NovelToon NovelToon
Suamiku Dan Wanitanya

Suamiku Dan Wanitanya

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.8
Nama Author: green veil

Winda adalah seorang wanita berumur 32 tahun yg sudah menikah dengan Ardi yg berumur 38 tahun.
Pernikahan mereka sudah memasuki umur 7 tahun, akan tetapi belum juga dikaruniai seorang anak.
Winda merasa bahwa hidupnya tidak lengkap bila belum menjadi seorang Ibu.
Keinginannya untuk mempunyai anak sampai membuatnya putus asa.
Sampai suatu saat dimana dia diperkenalkan suaminya denga orang yang bernama Mina....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon green veil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33 RASA YANG TERTINGGAL

            Ibunya Winda terdiam dan merasa

kasihan kepada Ardi. Walau bagaimanapun, Ardi adalah Ayah dari cucunya. Kalau

sampai nanti terjadi sesuatu dengan Ardi, kasihan Arjuna karena sampai kapanpun

kisah Ayah Arjuna akan membekas di pikiran Arjuna.

Ibunya Winda menatap suaminya meminta

jawaban. Ayah Winda melihat istrinya yang sedang menatapnya kemudian berkata,

            “Sebenarnya Ayah nggak apa-apa Win,

kamu mengajak Arjuna untuk ketemu Ayahnya. Walau bagaimanapun tidak ada yang

namanya mantan anak. Walaupun kamu sudah berpisah dengan Ardi, tetapi hubungan

Arjuna tidak akan terputus sampai kapanpun”

            Akhirnya Ayah Winda mengijinkan

Winda, akan tetapi Ibunya Winda masih terdiam. Melihat Ibunya yang tidak

memberikan komentar lagi, Winda berkata kepada Ibunya,

            “Kalau Ibu tidak mengijinkan, saya

tidak akan membawa Arjuna bertemu dengan Ardi Bu. Jadi Ibu tidak usah kuatir

lagi” kata Winda takut Ibunya menjadi sedih.

            Winda tahu Ibunya masih sakit hati karena

Ardi menikah dengan orang lain dan menyakiti perasaan Winda.

            Ibunya Winda menghela nafas panjang

kemudian berkata,

            “Ya sudah... Ibu tidak apa-apa Win.

Bawa saja Arjuna bertemu Ayahnya. Seperti kata Ayah kamu, hubungan mereka akan

tetap sama walaupun tidak pernah bertemu. Ibu takut kalau Arjuna jadi anak yang

durhaka apabila dia membenci Ayahnya. Apalagi.... apalagi kalau sampai Ardi

menjadi gila.... mungkin kalau keadaannya semakin memburuk. Arjuna akan dikatai

anak orang gila”

            Ibu Winda terdiam, Winda mulai

meneteskan air mata.

            “Ibu ikhlas.... bawa saja Arjuna

bertemu Ayahnya” lanjut Ibu Winda.

            “Terimakasih Ayah Ibu” kata Winda

            .....................................

            Setelah keesokan harinya, Winda

siap-siap membawa Arjuna ke tempat Ardi. Winda mempersiapkan banyak barang jikalau

nanti Arjuna harus menginap di rumah Ayahnya.

            Arjuna yang sudah bisa jalan tidak

bisa diam, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk berkemas menjadi lebih lama.

Kemudian ada telepon dari Lela,

            “Halo Winda” kata Lela

            “Iya Kak”

            “Kamu jadi kan ke rumah kakak hari

ini?” tanya Lela.

            “Iya kak. Memangnya ada pa ya Kak?”

Winda balik bertanya.

            “Nggak ada apa-apa. Cuma memastikan

saja. Jam berapa kamu mau ke sini?”

            “ini sudah mau jalan Kak”

            “O ya udah. Soalnya kakak harus

kerja. Nitip Ardi ya Win”

            “Iya Kak. O ya Kak, nanti

Psikolognya ke rumah atau aku yang anter ke tempat Psikolognya ya?” tanya

Winda.

