NovelToon NovelToon
Terpaksa Menjadi Wanita Simpanan

Terpaksa Menjadi Wanita Simpanan

Status: tamat
Genre:Romantis / Pelakor / Tamat
Popularitas:8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Rini Jayanti

Merasa menjadi tumbal kehidupan yang keras membuat Alina menjadi pekerja malam yang dikorbankan oleh tantenya sendiri.

Akankah hidup Alina berubah setelah bertemu dengan Tuan Muda bernama Leon Hansen Wijaya?

Kepoin kisahnya di novel ini yah...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini Jayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32# Memberi Status

"Waaahh,,, apa aku sedang bermimpi sekarang ini? Coba kamu cubit pipiku ini, Sari!" Lusy menepuk-nepuk kedua pipinya pada Sari saat mereka semua sedang mempersiapkan acara tahlilan yang ke tiga untuk adiknya Alina. Hanya menyiapkan 200 kotak nasi yang diserahkan pada masjid yang ada di sekitaran dekat Blue House.

"Ada apa Bu Lusy? Apa ada sesuatu yang membuatmu terkejut?" tanya salah satu dari mereka.

Diambilnya satu gelas air diatas meja dan langsung tandas diteguk wanita yang berumuran sekitar 30 tahunan itu.

"Aku baru melihat malaikat turun dari langit, ya ampun mereka berdua tampan sekali." tampak binar-binar dari wajahnya.

"Siapa Bu Lusy?" tanya salah seorang penasaran.

Lusy duduk di kursi dengan tangan menopang kepalanya.

"Dia adalah Tuan Muda dan EK, kalian tahu mereka berdua memakai baju koko dan sarung, oh tampannya." Wajah Lusy nampak sedang membayangkan wajah keduanya dengan bibir menyunggingkan senyumnya.

"Assalamu'alaikum," Suara seseorang dari arah luar terdengar seperti akan bertamu.

"Wa'alaikumsalam," ucap Leon dan AK berbarengan.

"Akhirnya anda datang juga, silahkan masuk!" Leon menyambut hangat kedatangan dua orang pria paruh baya dengan memakai baju koko dilapisi jas berwarna hitam dan sarung tak lupa peci yang disematkan di kepala mereka.

"Tuan Leon, saya membawa Pak penghulu, sesuai permintaan Anda, namanya Ustadz Thoriq," ucap pria yang lebih dikenal sebagai ketua RW setempat, Bapak Yasir.

"Selamat malam Ustadz Thoriq, saya Leon yang meminta Anda kemari. Semoga tidak keberatan dengan permintaan saya Pak,"

Seorang Leon, pria angkuh berhati dingin nampak sedang merendahkan dirinya di hadapan kedua pria itu. Leon bahkan tak sungkan menganggukan kepalanya beberapa kali saat Pak Ustadz memberikan wejangan padanya.

"Tapi keluarganya tidak ada seorang pun Pak. Calon istri saya, ayahnya sudah meninggal dan adiknya laki-laki baru meninggal tiga hari yang lalu. Makanya saya sekalian ingin melakukan acara tahlilan di masjid. Calon istri saya tidak punya sanak saudara lain. Keluarga dari ayah dan ibunya tidak ada," jelas Leon pada Ustadz Thoriq mengenai wali yang akan menikahkan Alina.

Ustadz Thoriq berbincang sebentar dengan Yasir.

"Bagaimana kalau wali nikah perempuan oleh wali hakim saja, kami akan menghubungi Pak Gani selaku Kepala KUA kota, bagaimana apa Anda setuju?" tanya Ustadz Thoriq meminta persetujuan Leon.

Leon diam sejenak, tersenyum sebentar dan kembali menatap Ustadz Thoriq.

"Lalukan saja yang menurut Anda pernikahan ini Sah secara agama," ucap Leon mantap.

"Baik kalau begitu kami akan memberitahu beliau kiranya dapat hadir sebagai wali hakim. Semoga tidak ada kendala dan semoga rezeki Anda Tuan." Pak Yasir undur pamit sebentar dengan Ustadz Thoriq, kebetulan rumah Pak Gani tidaklah memakan waktu lama hanya berjarak 10 menit dari Blue House.

"Pak, biarkan supir saya saja yang mengantarnya biar cepat,"

"EK, beritahu supirnya untuk mengantar,"

"Baik, Tuan,"

Di dalam kamar, Alina menghela nafas. Dilihatnya dari jendela kamar yang menghadap ke arah gerbang masuk, orang-orang tampak sedang sibuk mempersiapkan suatu acara. Alina sudah tahu kalau Leon sedang sibuk mengurus tahlilan adiknya. Tapi Alina tidak ingin sedikitpun beranjak dari tempatnya. Ia hanya menyalahkan dirinya sendiri sejak kematian Doni. Kenapa saat Doni sakit, ia tidak ada di sampingnya. Dan itu merupakan kesalahannya yang termaafkan.

Alina hanya menatap gelas berisi susu cokelatnya yang sudah mendingin.

"Jangan terus menyalahkan dirimu, Alina!"

Alina menyeka ujung matanya, lantas memastikan yang datang ke kamarnya adalah suara milik Leon.

