Farel saat akan berpisah ruangan.
"Iya"
Mereka pun berpisah dan menuju ke ruangan masing masing.
Naila hari itu benar benar merasa pusing, hingga akhirnya ia tak konsentrasi saat bekerja.
"Kenapa Lo Nay" tanya Radit yang melihat Naila memegangi kepalanya.
"Nggak apa apa dit"
"Lo sakit?"
"Engga, pusing aja"
"Ya udah Lo istirahat dulu aja"
"Ntar juga sembuh sendiri"
"Jangan dipaksain Nay, gue telfon suami Lo ya"
"Jangan!! nggak usah"
"Kenapa Lo Nay?" tanya Eva yang baru masuk ruangan
"Pusing katanya va"
Eva dengan sigap menyentuh kening Naila
"Oh, iya Panas dit"
"Sakit nih pasti" kata Radit meyakinkan
"Ya udah Lo duduk dulu, gue bikinin teh panas dulu" kata Eva
Eva pun bergegas dan meninggalkan Naila dan Radit.
"Dit, bisa tolong kecilin AC nya?"
"A.. Aa... AC Nay?"
"Heemb"
"Ooh,.. bisa bisa"
Radit pun mulai mengurangi volume AC.
"Segini udah?"
"Kecilin lagi"
"Udah kan sekarang?"
"Masih dingin dit, dikit lagi"
Gila!! panas gini, masih suruh kecilin AC nya! kalau nggak temen gue sama istri nya bos gue, nggak bakalan nih gue Kecilin AC nya.
"Udah deh, segini aja"
ini ma bukan kecilin lagi!! tapi udah mati nggak pake AC Maemunah!
panas banget lagi!
"Teh manis nya Nay" kata Eva dengan semangat
"Loh kok jadi panas masuk sini?" tanya Eva heran
"Shut!!" Radit mengisyaratkan Eva untuk diam dan memberitahukan bahwa ia lah yang mematikan AC karena permintaan Naila
"ooooh, buset dah panas banget" jawab Eva dengan berbisik
"Diam aja Lo"
Eva hanya melirik tajam ke arah Radit.
"Nay, nih minum dulu teh nya"
"Makasih ya Va"
"Iya, buruan tuh diminum! keburu dingin"
Naila hanya meminum nya sedikit, dan sisanya ia gunakan untuk menghangatkan telapak tangannya.
"Dingin banget ya Nay?" tanya Eva
"Iya nih"
"Gue enter pulang gimana?"
"Nggak usah va, masih kuat kok"
"Yakin?"
"iya"
"Ya udah gue lanjut kerja dulu ya"
Naila tak menanggapi, masih bersandar di sofa dengan posisi setengah tidur.
.
.
Matahari perlahan sudah menenggelamkan sinarnya. pertanda hari mulai gelap.
"Nay, pulang yuk"
"Duluan aja"
"Gue bantu jalan ya"
"Nggak usah, masih bisa jalan kok"
"Ya udah duluan ya nai, Lo hati hati"
"Iya"
Eva meninggalkan Naila yang masih duduk di sofa.
drettt... drettt....
Nada dering telepon
"Halo"
"Gue tunggu di mobil"
"iya, lagi jalan"
Naila melangkah kan kakinya dengan berat.
"Ngapain lama banget?"
"Tarik Tambang"
"Ngapain tarik Tambang di kantor? kurang kerjaan"
nggak ngerti ya nih orang, mana ada orang yang tarik Tambang juga di sana. nggak mungkin lah.
"Udah deh, buruan jalan! gue dah sampai kan"
"Lo, ngapain di belakang?"
"Nggak apa-apa, sekali ini aja" jawab naila dengan merebahkan tubuh nya di kursi belakang
Farel mengalah akhirnya.
Naila langsung tertidur pulas dengan kedua tangan memegang tangan yang berlawanan.
"Kenapa dia?"
"Sakit?"
"Tumben langsung tidur"
40 menit perjalanan akhirnya sampai.
"Nai bangun udah sampe"
ditepuk tepuk nya pipi Naila
kok panas?
"Nay, Lo sakit?"
Naila yang merasa di pegang farel, terbangun
"Udah Nyampe?"
"Lo sakit?"
"Engga"
Naila lalu masuk kedalam diikuti Farel.
Setelah membersihkan badan Naila yang sudah tak tahan dengan dinginnya udara langsung tertidur dengan menyelimuti seluruh tubuh nya.
Naila menggigil hebat.
"Nay" di sentuh nya kening Naila
"Kita ke dokter sekarang"
"Nggak"
"Lo harus periksa, biar cepat sembuh"
Tanpa meminta persetujuan Naila, farel lalu mengambil sweeter, kaus kaki, dan syal. dan memakai kan nya agar Naila tak kedinginan
"Ayo" Farel menggendong Naila masuk ke mobil
"ja... ngannn" rintih Naila
Naila ingin membuka pintu mobil namun apa daya dirinya sudah merasa lemas.
Setelah perjalanan yang cukup lama akhirnya mereka sampai di rumah sakit.
"enggg...gaaa"
"Percayalah ada aku"
"Engga mau gue, tolong lepasin gue, gue bakalan sembuh nanti"
Farel menghiraukan ucapan Naila.
Dengan sigap para suster lalu menempatkan nya di ranjang dorong. dan mendorongnya ke IGD.
"To... long!! nggak mauuu gue" pinta Naila memelas dengan memegang tangan Farel erat.
"Ada gue"
Naila menangis
"Kek anak kecil aja lo nangis" farel mengusap air mata Naila.
Beberapa menit kemudian dokter datang.
"Boleh saya cek darahnya?"
"Oh iya silahkan dok" jawab Farel
"Nggak, jangan!"
"Biar cepat sembuh"
"Sakit"
"Nggak"
"Silahkan dok"
Karena takut dengan jarum suntik, ia menenggelamkan muka nya ke dada Farel, dan memegang tangan nya erat.
dan membiarkan tangan satunya terkena jarum suntik.
"Awwwww" semakin dalam suntikan yang di berikan semakin erat ia memegang tangan Farel.
Dokter pun meninggalkan ruangan setelah mendapat sampel darah. bersama suster yang telah memberikan infus.
Naila pun akhirnya tertidur setelah di berikan selang infus.
"Kuat juga nih anak" kata farel dengan memijat mijat tangannya.
Naila sudah tak mengigil.
Farel yang mulai mengantuk akhirnya tertidur di sofa dalam ruangan.
Baca Part awal kayaknya seru..