            “Nanti kamu tolong anterin ya Win”

            “Iya Kak” jawab Winda kemudian

mengakhiri pembicaraan mereka ditelepon.

            .......................

            Winda sudah sampai di rumah Ardi, di

sana ada Mitha yang jagain Ardi.

            Setelah emosi Ardi sering tak

terkendali, dia selalu dijaga keluarganya bergantian. Sampai mereka harus ijin

kerja atau kuliah. Karena itu mereka meminta tolong kepada Winda supaya membawa

Arjuna ketemu dengan Ardi sehingga Ardi mau terapi ke Psikolog.

            “Masuk Kak” kata Mitha kepada Winda.

            Winda langsung masuk ke rumah Ardi sambil

menggendong Arjuna. Setelah melihat Ardi, Winda menurunkan Arjuna dan

menuntunnya untuk mendekati Ardi.

            Ardi menangis melihat Arjuna, dia

merasa senang juga merasa bersalah. Emosinya campur aduk dan tak bisa

dikendalikan.

            Ardi berusaha memeluk Arjuna, akan

tetapi karena Arjuna merasa tidak mengenal Ardi, dia malah menangis tidak mau mendekati

Ardi.

            Melihat hal itu Ardi menjadi sedih

dan merasa bersalah. Dia merasa telah menyia-nyiakan waktunya karena tidak bisa

bersama Arjuna.

            Winda mendekati Ardi dan berkata,

            “Arjuna butuh waktu Mas. Nanti

lama-lama Arjuna juga mau digendong sama Mas Ardi” kata Winda melihat Ardi

kecewa dan merasa sedih karena Arjuna tidak mau dipeluk dan digendong Ardi.

            Arjuna kemudian berlarian dan

bermain bersama Mitha. Sementara itu, Winda membujuk Ardi agar mau dibawa ke

Psikolog.

            “Mas, ayo aku antar ke Psikolog” kata

Winda.

            “Aku nggak mau, aku nggak gila Win”

jawab Ardi.

            “Siapa yang bilang Mas Ardi gila? Kita

ke Psikolog supaya Mas Ardi menjadi tenang” jawab Winda.

            “Aku tenang kok. Lihat aja, aku

nggak ngamuk-ngamuk kan” kata Ardi tetap nggak mau pergi.

            “Apalagi ada Arjuna di sini. Aku

sudah bahagia” kata Ardi lagi.

            “Bukan kayak gitu Mas.... Mas Ardi

tetap harus ke Psikolog supaya pikiran Mas Ardi tetap tenang dan nggak tantrum

kaya kemarin-kemarin” bujuk Winda.

            “Nggak Win.... jangan maksa dong”

“Mas, aku bawa Arjuna ke sini supaya Mas Ardi

mau dibawa ke Psikolog”

“Aku bilang nggak ya nggak!” kata Ardi dengan

agak keras.

Mitha dan Arjuna kaget kemudian Arjuna

menangis. Melihat Arjuna menangis, Mitha mendekati Arjuna dan menenangkan

Arjuna sampai Arjuna berhenti menangis.

Setelah Arjuna berhenti menangis, Winda

mendekati Ardi lagi kemudian berkata,

“Aku bukannya mau nyalahin kamu ya Mas, tapi

kalau Mas Ardi nggak bisa  mengontrol

emosi kayak gini, aku nggak bisa bawa Arjuna ketemu Mas Ardi lagi. Tahu

kenapa?! Karena kalau Mas Ardi nggak bisa mengontrol emosi, Arjuna akan kena

dampaknya!” kata Winda agak keras kepada Ardi.

            Ardi hanya terdiam, dia tidak tahu

harus bagaimana.

            “Aku bingung Win” kata Ardi

            “Aku anter ke Psikolog sekarang ya Mas.

Kita masuk dan terapi sama-sama. Aku kamu dan Arjuna” kata Winda.

            “Kamu mau ikut masuk?” tanya Ardi.

            “Kalau itu diperlukan aku akan ikut

masuk” jawab Winda.

