NovelToon NovelToon
Pertarungan Tanpa Akhir

Pertarungan Tanpa Akhir

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Perperangan / Persahabatan / Anime / Barat / Tamat
Popularitas:64k
Nilai: 5
Nama Author: Mirles

Perselisihan antara umat manusia dan bangsa siluman mengakibatkan perang besar yang meluluh lantakan daratan timur, kini perang itu kembali pecah di karenakan bangkitnya kembali siluman penguasa yang ratusan tahun silam dikurung dalam segel oleh seorang pemuda misterius.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mirles, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membuat sebuah rencana

"Karena ibu telah lama meninggal," Lien Hua berkata sambil menunduk sedih.

Sementara tetua Yu diam mematung, perasaan senang yang baru saja tetua Yu rasakan kini pergi kembali begitu saja.

"Bisakah Hua'er ceritakan pada kakek apa saja yang telah terjadi selama ini!" tetua Yu sangat berharap Lien Hua mau menceritakan semua tentang kehidupan yang selama ini Lien Hua jalani bersama Yu Ning putrinya.

"Kami tinggal di kota Utara, dan ibu adalah istri dari sang penguasa kota Utara. Ibu adalah wanita paling cantik di kota Utara sehingga ayah sangat mencintai ibu, namun kakak memberitahuku bahwa kematian ibu disebabkan oleh istri muda dari ayah."

"Kakak? Jadi maksud Hua'e, Hua'er memiliki seorang kakak?"

"Ya, kakak bernama Yu Yin. Sepuluh tahun yang lalu kami kabur dari kota Utara karena sudah tidak sanggup menerima perlakuan tidak adil dari ayah, ayah sangat mencintai istri mudanya dan istri mudanya selalu menghasut ayah agar ayah semakin membenci kami."

"Tunggu, bukankah tadi Hua'er bilang, ibumu meninggal gara-gara istri muda dari ayahmu? Bukankah ayahmu sangat mencintai ibumu? lalu kenapa bisa ayahmu malah mencintai istri barunya setelah istri mudanya menjadi penyebab dari kematian ibumu?"

"Kakak bilang istri muda ayah bukanlah manusia biasa, melainkan jelmaan dari siluman rubah. Dan ayah telah terperdaya oleh kecantikan dari siluman rubah itu, bukan hanya itu saja, tapi siluman rubah itu juga sangatlah cerdik dan juga licik."

"Lalu dimana kakakmu sekarang?"

Lien Hua menarik nafasnya untuk sesaat, sungguh berat bagi Lien Hua untuk menceritakan kisah kehidupannya yang telah lama Lien Hua kubur dalam-dalam.

"Kami menaiki perahu saat kabur dari kota Utara, saat diperjalanan perahu yang kami tumpangi diterjang ombak yang dahsyat, perahu pun terguling dan semua penumpangnya tenggelam,"

"Lien Hua pikir saat itulah waktu terakhir dari kehidupan Lien Hua, namun Lien Hua salah karena ternyata tuhan berkehendak lain. Saat itu Lien Hua terdampar di desa bunga dan ditolong oleh seorang wanita bernama nenek Lien, dia adalah seorang tabib di desa bunga. Mulai saat itu Lien Hua memutuskan untuk menggunakan nama Lien dan menggantikan nama Yu," Lien Hua pun mengakhiri ceritanya.

*

"Tetua Yu, nona Lien. Ternyata kalian ada di sini!" Guan Lin datang dan langsung menyapa tetua Yu dan Lien Hua.

"Tuan muda Guan mencari tetua Yu atau mencari Hua'er?" tanya tetua Yu.

"Tentu saja mencari tetua Yu dan juga Hua'er! Eh... Tunggu, Hua'er? sejak kapan......"

"Hua'er adalah cucuku, nama asli dari Lien Hua adalah Yu Hua." tetua Yu langsung memotong ucapan Guan Lin.

Tetua Yu sangat mengenal bagaimana sikap Guan Lin, pemuda yang ada di hadapannya ini tidak akan berhenti bertanya sampai dia benar benar mengetahui semuanya. Sebelum pemuda itu bertanya banyak, tetua Yu langsung saja memberitahukan kebenarannya pada Guan Lin.

"Benarkah?" Guan Lin sangat terkejut, tidak pernah terlintas dipikiran Guan Lin bahwa Lien Hua adalah cucu dari tetua Yu. Seorang tetua yang selama ini menjadi tetua di akademi pedang dan sihir dimana Guan Lin tinggal ternyata adalah kakek dari teman baiknya.

"Apa tuan muda Guan membutuhkan sesuatu sehingga tuan muda Guan mencari kami?" tetua Yu kembali menghentikan Guan Lin yang sudah membuka mulutnya, tetua Yu yakin bahwa Guan Lin akan memberikan sederet pertanyaan yang tidak berkesudahan.

