.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tuanzero, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32
Isabella masih mematung, dia bingung harus menjawab apa dengan pertanyaan putranya itu. Isabella tak ingin membuat buahnya hatinya sedih, tapi jawaban apa yang bisa di katakannya.
"Papa sedang bekerja sayang, dia pasti akan pulang," Ujar Isabella lirih, bibirnya seolah melawan dirinya sendiri hanya untuk mengucapkan kata-kata itu.
David terdiam, dia menatap Isabella dengan tatapan penuh makna, "Kapan..." Tanya David yang masih ingin tahu.
Mulut Isabella bener-bener terkunci, dia seperti tengah berada di neraka dan merasa sangat kesakitan. Dadanya seolah ingin hancur berkeping-keping, Isabella tak kuasa untuk memberitahukan hal tersebut.
Tapi melihat wajah sang putra yang sangat ingin mengetahuinya, Isabella pun merasa tak tega.
"Saat ulang tahun sayang, dia akan datang saat ulang tahun mu," entah bagaimana menurut itu bisa berbohong, wajah David seketika berubah. Tampak sebuah kegembiraan di sana, muncul sebuah senyuman dengan air mata yang masih belum hilang.
"Benarkah? horee Papa akan datang, aku ingin di gendong Papa!!"
David turun dari atas kasur dan berputar sambil berlari di ruangan itu karena sangking senangnya, dia mengulurkan tangannya seperti sebuah pesawat yang tengah terbang di udara.
Pria kecil itu berteriak gembira, namun tidak dengan seorang wanita yang masih terduduk diam di tempatnya. Wanita itu tak mengeluarkan ekspresi apapun, dia hanya bisa melihat putranya yang sangat gembira di sana.
Apa yang baru saja ku katakan? bagaimana mulut ini bisa berbicara seperti itu? sekarang apa yang harus ku lakukan, aku tak mungkin mengatakan bahwa Papanya tidak akan datang saat hari ulang tahunnya. Hah... semoga saja saat hari itu tiba, David sudah melupakannya.
"David mengapa tiba-tiba saja menanyakan Papa?" Isabella berbicara dengan nada yang dibuat seperti anak kecil, bocah 4 tahun itu hanya bisa tersenyum kepada sang Mama.
"Karena Frank pernah cerita kalau dia tidak punya Papa, dan dia sangat menginginkan seorang Papa. Jadi kalau aku punya Papa, Frank juga bisa bermain dengan Papa dan tidak merasa sedih lagi,"
Begitu polosnya pikiran bocah itu, dia tak tahu bagaimana dunia yang sebenarnya. Tapi Isabella cukup bersyukur memiliki anak yang baik seperti David, dia bahkan sangat peduli pada temannya sendiri.
Frank bahkan sudah di anggapnya seperti saudara sendiri, mereka berdua memang memiliki umur yang tak jauh berbeda. Hanya berpaut beberapa bulan, jadi interaksi antara keduanya lebih mudah satu sama lain.
Tak heran jika mereka bisa merasakan perasaan yang sama, apalagi dua bocah itu selalu bermain bersama setiap harinya.
"Sudah, sudah. Jangan berlari lagi, nanti kau bisa terjatuh. Bagaimana kalau kita makan coklat saja!" goda Isabella kepada pria kecil itu.
"Cokelat!! Mauuuuu!!" David langsung berlari dan loncat ke arah Mamanya, dengan sigap Isabella langsung menangkap bocah itu dan mencubit pipinya karena telah membuat sang Mama terkejut.
Mau bagaimana pun David sekarang sudah berusia 4 tahun, walaupun masih bisa di gendongannya tapi itu terasa lebih berat. Dia hanya bisa merutuki dirinya sendiri dan beranjak dari ruangan itu dengan David di gendongannya, Isabella berjalan perlahan-lahan karena tubuh anaknya yang cukup berat.
Mereka segera menghampiri kulkas dan mengambil coklat di sana, seolah lupa dengan waktu yang sudah malam. Kini Isabella dan David asyik memakan coklat itu dengan gembira, seperti kebanyakan orang yang menghilangkan kesedihannya dengan memakan makanan manis.
"Nanti jangan lupa gosok gigi ya," Ujar Isabella dan mendapatkan respon anggukan dari buah hatinya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
SaLaMnOlNoL (⌐■-■)
dan Justin gimana ceritanya??
mudah-mudahan ga terlambat
jangan lupa like dan comment
terimakasih
Gmn mau ks like & vote klo ceritaNya putus2...
Autor hy bikin yg baca jd penasaran..