            “Apalagi kamu sudah menjadi seorang

Ayah Mas, kamu seharusnya bisa melindungi Arjuna dengan bisa mengontrol emosimu”

kata Winda lagi.

            Ardi hanya mengangguk kemudian

bertanya,

            “Apa yang kuperlukan untuk ke

Psikolog?”

            “Mas Ardi mandi dan ganti baju. Itu

aja yang diperlukan Mas. Yang lainnya biar aku yang ngurus. Sekarang Mas Ardi

segera mandi ya. Aku tunggu” kata Winda tegas.

            Ardi menurut, dia mandi lalu

berangkat dengan Winda ke Psikolog bersama Arjuna dan Mitha.

            “Kamu sekarang sudah bisa nyetir

sendiri ya Win?” tanya Ardi membuka pembicaraan.

            “Iya Mas, aku belajar dari Ayah”

jawab Winda.

            Ardi takjub melihat Winda menyetir

mobil, karena ini kali pertamanya dia melihat Winda menyetir sendiri. Ardi yang

duduk disamping Winda melihat Winda dari samping dan merasa menyesal telah

meninggalkan Winda untuk wanita yang ternyata telah membohonginya.

            Karena Ardi terdiam, Winda menjadi

khawatir dan menoleh. Pipi Winda menjadi memerah karena dia melihat Ardi yang

sedang menatapnya. Dia berusaha menata hatinya lagi supaya tidak terbawa

perasaan.

            “Mas, kalau mau tidur, tidur aja. Aku

tahu Mas Ardi nggak bisa tidur dari Mbak Lela” kata Winda.

            “Iya” jawab Ardi singkat.

            Winda yang mendengar jawaban yang

singkat dari Ardi agak kecewa. Dia masih ingin bercakap-cakap dengan Ardi. Tapi

Winda juga tahu diri, karena Winda berpikir bahwa Ardi masih mencintai Mina.

            Selama perjalanan, Ardi terdiam dan

berusaha untuk tidur. Akan tetapi dia hanya bisa memejamkan matanya tapi tidak

bisa tidur.

            Ardi memikirkan apakah Winda mau

bersamanya lagi, akan tetapi pikiran itu tidak berani dia bicarakan dengan

Winda.

1
Maria lace W
cih wis cerai mantan dah kawin msh aja didatengin rmh nya....peduli amat, siapa yg mau nengok ya monggo dateng ke rmh cewek..bkn cewek.mantan istri datengin rmh mantan nya
Sri Wahyuni
dasar Winda bodoh, sudah disakiti masih berharap mau kembali
Shinta Dewiana
bodoh bodoh bodoh.
Shinta Dewiana
jgn bodoh winda...biar mereka yg ke rmhmu...
Shinta Dewiana
akhirnya....wk.wk..wk...
Shinta Dewiana
ardi sm keluarganya mau menang sendiri...winda bodoh
Shinta Dewiana
dasar lemah rasain tu gmn sakitnya di selingkuhin.
Shinta Dewiana
pokoknya jg sampekdeh winda balikan sm ardi...
Shinta Dewiana
hedeh..dg winda enggak da pernah ke rmh mertua...dasar ardi
Shinta Dewiana
hedeh enggak banget deh...winda pula yg ke situ....
Shinta Dewiana
yaaaa..masak jodonya tua banget sih thor
Shinta Dewiana
ha...ha..ha....
Shinta Dewiana
nah kan mulai deh
Shinta Dewiana
tunggu lah nyesel begitu tau bimo bkn anaknya..nangis darah deh...
Shinta Dewiana
ah.malas banget klu ujung2nya winda balikan sm ardi
Shinta Dewiana
mantap winda...senangat trus...
Shinta Dewiana
nah gitu dong winda br seru...suami kayak gitu tdk perlu di pertahankan...pezina.
Hotma Gajah
kurang greget...
mending bobo...
Hotma Gajah
kayak cerita ikan klepek2 bukan ikan terbang lagi😃😃😃
Hotma Gajah
thor...
bikin kesel/eneg dehhh..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!