NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Pria Beristri

Jerat Cinta Pria Beristri

Status: tamat
Genre:Beda Usia / One Night Stand / Cinta Seiring Waktu / Konflik etika / Showbiz / Tamat
Popularitas:10.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Desy Puspita

Tak terima lantaran posisi sebagai pemeran utama dalam project terbarunya diganti sesuka hati, Haura nekat membalas dendam dengan menuangkan obat pencahar ke dalam minuman Ervano Lakeswara - sutradara yang merupakan dalang dibaliknya.

Dia berpikir, dengan cara itu dendamnya akan terbalaskan secara instan. Siapa sangka, tindakan konyolnya justru berakhir fatal. Sesuatu yang dia masukkan ke dalam minuman tersebut bukanlah obat pencahar, melainkan obat perang-sang.

Alih-alih merasa puas karena dendamnya terbalaskan, Haura justru berakhir jatuh di atas ranjang bersama Ervano hingga membuatnya terperosok dalam jurang penyesalan. Bukan hanya karena Ervano menyebalkan, tapi statusnya yang merupakan suami orang membuat Haura merasa lebih baik menghilang.

****

"Kamu yang menyalakan api, bukankah tanggung jawabmu untuk memadamkannya, Haura?" - Ervano Lakeswara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33 - Kuat LDR?

Sepanjang Haura melakukan rutinitasnya menyapa para penggemar di sosial media, Ervano sama sekali tidak berniat untuk menampakkan dirinya. Sadar jika nekat mendekat kemungkinan diusir, pria itu memilih duduk di tempat yang lain untuk bersantai dan menikmati sejuknya udara siang ini.

Siapa sangka, sikapnya yang begitu justru membuat Haura salah paham. Setelah cukup lama dan puas berbagi cerita bersama para penduduk bumi yang mengkhawatirkan keadaannya, Haura mengakhiri siaran langsung tersebut dan mendekat Ervano dengan langkah panjang.

Disertai dengan hentakan ala wanita emosian yang tengah tersinggung berat, Haura kini berkacak pinggang di hadapan Ervano hingga pria itu mengerjap pelan.

"Kenapa?" tanya Ervano baik-baik, sudah tentu dia bersiap dengan posisi andai Haura melancarkan serangan tak terduga ke arahnya.

Belum segera menjawab, Haura dengan gaya sok preman seperti biasa masih menatap tajam suaminya. "Dasar pengecut."

"Heuh?" Ervano terperanjat kaget.

Firasatnya mulai tidak enak, kembali dia mengingat-ingat barangkali memang sempat salah bertindak. Akan tetapi, mau bagaimana pun Ervano mengingatnya, tetap saja aneh.

Kecurigaannya berlanjut, Ervano kini menduga bahwa Haura mulai termakan hasutan sewaktu melakukan siaran langsung. Entah dari siapa, Ervano kurang tahu juga.

"Kamu kenapa? Ada masalah?"

"Kenapa ngumpet-ngumpet? Takut ketahuan ya sama istri pertamanya?" Tanpa basa-basi, Haura melayangkan tuduhan yang berhasil membuat Ervano menepuk keningnya.

Benar-benar tidak terduga, sama sekali dia tak terpikirkan bahwa Haura akan mengutarakan hal semacam itu padanya.

"Maksud kamu apa, Ra?" tanya Ervano terdengar lesu saking pasrahnya.

"Ish pakai acara pura-pura bodoh segala ... aku tahu isi otak kamu ya."

"Yang mana? Coba katakan yang mana? Hem?" Ervano berdiri seolah menantang sang istri yang memang sudah menabuh genderang perang sejak tadi.

"Yang tadi aku bilang, ngumpet-ngumpet ... dari tadi aku perhatikan, beraninya cuma mantau dari jauh ... pasti karena takut keciduk netizen terus disampaikan ke istrinya, 'kan?" cerocos Haura dengan suara lantangnya.

Ervano yang menghindarinya hanya demi kenyamanan Haura sendiri jelas saja tidak terima. Tuduhan Haura terlalu menyudutkan dan tidak sesuai fakta menurutnya.

"Sekarang gini, kalau pertanyaannya dibalik bagaimana?"

