NovelToon NovelToon
Istri Tak Tergapai

Istri Tak Tergapai

Status: tamat
Genre:Menantu Pria/matrilokal / Angst / Romansa / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.7
Nama Author: Kirana Pramudya

“Cinta tidak memberikan apa pun kecuali dirinya sendiri dan tidak meminta apa pun selain cinta itu sendiri. Terluka dalam pemahaman tentang cinta. Berdarah dengan penuh ikhlas dengan penuh sukacita.”

Bagaimana memulai rumah tangga jika sama sekali tidak ada cinta? Hanya mendasarkan hubungan pada kompromi dan rasa hormat. Itu yang dijalani Ravendra Jaya Wardhana dan Medhina Kartika. Menjalani rumah tangga hanya sekadar formalitas, tidak ada rona dalam rumah tangganya. Kenyataan makin pelik karena Medhina masih begitu mencintai mantan kekasihnya, Andreas Saputra. Dalam upaya menggapai rumah tangga yang bahagia, Ravendra justru akan merelakan istrinya itu untuk kembali bersama dengan mantan kekasihnya lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kirana Pramudya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bersiap Bulan Madu

Tidak terasa sudah dua pekan berlalu, sayangnya seolah tidak ada progress pada kehidupan rumah tangga Medhina dan juga Ravendra. Kendati demikian, karena terus ditanyain oleh Mama Sandra, Ayah Dimas, dan juga Bunda Metta. Ravendra dan Medhina pun akhirnya sama-sama untuk bersiap akan menikmati perjalanan bulan madu. Walau rencana Ravendra ingin pergi bulan madu saat keduanya sudah sama-sama ada cinta kandas sudah. Namun, Ravendra juga harus bersiap dengan semua kemungkinan yang bisa saja terjadi saat dia bulan madu nanti.

Untuk bulan madu itu, Ravendra mengambil cuti sepuluh hari kerja, demikian juga dengan Medhina yang mengambil cuti sepuluh hari kerja. Dalam waktu dua pekan penuh, mereka akan menikmati masa-masa bulan madu. Namun, tidak tahu nanti apakah bulan madu itu adalah bulan madu yang berhasil atau yang gagal.

“Kamu yakin kita akan pergi bulan madu?” tanya Medhina malam itu kepada suaminya, Ravendra.

“Iya … kita bisa lakukan perjalanan ini karena orang tua kita sudah bertanya kapan kita akan pergi bulan madu. Kenapa?” tanya Ravendra.

Dengan cepat Medhina menggelengkan kepalanya, “Ah, tidak … hanya saja. Aku merasa tidak yakin dengan bulan madu ini. Sebab, apa yang akan kita lakukan dalam dua pekan bersama,” jawab Medhina dengan jujur.

Sebagai pasangan suami istri yang merasa tidak ada cinta, Medhina berpikir bahwa dua pekan itu terlalu lama, dan dalam dua pekan berbulan madu, apa saja yang akan dilakukan dengan Ravendra, Medhina sama sekali tidak tahu.

“Banyak yang bisa kita lakukan bersama … jalan-jalan, makan-makan, dan mungkin kamu mau ujicoba untuk bercinta denganku?”

Ucapan nakal itu pun terlontar begitu saja dari mulut Ravendra. Sementara Medhina bergidik ngeri membayangkannya. Mungkinkah memang akan terjadi hubungan suami istri pertama kali untuknya. Apakah memang harus terjadi di masa bulan madu itu.

“Enak saja … siapa yang mau,” balas Medhina dengan menunjukkan wajah yang cemberut.

“Aku tidak keberatan … kalau kamu mau. Lagipula, kita sah dan halal untuk satu sama lain,” ucap Ravendra.

“Please, Rav … jangan bercanda,” balas Medhina kemudian.

