Kebahagiaan Ayu dan Queen terenggut saat nyawa sang mama meregang nyawa di meja operasi karena melahirkan adik mereka.
Derita Ayu dan Queen di mulai saat ayah mereka Aditya menikah dengan Lisa dan tak lama dijebloskan ke penjara karena fitnah yang dilakukan oleh Rudi mantan pacar Lisa Ibu sambung mereka.
Sikap Lisa yang manis sebagai ibu sambung berubah menjadi iblis yang menakutkan buat Ayu dan Queen karena hasutan Rudi hingga membuat nyawa Queen melayang karena kekejamannya.
Kematian Queen dan siksaan yang dilakukan Lisa dan Rudi merubah sifat Ayu 180 derajat menjadi seorang pendendam, dan introver kepercayaannya terhadap orang lain luntur. Tidak ada lagi kasih sayang dalam kamus Ayu. Puncak dari semua ke kebiadaban Lisa dan Rudi adalah saat Ayu hampir di perkosa Rudi dan kepergok Lisa.
Rudi berdalih dia rayu oleh Ayu, seketika hal ini membuat Lisa kalap dan hampir membunuh Ayu.
Ayu berusaha kabur dan bertemu seseorang yang akan merubahnya untuk balas dendam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PETAKA
Matahari mulai beranjak ke atas kepala, saat siang hari dengan sinarnya yang sangat cerah. Pohon-pohon melambai tertiup angin, udara siang hari terasa panas, sehingga diwaktu siang ini manusia akan memanfaatkan beraktivitas guna memenuhi kebutuhannya seperti para pekerja kantoran memulai aktivitas mereka.
Lain halnya dengan Lisa yang masih meringkuk di bawah selimut dengan suhu AC yang dingin dan sejuk membuat dia tidak menyadari kalau waktu sudah hampir menunjukkan pukul 12 siang.
"Hoaaamm." Dengan sisa kantuk Lisa bangun tidur langsung menguap sambil menggeliatkan tubuhnya.
Lisa memiringkan kepala ke kanan dan kiri lalu menunduk dan mendongakkan ke atas serta memutar ke samping kanan dan kiri untuk melemaskan otot-otot lehernya setelah semalaman dia tidur nyenyak.
Krucuk krucuk krucuk
Suara genderang tabuhan cacing-cacing di perutnya membuat Lisa menyibakkan selimut dan beranjak dari tempat tidurnya. Dengan langkah malas Lisa menyeret sandal berjalan menuju ruang makan.
BRAAKKK
Lisa menjungkir balikan salah satu kursi makan yang ada di sebelahnya.
"Sialan! Sudah siang seperti ini meja makan masih bersih licin seperti jalan tol! Dasar pemalas!" geramnya sambil melirik tajam ke arah kamar Ayu.
"AYUUU! AYUUUUU!" teriakan Lisa melengking menggema di seluruh ruangan rumah.
Lisa kembali berteriak, tapi tetap saja sosok yang diharapkan berlari ke arahnya tak tampak muncul dan hal ini membuat Lisa semakin marah hingga matanya dengan liar berkeliling ruang makan dengan geraham mengeras dan gigi gemeretak mencari sesuatu.
Biji mata liar Lisa jatuh pada raket tenis yang tergantung di dinding dengan sarungnya. Dengan kasar tangannya menyambar raket tenis itu dan bergegas menuju kamar Ayu.
BRAKKK
Satu tendangan keras membuat pintu kamar Ayu terbuka lebar.
"AYUUU!!" teriak Lisa lantang dengan mata mendelik begitu nongol di pintu kamar Ayu.
"Sialan! Kenama budak tengik itu!" geramnya saat melihat Ayu tidak ada di kamarnya.
Lisa menyisir kamar Ayu sampai memeriksa kamar mandi dengan sorot penuh kemarahan dan siap diledakkan, tapi usahanya sia-sia, dia tidak menemukan Ayu jangankan di kamarnya bahkan di setiap sudut rumah dia tidak menemukan sosok Ayu.
"Kemana dia, kemana dia. KEMANA DIAAA!" Suara Lisa makin meninggi penuh kemarahan luar biasa.
Lisa melampiaskan amarahnya dengan memukuli setiap benda yang ada di dekatnya dengan raket tenis, salah satunya televisi LED yang ada di ruang tengah.
PYAARRRRR
Suara pecahan kaca berhamburan di lantai menjadi pemandangan yang sangat menakutkan.
"Ayu! Kemana dia pergi. Dia tidak boleh pergi dari rumah ini. Mungkin dia sedang ke warung atau mungkin dia ke rumah tantenya? Jangan sampai hal itu terjadi. Mereka tidak boleh tahu kondisi anak tengik itu." Pikiran Lisa mulai ngaco.
Karena kepanikan saat Lisa berjalan menuju kamarnya, kepalanya membentur daun pintu.
DUKk
"Aauuww! Dasar pintu sialan nggak punya mata!"umpatnya kesal sambil tangannya memukul daun pintu.
Lisa menyambar HP yang ada di atas meja riasnya. Bola matanya berkedip cepat dan memutar ke sembarang arah tampak panik. Begitu juga dengan jari jemarinya yang tak bisa diam karena gemetaran. Saat ini kepanikan benar-benar melanda Lisa.