"Leon, pakaianmu," lihatnya dari atas sampai bawah, koko putih bermotif hitam dengan sarung hitam polos dipakainya saat ini. Melangkah gagah mendekatinya di dekat jendela tadi.

"Kenapa? Apa kamu terkesan melihatku berpakaian seperti ini? Kamu semakin tergoda kan melihatku?"

"Tidak, kata siapa?" Wajah Alina seketika bersemu merah.

"Kamu tidak pandai berbohong, Alina. Matamu menjawab semuanya. Bersiaplah sekarang juga!" Leon menunjuk sebuah gamis berwarna putih polos yang tergantung di balik pintu kamar Alina.

Sejak kapan baju itu ada di sana?

"Apa kita akan ada acara?" tebak Alina pada acara tahlilan adiknya.

"Acara tahlilan adikmu sudah aku serahkan ke masjid sekitar sini. Kamu dan aku akan menikah sekarang juga."

Deg,

Menikah? Apa ada yang sedang bercanda kali ini?

Meski di dalam kamar cukup dingin karena Ac. Tapi tubuh dan wajah Alina merasakan panas menyeruak.

"Ya menikah, di bawah sudah ada penghulunya. Kamu sudah cukup menderita karena aku, Alina. Dan aku tidak mau membuatmu menderita lagi. Aku ingin memberikanmu status sebagai istriku,"

Alina diam lagi sejenak, membiarkan Leon menyeka pipinya yang basah. Kepala Alina mulai terangkat dan menatap pria tampan di hadapannya.

"Tapi kamu masih suami wanita lain Leon. Aku tidak mau merebutmu lagi. Biarkan saja aku seperti ini," isak Alina.

"Apa kamu mau hubungan kita penuh dosa? Apa kamu tidak mau hubungan kita menjadi Sah di mata Tuhan? Laki-laki boleh mempunyai istri lebih dari satu, untuk itu izinkan Aku menikahimu Alina. Aku akan memberikanmu status." Leon mengeratkan pegangan di kedua lengan Alina.

Alina belum berani menjawab permintaan Leon mengenai lamarannya yang terkesan mendadak itu.

"Tapi, bagaimana dengan Bella? Dia pasti akan menyalahkanku sebagai perebut suami orang,"

"Jangan pikirkan orang lain! Pikirkan dirimu sendiri! Kesempatan tidak akan datang dua kali. Keputusan ini tepat untukmu, aku akan melakukan semua yang bisa menyelamatkanmu, Alina,"

"Tapi-,"

"Sudah! Aku tunggu kamu berpakaian, keluarlah selagi yang lainnya masih ada untuk menunggumu!" Leon melengos pergi dari hadapan wanita yang sedang dilanda kegelisahan teramat sangat.

Di ruang utama Blue House, nampak Pak Gani sudah hadir atas permintaan Leon sebagai wali hakim untuk menikahkan Alina, meskipun pernikahan mereka hanya berstatus siri tapi wali nikah bagi seorang wanita sangatlah wajib.

"Seperti yang sudah saya bicarakan dengan Ustadz Thoriq sebelumnya, saya berniat untuk menghalalkan hubungan saya. Saya takut terlampau jauh melangkah akan tidak baik untuk kehidupan kami Pak," ucap Leon bersungguh-sungguh. Raut wajahnya tidak nampak sedang bersandiwara atau berbohong hanya agar para saksi dan wali nikah menikahkan mereka berdua.

"Saya mengerti. Saya siap menjadi wali hakimnya. Kalau memang keluarga calon mempelai tidak ada satu orang pun. Apalagi Tuan ini pengusaha sukses, pasti banyak pertimbangannya. Saya juga paham bahwa pernikahan siri tetaplah Sah di mata Allah. Nanti setelah pengadilan mengetuk palu cerai antara Tuan dan istri pertama, baru urus segera ya surat-surat pernikahan ini agar kuat di mata hukum dan negara," jelas Pak Gani selaku Kepala KUA yang diminta untuk menjadi wali hakim nikah.

***

Tbc....

Nb: Aku gak up lagi ya.. Soalnya tambah kesini tambah menurun pembacanya. Mungkin ceritanya tidak sesuai dengan keinginan readers semua 😔

1
Healer
jodoh ak kali c adel
Healer
syarat enak2 kali..
Healer
good job Alina ❤️💜
Healer
Leon ngidam......👍👍💜❤️
Healer
Aaron Kwok n Leon my fav actor from HK
Jannatun
Kecewa
Imas Hidayat
tasyaaaaa
Arnis Taliya
Hai itu nama ibu ,woy
Vignillia Makalunsenge
seru
Meili Mekel
semiga saja renata tdk gegabah
Meili Mekel
jgn smpe renata jatuh cinta sama alex
Meili Mekel
seandaix dokter ada di indonesia seperti kai enak banget
Meili Mekel
zia belum hamil
Meili Mekel
semiga saja anakx alina kembar
Meili Mekel
lanjut
Meili Mekel
ada yg cemburu
Meili Mekel
🤭🤭🤭🤭🤭
Meili Mekel
akhirx ada kesepakatan
Meili Mekel
kai bingunh
Meili Mekel
rita sdh mendapatkan ganjaranx
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!