NovelToon NovelToon
Istri Kedua

Istri Kedua

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:892.1k
Nilai: 5
Nama Author: triy

Rezza pria tampan dan mempunyai kehidupan cukup mapan sejak lahir dengan terpaksa harus menerima perjodohan dari ibunya dengan seorang wanita yang bernama Artiya sepupu dari kekasihnya sendiri,yang menurut Rezza wanita itu sama sekali tidak menarik dilihat dari segi manapun juga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon triy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SEWOT

Dipagi setelah menunaikan sholat subuh Rezza mengajak istrinya jalan jalan disekitar kampung itu,hal itu menjadi kegiatan rutin Rezza dan Tiya setelah subuh.

Dan setelahnya Rezza dan Tiya pergi kewarung utinya Tiya untuk membantu disana,Rezza tak ingin melihat istri tercintanya kecapekan bekerja diwarung soto itu.

Jadi Rezza meminta Tiya hanya duduk saja dan membantu mengelap mangku dan sendok,dan utinya Tiya hanya meracik menu.

pekerjaan yang lain Rezza lakukan sendiri seperti mengantar soto kemeja pelanggan,mencuci piring,membersihkan meja dan bangku yang habis digunaka oleh para pelanggan dan yang laen laennya lagi.

Dengan adanya Rezza dan Tiya,mbah utinya Tiya merasa terbantu sekali.

Biasanya hal hal tersebut beliau lakukan sendiri bersama kakungnya Tiya, sebelum Tiya tinggal denganya.

Rezzapun ingin menggunakan waktu sebaik baiknya untuk membantu mbah Marijan selama ia dan istrinya masih berada dikampung itu.

Rezza memang seorang direktur disebuah perusahaan yang memiliki beberapa cabang,namun dia adalah orang yang ringan tangan,ramah suka membantu siapapun yang membutuhkan, terlebih adalah keluarganya sendiri.

Sifat itu diturunkan oleh ibunya,melihat Rezza yang tak merasa tinggi hati dan sombong walopun hidupnya selalu berkecukupan sejak lahir, menjadikan orang orang yang mengenal Rezza sangatlah menghormatinya.

Hari itu diwarung utinya Tiya lumayan ramai,banyak pelanggan wanita yang kesengsem dengan kegantengan Rezza,

Berita keberadaan Rezza sangatlah cepat tersebar, yaitu jika mbah Marijan sipemilik warung soto mempunyai pelayan baru yang guantengnya kebangetan.

Hal itu banyak menjadikan para anak gadis maupun emak emak berbondong bondong datang kewarung soto milik utinya Tiya,untuk membuktikan kabar tersebut,dan siapa tau bisa dijadikan pasangan bagi para gadis itu atau dijadikan mantu bagi emak emak yang datang.

Sehingga dihari itu warung soto utinya Tiya dipenuhi pelanggan yaitu kaum hawa pula,mereka semua yang makan disitu rata rata ingin mengabil foronya Rezza,dan banyak juga yang meminta berselfie dengan Rezza.

Tak sampai setengah hari warung utinya Tiya sudah tutup ,sebab semua menu sudah habis diserbu oleh para pelanggan yang kebanyakan ingin melihat paras rupa dari Rezza.

"alhamdulillah semenjak kalian disini soto uti laris manis diserbu sama pelanggan" ucap utinya Tiya kepada Rezza dan Tiya.

"alhamdulillah ya ti" balas Tiya dengan sumringah,

Rezza yang masih sibuk membereskan bangku bangkupun ikut tersenyum mendengar percakapan Tiya dan utinya.

Walopun warung kecil itu sudah tutup,tapi masih ada juga anak gadis ataupun emak emak yang berkunjung dengan alasan menanyakan apakah sotonya masih ada apa tidak.

Padahal hal itu hanya dijadikan alasan mereka untuk meminta selfie bersama Rezza,

Rezzapun melayani mereka dengan ramah dan sabar bak seorang selebritis melayani para fans fansnya.

Awalnya Tiya tak begitu menghiraukan para wanita wanita itu yang ingin meminta berfoto dengan suaminya,

namun dari hari kehari berikutnya, semakin banyak wanita wanita yang keganjenan ingin menarik perhatian dari Rezza.

Ada beberapa dari mereka yang mengenakan pakaian tak senonoh bergelayut manja pada Rezza saat mau meminta foto,dan Rezzapun menjadi serba salah dibuatnya.

Tiya yang melihat hal itu jadi merasa risih sendiri,sebab ada salah satu cewek menempelkan dua gunung kembarnya yang terlihat berhimpitan dan hampir keluar itu diperut Rezza.

