Devina Stefani Germanotta, wanita yang tengah hamil tua berusia 25 tahun berjalan masuk ke dalam rumah setelah memeriksa kandungannya ke rumah sakit Sejahtera Harapan Bunda.
Wanita itu menyeret dirinya ke rumah sakit, karena suaminya tidak punya waktu untuk mengantar dirinya dengan alasan sibuk mengurus perusahan yang sedang berkembang pesat.
Devina berjalan menuju kamar, karena tubuhnya terasa pegal sekali. Dan ia ingin segera mandi, agar tubuh pegalnya bisa kembali segar.
Baru separuh pintu di buka, Devina malah mendengar suara des*h*n seorang wanita tepat di dalam kamarnya. Ketika ia menghidupkan lampu kamarnya, sontak saja matanya menangkap dua orang berlawanan jenis, sedang bergumul di atas tempat tidur yang biasa ia gunakan untuk berhubungan dengan suaminya.
Namun, kini suaminya menggunakan tempat tidur itu untuk bergumul dengan wanita yang tidak lain adalah sahabatnya sendiri, yaitu Vindy Bernadette Claudia.
Tapi... untuk mengetahui lebih lanjut, ikutin terus dong alur cer
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syahriana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB. 33
Sinopsis–33.
"Aaaarrrgggghhh... kenapa harus kepo dengan masalah orang, tapi tidak mau mengerti?!" gumam Verlyn menyilangkan kedua tangan di depan dada sambil menatap ke samping kanan di dalam mobil.
Elvina yang merasa tersindir pun, langsung mengalihkan pandangan kembali pada jalan yang ada di depannya.
"Apa... Nona Verlyn tahu, kalau aku sedang memperhatikannya di kaca spion?! " umpat Elvina kembali fokus menyetir.
"Sejak... tadi kamu selalu bertanya-tanya dalam hati kan, Elvina? Tentang... mengapa dan kenapa, aku harus melakukan ini semua kepada anak-anak panti? Kamu... selalu bertanya-tanya, kenapa aku kadang sok baik dan kadang juga suka marah-marah?!" lanjut Verlyn tak bergeming dari jalanan di samping kanannya.
"Okey? Akan aku beritahu. Tapi ingat satu hal. Fokus... aja menyetir, jangan kaget dan jangan nabrak?!" ujar Verlyn dengan ekspresi wajah serius sambil tetap menyilangkan kedua tangan di depan dada tanpa bergeming dari jalanan di sampingnya.
"Mau... cerita apa sih, kok wajahnya serius banget?! " batin Elvina sambil fokus menyetir dan mendengarkan secara detail apa yang akan di ucapkan wanita yang duduk di belakangnya.
"Aku... seorang wanita pelakor, aku dapat karma buruk dan aku reinkarnasi?!" lanjut Verlyn langsung to the poin.
"Hah!! "
Tapi, yang benar saja. Elvina tetap terkejut, mendengar ucapan atasannya. Meskipun tidak langsung menampakkan nya, namun ekspresi wajahnya tidak bisa berbohong sama sekali.
"Kenapa... gak percaya, mustahil, ya udah diam aja kalau begitu, gak usah protes?!" tegas Verlyn melirik tajam sekretarisnya menggunakan ekor matanya.
"Kamu... tadi bingung kan, kenapa aku langsung mutusin Abimanyu Sanjaya begitu saja? Dia... memang seorang Presdir, tapi dia juga sudah punya istri? Istrinya... sedang membutuhkan dirinya di rumah, tapi Abimanyu malah mencari kesenangan dengan wanita lain? Benar-benar... seorang suami, gak punya hati?!" jelas Verlyn memberitahu sambil menggerutu kesal menatap keluar kaca mobil.
"Astaga... Abimanyu, ternyata udah punya istri! Aaaarrrgggghhh... sifat lelaki memang semuanya sama, gak pernah puas dengan satu pasangan saja?! " rutuk Elvina dalam hati sambil tetap fokus memperhatikan jalanan yang ada di depannya.
"Elvina... kamu memang teman ku, tapi kamu tidak sama dengan Alexa yang bisa mengerti dan memahami aku? Alexa... meskipun bawel cerewet orangnya, tapi dia selalu mengerti apa yang aku inginkan? Tidak... pernah protes, dan selalu ada di setiap aku membutuhkan nya?!" lanjut Verlyn merasa sedikit frustasi, ia pun dengan sekuat tenaga menahan air matanya agar tidak jatuh menetes.
"Tapi... aku tidak tahu, apakah setelah aku menceritakan ini semua padamu? Kamu... bisa menjaga mulut, dan menutup rahasia ini rapat-rapat? Dunia... ini penuh tipu-tipu, dan aku tidak bisa menebak isi hati semua orang, termasuk kamu Elvina? Sebenarnya... aku malas menceritakan ini semua padamu, tapi gak apa-apa biar kamu juga mengerti, dan tidak berprasangka buruk lagi terhadap ku? Aku... harap kamu bisa menjaga rahasia ini baik-baik, tapi kalau tidak ya terserah?!" jelas Verlyn bicara panjang lebar, sambil tetap berusaha keras menahan air matanya agar tidak tumpah membasahi pipinya.