"Ah.. Ya, Ayah meminta tetua Yu dan Lien Hua untuk menghadiri rapat di aula ketua." pada akhirnya Guan Lin mengutarakan maksud dari tujuannya mencari tetua Yu dan Lien Hua.

"Kalau begitu mari tuan muda Guan, sebaiknya kita langsung saja ke aula ketua dan membahas semuanya di sana!" lagi dan lagi tetua Yu menghentikan aksi Guan Lin yang baru saja ingin membuka mulut untuk bertanya.

"Baiklah."

Pada akhirnya Guan Lin pun hanya bisa menurut dan berjalan mengikuti langkah tetua Yu bersama Lien Hua.

Sepanjang perjalanan Guan Lin melirik ke arah Lien Hua dan tetua Yu secara bergantian, dan hal itu disadari oleh tetua Yu, namun tetua Yu hanya tersenyum tipis melihat Guan Lin yang sepertinya sudah tidak sabar untuk mendengarkan penjelasan tentang Lien Hua yang ternyata adalah cucunya.

*

Di aula ketua, ketua Guan Lao, tetua Nuwa, tetua Ming Hao dan juga Ming Shu sedang menunggu kedatangan Guan Lin yang sedang menjemput tetua Yu dan Lien Hua.

"Salam ketua."

Tetua Yu dan Lien Hua memberi hormat.

"Salam ayah." Guan Lin juga memberi salam sebagai tanda hormat pada sang ayah.

"Berhubung semua orang sudah berkumpul, langsung saja kita bahas soal kejadian yang ada di desa bunga!" ucap ketua Guan Lao.

"Silahkan tetua Nuwa!" ketua Guan Lao mempersilahkan tetua Nuwa untuk menjelaskan permasalahan yang dia ketahui di desa bunga.

Tetua Nuwa pun mulai menceritakan rangkaian kejadian yang ada di desa bunga, tentang informasi yang tidak sengaja tetua Nuwa dengar dari tiga lelaki paruh baya di sebuah kedai. Dan tentang kejadian yang ada di penginapan seribu bunga saat tetua Nuwa mengaktifkan jurus Sound of eart nya.

"Pemimpin desa bunga selalu menutup mata jika itu berkaitan dengan penginapan seribu bunga, karena pemilik dari penginapan seribu bunga itu tidak lain adalah istri dari pemimpin desa bunga itu sendiri!" ucap tetua Nuwa mengakhiri ceritanya.

"Terdengar hampir seperti peristiwa di desa sunyi," ucap Ming Shu.

"Nona Lien Hua, bukankah nona Lien berasal dari desa bunga? apakah nona mengetahui informasi tentang penginapan seribu bunga?" tanya ketua Guan Lao.

"Penginapan seribu bunga sudah berdiri sejak lama, semua yang bekerja di sana semuanya perempuan. Hanya ada satu lelaki yang di tugaskan sebagai kepercayaan dari pemilik penginapan seribu bunga!" ucap Lien Hua.

"Saya baru mengetahui tentang rumor yang tetua Nuwa ceritakan, selama ini saya tidak pernah mendengar adanya korban di penginapan seribu bunga!" kembali Lien Hua berucap.

"Hanya saja..... Saya pernah mendengar beberapa petarung mengeluhkan staminanya yang selalu terkuras banyak setelah mengunjungi penginapan seribu bunga," ucap Lien Hua.

Mendengar penjelasan Lien Hua yang terakhir, semua orang tersenyum kecuali Guan Lin dan Ming Shu. Para orang tua berfikir bahwa ketiga remaja yang ada di ruangan ini memang pikirannya masihlah polos.

"Hua'er, itu adalah hal yang wajar. Mungkin saja para petarung itu kehabisan stamina karena sudah melakukan olahraga di penginapan seribu bunga," ucap tetua Yu sambil tersenyum.

Mendengar tetua Yu memanggil nama Lien Hua dengan sebutan Hua'er, membuat orang-orang yang ada di dalam ruangan menatap tetua Yu dengan tatapan yang mengandung tanda tanya. Pasalnya, selama ini tetua Yu tidak pernah sedekat itu dengan siapapun.

Setelah menyadari bahwa semua orang kini sedang penasaran, dengan tersenyum lebar tetua Yu pun mulai memperkenalkan Lien Hua sebagai cucunya.

"Sebenarnya Lien Hua adalah putri dari putriku Yu Ning, setelah peristiwa pembantaian dua puluh tahun yang lalu di desa harapan, ternyata Yu Ning tidak meninggal dia tinggal di kota Utara dan menjadi istri dari sang penguasa Utara." tetua Yu pun menceritakan kembali apa yang telah tetua Yu dengar dari Lien Hua sebelumnya.

Semua orangpun merasa sedih setelah mendengar kisah kehidupan Lien Hua, namun juga senang karena kini di usia tetua Yu yang tidak lagi muda bisa menghabiskan waktu tuanya bersama sang cucu.

"Dan satu hal penting yang harus kalian tahu! Bahwa pemilik penginapan seribu bunga mempunyai hubungan dekat dengan istri muda ayah ku!" ucap Lien Hua memperingatkan.