Sementara Ravendra tetap saja menunjukkan wajahnya yang seriusa, tersenyum pun tidak. Dengan wajah yang seperti itu justru kian mengintimidasi Medhina saja rasanya. Sampai Medhina ketakutan dan juga bingung dengan bulan madu mereka yang akan segera tiba.

***

Keesokan harinya …

Tidak disangka rupanya Bunda Metta pun datang berkunjung ke unit apartemen Ravendra. Tujuannya jelas untuk menemui putrinya dan membawa sebuah paper bag yang akan diberikannya secara khusus kepada Medhina.

“Permisi,” sapa Bunda Metta dengan memencet bel pintu di unit milik Ravendra.

Kala itu, Medhina yang memang tidak ada jadwal terbang pun segera berdiri dan membukakan pintu untuk Bundanya.

“Bunda … masuk Bun,” balasnya dengan tersenyum melihat kedatangan Bundanya.

“Gimana kabarnya Dhina? Sampai kamu belum main ke rumah Ayah dan Bunda lagi usai pernikahan kamu,” balas Bunda Metta.

Itu adalah benar, karena memang Medhina yang langsung mengambil pekerjaan dua hari setelah cutinya usai. Bahkan Medhina sengaja meminta jadwal terbang tambahan supaya menghindari Ravendra.

“Maaf Bunda … jam terbang Dhina begitu padat,” jawabnya dengan menundukkan kepalanya.

Jujur, jika sudah berhadapan dengan Bundanya, ada kalanya Medhina merasa takut. Berbohong pun adalah dosa, tetapi juga bagaimana lagi karena memang dirinya yang sibuk terbang dari satu pulau ke pulau yang lain.

“Bagaimana rumah tanggamu bersama Ravendra?” tanya Bunda Metta.

“Baik-baik saja, Bun,” jawab Medhina.

Akan tetapi, kala menjawab itu dada Medhina rasanya begitu sesak. Berbohong seorang Ibu rasanya tidak enak. Rumah tangganya sangat tidak baik, tetapi Medhina juga tidak bisa berbicara jujur karena jika dia berbicara jujur sudah pasti Bunda Metta akan langsung menegurnya.

“Sayangnya, kamu tidak bisa membohongi Bunda, Dhina,” balas Bunda Metta.

Mendengar ucapan Bundanya, Medhina pun terkesiap. Gadis yang sejak tadi menundukkan wajahnya pun perlahan mengangkat wajahnya dan menatap Bunda Metta.

“Maksudnya apa Bunda?” tanya Medhina.

Bunda Metta lantas mengeluarkan beberapa barang dari paper bag yang sudah dia bawa. Ada surat, ada boneka teddy bear dengan mengenakan kostum bendara Inggris yaitu Union Jack, dan juga beberapa barang mainnya.

“Dari Andreas … untuk kamu,” ucap Bunda Metta.

Sungguh, mendapatkan semua kiriman itu membuat Medhina tak percaya. Dalam waktu cukup lama, seakan Andreas hilang begitu saja bak ditelan bumi. Akan tetapi, sekarang Medhina mendapati barang dari Andreas untuknya. Apakah ini nyata memang dari Andreas?

“Sudah Bunda bilang, Dhina … lupakan Andreas. Lupakan, Dhina! Terimalah Ravendra, suamimu … Ravendra adalah pemuda yang baik. Jadi, tolong Dhina, terimalah Ravendra. Jangan lagi berhubungan dengan Andreas,” pinta Bunda Metta.

Rasa-rasanya dengan cinta yang masih dipendam Medhina untuk Andreas justru menjadi bom waktu yang seakan-akan bisa meledak kapan saja. Sebelum bom waktu itu meledak, Bunda Metta memperingatkan Medhina terlebih dahulu.

Air mata Medhina pun sudah jatuh dan berlinangan begitu saja. Ada rasa senang karena mendapatkan kiriman dari Andreas yang menjadi bukti bahwa Andreas masih mengingatnya, tetapi ada rasa bersalah yang menghujam hatinya karena memang dia belum bisa menerima suaminya sendiri.