"Kamu... te—tenang aja nona Verlyn, saya pasti bisa jaga rahasia ini baik-baik? Kalau... saya sampai membocorkannya, terserah ingin menghukum saya dengan cara apapun?!" ujar Elvina akhirnya membuka suara untuk meyakinkan atasannya yang sedang duduk di kursi penumpang belakang sebelah kanannya.
"Saat... wawancara dengan wartawan itu, yang aku katakan itu semua adalah bohong? Jasad... yang di kuburkan 1 tahun yang lalu, itu benar adalah aku? Saudara kembar, hmmm? Itu... semua, adalah bohong? Aku... tidak pernah memiliki saudara kembar, sama sekali? Dan... aku tidak pernah ke London melakukan pemotretan, karna pesawat yang aku tumpangi memang kecelakaan waktu itu? Aku... seharusnya, memang sudah mati 1 tahun yang lalu? Tapi... sialnya, malah bereinkarnasi ke dalam jasad wanita ini? Dan... satu hal yang paling mengejutkan bagiku, wanita ini ternyata korban penindasan mantan suaminya karna telah berselingkuh dengan wanita lain?!" jelas Verlyn memberitahu.
"Aku... bersyukur, karna Tuhan masih memberi ku kesempatan untuk melakukan perbuatan baik? Dan... berdonasi sama anak-anak panti itu, tidak ada salahnya aku coba? Karna... kata orang-orang berbuat baik pada anak yatim piatu itu pahalanya sangat besar, dan itupun yang aku lakukan sekarang? Tapi... selain melakukan perbuatan baik, aku juga punya misi balas dendam? Itulah... sebabnya kenapa aku mengutus David, karna aku ingin segera menuntaskan misi itu? Sebelum... akhirnya urusan ku di dunia ini sudah tidak ada lagi, dan mencari tahu identitas mereka itulah cara yang paling benar untuk menuntaskan pekerjaan ku?!" lanjut Verlyn bicara panjang lebar, dan secepat kilat menghapus air matanya yang lolos dari sudut matanya.
Sementara Elvina hanya menganggukkan kepala sesekali sambil tetap fokus pada jalanan yang ada di depannya.
"Hmmm... kalau begitu, tolong maafkan saya nona Verlyn? Saya... memang payah, dan tidak berguna? Selama... ini, saya hanya bisa mengumpat dan berprasangka buruk? Saya... benar-benar merasa bersalah, tolong maafkan saya nona?!" ujar Elvina sedih dan pada akhirnya ia pun meminta maaf kepada atasannya. Bahkan ia sendiri lah yang meneteskan air mata terlebih dahulu, setelah mendengar cerita menyedihkan temannya.
"Tidak... apa-apa, semua orang berhak berpendapat kok? Kamu... berpikir buruk, mungkin karna terlalu muak dengan perlakuan buruk ku selama ini terhadap kalian semua? Jadi... kalian berhak berprasangka apapun, padaku?!" pungkas wanita itu sambil menyembunyikan wajah sedihnya di balik sikap dingin dan juga datarnya
"Oh ya... El, mampir dulu ke warung makan? Aku... ingin membeli beberapa makanan, untuk ibu pengurus panti dan juga anak-anak panti?!" perintah Verlyn kepada sekretaris nya, saat pandangan matanya tidak sengaja tertuju ke salah satu warung makan yang di lewatinya.
Sementara Elvina hanya mengangguk sambil mengurangi kecepatan mobilnya.
"Kamu... turun El, aku tunggu kamu di sini? Ini... ada uang dua jutaan, dan kamu pesan nasi pecel ayam aja ya 34 box?!" ujar Verlyn memberitahu sambil memberikan sejumlah uang dua jutaan kepada sekretarisnya.
"Baik nona?!" timpal Elvina sambil mengangguk dan perlahan turun dari mobil.
Dan tak berselang beberapa menit, Elvina pun kembali dengan menenteng nasi bungkus berjumlah 34 box masuk ke dalam mobil.
"Nona... ini, uang kembaliannya?!" sembari menyerahkan sisa uang kembalian itu pada atasannya.
"Hmm... emang berapa harganya, per box?!" tanya Verlyn pada sekretarisnya sambil mengulurkan tangannya untuk menerima sisa kembalian uangnya.
"32 ribu per box nona, jadi semuanya bertotal 1,088,000 ribu rupiah dalam 34 box itu nona?!" jawab Elvina dengan sopan dan jujur.
"Ya udah... ayo kita langsung jalan, udah jam satu, tapi kita belum sampai-sampai juga?!" ujar Verlyn kembali mengajak temannya untuk segera berangkat ke tempat tujuan.
Elvina menggangguk dan perlahan bergerak dari tempat setelah menghidupkan mesin mobilnya.
Ting. 📱
"Xa.... kita udah di pertengahan jalan nih, kamu nanti nyusul ya? Dan... ini Share location nya ya"
Verlyn sambil mengirimkan pesan kepada temannya melalui chat WhatsApp milik nya.
^^^Ting. 📱^^^
^^^"Panti asuhan anni'mah. Share location^^^
Balas Alexa, juga mengirimkan pesan kepada temannya melalui chat WhatsApp milik nya.
Ting. 📱
"Okey... Verl, sebentar lagi aku nyusul?!
Bersambung.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
Nah guys, untuk hari ini cukup sekian dulu cerita dari author. dan nantikan episode selanjutnya yang nantinya akan semakin seru dan menarik, oke👍👍
See you again thanks for watching 🙏🙏🙏