"Bukankah kau bilang bahwa istri muda ayahmu itu adalah jelmaan dari siluman rubah, mungkinkah pemilik penginapan seribu bunga juga merupakan jelmaan dari siluman juga?" tebak Ming Shu.

"Aku belum tahu pasti, saat itu yang melihat perubahan wujud asli dari istri muda ayahku adalah kakakku," jawab Lien Hua sambil menggigit bibirnya.

Guan Lin yang menyadari perubahan dari nada bicara Lien Hua pun berusaha mengalihkan pembicaraan.

"Ibu, apakah ibu menemukan petunjuk lainnya di desa bunga?" tanya Guan Lin.

Tetua Nuwa hanya menggelengkan kepalanya.

"Sebaiknya kita selidiki terlebih dahulu tentang penginapan seribu bunga, setelah itu baru kita melakukan tindakan!" ucap ketua Guan Lao.

"Ah... Ya, saat itu tidak sengaja saya melihat utusan Lao Fu juga mendatangi tempat hiburan di penginapan seribu bunga," ucap tetua Nuwa.

Guan Lin dan Ming Shu saling memandang untuk sesaat, kemudian Ming Shu pun mengutarakan pendapatnya.

"Mungkinkah utusan Lao Fu sedang melakukan penyelidikan? Atau jangan-jangan....." ucapan Ming Shu sengaja ia gantung sambil melihat respon dari semua orang.

"Jangan sampai utusan Lao Fu juga berkhianat seperti utusan Xing Zhu!" ucap Guan Lin.

"Kita harus bergerak cepat sebelum terlambat, saat ini pasti para siluman itu lebih waspada!" ucap tetua Ming Hao.

"Tapi bagaimana kalau akses keluar masuk desa bunga di persulit, lalu bagaimana cara kita untuk masuk ke desa bunga?" tanya Ming Shu.

"Kau benar, saat di desa sunyi kita masih beruntung karena ada Gong Fai yang membantu kita!" ucap Guan Lien.

"Aku bisa membantu kalian untuk masuk ke desa bunga, tapi tidak dengan banyak orang, hanya lima orang saja supaya para penjaga tidak merasa curiga!" ucap Lien Hua.

1
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ❀∂я🤎AnitaPraditaM⃟3💋
apa yg di bisikkan burung cantik itu ke Kien Hua 🤔
🪷🍾⃝ʙᴀʙͩʏᷞ ɢᷰᴇᷠᴍᷧᴏʏ𝓐𝓷𝓷𝓪࿐
mampir kak
𝓐𝔂⃝❥Ŝŵȅȩtŷ⍲᱅Đĕℝëe_👻ᴸᴷ
Apa yang di katakan tetua betul, yakin pada diri sendiri yang utama. Kalau kalian ngga yakin dan percaya pada diri sendiri ya ngga akan bisa
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Zhi lin sangat baik walaupun kamu setengah siluman 😣
Nuri
gaun Lin akan jadi pahlawan dimasa depan 👍
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
siluman rubah itu dah tau akan kalah kali makannya tertawa hihi
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
wah wah kejam kenapa kau melakukannya hah emang ada salah kah dia padamu
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
nah bener kan ngek ujungnya terlalu percaya sih jadi orang kena kan ngalamat sudah nyawa mu
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ❀∂я🤎Aₙᵢₜₐ♉🏫⃟Sᵐᵖ
ngebayangin bikin merinding & mual apa lg yg melihat didepan mata mu sendiri y Mingshu, itu serigala berebutan makan mayat orang 🤢
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ❀∂я🤎Aₙᵢₜₐ♉🏫⃟Sᵐᵖ
gak Puy penglihatan pasti km mempunyai kelebihan yg lain y Lien Hua, yg gak bs dimiliki oleh manusia normal
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
haish Tian Bao pegu ini nih karena dah terlanjur cinta ma tuh rubah sampai kagak ada rasa curiga nya sama sekali, titeni sih pas mendekat pasti siluman rubah langsung menebas nya
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
dusta kau mengatakan itu semua wahai siluman rubah, jangan percaya itu cuma siasat dia aja tuh
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
haish dasar rubah licik dah jadi sifatnya mau kalah kaya apa ha pasti akan ada ide liciknya ja yang muncul
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
Jangan tinggalkan aku dengan jurus berdoa nya biar kalian menang hihihi 😁
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
gimana kagak mental itu kibasan bukan sembarang kibasan, mana gede banget lagi bentuknya pasti. Ku harap bangsa manusia bisa mengalahkan nya kembali
Ney 🐌
knp udh meninggal kah🤔🤔
Ney 🐌
🤗🤗🤗🤗
Alan Bumi
bentar jadi Tian Zhi itu pemimpin Kota Timur apa Kota Utara?
Alan Bumi
kok Tian Zhi?
Alan Bumi
lah kok Tian Zhi?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!