Anila yang seorang wanita biasa. Tiba-tiba masuk ke dunia lain dimana semua orang memiliki keahlian yang sangat berbeda dengan dunia asal Anila. Salah satunya adalah mencari harta karun di dalam makam. Pertama kali Anila masuk ke dunia itu dia ada dilorong yang sangat kegalap, dingin dan sunyi. Tapi Anila tidak patang menyerah untuk mencari jalan keluar. Dia merabah dinding di sebelahnya hingga dia menemukan sesuatu. Apa itu, lalu akan Anila bisa kembali ke dunia asalnya dengan selamat atau dia akan hidup di dunia itu selamanya?.
Kalau penasaran dengan ceritanya ayo baca novelnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
Anila hendak ingin melangkah ke pintu perunggu itu. Tapi dia terhenti karena ada yang salah dengan lantainya. Anila segera melemparkan tongkat cahaya di bawah. Tepat tongkat cahaya di lemparkan ada sekumpulan serangga yang sama dengan semut berwarna menemui lantai ubin.
“Untung saja aku bersiaga. Kalau tidak aku akan mati disini,”ucap Anila mengeluarkan senjatanya dan mulai melemparkan jarung yang sudah terikat dengan senar panjang. Anila yang mulai membuat jalannya untuk menuju ke pintu besar yang seperti perunggu itu. Tapi saat dia ingin turun dia mengambil gambar untuk di analisis saat dia kembali. Anila segera turun ke bawah mengincak senar yang sudah dia buat. Anila mulai berjalan dengan keseimbangan yang sudah dia latih.
“Berguna juga aku melatih ke seimbangan ini. Jadi ini memudahakan aku untuk bisa berdiri di atas senar ini,”wajah senang Anila dengan senter menerangi ruangan didepannya. Anila yang berjalan santai dia atas senar menuju pintu perunggu.
“Kalau di perhatikan dengan sesama pintu ini besar juga ya. Tapi kenapa aku bisa datang ke sini. Untuk apa?,”ucap Anila yang masih tidak percaya kalau dia jauh dari kehidupan dulu.
“Ini membuat aku lelah. Aku ingin bersantai dan tidak ingin melakukan apa-apa. Tapi bagaimana aku bisa kembali ke duniaku. Raja bodoh itu menyebabkan aku harus berpikir keras. Awas saja kalau aku menemukan makam itu aku akan bakar dia agar dia tidak bisa kembali ke dunia dan berekernasi lagi,”kata Anila dengan amarah yang meluap.
Anila yang sudah ada didepan pintu perunggu dengan ukiran yang biasa saja dan tidak menujukan ada yang salah. Anila melihat ke tempat biasa dia menekukan petunjuk tentang intu perunggud didepannya. Anila dengan hati-hati melihat tulisan bahasa indonya itu.
“Keabadian yang Kekal. Ujung perjalanan yang tidak bisa dilihat oleh siapa saja,”guman Anila. Anila yang sudah membaca tulisan itu terdiam untuk sesaat dia juga tidak lupa mengambil gambarnya. Karena tidak menemukan apa-apa Anila hanya bisa melihat ke ruangan lain untuk mendapatkan informasi lain.
“Teka-teki yang membuat aku pusing saja,”ucap Anila melihat ke sisi lain. Anila berjalan tapi saat dia berjalan untuk melihat sisi lain. Dia berhenti karena keributan di sisi lain.
“Apa mereka menghadapi masalah di luar sana,”kata Anila yang tampak santai saja. Anila hanya fokus dengan isi ruangan yang menjadi ujung perjalanan dia.
“Ada dua peti siapa ini lagi,”kata Anila yang melihat ukiran peti yang berbeda dengan ukiran peti di luar.
“Apa ini peti mati Amir dan Abdar sahabat dan pejuang yang bersama,”kata Anila yang sambil berpikir. Tapi peti mati masih saja tidak dia bukan karena akan membuat dia tidak bisa tidur nantinya. Jadi Anila hanya melihat dari luar saja sambil menganalisis.
Sementara di luar Harits dan yang lain sudah membuka peti mati milik istri dari Amir.”Aku kira ini peti mati Amir ternyata peti mati istrinya yang berselingkuh,”ucap Bani setelah melihat dengan seksama.
“Jadi kalau begitu pasti ada ruangan lain disini bukan. Kalian cepat cari ruangan itu segera mungkin,”kata Belisama. Di saat anak buah Belisama mencari pintu masuk ruangan Baki dan Bani sedang melihat isi peti mati.
“Ada apa Baki, apa kamu menemukan sesuatu di dalam sana?,”kata Hanan.
