NovelToon NovelToon
Lonely Rich Widow

Lonely Rich Widow

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Patahhati / Mafia / Romantis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:123k
Nilai: 5
Nama Author: Sindya

Pernikahan selama sepuluh tahun tidak bisa membuat dirinya mengandung walaupun dengan melakukan inseminasi buatan.


Karena keluarga suami yang menginginkan ahli waris akhirnya menyingkirkan dirinya dengan memberikannya sebuah perusahaan sebagai kompensasi perceraiannya dengan sang suami.



Bagaimana kelanjutan hidupnya setelah diceraikan oleh suaminya?


Apakah Nikita menemukan kembali cinta dalam hidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Chapter 33

Setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit, bayi milik Nikita dan tuan Kenzo diperbolehkan pulang oleh dokter.

Nikita sangat gembira bisa bertemu lagi dengan putranya setelah dua bulan dipisahkan oleh tuan Kenzo.

"Sayang, aku mencintaimu!"

Ucap Nikita mengecup kedua pipi putranya dengan sangat gemas. Bayi dua bulan itu menatap wajah cantik ibunya sambil memperlihatkan senyumnya yang sangat menggemaskan.

Kenzo memperhatikan kedua orang yang sangat ia cintai dalam hidupnya. Ia sangat bahagia karena tidak meneruskan niatnya untuk menceraikan istrinya.

Akhirnya, keluarganya bisa menyatu lagi.

"Sayang, apakah kamu ingin memakan sesuatu di restoran?" Tanya Kenzo.

"Aku ingin makan di rumah saja. Tidak baik membawa putraku yang baru pulang dari rumah sakit, makan di luar." Jawab Nikita sambil bermain dengan bayinya.

"Baiklah, kita langsung pulang. Biar chef yang memasak masakan Indonesia untukmu kalau kamu tidak ingin dengan makanan Perancis." Ucap tuan Kenzo seraya mempercepat mobilnya.

Si kecil rupanya ingin menyusu lagi pada ibunya. Nikita membuka lagi kancing bajunya dan menyusui lagi bayinya yang ingin tidur.

Tuan Kenzo melirik belahan dada istrinya yang terlihat makin sekal karena banyaknya ASI.

Jantungnya makin berdebar kencang dengan fantasi liar yang saat ini sedang bermain memenuhi otak mesumnya.

Tuan Kenzo menarik nafas berat beberapa kali dengan perasaan gelisah. Melihat tingkah suaminya, Nikita mengerti bahwa saat ini Kenzo sedang menginginkan dirinya.

Namun ibu satu anak ini pura-pura tidak mau tahu dengan keinginan suaminya. Dia sibuk memperhatikan wajah tampan bayinya yang sedang terlelap dalam pangkuannya.

Tidak lama kemudian, mobil tuan Kenzo sudah memasuki gerbang mansion miliknya.

"Selamat datang nyonya muda!" Ucap para pelayan dengan membungkukkan sedikit badan mereka menyambut Nikita yang sudah turun membawa bayinya.

Tuan Kenzo meminta kepala pelayannya membawa makan siang mereka ke kamar.

"Antarkan makan siang untuk kami berdua ke kamar!" Titah tuan Kenzo sambil merangkul pundak istrinya.

Nikita membaringkan putranya di tempat tidur bayi yang ada di dalam kamar Kenzo dan berdiri sebentar sambil memastikan bayinya sudah terlelap.

"Apakah kamu ingin mandi sayang?" Tanya Kenzo yang sudah berada di belakang punggung istrinya dengan mengenduskan hidungnya di ceruk leher jenjang Nikita sambil membuka kancing baju Nikita.

Nikita menikmati sentuhan suaminya karena ia juga merindukan suaminya.

"Akhhhhkkk!" Kenzo." Pekik Nikita ketika suaminya sudah mengangkat tubuhnya dan dibaringkan ke kasur king size milik mereka.

