"Aku melakukannya demi ayah"
Aulia Revalina gadis cantik yang harus rela menikah dengan seorang pria cacat dan kaya raya namun juga dikenal kejam dalam bertindak.
Kehidupan Aulia berubah sepenuhnya setelah menikah dengan Adrian bukan karena harta tapi karena sifat Adrian yang membuatnya merasa tidak beruntung.
Adrian dierja pria tampan dan cacat namun dengan hartanya,banyak wanita yang mencoba mendekati bahkan menikahi Adrian. Akan tetapi Adrian hanya menganggap wanita adalah pembawa sial.
Lalu bagaimana dengan nasib Aulia setelah menikah dengan adrian??
Penasaran kan???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32
"maksudku sikapmu yang aneh, biasanya kau akan diam dan berbicara seperlunya jika dikampus tapi ini bahkan kau Sampai tertawa"jelas nisa
"gitu aja dibikin repot,udah ayo ke perpus cari buku buat bimbingan"ajak Aulia langsung menarik tangan nisa
Di perpustakaan aulia dan Nisa sedang mempelajari buku yang akan mereka gunakan untuk bimbingan
"ini maksudnya apa sih?"tanya nisa pada aulia dan dengan sabar aulia menjelaskan nya
"sudah mengerti?"tanya aulia dan Nisa hanya menggeleng
"astaga kau ini cantik cantik tapi sangat lambat"pekik aulia
Setelah pelajaran meraka selesai,aulia meminta Nisa mengantarnya ke kantor dierja.
ini merupakan pertama kalinya aulia ke kantor adrian membuat semua karyawan tidak tahu jika aulia adalah istri dari CEO mereka
"Selamat siang nona ada yang bisa saya bantu?"tanya seorang resepsionis
"saya mau bertemu dengan pak Adrian,apa beliau ada?"tanya aulia ramah
"apa sudah buat janji sebelumnya?"tanya resepsionis
"Memang harus buat janji dulu?"tanya aulia lagi
"jangan harap bisa bertemu dengan CEO kami jika belum buat janji"jawab resepsionis itu
"tapi nona dia adalah...."Nisa ingin bilang bahwa Aulia adalah istri Adrian namun dihentikan oleh aulia
"baiklah kami akan menunggunya disini"ucap Aulia
"baiklah nona anda bisa menunggu disana"tunjuk resepsionis itu pada sebuah ruang tunggu
Aulia dan nisa menunggu adrian yang sedang meeting,1 jam 2 jam namun adrian tidak kunjung keluar
"Lia aku beli minum dulu ya pasti kamu haus kan?"tanya nisa
"maaf ya ngerepotin"ucap nisa
"gak apa apa tunggu ya biar aku beli dulu"ucap Nisa dan aulia menggangguk
Aulia yang memang sudah mengantuk akhirnya tertidur tanpa sadar bahwa kini dirinya sedang berada dikantor adrian.
Adrian keluar Untuk makan siang bersama klien namun suara seorang resepsionis mengentikan langkah adrian
"selamat siang pak"sapa resepsionis itu
"ada apa?"tanya adrian dingin
"ada seorang wanita yang mencari bapak"jawabnya
"siapa?"tanya adrian menatap lurus
"wanita itu disana pak"ucap resepsionis menujuk aulia yang sedang tertidur
Adrian membuka matanya lebar lebar dan langusung berlari mendekati aulia
"sayang...."ucap adrian lembut namun tidak membuat aulia bangun
Adrian menggendong tubuh aulia melewati para karyawan yang menatap heran CEO meraka membopong seorang wanita cantik
"lain kali jangan membuat kesalahan ini"ucap Adrian tegas pada resepsionis itu kemudian segera menuju lift masih dengan menggendong tubuh istrinya
Adrian merebahkan aulia di sofa yang ada di ruangannya
"Han?"panggil adrian
"iya tuan?"jawab Han yang baru saja masuk
"belikan makan siang untuk kami berdua dan katakan pada mereka aku tidak bisa makan siang bersama dengan mereka"jawab adrian dan Han segera menjalankan perintah adrian
Adrian menyusuri wajah aulia dengan telunjuknya dan terhenti saat menyentuh bibir merekah aulia yang sedikit terbuka
Pelan pelan adrian mencium bibir aulia lembut, merasa dirinya sedang dicium lantas aulia membuka mata beserta mulutnya yang langsung dimanfaatkan adrian untuk memperdalam ciumannya.