"Hah? Dibalik gimana maksudnya?"

"Jika sampai penggemarmu tahu aku suamimu bagaimana? Kamu baik-baik saja? Siap dikejar media dan wartawan yang ingin tahu kehidupan pribadimu?" tanya Ervano menatap Haura serius.

Sontak pertanyaan itu membuat Haura gelagapan, tampak bingung dan panik secara bersamaan. "I-itu sih ...."

"Takut, 'kan? Kamu tidak siap, bahkan akunmu masih dipenuhi unggahan bersama Ray ... aku rasa kamu sendiri yang panik andai aku muncul, Ra," papar Ervano kemudian duduk kembali dan merasa tidak perlu dibesar-besarkan masalah ini.

Rasanya jawaban itu sudah cukup, karena memang benar adanya Ervano sengaja bersembunyi agar kehadirannya tidak diketahui demi kebaikan Haura juga.

Akan tetapi, Haura yang belum puas akan jawaban Ervano masih terus menuntut penjelasan dan kini sengaja duduk di sisi Ervano padahal menyisakan tempat tidak sampai dua jengkal.

"Selain itu, apa alasan lainnya?"

"Itu saja, kalau tidak memikirkan kebaikanmu sudah dari tadi aku mondar-mandir di belakangmu," jawab Ervano masih tetap lembut meski dengan mata yang terlihat malas lantaran kesal dituduh sekejam itu.

"Ah masa? Bukan karena ketahuan istri pertamanya nih?" tanya Haura terdengar menggoda, padahal biasa saja sebenernya.

Ervano mengangguk, tanpa kebohongan dan memang jawaban itu sudah sejujur-jujurnya. "Aku tidak takut untuk itu, Ra."

"Kok bisa? Bukannya kalau laki-laki nikah lagi itu takut ketahuan ya?"

"Kalau tidak dikasih izin mungkin, beda cerita kalau diizinkan."

"Hah? I-ini maksudnya gimana sih? Masa diizinin nikah lagi oleh istrinya?" Dahi Haura berkerut seketika lantaran bingung dengan konsep pernikahan mereka.

Ervano beralih menatap Haura sesaat, dapat dia lihat sebingung apa istrinya saat ini. "Kenapa? Aneh ya?"

"Iyalah, pernikahan macam apa itu? Masa diizinkan nikah lagi?"

"Ehm, apa ya istilahnya ... Open marriage," jawab Ervano semakin membuat Haura mengurut dada.

"Iya aku tahu istilahnya, cuma maksudku bagaimana bisa? Orang gila mana yang rela suaminya menjalin hubungan dengan wanita lain?"

Haura hanya bingung dengan konsep pernikahan Ervano bersama Sofia. Akan tetapi, pria itu justru mendengar dengan melibatkan hati hingga membuatnya salah memahami.

Terlalu percaya diri dan lagi-lagi mengira bahwa Haura tidak sudi andai dirinya sampai menjalin hubungan dengan wanita lain. Alhasil, senyum Ervano mulai salah tingkah dan wajahnya tampak bersemu merah.

"Aih? Mas kenapa?"

Deg

Jantung Ervano berdegup semakin kencang tatkala mendengar Haura memanggilnya. Belum tuntas salah tingkah yang tadi, kini justru ditambah hingga semakin menjadi-jadi.

"Ih dasar aneh, kenapa sih? Tadi senyum-senyum sekarang ketawa ... yang ngelawak siapa coba?"

"Ha-ha-ha, tidak ... kamu lucu, mubazir kalau tidak tertawa," jawab Ervano kemudian terpaksa mengakhiri gelak tawa lantaran sang istri mulai tak terima.

.

.

Usai membahas sekilas kehidupan pernikahan Ervano yang sebenarnya tidak begitu ingin Haura ketahui, mereka duduk berdampingan dengan arah pandang yang sama.

Sejenak melupakan masalah dan cikal bakal mereka dipersatukan di tempat ini, Haura mencoba untuk menerima sebagaimana pesan sang mama yang terus datang kepadanya berkali-kali.

"Ra," panggil Ervano mengalihkan perhatian Haura sejenak.