"Tempat tidur ini sangat merindukan kamu sayang." Ucap Kenzo yang sudah mengusai sebagian tubuh mulus istrinya.

Permainan panas mereka baru dimulai, namun sialnya kepala pelayan yang tidak mengerti mengetuk pintu itu beberapa kali.

Awalnya Nikita menghentikan aksinya, tapi Kenzo tidak peduli dengan ketukan itu.

Ia malah membungkam mulut istrinya dengan memagut bibir Nikita. Tidak lama kemudian, pelayannya yang mengerti meletakkan kereta makanan itu di depan pintu kamar tuan Kenzo.

Permainan panas itu makin menggelora di dalam kamar. Peluh yang membasahi tubuh keduanya tidak menghalangi keduanya saling mengaduk pinggul merasakan kenikmatan indahnya kerinduan.

Setelah cukup lama bergumul, keduanya sama-sama meregangkan tubuh mereka dan

melepaskan cairan kenikmatan masing-masing.

Keduanya melepaskan lelah dengan tetap saling berpelukan dan menatap wajah mereka.

"Terimakasih sayang, sudah kembali kepada kami." Ucap tuan Kenzo sambil mengusap punggung istrinya.

"Terimakasih sudah mengijinkan aku untuk bertemu dengan putraku." Ucap Nikita.

"Kita mandi dulu, baru makan siang ya."

Nikita mengangguk dan tuan Kenzo menggendong istrinya masuk ke kamar mandi. Keduanya mandi dan saling membersihkan tubuh mereka.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Tidak terasa hari bergulir dengan begitu singkat bila sedang dilanda bahagia. Nikita mulai merubah sikapnya yang begitu keras kepala kini mulai melunak di depan suaminya.

Ia memberikan cinta tulusnya kepada bayinya dan juga sang suami. Bagi tuan Kenzo mendapatkan cinta dan perhatian yang besar dari Nikita, merupakan anugerah terindah yang dimilikinya saat ini.

Nikita tidak lagi berbicara sinis kepadanya kecuali sedang cemburu pada para staf Kenzo yang selalu memperlihatkan rasa suka mereka pada suami Nikita.

Beberapa hari yang lalu, tuan Kenzo mengajak istrinya mengunjungi salah satu perusahaannya di luar kota Paris yang belum diketahui Nikita.

Awalnya wanita itu tidak mengetahui kalau tuan Kenzo datang bersama Nikita. Penampilannya yang sedikit seronok si perlihatkan kepada tuan Kenzo.

Karena di dunia barat, pakaian minim sudah menjadi makanan mereka sehari-hari.

Tuan Kenzo sedang menunggu istrinya yang lagi menerima telepon dari Meilan.

"Selamat pagi tuan Kenzo!" Sapa Stefanie pada Kenzo di ruang kerja Kenzo.

"Pagi!" Kenzo masih sibuk dengan ponselnya sehingga tidak melihat perbuatan dari Stefani yang sudah membuka kancing bajunya dan memperlihatkan belahan dadanya.

Ketika tuan Kenzo mengangkat wajahnya menatap wajah Stefani, Nikita masuk dan mendapati Stefani sudah bertelanjang dada di depan suaminya.

Ketiganya sama-sama tersentak.

"Apakah setiap kedatangan suamiku ke perusahaannya, anda selalu memamerkan milik anda?" Tanya Nikita dengan menatap tajam mata Stefani, membuat nyali gadis ini seketika ciut.

"Maafkan saya nyo... nyonya!" Ucap Stefani buru-buru merapikan kembali blazernya.

Tuan Kenzo berusaha menjelaskan apa yang terjadi, namun dicegah oleh Nikita.

"Aku sangat mempercayaimu suamiku karena wanita ular ini yang berusaha merayu dirimu dengan tubuh murahannya. " Ujar Nikita sarkas pada Stefani yang tertunduk malu.

"Rapikan semua barang-barang milikmu Stefani, hari ini kamu dipecat." Ucap tuan Kenzo tidak main-main.

