NovelToon NovelToon
Cinta Sang Cassanova

Cinta Sang Cassanova

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Playboy / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:83.5k
Nilai: 5
Nama Author: Kirana Putri761

Ketika semesta selalu mempertemukan takdir keduanya. Ambar dan Zayn tak bisa mengelak untuk tidak saling terikat.

Takdir dan Rasa. Dua hal yang bisa mengikat dalam sebuah perbedaan. Tapi, jika rasa cinta itu tertuju untuk orang yang salah, bisakah sebuah takdir akan membawa rasa cinta pada orang yang tepat?

Takdir Zayn dan Ambar berada dalam sebuah dilema yang tak berkesudahan. Keduanya terikat takdir tapi dengan rasa yang berbeda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kirana Putri761, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan Pinggir Jalan

Zayn ingin merilekskan otot tubuhnya yang terasa lelah karena pesta pernikahannya itu. Dia juga ingin menghilangkan rasa kesalnya pada istrinya yang keras kepala itu.

Tapi saat menikmati Aroma hangatnya air di buth up dan aroma terapi yang memenuhi ruang kamar mandinya. Tiba-tiba bayangan saat dirinya mencium Ambar terbayang, bahkan senyum kecil tercipta di sudut bibirnya.

"Hah, ngapain aku memikirkan bocah picisan itu." gerutu Zayn yang langsung mengusap wajahnya.

Dia pun baru menyadari jika terlalu lama dia menikmati relaksasi yang sedang dia lakukan. Seharusnya dia sudah persiapan makan malam.

Zayn pun segera naik dan mengguyur tubuhnya di bawah air shower. Tak butuh waktu lama, pria itu pun keluar kamar mandi dengan wajah segar.

"Astaga...." Zayn kembali menggerutu saat melihat Ambar sudah terlelap dengan gaya tidur cewek paling berantakan pernah dia lihat.

Pria itu pun langsung berganti pakaian. Saat menyisir rambut basahnya, diliriknya Ambar yang sedang berganti posisi dengan kaki bergerak menyilang.

Setelah meletakkan kembali sisirnya, Zayn berjalan mendekat ke arah gadis yang tertidur dengan masih menggunakan kerudung. Kepalanya menggeleng pelan mengungkapkan rasa tidak percaya dengan apa yang dia lihat.

"Konyol, kenapa aku menikahi gadis sekonyol dia. Sudah kerasa kepala dan isi otaknya pun sangat konyol." gumam Zayn yang terus saja memperhatikan Ambar dari atas sampai bawah.

Dan saat tatapannya tertuju pada kaki putih yang luput dari bungkus rok panjangnya, Seketika Zayn menelan salivanya. Ada yang menghidupkan hasratnya saat kaki putih terpampang jelas di matanya.

"Kenapa dia tidak mengenakan piyama! Dasar..." gerutu Zayn yang kemudian menyelimuti Ambar sekenanya.

Pria itu pun memilih keluar dari kamar dan memilih duduk di kafe dan resto hotel. Zayn pun memesan secangkir kopi yang seharian ini tidak dia nikmati sama sekali.

"Eh, pengantin baru kenapa malah duduk sendirian?" Karin datang menghampiri Zayn yang sama sekali tidak menggubris kedatangannya. Saat gadis itu duduk di sebelahnya pun, Zayn pun hanya meliriknya saja.

"Istrimu tidak bisa memuaskan mu?" tanya Karin dengan suara yang sedikit menggoda.

"Bagaimana jika denganku?" goda Karin dengan mengusap lengan Zayn hingga pria itu merasa merinding. Dari dulu gadis itu sudah sangat menginginkan Zayn.

"Berhenti menyentuhku!" ancam Zayn dengan menahan tangan Karin.

"Kenapa, Zayn? Kita hanya bersenang-senang, aku tidak akan menuntut mu sama seperti yang dilakukan Alea." desak gadis itu yang hanya mendapatkan lirikan tajam pria itu sebelum Zayn berbalik.

Seketika pria itu terhenyak kaget saat melihat Ambar sudah berdiri dengan pandangan yang hanya tertuju padanya.

"Ambar..." gumam Zayn yang merasa bersalah. Bagaimana pun hubungan mereka tetap saja Zayn tidak ingin terjadi kesalah fahaman.

Ambar terlihat hanya menghela nafas panjang. Kemudian melangkah pergi yang dikejar oleh Zayn. Tidak ada sepatah katapun yang keluar atau emosi yang nampak tapi wajah Ambar yang memerah membuat Zayn tahu Ambar sedang tidak baik-baik saja.

"Ambar, dengar aku!" Pria yang hanya mengenakan celana pendek dan kemeja panjang dengan lengan yang dilipat itu mencoba menghentikan langkah Ambar yang terlihat tergesa.

Ambar sudah tidak peduli, bahkan otaknya tak bisa mengontrol kemana arah langkahnya. Gadis itu melangkah kemana saja asal bisa menjauh dari Zat. tapi percuma pria itu terus saja mengejarnya.

"Ambar." panggil Zayn tapi tak di gubris oleh Ambar saat gadis itu sudah keluar dari halaman hotel.

Ditariknya lengan itu hingga tubuh kurusnya terperangkap dalam pelukan pria bertubuh tinggi atletis itu.

Ambar meronta tapi juga percuma, tenaganya tak seberapa dengan tenaga Zayn," Jangan ngawur, ini jalan yang ramai!" bisik Zayn menyadarkan gadis itu jika dia bisa saja celaka jika masih mengedepankan emosi.