"Iya? Kenapa?"

Sedikit malu Ervano untuk bertanya, tapi dia penasaran sekali. "Ehm, kamu manggil aku apa tadi?"

Kejadiannya sudah berlalu beberapa jam lalu, tapi Ervano masih saja dibuat penasaran sampai ingin memastikan sekali lagi.

Haura yang sebenarnya tidak sengaja agak sedikit malu karena jujur saja, dia berharap Ervano tak sadar akan hal itu.

Nyatanya justru dibahas hingga dia mencari jawaban yang tepat agar tidak terpojokkan di hadapan sang suami.

"Yang mana?" tanya Haura berlagak lupa, padahal tahu betul kemana arah pertanyaan Ervano.

"Ya tadi, Mas? Iya, 'kan?"

"Oh, itu," sahutnya sembari menggaruk leher yang tak gatal. "Iya, kenapa memangnya?"

"Tanya saja, memastikan khawatir salah dengar," jelas Ervano kemudian.

"Hem, tidak salah ... Mama yang nyuruh, aku nurut saja," ucapnya beralasan dan menyeret nama sang mama yang kemungkinan tengah tersedak lantaran namanya dibawa-bawa.

"Oh, begitu." Ervano mengangguk pelan.

Sekalipun memang benar Haura melakukannya demi mengikuti perintah sang mama, Ervano sama sekali tidak masalah.

Terlalu lancang juga dia jika berharap Haura melakukannya atas kehendak hati.

"Oh iya, kamu pulangnya kapan?"

"Pulang kemana?"

"Kok nanya, kan tadi istrinya nyuruh pulang ... lusa harus makan malam," jelas Haura sedikit penuh penekanan lantaran Ervano lagi-lagi berlagak pikun, atau memang pikun sebenarnya.

"Oh, besok mungkin ... atau lusa, nanti deh diatur."

Haura mengangguk mengerti, agak sedikit kurang kerjaan sebenarnya dia bertanya begini. Jika bukan karena demi mengalihkan pembicaraan, malas sekali sebenarnya.

"Kamu mau ikut?"

"Tidak, aku mau di sini saja kalau boleh ... kalau tidak aku akan balik ke Hotel, masih betah di Bali soalnya," jawab Haura tanpa ditutup-tutupi.

Seakan tidak punya energi untuk kembali ke Jakarta, Haura masih ingin menenangkan diri di tempat ini untuk waktu yang sangat lama.

"Boleh, jadi fiks tidak ikut!?"

"Tidak, aku di sini saja pokoknya."

"Baiklah, tapi memangnya kamu kuat LDR?" tanya Ervano sukses membuat Haura susah payah meneguk salivanya.

Pertanyaan Ervano sudah seperti pasangan yang sudah lama menjalin hubungan dengannya. "Ha-ha-ha pertanyaannya ada-ada saja, jelas kuatlah."

"Ouh, aku tidak soalnya," ungkap Ervano tanpa melepaskan Haura dari pandangannya.

"Heih? Bilang apa barusan?"

.

.