"Stefani yang memang merasa sangat bersalah kepada pasangan ini, tidak bisa berkutik. Ia pun tidak bisa membantah atau membela dirinya karena perbuatannya yang ingin menggoda suami Nikita berakhir dengan pemecatan.

Stefani berjalan menuju ruangannya dengan langkah gontai. Nikita tetap terlihat tenang lalu duduk di sofa sambil menarik nafas dalam-dalam dan menghembusnya dengan kasar.

"Sayang, aku tidak tahu menahu bagaimana gadis itu sedang membuka kancing bajunya di depanku karena aku sedang sibuk menatap ponselku." Tuan Kenzo berusaha menjelaskan perkara sebenarnya kepada istrinya.

"Aku tidak meminta penjelasan kepadamu, mengapa kamu begitu ketakutan tuan Kenzo?"

"Tapi kelihatannya kamu sangat curiga kepadaku sayang."

"Apakah setiap kunjunganmu ke beberapa perusahaan mendapatkan perlakuan istimewa dari staf wanitamu?" Tanya Nikita sarkas.

"Aku jijik disentuh oleh mereka yang sudah terbiasa dengan melayani banyak lelaki." Ujar tuan Kenzo membuat Nikita sempat tercengang.

"Harusnya kamu mencari gadis perawan untuk jadikan istrimu karena aku adalah seorang janda yang sudah disentuh satu lelaki." Nikita terlihat tersinggung dengan perkataan suaminya.

"Gadis yang sudah pernah menikah adalah wanita terhormat yang ada di muka bumi ini jika dia diceraikan dengan cara terhormat." Ucap tuan Kenzo yang membedakan antara janda dan wanita murahan yang bergonta-ganti pasangan tanpa melalui ikatan pernikahan.

Nikita mulai paham apa yang di maksudkan oleh suaminya.

"Maafkan aku Kenzo!" Aku sudah terbawa cemburu." Ucap Nikita malu-malu.

Keduanya kembali berciuman mesra mengakhiri perdebatan yang tak berarti pagi ini.

*

*

Nikita sudah berniat untuk meninggalkan Indonesia dan membiarkan perusahaannya diurus oleh asistennya Meilan.

Saat ini, ia sedang menikmati perannya sebagai ibu rumah tangga yang sangat perhatian kepada suami dan anaknya.

Tuan Kenzo lebih bersemangat bekerja dan selalu pulang lebih awal menemui istri dan bayinya.

Hingga tidak terasa usia baby lorich sudah enam bulan.

Beruntunglah Nikita belum dikaruniai momongan lagi sehingga ia bisa mencurahkan kasih sayangnya kepada sang putra semata wayangnya.

"Sayang, aku ingin putra kita memiliki adik yang usianya tidak jauh darinya, agar mereka tumbuh bersama. Aku tidak mau putraku tumbuh tanpa ada teman bermain." Ucap tuan Kenzo.

"Biarkan semuanya mengalir apa adanya Kenzo. Aku tidak tahu, apakah aku bisa hamil lagi atau tidak. Mendapatkan satu anak saja aku sudah sangat bersyukur, apa lagi diberikan banyak anak.

Lagian kita berdua ini sama-sama anak tunggal. Takutnya kita juga hanya memiliki satu anak saja Kenzo." Ucap Nikita yang tidak mau berharap banyak pada keadaan dirinya yang dulu dianggap wanita mandul.

"Sayang, jangan pesimis seperti itu. Kita harus tetap berusaha agar Tuhan memberikan kita kesempatan untuk memiliki banyak anak." Ucap Kenzo menghibur istrinya.

Baby Lorich menatap wajah ibunya yang sedang sedih yang tidak jauh dari tempatnya duduk.

"Ma..mami!" Panggilnya.

Nikita dan Kenzo menengok ke arah bayi mereka.

