Ini hanya cerita ya.. Fiktif belaka, jadi jangan ditiru ya guys.
Ini adalah season ke 3 dari Istri Manja Tuan Kusuma
Chevania Sayna Krisnajaya adalah putri cantik dari pasangan Jingga Riani Putri Kusuma dan Edward Joseph Krisnajaya. Dia gadis cantik yg sangat baik hati ( jika tidak memiliki masalah dengannya). Setiap yg melihatnya akan luluh dengan kecantikan dan tingkah menggemaskannya.
Chevania dikelilingi orang - orang yg sangat menyayanginya. Chevania adalah anak dari keluarga bangsawan. Apakah dia akan hidup sombong dengan segala fasilitas yg dimiliki ataukah dia akan jadi gadis cantik yg penuh dengan kesederhanaan?
Ardiaz Sailendra Kusuma adalah putra dari pasangan Biru Anggara Putra Kusuma dan Emiliana Andara. Dia adalah remaja tampan dan cerdas yg menjadi incaran para gadis. Dia dikelilingi orang - orang yang berusaha mengambil keuntungan darinya dan juga mengambil hatinya. Bagaimanakah caranya bersikap? Apakah dia akan membiarkan para gadis memanfaatkannya atau menjauhi para gadis yg mendekatinya?
Cari tahu kisah keluarga Kusuma selanjutnya disini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Saya tidak bisa melakukan apapun tanpa dia
" Maaf membuat kalian menunggu lama. silahkan duduk! "
Leo menyambut Veronika dan mempersilahkannya duduk setelah berjabat tangan dengannya
" Ternyata dia memang tampan. Pantas saja para karyawannya tadi membicarakannya "
Pikir Veronika begitu melihat Leo
" Tidak masalah. Terimakasih "
Mereka pun mulai duduk dan membahas masalah kerjasama mereka hingga selesai
" Pak Leo, saya harap kerja sama kita ini bisa memberi keuntungan yang besar bagi kedua belah pihak "
Kata Veronika ketika mereka mencapai kesepakatan mereka
" Tentu saja. saya pun berharap hal yang demikian bu Veronika "
Leo tersenyum tipis menanggapi perkataan Veronika
" Kalau begitu saya permisi "
Veronika mengulurkan tangan untuk berjabat
" Ya, sampai jumpa "
Leo menerima uluran tangan Veronika sebelum dia meninggalkan ruang meeting. Veronika dan asistennya telah meninggalkan ruang meeting. Kini hanya ada Vio dan Leo yang masih diruangan
" Kenapa wajahmu tiba - tiba berubah muram seperti itu? Aku perhatikan sejak tadi kamu diam saja "
Tanya leo karena melihat Vio selalu diam selama pertemuan
" Sepertinya bu Veronika terus saja memperhatikan kak Leo, aku jadi kesal "
Vio mengeluh dengan nada bicaranya yang manja
" Benarkah? Aku sama sekali tidak memperhatikannya. Aku hanya fokus pada kontrak kerja sama kita saja "
Jawab Leo acuh ta acuh
" Sudah jam makan siang. Bagaimana kalau kita pergi makan siang ke restoran? "
Leo mengajukan saran setelah melihat jam tangannya
" Baiklah "
Vio dan Leo pun berjalan keluar meninggalkan ruang meeting. Mereka berjalan beriringan, setelah diluar kantor barulah Leo melingkarkan tangannya di sekitar pinggang Vio
" Kak kita makan siang direstoran itu saja! Lagipula kak Leo masih punya banyak pekerjaan yang menunggu dikantor "
Vio menunjukkan ke sebuah restoran yang berada tidak jauh dari kantor
" Baiklah, kita akan makan disana"
Vio dan Leo berjalan ke restoran itu
" Silahkan duduk istriku! "
" Terimakasih suamiku "
Leo menarik kursi untuk Vio duduk setelah mereka tiba kemudian memesan makanan untuk makan siang mereka.
