Bagaimana jika kamu menjadi istri dari Ayah sahabatmu sendiri, atau lebih tepatnya menjadi Ibu tiri sahabatmu. Hal itu yang terjadi pada Aneska Mahendra yang menyukai Papah dari sahabatnya sendiri, Alexander yang biasa dipanggil dengan nama Alex. Aneska menyukai Alex sejak masih duduk dibangku SMA, pesona tampan Alex membuat putri dari sahabatnya itu sangat tergila-gila padanya.
Aneska kerap menggoda Alex ketika ia main ke kediaman Alex dengan dalih belajar kelompok bersama putri semata wayangnya yang tak lain sahabat Aneska dari kecil. Meski Alex masih memiliki istri, Aneska tak memedulikan hal tersebut. Baginya yang terpenting ia bisa menyingkirkan Ibu tiri sahabatnya dan menggantikan posisinya.
Beruntung Rania, putri Alex merestui Aneska bersama dengan Papahnya. Rania bahkan membantu Aneska menyingkirkan Ibu tirinya itu dari sisi sang Papah. Sebab, Rania sangat tidak menyukai Ibu tirinya yang sangat bermuka dua itu.
Akankah Aneska berhasil menyingkirkan istri Alex?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isti Shaburu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PPS S2 > PB 07
Rania menghela napasnya kasar, ia tatap wajah sang papah yang memohon padanya. Sejujurnya, ia sangat merindukan papahnya itu. Rania memeluk erat Alex yang membuat Alex langsung membalas pelukan putrinya itu.
“Aku akan tunjukan padanya, siapa aku ini. Aku adalah Rania, Rania Alexander, putri dari Alexander pemilik Alexander Group,” ucapnya dengan seringai penuh teka-teki.
*
Malam menjelang, Rania yang terlihat begitu cantik keluar dari kamarnya dengan disampingi oleh Victor. Ia turun dari tangga dengan begitu elegannya menghampiri sang papah yang berada di meja makan sedang bersama dengan Lisa. Bibirnya menyeringai kala melihat wajah Lisa menatap heran pada dirinya, pasalnya yang Lisa ketahui kalau Rania sudah tak tinggal di kediaman Alex lagi.
“Hai, Pah.” Rania mencium pipi sang papah seraya menatap dengan seringai di bibirnya pada Lisa.
“Hai, Sayang, duduklah, kita makan malam bersama,” balas Alex.
“Sepertinya malam ini menunya cukup enak, siapa yang masak, Pah?” tanya Rania yang sudah duduk di samping Alex.
“Ini makanan dari resto hotel Om Mahendra, makanan kesukaan kamu, Sayang,” sahut Alex.
“Papah memang paling tahu kesukaanku, Papah memang ter-the best.” Rania langsung menyendokkan makanan pada piringnya dan menyantapnya dengan lahap.
“Sayang, kalau kamu suka, mamah bisa memasaknya untukmu,” ucap Lisa berbasa-basi.
“No-no-no, jangan menyebut dirimu Mamah oke, karena aku tak akan memanggilmu Mamah. Mamahku hanya satu dan beliau sudah tenang disisi tuhan.” Rania menghentikan makannya dan meralat ucapan Lisa, seketika wajah Lisa langsung memerah menahan rasa marahnya karena ditolak oleh putri dari pria yang ia nikahi.
“Maaf, Tante, selera makanku jadi hilang karena kepedulian palsu Tante yang berniat mengambil hatiku di depan Papah.” Rania bangkit dari duduknya, “Pah, aku pergi makan di luar sama Victor.”
“Ya, Sayang, hati-hati.”
Rania pergi dengan perasaan senangnya karena berhasil membuat sang ibu tiri mati kutu di tempat dan tak dapat membalasnya.
“Sumpah lu ngomong begitu sama nyokap tiri lu, Beb?” tanya Aneska ketika mereka berada di sebuah cafe, Rania sengaja menelepon kedua sahabatnya itu untuk bertemu di cafe tempat biasa mereka kumpul.
“Gua sengaja biar dia sadar siapa dia di dalam rumah dan apa posisinya di rumah gua,” sahut Rania seraya menikmati makanannya.
“Lu keren, Beb.” Reno memberikan dua jempolnya di depan Rania.