- To Be Continued -

Last eps hari ini, see you esok hari semoga masih dinanti ... Bye-bye ❣️

1
Efratha
baca part ini aku sampe ketawak bengek 🤣🤣🤣🤣
Efratha
jangan² Sofia kaum lesbiola 🤭
Efratha
pertengahan part ini hampir mewek saya bacanya,eh tetiba akhir jadi ngakak "anggap aja anak hantu " 🤣🤣🤣🤣
Borahe 🍉🧡
sempet"nya liatin ke mang Udin🙈
Borahe 🍉🧡
Persis Kayla dan Evan😂
Borahe 🍉🧡
bener bener mulut Haura. apa yg ada diotak itu yg diungkapin tanpa filter😂😂🙈
Borahe 🍉🧡
kecintaan banget pak
Borahe 🍉🧡
wihh banyak duit nih Bpk dua bini🤣
Borahe 🍉🧡
hahaah
Borahe 🍉🧡
hahaga panik gak
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙜𝙠𝙜𝙠𝙜𝙠𝙠𝙠... 𝙖𝙠𝙪 𝙠𝙞𝙧𝙖 𝙢𝙖𝙪 𝙣𝙮𝙚𝙗𝙪𝙩 𝙗𝙤𝙩𝙤𝙡 𝙮𝙖𝙠𝙪𝙡𝙩 𝙚𝙝 𝙜𝙖 𝙩𝙖𝙪 𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙤𝙩𝙤𝙡 𝙠𝙚𝙘𝙖𝙥.😆😆😆
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙉𝙖𝙠𝙖 𝙗𝙨 𝙙𝙞 𝙖𝙟𝙖𝙠 𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙟𝙜 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙥𝙖𝙥𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖... 𝙨𝙚𝙙𝙞𝙠𝙞𝙩 𝙡𝙜 𝙡𝙪𝙡𝙪𝙝𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙢𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙝𝙖𝙙𝙪𝙪𝙝𝙝 𝙠𝙙 𝙠𝙬𝙗𝙖𝙬𝙖 𝙟𝙚𝙣𝙜𝙚𝙡 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙀𝙫𝙖𝙣, 𝙥𝙖𝙙𝙖𝙝𝙖𝙡 𝙘𝙪𝙢𝙖 𝙗𝙖𝙘𝙖 𝙣𝙤𝙫𝙚𝙡 𝙩𝙥 𝙥𝙚𝙧𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙃𝙖𝙪𝙧𝙖 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞 𝙨𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙞𝙖𝙩𝙧𝙞 𝙥𝙡𝙞𝙨 𝙞𝙗𝙪 𝙮𝙜 𝙙𝙞𝙠𝙚𝙘𝙚𝙬𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙖𝙠𝙪 𝙟𝙙 𝙞𝙠𝙪𝙩2𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙧𝙖𝙝 𝙟𝙜.𝙬𝙠𝙬𝙠𝙬𝙠𝙠...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙬𝙖𝙟𝙖𝙧 𝙨𝙞𝙝 𝙥𝙖𝙥𝙖𝙝 𝙕𝙚𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙧𝙖𝙝 𝙠𝙧𝙣 𝙮𝙜 𝙣𝙖𝙢𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙡𝙖𝙝𝙞𝙧𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙖𝙚𝙪𝙝 𝙣𝙮𝙖𝙬𝙖 𝙩𝙥 𝙖𝙞 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙜𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙨𝙞 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙞𝙣𝙜𝙣𝙮𝙖 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙧𝙣 𝙣𝙜𝙤𝙗𝙚𝙤𝙡 𝙨𝙖𝙣𝙩𝙖𝙞 𝙙𝙜𝙣 𝙩𝙢𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙚𝙙𝙖 𝙘𝙚𝙧𝙞𝙩𝙖 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙡𝙜 𝙨𝙞𝙡𝙪𝙖𝙧 𝙠𝙤𝙩𝙖/𝙥𝙪𝙡𝙖𝙪 𝙠𝙧𝙣 𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖 𝙢𝙪𝙣𝙜𝙠𝙞𝙣 𝙢𝙖𝙖𝙞𝙝 𝙗𝙨 𝙙𝙞 𝙢𝙖𝙠𝙡𝙪𝙢𝙞.