"Di-dia hi-hilang," suara Lisa terbata saat panggilan teleponnya diterima.
"CEPAT KE SINIII!" lengking Lisa lalu melemparkannya HP-nya keatas ranjang.
"Dia harus kutemukan! Bocah tengil itu tidak boleh lepas dari genggamanku!" rancaunya geram sambil terduduk di atas ranjang dan menggigit jari-jari tangannya yang gemetaran.
Jari-jari kedua tangan Lisa saling meremas dan sesekali dia mengusap kasar seluruh tubuh dan wajahnya, bahkan dia juga menjambat rambutnya berkali-kali. Wajah tegangnya tampak jelas terlihat dengan sorot mata merah berkobar dan gigi yang saling menggigit.
Tak sampai setengah jam Rudi muncul di pintu kamar Lisa.
"Dia kabur Rud. Bocah tengil itu kabur dari rumah ini!" ucap Lisa panik hingga suaranya semakin meninggi.
Rudi berjalan mendekati Lisa lalu memegang pundaknya.
"Tenang saja, aku akan kerahkan orang-orang ku untuk mencarinya, dia tidak akan lari jauh dari sini," ucap Rudi berjanji untuk menenangkan Lisa.
"Kamu harus janji untuk bisa menemukan dia kembali dan bawa pulang ke rumah itu," pinta Lisa memohon.
"Iya aku janji sayang. Ayo sekarang kita pergi ke luar sambil mencari dia dan juga untuk makan siang." ajak Rudi dengan lembut.
***
Hampir seminggu Lisa dan Rudi dibantu anak buahnya mencari keberadaan Ayu, tapi usaha yang dilakukan mereka berdua beserta orang-orangnya tak mendapatkan hasil sama sekali. Ayu seperti hilang ditelan bumi hampir setiap pelosok kota mereka telusuri jejak Ayu, tapi semuanya tidak membuahkan hasil hingga akhirnya membuat Lisa putus asa.
"Rud, aku harus bilang apa sama mas Aditya kalau dia keluar dari penjara? Ini benar-benar membuatku bingung." keluh Lisa untuk keberapa kalinya.
Rudi diam tak menjawab, dia asik menghirup sabu dengan bong di atas meja tanpa peduli dengan keluhan Lisa. Melihat hal itu membuat Lisa geram dan merampas kasar bong sabu dan melemparkannya ke lantai. Sontak hal itu membuat Rudi langsung memuncak amarah nya.
"Bangsat! Kenapa Lu ganggu gue! Hah!!" hardik Rudi melotot ke arah Lisa dengan tatapan menakutkan.
Lisa bukannya gentar dengan hardikan Rudi tapi malah menyerangnya dengan melempar vas bunga yang ada di atas meja bundar di ruang tengah.
"KAMU YANG BANGSAT! DISAAT SEPERTI INI KAMU MALAH MABUK DI RUMAH KU!!" bentak Lisa tak mau kalah.
Rudi setengah sempoyongan menghampiri Lisa dengan tangan mengepal hendak menyerang Lisa. Lisa yang melihat gelagat itu langsung bergegas meraih stik golf yang ada di dekat rak tv dan dengan seluruh kemampuannya dia menghantamkan stik golf itu tepat di kepala Rudi sehingga membuat Rudi tersungkur ke lantai.
Mata Lisa melotot melihat Rudi yang tergeletak di lantai bersimbah darah kepalanya. Masih dengan stik golf di tangannya perlahan Dia mendekati Rudi.
"Rud, Rud," panggil Lisa lirih.
Tubuh Rudi diam seperti tak bernyawa. Lisa mulai panik dan berjalan mendekatinya. Kini kepanikan dan juga kecemasan seketika memenuhi pikiran dan hatinya.
"Rud, kamu gak papa kan?" tanya Lisa panik hingga suaranya bergetar seperti tercekat di tenggorokan.
Rudi tetap diam tak menyahut, tubuhnya terkulai tak bergerak sama sekali. Dengan hati-hati Lisa semakin mendekatinya dan saat jarak keduanya tinggal sejengkal tiba-tiba,
"Aaaggrrrrr," erang Rudi sambil mencekal kuat kaki kiri Lisa.
"Aaahhhh,"
BUK BUK BUK
Lisa seperti orang kesurupan memukuli kepala Rudi dengan stiker. Tiga pukulan stick golf yang sangat keras mendarat di kepala Rudi hingga membuat dia kembali tergeletak sambil mengerang panjang sesaat sebelum akhirnya kepalanya terkulai lemah di lantai bersimbah darah dengan mata melotot.
Wajah Lisa makin panik dan ketakutan dengan bibir bergetar dan mata nanar melotot ke arah tubuh Rudi yang tak bergerak sama sekali. Lantai marmer putih itu seketika berubah menjadi lautan darah di sekitar kepala Rudi.
duh ngeriiiii, pembully an, kekerasan, obrolan serampangan
masih ada typo
duhh anak sekarang ngerii pintar tapi gak ada norma dan atittude jadi nya gitu bisanya mbully omongan nya ngabsen Kebon binatang
dan Lisa... tunggu karmanya