“Harus dong, kalo gak keren bukan Rania Alexander namanya.” Rania menaik turunkan alisnya dengan senyum manisnya, Victor hanya tersenyum tipis melihat putri Bosnya kini sudah tersenyum ceria lagi dari kursi tak jauh dari mereka.
*
Beberapa minggu berlalu, Lisa selalu sengaja mendekatinya ketika Alex berada di rumah. Namun, bukan Rania namanya kalau memudahkan Lisa untuk mendekatinya. Ia selalu membuat wanita itu mati kutu.
“Tan, tak perlu berpura-pura baik di depanku, tak perlu berusaha keras untuk mengambil hatiku, karena aku tak akan pernah merubah sikapku pada Tante. Yang ada, lama-lama aku semakin muak dengan tingkah Tante yang seperti ini,” ucap Rania, “aku berangkat ke seklah dulu, Pah. Reno dan Anes sudah sampai di luar.” Rania mencium pipi Alex dan pergi melalui Lisa begitu saja tanpa memedulikan bagaimana perasaan ibu tirinya itu.
“Mas, mengapa kamu hanya diam saja ketika putrimu selalu bersikap begitu ke aku sih? Aku sudah berusaha untuk mengambil hatinya, tapi nyatanya apa, Mas? Kamu lihat sendiri kan bagaimana sikapnya ke aku?” keluh Lisa berharap Alex akan menghiburnya.
“Kamu kan sudah tahu jawabannya sebelum menikah denganku, tapi kamu tetap kekeh ingin melanjutkan pernikahan ini. Aku tak ingin memaksa putriku untuk menerimamu, itu keputusannya, dan aku tak ada hubungannya. Sudah siang, aku harus pergi ke kantor. Aku sudah transfer uang untukmu belanja dan untuk Ibumu. Jangan melakukan sesuatu yang akan membuatku murka, atau kau dan Ibumu akan merasakan akibatnya.” Alex pergi setelah memberikan peringatan pada Lisa, pria itu benar-benar menjaga jarak dari wanita yang sudah sah menjadi istrinya itu.
Lisa kesal, ia menghentakkan kakinya dengan amarah yang sudah memuncak dalam dadanya.
“Lihat saja kau, Mas, akan kubuat kau bertekuk lutut di bawah kakiku. Kau boleh saja tak menyentuhku selama ini, tapi sebentar lagi aku akan mendapatkan hak itu darimu dan mengandung benihmu,” ucap Lisa dengan penuh percaya dirinya, ia menyeringai penuh kemenangan padahal perangnya saja belum bermula. Sebuah rencana muncul dalam pikirannya untuk membuat pria tampan penuh kharisma itu menjadi miliknya sepenuhnya.
*
Menjelang malam, Lisa sudah berada di tempat tidurnya dengan mengenakan pakaian dinas malamnya yang bagaikan sarang tahu karena memang sangat transparan. Terlebih, ia juga menyemprotkan parfum feromon ke tubuhnya. Pria mana pun yang melihatnya akan langsung membolakan matanya dan meneteskan liurnya, terlebih jika mencium aroma parfumnya, pasti pria itu akan mabuk kepayang padanya.
Pintu terbuka, Lisa tersenyum lebar kala melihat Alex masuk. Ia langsung menghampiri pria itu dan membatunya mengambilkan tas dan membukakan jaznya.
“Pakai bajumu yang benar, aku tak ingin Rania melihat penampilanmu yang sepeti wanita murahan ini. Terlebih, kalau bisa kau mandi, bau parfummu membuatku mual,” titah Alex, wajah Lisa yang tadinya semeringah, kini berubah menjadi kesal dengan ucapan Alex.
Apakah malam ini Lisa akan mendapatkan apa yang ia inginkan?
***
Holla bestie, sudah tanggal 10 ternyata yah, hihi
Othor punya 2 orang yang akan othor tarik untuk bisik-bisik syantik nih, hehe
Yang punya akun ini, chat aku yah bestie, dengan mengirimkan ss akun noveltoon-mu bestie, aku tunggu sampe tanggal 15 yah, kalau sampai tanggal 15 kalian berdua belum chat aku, maka sesuatu untuk kalian kukantongi lagi, hihi🤭
Othor tunggu yah bestie🤗🤗🤗
Happy reading😊
*****
Pesona Bodyguardku || Isti Shaburu || Noveltoon
ngadi" banget deh..kalimatnya🫠