“Tidak hanya saja jenis kain yang di gunakan istri Amir ini bukan pakaian biasa saja. Berbeda dengan wanita bangsawan dan terhormat,”kata Baki.
“Mungkin saja para penduduk tahu kalau istri Amir ini hanya pembuat masalah untuk kerajaan mereka saat itu dan pembawa bencana,”kata Hanan.
“Sudahlah untuk apa dibahas lebih baik kita lihat ke sisi lain saja,”kata Bani mulai berkeliling. Berbeda dengan Harits yang merasakan ada hal yang tidak baik akan datang. Tapi dia masih tidak tahu hal buruk apa itu.
“Ada apa Harits,”ucap Babon yang ada di belakangnya.
“Tidak ada,”ucap Harits dengan singkat.
“Tapi aku merasa merinding ya disini. Tadi aku mersakan kalau dinding ini penuh dengan seranga makanya aku keluar dari tempat persembunyian,”ucap Babon. Harits mendengar itu segera melihat ke arah dinding. Dia menyentuh dan memeriksa dengan seksama.
“Ada yang aneh dengan dinding ini,”ucap Harits setelah menyentuhnya.
“Ada apa Harits. Kamu menemukan sesuatu,”ucap Baki yang melihat dari jauh.
Harits hanya menggelengkan kepalanya saja hingga dia mulai menyusuri setiap dinding.
“Baki sebaiknya segera cari jalan untuk menuju sisi lain ruangan. Aku memiliki firasat buruk kalau kita terus di sini,”kata Harits yang sedikit waspada. Baki mendengar itu segera mulai bergerak mencari jalan ke sisi lain. Belisama dan anak buahnya yang juga mulai menyentuh setiap dinding merasa tangan mereka ada yang salah.
“Ini apa sih,”ucap salah satu tentara.
“Ada apa kamu,”ucap tentara disampingnya.
“Lihat ini ada lendiri di dinding ini,”ucap satu tentara.
“Lendiri,”ucap tentara segera menyinari ke arah dinding.
“Itu benar ada banyak sekali lendiri,”kata tentara. Hanan mendengar lendir dari salah satu tentara segera mendekat.
“Kalian melihat lendir seperti apa, biar aku lihat,”ucap Hanan dengan hati-hati. Hanan dengan hati-hati mulai menyentuh dan mencium lendir yang dia sentuh.
“Bau ini tidak asing,”ucap Hanan merasa curiga. Dia segera melihat ke dinding lain dia juga mencium lendir yang sama juga.
“Baki tempat ini tidak aman. Kita harus pergi dari sini,”kata Hanan.
“Aku tahu aku sedang mencari jalan ini,”kata Baki yang tahu situasinya setelah di peringatkan oleh Harits.
“Hai kamu wanita. Apa maksud kamu ruangan ini tidak aman. Lalu lendir apa itu tadi, cepat beritahu kami. Jika kamu ingin hidup,”kata tentara.
“OK, aku akan memberitahu kalia jadi tenang dulu turunkan pistol kalian itu ya,”ucap Hanan membujuk dengan rasa takut. Setelah pistol di letakan Hanan mulai memberitahukan situasi mereka.
“Begini lendir itu berasal dari serangga pemakan daging dan semut berwarna. Ada juga serangga yang aku tidak bisa identifikasi karena sudah tercampur dengan lendiri. Jadi ruangan ini bisa dikatakan adalah tempat peristirahatan mereka,”kata Hanan.
“Jadi tempat ini sarang serangga,”ucap tentara. Hanan mengangguk. Belisama mendengar itu segera mencari jalan hingga mereka merasakan hawa keberadaan yang tidak ingin mereka lihat.
“Baki kamu sudah menemukan pintunya belum,”ucap Belisama mendesak.
“Aku sudah menemukan pintunya di balik batu ini. Tapi mekanisnya aku tidak menemukannya,”ucap Baki.
“itu mudah kalian cepat ledakan dinding ini,”kata Belisama. Harits yang menghadap ke salah dinding yang tiba-tiba mulai terbuka. Semua menoleh dengan wajah was-was.
“Kenapa hanya diam saja cepat siapkan,”ucap Belisama kepada anak buahnya yang juga melihat ke arah pintu. Tentara yang sudah menata bom dan ingin meledakannya. Sekumpulan serangga dengan jumlah banyak dan ada juga yang ukuran besar muncul membuat mereka tercengang.
“Bom sudah di letakan ayo cari tempat untuk bersembunyi,”ucap salah satu tentara. Mereka mulai menjauh dari dinding yang dipasang oleh bom. Harits yang masih berhadapan dengan semut berwarna dengan ukuran besar. Dimana kedua sisi sedang tegang. Tapi akan mereka bisa selamat?.