“Semanis apa pun hubunganmu dengan Andreas, itu hanya masa lalu, Dhina … masa depanmu adalah Ravendra, bukan dia. Jadi, tolong Dhina … lembutkan hatimu. Lihatlah bahwa Ravendra pun sangat mencintaimu. Bunda pamit, Dhina … dan akhir pekan ini bersiaplah bulan madu. Bunda mau bahwa usai bulan madu, kami mendapatkan kabar yang baik. Bukan cucu, tetapi kamu yang sudah bisa menerima Ravendra seutuhnya dan sepenuhnya,” pinta Bunda Metta.

Usai mengatakan semuanya itu, Bunda Metta pun berdiri dan meninggalkan Medhina yang berurai air mata di ruang tamu. Sungguh, Bunda Metta begitu marah dengan putrinya itu. Namun, sebagai orang tua yang bisa dilakukan Bunda Metta adalah menasihati dan terus mendoakan putrinya itu.

Ketika Bunda Metta beranjak pergi dan menggapai pintu apartemen, betapa terkejutnya Bunda Metta saat mendapati Ravendra yang berdiri di balik pintu apartemen itu. Seolah kehilangan kata-kata, Bunda Metta memanggil nama menantunya itu dengan lirih.

“Ravendra ….”

1
Gina Savitri
Makanya papa darren jangan suka bohong, giliran sakit bnrn dan meninggal nggak ada vendra yg nemenin di sampingnya 😏
Gina Savitri
Lagian vendra kaya hidup jaman batu, jagain papa darren apa gak bisa telpon atau video call anak2 dan istri di rumah
Biar nggak putus komunikasi juga dan medina serta anak2nya bisa di perhatikan juga tiap harinya..
Eny Rinansih
Luar biasa
Anonim
membaca hepi ending cerita ini rasanya plong bgt. gak perlu harta segudang, punya keluarga kecil rav serasa punya harta karun /Smile/
mifta churohmah
Akhirnya..hapy emding. bagus banget ceritanya, saya suka novel novelmu thor, selalu ada sisi positifnya yg bisa saya ambil. makasih banyak thor, sehat selalu.
Shifa Burhan
saat raven begitu tulus mencintai dhina dan begitu ikhlas menerima dhina dengan semua masa lalunya dan selalu mempercayai dhina

tapi dhina segampang itu lebih mempercayai orang lain, ragu dengan masa lalu suaminya, dhina cinta mu memang tulus tapi hati mu tidak ikhlas pada suamimu
Oma Umi
tak dukung terus..
Opa Sujimim
akhirnya bahagia ,lanjut ke anak²mereka ya kk
vi
aq cek di NT GA ada??
Kirana Pramudya: Ada Kak.
Judulnya Duda Terpaksa Turun Ranjang
total 1 replies
DwiFitriani
siap meluncur thor😍
A R
wahh mksh kakakkk sdh tulis karya baruuu. semangattt kakak 💪
Aini Tri
karya. .baru...lagi ..ya. kakak
.
Sumar Sutinah
tank y thor ceritanya bagus aq suka, suami yg penuh kesabaran, d tunggu karya" mu say. /Heart//Heart//Heart/
mama Al: mampir kak ke karyaku after wedding Panji dan Echa
total 1 replies
indah riesmi
semangat kak Kirana, selalu cinta karya karyamu...😍
Esther
siap menunggu cerita Rangga & Irene.
utk Indi & Satria tdk dilanjut thor
Esther
akhirnya tamat dengan kebahagiaan keluarga Vendra🥰.
terima kasih thor utk cerita indahnya.
A R
ditunggu apdetan rangga n irene nya kakak... nahyab smp ktm thn depan ya. semangatt kakakk
sella surya amanda
lanjut
Ainajla
siap menunggu klnjutan kisah air langga kak... sehat dan sukses selalu kak😘
Dian Isnawati
ditunggu kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!