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙧𝙖𝙨𝙖𝙞𝙣, 𝙢𝙜 𝙃𝙖𝙪𝙧𝙖 𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙥𝙚𝙡𝙖𝙟𝙖𝙧𝙖𝙣 𝙩𝙪𝙝 𝙨𝙞 𝙀𝙧𝙫𝙖𝙣𝙤 𝙟𝙜𝙣 𝙙𝙞𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙢𝙖𝙖𝙛 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙠𝙧𝙣 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙖𝙗𝙖𝙞 𝙨𝙢 𝙩𝙪𝙜𝙖𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙥𝙡𝙪𝙨 𝙖𝙮𝙖𝙝 𝙖𝙞𝙖𝙜𝙖.. 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙠𝙖𝙥𝙤𝙠 𝙨𝙚 𝙚𝙣𝙖𝙠𝙣𝙮𝙖.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙠𝙚𝙩𝙚𝙧𝙡𝙖𝙡𝙪𝙖𝙣 𝙨𝙞𝙝 𝙑𝙖𝙣𝙤 𝙞𝙖𝙩𝙧𝙞 𝙡𝙜 𝙠𝙚𝙨𝙖𝙠𝙞𝙩𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙜𝙖 𝙩𝙖𝙪 𝙠𝙧𝙣 𝙤𝙛𝙛 𝙝𝙥 𝙙𝙚𝙢𝙞 𝙜𝙖 𝙩𝙚𝙧𝙜𝙖𝙣𝙜𝙜𝙪 𝙬𝙖𝙠𝙩𝙪 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣𝙢𝙪.. 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙥𝙧𝙞𝙤𝙧𝙞𝙩𝙖𝙨𝙠𝙣 𝙞𝙖𝙩𝙧𝙞 𝙮𝙜 𝙪𝙙𝙝 𝙢𝙖𝙨𝙖 𝙝𝙥𝙡𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙠𝙩..
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙝𝙖𝙙𝙪𝙪𝙝𝙝 𝙒𝙧𝙫𝙖𝙣𝙞 𝙖𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙪 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙣𝙜𝙚𝙙𝙚𝙠𝙬𝙩𝙞𝙣 𝙝𝙥𝙡 𝙩𝙥 𝙝𝙥 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙤𝙛𝙛 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙪 𝙥𝙧𝙚𝙨𝙞𝙠𝙨𝙞 𝙙𝙧 𝙨𝙤𝙠𝙩𝙚𝙧 𝙨𝙞𝙖𝙜𝙖 𝙝𝙥 𝙖𝙠𝙩𝙞𝙛 𝙩𝙧𝙨 𝙡𝙖𝙝 𝙞𝙣𝙞 𝙗𝙞𝙠𝙞𝙣 𝙩𝙚𝙥𝙪𝙠 𝙟𝙞𝙨𝙖𝙠, 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙨𝙚𝙣𝙖𝙣𝙜2 𝙩𝙥 𝙞𝙖𝙩𝙧𝙞 𝙡𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙖𝙧𝙪𝙝 𝙣𝙮𝙖𝙬𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙞 𝙢𝙬𝙡𝙖𝙝𝙞𝙧𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙪𝙖𝙝 𝙝𝙖𝙩𝙞 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙞𝙣.🤦‍♀️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙖𝙬𝙖𝙨 𝙩𝙖𝙧 𝙠𝙚𝙩𝙪𝙡𝙖𝙝 𝙤𝙢𝙤𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞 𝘼𝙗𝙞𝙢, 𝙩𝙖𝙧 𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙣𝙞𝙠𝙖𝙝 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙡𝙜 𝙟𝙖𝙢𝙞𝙡 𝙥𝙖𝙖𝙩𝙞 𝙜𝙞𝙩𝙪 𝙟𝙜 𝙖𝙩𝙖𝙪 𝙢𝙪𝙣𝙜𝙠𝙞𝙣 𝙡𝙗𝙝 𝙙𝙧 𝙮𝙜 𝙀𝙫𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙠𝙪𝙠𝙖𝙣.. 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙘𝙢 𝙙𝙞𝙚𝙡𝙪𝙨 𝙣 𝙙𝙞 𝙖𝙟𝙖𝙠 𝙗𝙞𝙘𝙖𝙧𝙖 𝙙𝙤𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙥 𝙙𝙞 𝙪𝙨𝙚𝙡2 𝙟𝙜.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙬𝙚𝙚𝙚𝙝𝙝𝙝... 𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙣𝙪𝙢𝙥𝙪𝙠 𝙖𝙟𝙖 𝙗𝙖𝙗 𝙙𝙧 𝙨𝙚𝙠𝙞𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙢𝙖 𝙣𝙪𝙣𝙜𝙜𝙪 𝙜𝙖 𝙩𝙖𝙪 𝙣𝙮𝙖 𝙥𝙖𝙨 𝙢𝙖𝙢𝙥𝙞𝙧 𝙣𝙤𝙫𝙚𝙡 𝙤𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙮𝙜 𝙡𝙖𝙞𝙣 𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙥𝙙 𝙩𝙖𝙢𝙖𝙩.🙂
aku baru
suka sekali membaca karya mb desy,,,,,terlebih tentang kisah keluarga megantara,,,,,hampir semua aq baca,,,,,tp kisah zavia ko sulit di cari yah????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!