Tak hanya itu,cewek itupun melingkarkan kedua tangannya diperut Rezza,sebab Rezza terlihat sangat jangkung diantara wanita wanita itu.

Kemudian dengan muka judes dan tak relanya ,Tiya menarik lengan suaminya dengan paksa dari tengah tengah beberapa wanita yang mengelilinginya untuk meminta berselfie bersama.

"maaf mbak, saya lagi ada perlu sama masnya dulu ya!" ucap Tiya ketus sambil menarik lengan suaminy,

"aduh mbak,kita ini lagi mau minta foto lho..gangguin aja sih..",sewot cwek yang menggelayuti Rezza barusan,

nggak boleh!!!" ucap Tiya sambil melototkan matanya,

"bentar doang mbak,masak nggak dibolehin sih..."protes salah seorang dari cewek seksi yang lainnya.

Melihat istrinya yang galak, tak selembut biasanya Rezzapun merasa terkejut sekaligus merasa heran,sebab baru kali ini Rezza melihat kesewotan istrinya ,saat dirinya ditempeli oleh para perempuan seksi.

"pelit amat sih mbak?" lanjut cewek itu tak kalah judes dari Tiya.

"eh...mbak ,dari kemaren sampean kayake udah minta foto berkali kali deh..!!"

"bisa bisanya ngatain saya pelit!!"

"maap ya mbak, masnya ini bukan artis ataupun model,yang seenaknya mbak mintai foto sana sini",

"kalo mau minta foto dengan masnya ini, minta ijin sama saya dulu dong mbak!!" ketus Tiya,

Rezza yang mendengar istrinya nerocos hanya bisa menggaruk garuk belakang telinganya yang tak gatal sama sekali,sambil nyengir yang dipaksakan.

Cewek seksi itupun tak terima dengan oceha dari Tiya,lalu iapun kembali berkata,

"eh..mbak...orang masnya yang diajakin foto, oke oke aja kok?",

"kenapa jadi mbaknya yang sewot ya...?",

"emang embak ini asistennya ya...?"lanjut cewek itu tak terima,

"gguuee...biinniinye...!" jawab Tiya sedikit berteriak,

seketika cewek itu terdiam melongo melihat kearah Tiya,mukanyapun menegang dan memerah sebab menahan malu.

Nyali cewek itupun perlahan menciut tak berani lagi membalas ucapan dari Tiya.

Tiya yang masih merasa jengkelpun menunjukkan jari manisnya dan jari manis suaminya dimana dijari itu melingkar cincin pernikahan mereka.

"ni...gue tunjukin, cincin kawin gue sama elo..",

"udah salah...masih juga ngeyel !" ketus Tiya mengakhiri ucapannya.

Melihat istrinya yang masih marah marah,Rezzapun segera merangkul bahu Tiya untuk dibawa kebelakang warung dan untuk menenangkannya.

Sebab semua orang diwarung itu melihat kearah Tiya dan wanita wanita seksi yang mengerubuti Rezza tadi.

Sambil berlalu Rezza meminta maaf pada cewek seksi tersebut sebab istrinya sudah memarahinya,

"maaf ya mbak...,istri saya ini lagi mengandung"

"dan sekarang lagi kecapekan, jadi agak sedikit ngegas ngomongnya" ucap Rezza tak enak hati.

Tiya yang mendengar ucapan dari suaminya tersebut merasa tak terima, lalu diapun mencubit perut Rezza dan melotot kearah suaminya,

"mas ini sebenernya belain siapa sih?",

Rezza hanya meringis kesakitan atas ulah dari istrinya,namun tak berani bersuara,lalu iapun berkata "sayang kamu ini kan lagi mengandung",

"nggak boleh marah marah gitu dong, sayang",

"nanti babynya ndak setres didalem perut lho..,kasihan kan sayang" bujuk Rezza dengan lembut,

Tiyapun hanya terdiam mendengar nasehat dari suaminya dengan rawut wajah dilipat dan menuruti bimbingan tangan dari suaminya..

"kita kegubuk sawah aja yuk,aku pijitin kamu disana"

"biar kamu bisa rileks, sayang" ucap Rezza lembut.

Lalu Rezzapun membawa Tiya dengan sepeda ontel kakungnya yang ia gunakan pulang pergi dari rumah kewarung bersama Tiya, kegubuk yang pernah mereka singgahi beberapa hari yang lalu.

Sebelum pergi tadi Rezza sempat berpamitan dengan utinya Tiya terlebih dahulu.