Ambar melirik sedikit ke samping, ternyata para pengendara sepeda motor yang berhenti di lampu merah depan hotel mereka menginap sedang memperhatikan mereka.

Ambar terdiam sejenak dalam pelukan pria yang sudah menyandang gelar suaminya. Hingga terlihat pengguna jalan kembali melajukan kendaraannya.

"Satu jam kita pelukan dipinggir jalan juga nggak masalah." ucap Zayn saat Ambar sudah mendorong tubuh tingginya itu.

"Aku terpaksa." jawab Ambar singkat dan malah membuat Zayn tersenyum tipis.

Mengenal Ambar emang seperti memecahkan teka-teki. Semua karakternya serba paradok. Hanya saja yang murni seratus persen itu keras kepalanya saja.

"Kamu mau ke mana?" tanya Zayn saat Ambar membenarkan posisi jilbabnya, ternyata gadis itu hanya berganti jilbab saja saat keluar dari kamar hotel.

"Nyari makan!"ucap Ambar yang kembali melangkah.

"Ya sudah balik saja ke resto." ajak Zayn dengan mencoba menarik lengan Ambar.

"Aku nggak mau lagi masuk resto itu!" tolak Ambar masih kesal saat menemukan Zayn bersama wanita seksi.

"Kamu cemburu?" goda Zayn.

"Ambar." sekali lagi Zayn memanggil Ambar yang malah meninggalkannya begitu saja tanpa menjawab kalimatnya.

Zayn pun meraih tangan Ambar kemudian menggenggamnya, " Kamu istriku!" tegas Zayn saat mengerti arti lirikan tajam gadis itu.

Zayn tahu Ambar keras kepala tapi ketegasannya juga tak terbantahkan juga. Menaklukkan Ambar memang sulit, harus benar dulu, hingga gadis itu menurut.

"Aku nggak biasa makan pinggir jalan!" ucap Zayn saat Ambar berhenti di dekat penjual sate. Setelah melewati pukul sepuluh malam memang tidak bisa memilih lagi penjual makanan.

"Aku nggak minta Mas Zayn makan di pinggir jalan." balas Ambar, dia sebenernya masih kesal karena Zayn meninggalkannya sendirian di kamar hotel dan bersama wanita lain.

"Kamu nggak mikirin suamimu makan apa? Aku sekarang suamimu, Mbar." jawab Zayn dengan suara tak kalah kesal. Hingga akhirnya mereka terdiam sejenak, Zayn hanya menatap Ambar yang nampak tertunduk.

"Terus Mas Zayn mau makan apa?" lirih Ambar. Kalimat Zayn membuat Ambar tersadar jika statusnya kini hanyalah sebuah makmum.

"Jam segini tidak bisa memilih makanan. Tapi, untuk kembali ke resto aku nggak mau." lanjut Ambar dengan menatap suaminya.

"Ya sudah, kita makan seperti maumu saja!" ucap Zayn, pada akhirnya mengalah.

Dia sebenarnya bukan tipe orang yang rewel soal makanan, cuma yang di pikirkanya tentang ke kebersihan makanan pinggir jalan.

"Mbar, kamu yakin ini gelasnya bersih?" tanya Zayn membuat Ambar mengatupkan kedua bibirnya dengan jari telunjuk.

"Anggap saja bersih. Banyak orang yang makan di pinggir jalan dan mereka masih hidup." jelas Ambar sambil berbisik.

Pesanan sate mereka pun datang. Ambar yang sudah sangat kelaparan pun makan tanpa peduli jika terus menatapnya.

"Nggak nyangka kamu doyan makan juga selain tidurmu kayak banteng kesurupan." ucap Zayn membuat Ambar tersedak.

"Apa Mas Zayn bilang?" tanya Ambar meskipun dia masih Merakan makanannya tersangkut di tenggorokan.

1
DEWI MULYANI
Luar biasa
Thea_noni
terimakasih ya thor....untuk ceritanya 🙏🤗
Kirana Putri761: sama2 kak
total 1 replies
mom farhan
di tunggu yah thor kisah mbk anik nya
Kirana Putri761: sedang otw meneruskan mbak
total 1 replies
Dwi Puji Lestari
di tunggu crt2 yg lain kak
Kirana Putri761: terima kasih mbaj
total 1 replies
Dwi Puji Lestari
akhirnya yg dtgu2 dtg juga
Rahma Lia
Deg-deg an nunggu hasilnya,,,
Rahma Lia
Udah baca semua ceritanya thor...bagus² semua tulisanmu,,sllu menunggu karya terbarumu👍👍
Rahma Lia
Bukanny kantor polisi ya🤔
Rahma Lia
Jangan lemah dgn bujuk rayunya,Ambar..
Rahma Lia
Luar biasa
Ikaaa1605
Lanjut thor extra part nya
Vera Uni
lanjut Thor
Syfa
di tunggu kelanjutanya jgn lama2 upnya
Dwi Puji Lestari
dtggu ekstra partny lagi kak...
Hana Roichati
Makasih lanjutan extra part nya kak, selalu ditunggu upnya lagi, 👍👍❤❤
Syfa
knp udah tamatnya aja padahal kangen nungguin lama sekalinya up end🥰🥰
Popo Hanipo
lama gk up tau2 end sampai lupa terakhir bacanya apa,,pdhl berharap novel ceritanya panjang
༄⃞⃟⚡🌳¹𒈒⃟ʟʙᴄ🍅🍅🍅
ini beneran Ambar gak bisa kasih keturunan kk.? wah sedih
Dwi Puji Lestari
lah tau tau dah end saja kak...
Hana Roichati
nanggung kak ceritanya, ditunggu extra partnya kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!