Aulia tidak menolak ia justru membalas ciuman panas dari suaminya
"kenapa ke kantor gak bilang sama aku hm...??"tanya adrian menyibakan anak rambut aulia
"mau memberimu kejutan sayang"jawab aulia membelai pipi adrian
Adrian mencium tangan aulia yang berada di pipinya perlahan dia kembali menikmati bibir aulia yang candu bagi adrian
"Boleh ya?"tanya adrian memegang dada aulia
"engga mas engga kamu tuh ini dikantor gimana kalo ada yang datang lagian aku kesini sama Nisa sekarang pasti dia nyariin aku"tolak aulia
"Sebentar aja sayang janji"ucap adrian mencium leher aulia
"mas...."panggil aulia seksi menurut adrian
Ciuman adrian mulai turun dan turun hingga akhirnya mereka melakukan itu disofa ruangan adrian.
Han sedang membeli makan di restoran yang tak jauh dari lokasi kantor tanpa sengaja matanya bertemu dengan wajah nisa disamping nya
"nona Nisa?"panggil Han
Nisa menengok dan melihat Han lah yang memanggilnya
"eh tuan....pak adrian mana?"tanya nisa langsung
"ada apa kenapa kau mencari pak adrian?"Han jutsru bertanya balik
"Saya kan bertanya kenapa anda bertanya balik?"tanya Nisa lagi
"memang ada yang salah"hingga akhirnya Nisa menyudahi percakapan meraka yang tak akan ada habisnya.
Aulia sudah mandi tanpa mengganti pakaiannya
"mas ini gimana"rengek aulia menujuk tanda di sekitar lehernya
"biarkan saja"jawab adrian santainya
"kamu tuu mas"pekik aulia yang merasa kesal pada suaminya
Adrian bangkit dari duduknya dan mengambil sebuah syal berwana merah dengan motif bunga membentuk huruf B
"jadi kau masih menyimpan barang miliknya"ucap aulia setelah adrian memberikan syal itu
"maksud kamu?"tanya adrian
"ini B artinya bela kan"aulia yang sedikit marah karena cemburu
"sudah sayang pakai saja"bujuk adrian namun aulia segara membuang syal itu kelantai dan memangku tangannya didada
"Aku tidak mau"ketus aulia
"terus gimana nanti nutupin nya?"tanya Adrian
"biarin aja gausah ditutup biar semua karyawan tau kalo aku tuh istri kamu"jawab aulia cepat
"hahahaha bagus bagus"jawab adrian terkekeh
Nisa sampai di kantor dierja dan tidak melihat aulia disana
"dimana aulia???"gumam nisa matanya mencari cari
"mencari nona Aulia??"suara seseorang mengagetkan nya
"mmm"jawab nisa mengangguk
"ayo"ajak asisten han dan nisa mengikuti han
Han memiliki postur tubuh yang tinggi dan kekar sehingga ketika sedang berjalan tiba-tiba han berhenti membuat nisa ingin jatuh namun dengan segera han menangkup pinggang Nisa mencegahnya jatuh
Deg..
"astaga kenapa dia lebih tampan jika lebih dekat begini sih" hati nisa yang mengagumi han
"gadis yang cantik dan juga baik" Hati han
cukup lama mereka dalam posisi seperti itu sampai mata karyawan melotot karena tau seorang Han yang cuek tidak mudah untuk didekati tapi Nisa??Nisa bahkan sampai bisa sedekat itu
"maaf tuan bisa lepaskan saya"pinta nisa menyadarkan han
"makanya kalo jalan tu perhatiin"ketus han kemudian melanjutkan untuk ke ruangan adrian
Tok.,.....tok....tok...
"masuk"ucap adrian dari dalam
Han Nisa masuk bersama ke dalam ruangan yang cukup besar
"eh Nisa kemarilah"ucap aulia menepuk nepuk sofa yang ia duduki
"tuan ini makanan untuk kalian"ucap han
"kau?kau tidak membelinya?"tanya adrian
"Li ini aku bawa makan siang untukmu"ucap Nisa
"saya tidak mau tuan"jawab han
"Nisa kau mau kan memberikan makanan nya pada asisten Han?"tanya aulia mengedip kan matanya
"tentu saja"jawab nisa kemudian memberikan plastik berisi makanan itu pada han
"tidak perlu nona Nisa saya akan membelinya", Tolak han
"sudah han makan saja,mari kita makan bersama"ajak adrian
Akhirnya mereka makan bersama sesekali Aulia dan Nisa mengobrol tentang kampus dan Adrian serta han berbicara soal bisnis
BERSAMBUNG.......
HAI AKU UP LAGI NIHH 🤗🤗 BANTU LIKE DAN VOTE YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT BUAT UP 🙏😂😊 BANTU KOMEN KRITIK DAN SARAN JUGA BOLEH 👍❤️ OH IYA JANGAN LUPA FOLLOW INSTAGRAM AKU@Alfianaaa05_
terimakasih, happy reading 😍❤️🌺
Terima kasih Kak Author utk ceritanya 🙏🏻💐
Sehat2 & semangat slalu utk karya2 barunya 💪🏻🤗