Sesampainya digubuk itu Rezza mendudukan istrinya dan memintanya untuk bersandar, lalu Rezza mulai memijit kaki Tiya dengan lembut.

"gimana rasanya sayang ?" "enak?"tanya Rezza penuh kasih sayang.

"eemm" jawab Tiya dingin sambil memejamkan matanya.

"sayang sebelum pulang ke kota S,gimana kalo besuk kita majukan cek upnya?" ucap Rezza berhati hati takut membuat Tiya marah lagi.

"hheeemmm" Tiya menjawab suaminya dengan ucapan yang sama.

"sayang jangan marah lagi dong!" bujuk Rezza pada istrinya.

"nggak baik lho..marah marah sama suami" lanjut Rezza,

"aku nggak marahlah mas,cuman jengkel aja" ucap Tiya cuek masih memejamkan matanya.

"jengkel kenapa sayang",

"mas ini mau maunya sih dipepet pepetin sama cewek ganjen kayak gitu?",

"udah pake baju kurang bahan gitu!"

"trus asetnya keliatan dari mana mana lagi!"

"aku aja yang sesama cewek risih ngeliatnya" ucap Tiya jengkel,

"ya mereka cuma minta foto sayang" Rezza mencoba menjelaskan,

"haduh....dasar mas Rezzanya juga,baru dikasih liat yang yang buka bukaan kayak gitu udah lupa ada istri" sewot Tiya,

"kamu kok ngomong gitu sih sayang?" jawab Rezza mengiba,

"udahlah mas,males aku ngomong sama kamu,ujung ujungnya kamu mbelain tu cewek terus!" ketus Tiya masih dengan memejamkan matanya.

"maaf sayang,aku yang salah,jangan marah marah lagi dong" rayu Rezza dan tangannya masih setia memijiti istrinya.

"kalo nggak pengin aku marah,ya..jangan mau dipepet pepetin cewek ganjen kayak gitu lagi lah mas!" jawab Tiya ketus,

"iya...iya...aku yang salah sayang,maaf ya sayang" ucap Rezza mengalah tak mau memperpanjang masalah dengan istrinya.

"ya udah...kamu tiduran dulu" lanjut Rezza,

Dalam hati Rezzapun berkata "kenapa Tiya jadi gampang sewot kayak gini ya?"

"apa sebab dia sedang hamil?"

"tapi seneng juga,bisa liat sisi lain dari istriku ini",

"apa enaknya tiap tahun aku bikin kamu hamili aja ya sayang?,biar bisa liat kamu yang kayak tadi" batin Rezza sambil tersenyum jahat.

Kemudian Rezzapun meletakkan kepala Tiya dipangkuannya supaya Tiya merasa nyaman,sambil tangannya tak berhenti memijit mijit bahu Tiya istrinya.

Dengan suasana yang nyaman dan dengan hembusan angin sepoi sepoi,tak perlu waktu yang lama untuk Tiya bisa terlelap.

Melihat istrinya sudah tertidur Rezzapun memandangi wajah Tiya,diselusurinya wajah Tiya dengan jari telunjuknya pelan pelan,mulai dari kening,turun kehidung, lalu turun lagi kebibir Tiya yang mungil,membuat Rezza menelan salivanya.

Rezza mengusap bibir Tiya dengan ibu jarinya berkali kali,lalu iapun menundukkan wajahnya kearah bibir Tiya dan "cup" Rezza sedikit memangut bibir dari istrinya.

Merasa tak ada pergerakan dari tidur nyeyak Tiya,Rezzapun mengulangi perbuatannya tersebut hingga berkali kali,lalu Tiyapun terbangun juga akibat ulah suaminya tersebut.

"eemmmhhh, mas kamu ngapain sih?"tanya Tiya sambil mendorong bahu suaminya yang membungkuk kearahnya tersebut.

"aku lagi menikmati suasana sayang" jawab Rezza masih ingin mencium istrinya,

"ini ditengah sawah mas!" protes Tiya,

"nggak papa sayang,kita ini suami istri kok"

"nanti kalo ada orang liat gimana?"

"kan malu jadinya mas!"

"kenapa mesti malu sih sayang?"

"kita ini udah sah sayang,udah ada ini.. juga" ucap Rezza sambil mengelus elus perut istrinya.

"ah..kamu ini mas,kalo dibilangi suka ngeyel !" sewot Tiya,

"kalo ada yang liat!,apalagi anak anak!, kan nggak baik mas!"