Setelah mereka memesan makanan tiba - tiba datang Veronika bersama asistennya
" Ternyata kalian berdua juga sedang makan siang disini? Kami juga sama, apa kami boleh bergabung bersama dengan kalian? "
Veronika meminta agar mereka duduk di meja yang sama
" Tentu saja, silahkan! "
Kata Leo dengan sedikit senyum dibibirnya
" Pak Leo, bagaimana anda bisa makan satu meja bersama dengan seorang asisten? "
Veronika bertanya dengan nada sinis
" Kenapa tidak? Dia adalah orang yang mengatur semua kegiatan saya. Dia yang paling tahu bagaimana kerja saya. Saya tidak bisa melakukan apapun tanpa dia. Apa salahnya jika saya makan siang bersama dengan asisten saya? "
Leo menjawab dengan begitu yakin dan mata saling menatap dengan Vio yang diam saja
" Sepertinya anda terlalu meninggikan posisi asisten. Meskipun mereka berperan penting dalam setiap urusan kita, tapi itu adalah pekerjaannya. Sudah pasti itu yang harus mereka lakukan. Seorang sisten hanyalah bawahan kita saja "
Veronika menjawab dengan sangat sombong, diapun saling mentap tajam satu sama lain dengan Vio
" Sepertinya anda yang terlalu memandang rendah posisi seorang asisten. Bagaimanapun,, dia sangat berperan penting dalam mengelola semua pekerjaan kita. Saya harap anda bisa mengahargai sedikit saja kerja keras mereka "
nada bicara Leo kini terdengar dingin, namun ada sedikit senyum dibiirnya
" Maaf pak Leo saya sama sekali tidak bermaksud menyinggung anda ataupun asisten anda. Saya hanya terkejut melihat sikap anda yang terlalu baik terhadap asisten pribadi anda, itu saja "
Veronika berusaha kembali mengendalikan suasana karena menyadari perubahan cara bicara Leo
" Tidak masalah, hanya saja anda harus lebih berhati - hati dengan perkataan anda. Kita baru pertama kali ini bertemu dan lagi kita sedang terikat suatu kerja sama. Saya tidak berharap ada sesuatu yang merusak kerja sama kita! "
Leo sedikit memperingatkan Veronika akan sikapnya
" Kak Leo, aku pergi ke toilet sebentar ya? "
Bisik Vio yang sedari tadi menahan kesal karena Veronika
" Ya sudah. Jangan terlalu lama! "
Leo menjawab dengan suara yang lembut dan juga tatapan mata yang hangat. Viopun melangkahkan kaki meninggalkan Leo menuju toilet
" Apa maksudnya dia itu? Dia pikir dia itu siapa? Hanya seorang perawan tua bisa - bisanya dia bersikap sombong padaku "
Vio menggerutu selama perjalanan menuju toilet
" Sepertinya sikap pak Leo terhadap asisten anda itu terlalu baik. Bisa saja asisten anda jadi besar kepala karena sikap anda "
Veronika terus saja mengomentari sikap Leo pada Vio
" Itu urusan saya. Anda tidak berhak ikut campur masalah bagaimana perlakuan saya terhadap asisten atau pekerja saya yang lain "
Leo berkata dengan dingin diapun menatap tajam pada Veronika
" Maaf jika saya terlalu banyak ikut campur "
Veronika meminta maaf tanpa ada sedikitpun rasa bersalah yang terlijhat diwajahnya
Tak lama Vio kembali dari toilet
" Kamu sudah selesai? "
Tanya Leo kepada Vio dengan lembut ketika dia kembali dari toilet tanpa mempedulikan Veronika. Vio menanggapi dengan anggukan kepala dan senyum manis
" Kalau begitu lebih baik kita kembali sekarang pak. Masih banyak pekerjaan yang menunggu anda "
Vio dengan lembut mengingatkan Leo
" Baiklah, kita kembali sekarang. Permisi bu Veronika, karena kami harus kembali ke kantor "
Leo beralih menatap Veronika setelah mengiyakan ajakan Vio untuk kembali ke kantor
Leo dan Vio melangkahkan kaki meninggalkan restoran, sesekali Vio dan leo terlihat berbincang. Veronika terus menatap Leo dan Vio yang semakin menjauh
" Bagaimana bisa asisien seperti dia dibandingkan denganku? "
gumam Veronika
" Kak, sepertinya bu Veronika itu menyukaimu "
Vio berkata dengan wajah yang terlihat suram
" Benarkah? Aku tidak melihatnya "
Jawab Leo acuh tak acuh
" Aku serius pandangannya itu seperti dia sedang menarik perhatianmu! "
Vio berkata dengan mata penuh keseriusan
" Biarkan saja, yang suka itu dia, bukan urusan kakak, yang penting kakak tidak menyukainya "
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sementara dirumah sakit, Lian telah dipindahkan keruang rawat pasien setelah dokter mengatakan kalau lukanya tidak parah, namun dia masih belum sadarkan diri sampai sekarang
" Kak, apa kondisi kak Lian parah? Kenapa dia belum sadar juga? "
Cheva terlihat khawatir melihat kondisi Lian
" Sebenarnya bagaimana ini bisa terjadi? "
Ayah Lian yang juga berada diruangan bertanya pada Cheva dan Diaz
" Maaf om, ini salah saya. Kak Lian menyelamatkan saya yang hampir ditabrak mobil, sehingga dia yang tertabrak. Tapi kami sedang melacak orang yang menabrak kak Lian "
Cheva menjawab dengan tenang dan kepala tertunduk
" Sebenarnya kalian siapa? Bagaimana bisa Lian berusaha menyelamatkanmu? "
tanya ayah Lian dengan tatapan yang dingin
" Saya DIaz, teman sekolah Lian dan ini saudara saya, Cheva "
" Saya tidak peduli siapa kalian. Yang pasti saya tidak akan memaafkan kalian jika terjadi sesuatu pada anak saya. Kalian lah penyebab anak saya terbaring lemah dirumah sakit "
Cheva semakin merasa bersalah mendengar perkataan ayah Lian yang diliputi amarah dan kebencian
" Jangan bersikap sok baik padaku. Kalian tidak berhak bersikap seperti itu pada teman - temanku "
istri manja tuan kusuma
4x ku baca berulang2
bagus sekali