"nanti ada yang bilang,kalo kita ini lagi mesum disawah lho..mas!" ucap Tiya jengkel,

"iya...iya...mas yang salah...jangan marah lagi ya sayang" Rezzapun mengalah.

"oh..ya biasa kamu cek upnya jam berapa sayang?" tanya Rezza mengalihkan topik pembicaraan supaya istrinya tak sewot lagi.

"jam delapan mas" jawab Tiya,

"tempatnya jauh nggak?" tanya Rezza lagi,

"mesti naik angkot dulu mas,kalo jalan kaki ya agak jauh sih",

mendengar jawaban dari istrinya Rezzapun terlihat berpikir sejenak,lalu diapun menggambil ponsel dari sakunya dan mengetik sesuatu disana.

"kenapa mas?" Tiya balik bertanya.

"nggak papa sayang",

"kita pulang sekarang ?" ajak Rezza,

"ayo.." jawab Tiya.

Pada pagi hari setelah subuh Rezza mengajak Tiya untuk berjalan pagi seperti hari hari sebelumnya.

Sepulang dari berjalan jalan pagi,dihalaman rumah kakungnya Tiya sudah terparkir mobil range rover sport berwarna putih dan mobil honda jazz berwarna hitam ,

diserambi rumah ada dua orang yang sedang berbincang bincang dengan kakungnya Tiya.

"mobil siapa ini mas ,keliatannya masih baru?" tanya Tiya penasaran,

"mobil kita sayang!" ucap Rezza sumringah.

"mas beli mobil lagi ya?"

"iya sayang,mobil yang biasa aku pake kan udah hancur" jawab Rezza jujur.

"wah...mahal ini kayaknya mas?" ucap Tiya takjub,

"nggak juga sih sayang",

"yang penting, kita nyaman naiknya kan" jawab Rezza santai.

"yang bawa kesini siapa mas?",

"orang kantor,tiga minggu yang lalu aku minta tolong sama Aji,buat nyariin mobil merek ini ",

"udah dapet,ya aku suruh ngirim kesinilah sayang",

"oohh,mas Aji kapan pulang ke kota S mas?"

"sementara dia bolak balik dari bandung ke kota S sayang" ,

"dia yang gantiin aku ngurus perusahaan selama aku sakit "jelas Rezza,

"ooohhh gitu" jawab Tiya singkat.

Kemudian Rezzapun menghampiri dan menyalami para setaffnya dan Tiya hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum ramah,

setelah saling menanyakan kabar dan berbasa basi sebentar mereka berduapun berpamitan untuk kembali ke kota S.

Rezza dan Tiyapun bergegas mandi untuk membersihkan diri,kemudian mereka bersiap siap untuk pergi kepuskesmas.

Sampai dipuskesmas hanya memakan waktu 15 menit,lalu Tiyapun mendaftar kebagian pendaftaran ditemani oleh suaminya.

Tiya dan Rezza menjadi pusan perhatian dari orang orang yang berada dipuskesmas itu dari mobil yang mereka kendarai,

apalagi Rezza yang terlihat sangat tinggi dan menonjol diantara orang orang disana.

Mereka menyangka suami dari Tiya itu adalah seorang bule,sebab perawakannya yang tinggi,memiliki kulit yang lumayan putih bersih kontras dengan kaus hitam yang sedang ia kenakan,hidung yang mancung dan wajah Rezza dipenuhi dengan jambang yang tipis.

Tiya melarang suaminya membersihkan jambangnya sebab Tiya lebih suka dengan wajah Rezza yang dipenuhi dengan jambang itu,jadi Rezzapun hanya merapikannya supaya terlihat lebih enak dipandang.

Topi selalu Rezza kenakan untuk menutupi bekas luka operasinya yang berada dikepala bagian kanan,sebab rambut Rezza belum tumbuh dengan lebat dan jam tangan pemberian dari ibunya melingkar manis dipergelangan tangan kiri Rezza.

Tiyapun terlihat sangat cantik, dia mengenakan baju atasan tunik berwarna hijau botol, diatas perutnya terdapat tali pita yang membuat perut Tiya sedikit terlihat menonjol, dan mengenakan kerudung berwarna hijau armi,Tiya juga mengenakan celana panjang yang longgar berwarna abu tua,

Tiyapun memoles wajahnya hanya dengan bedak tabur dan memakai lip balm dibibirnya,itupun sudah membuat Tiya tampak sangat menawan.

Melihat istrinya berdandan sangat cantik,tangan Tiya tak pernah lepas dari genggaman tangan Rezza,seakan Rezza takut istrinya akan diambil oleh orang lain.

Mereka berdua duduk dikursi tunggu sambil menunggu nama Tiya dipanggil dan merekapun berbincang ringan.

"sayang setelah ini kita kerumah sakit ya untuk USG?" ajak Rezza pada istrinya.

"USG ?"

"iya, biar kita bisa tau keadaan bayi kita sayang"

"oke"

"mas pengin tau cewek apa cowoknya ya?" tanya Tiya,

"ya...salah satunya itu,yang lainnnya sih pengin liat keadaan dia didalam sana sayang" ucap Rezza sambil menciumi tangan istrinya.

Tiya menarik tangannya yang diciumi oleh suaminya,lalu berkata "mas malu ah..diliatin orang orang tu!"

"biarin ajalah sayang,orang kita ini suami istri yang sah lho.." jawab Rezza sedikit jengkel.

"ini tu dikampung mas,orang orang disini nggak biasa liat orang lain bermesra mesraan ditempat umum kayak gini" Tiya coba menjelaskan.

Rezzapun hanya terdiam mendengar perkataan dari istrinya tersebut, dengan muka sedikit ditekuk sebab merasa kurang puas dengan alasan Tiya barusan.

Tiyapun tersenyum melihat kearah suaminya,lalu menarik dagu suaminya dan berkata "mukanya jangan ditekuk gitu dong mas!"

"nanti gantengnya bertambah kebangetan loh..!" goda Tiya,

Mendengar ucapan dari istrinya Rezza hanya melirik sebentar kearah Tiya lalu mencebikkan bibirnya.

Tiyapun menahan tawa melihat kelakuan suaminya yang terlihat seperti anak kecil yang sedang ngambek itu.

Lalu Tiyapun merangkul lengan suaminya dan menggigit bahu suaminya tersebut.

Sepontan Rezzapun mengaduh kesakitan ,

"aduh"

"sakit sayang" ucapnya sambil menepuk pelan mulut istrinya.

"abisnya kalo kamu ngambek gitu,keliatan imut lho... mas" goda Tiya lagi.

"imut...,orang udah tua juga dipanggil imut",

"emang suamimu ini bocah apa?" protes Rezza tak terima.

"aduh...kamu tambah unyu unyu lho mas kalo ngambek kayak gitu"

"aku jadi gemes gemes liatnya" ucap Tiya dengan senyum tengilnya.

dan "cup" ciuman Rezza mendarat tepat dipipi Tiya,

seketika Tiya merasa kaget dan melotot kearah Rezza.

Belum sempat Tiya protes pada suaminya itu,nama Tiyapun sudah dipanggil oleh bidan yang berjaga diruang pemeriksaan.

1
Safa Almira
singkat dan berkualitas
Anih Suryani
ayah sontoloyo
Anih Suryani
s rezza punya bini terllu bego polos polos oon
Anih Suryani
hilang satu tumbuh seribu pelkor
Anih Suryani
diih rumah tngga masih ngurusin mantan knpa g d masukin aja s surya ke bui
Anih Suryani
s rezza oon s tiya terllu dungu baik hati g gitu juga x
Anih Suryani
bpk s amel terllu bego y
Anih Suryani
orang tua s amel goblog atau bego masih aja ketipu dgn akl licik y orang tua bodoh
Anih Suryani
s tiya jgn jd orang bego lh tegas ke ke s amel walpun sodra
Anih Suryani
bego aja s rezza orang mantan ko d kasih tunjangan
Anih Suryani
itu nmnya istrinya bego lemah lma lama dia bisa d kancungi sma cewe laun s tiya itu oon
Alanna Th
tq bnyk", othor 👍😘😍🤣😂🙏👋👋👋
Alanna Th
amel sdh dcerai, bkn kwjbn rezza tuk mngurusny, kan msh ada ortuny; kabarin aja k ortuny agar mrk tau klakuan anakny 🤔😠😜
Alanna Th
beu, pelakor satu blm beres, udeh muncul pelakor baru! 😱😠😜
Alanna Th
thor, aq ngebut baca novelmu, penasaran bgmn akhirnya stlh bu sanusi tau kronologisnya n bgmn nasib s amel stlh 'dberi pljrn' oleh rezza? 😱😫😰😥😭💔💔💔
Anisa 977
kok gk enak yah bacanya. besok lan bukan besuk
Anisa 977
emang gk pake leging
Alanna Th
rezza mulai trgoda 😱😜
Sur yani
semangat rezza ..
Nur Ain
hahaha sayang tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!