"Sayang, bukankah baby sedang memanggilmu?" Tanya Kenzo menunggu putranya itu mengulangi lagi ucapannya.

Nikita pun sama tegangnya dengan suaminya. Ia ingin sekali putranya itu memanggilnya sekali lagi dengan sebutan mami.

Baby Lorich merangkak mendekati ibunya dan naik kepangkuan Nikita yang sedang duduk berdua dengan daddy-nya.

Baby Lorich menatap wajah cantik ibunya lalu mengulangi lagi ucapannya." Mom.. mommy!" muuacch!" baby Lorich mencium pipi ibunya dengan mesra.

"Sayang, kamu udah bisa panggil mommy?" Tanya Nikita kegirangan.

"Sekarang panggil Daddy!" Pinta Nikita.

Bayi tembam ini menggelengkan kepalanya karena belum bisa menyebutkan kata Daddy.

"Ah, kamu curang sayang. Masa kamu hanya bisa memanggil mommy mu saja." Tuan Kenzo pura-pura merajuk pada babynya.

"Maaf Daddy, nanti aku belajar lagi!" Ucap Nikita menyerupai suara balita.

Baby Lorich mencari makanan di dada ibunya, wajahnya kelihatan lelah setelah bermain berdua dengan kedua orangtuanya.

Nikita meniduri babynya dengan menyusuinya sampai baby Lorich merasa kenyang.

Tuan Kenzo, sibuk dengan laptopnya memeriksa laporan perusahaannya yang masuk dalam email-nya.

ponsel mulik Nikita berdering. Nikita bangkit dan menerima panggilan itu dari asisten pribadinya, Meilan.

"Apa kabar Meilan?" Tanya Nikita.

"Kabarku baik-baik saja Nikita. Tapi aku mau mengabarkan kabar duka cita dari...?"

"Apakah perusahaan kita sedang mengalami masalah?" Tanya Nikita cemas.

"Ini bukan tentang perusahaan Nikita. Bisakah kamu tidak menyela pembicaraanku?" Sungut Meilan.

"Oh, syukurlah!" Maafkan aku Meilan." Ucap Nikita sambil memegang dadanya.

"Ini mengenai ibunya tuan Aryo. Mantan mertua kamu Nikita." Ucap Meilan.

"Apakah nenek sihir itu sudah meninggal dunia?" Tanya Nikita sinis.

"Iya Nikita. Apakah kamu ingin melayat jenazahnya?"

"Dia bukan urusanku lagi Meilan. Aku punya keluarga yang harus aku urus. Kirim saja bunga dukacita sebagai perwakilan dari perusahaan kita ke rumah duka. Terimakasih atas penyampaiannya Meilan." Ucap Nikita yang kelihatan masih dendam kepada ibu mertuanya itu.

1
kalea rizuky
sok jual mahal tp murahan gmna sih konsepnya di nikahin g mau tp di kelonin tanpa ikatan mau udah kek lacur aja loh
kalea rizuky
harusnya jujur woy jangan bertele tele
Anik
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Nurhayati
BeTuL aPa yg di biLang MeiLan....DaSar NiKiTa StuPid,Kykna msh ngaRepin ArYo yg LeMah,LembeK,diKeTeK Emak na😂😂😂😂
amalia gati subagio
jalang mode on merry sue or merry sue mode on jalang? whatever lah, then what nex
Rosdiana Diana: Woe monyet...! loe di mana-mana ko men karya orang sudah seperti loe paling benar sendiri ya. mulut loe #udah kayak comberan tahu nggak Lo!!!
total 1 replies
Mahda Kosongdelapan
pokok nya aku suka..😁tapi klo boleh minta lanjutan nya sikembar gitu🙏🙏🙏terima kasih
NNM
ayo Nikita kalahkah mantan mertuamu dan aryo
NNM
luar biasa
NNM
vote dan kopiku untuk mu yg the best
Ester Yaru
Nikita terlalu bodoh dan sikap egois yg tinggi
Maryana Fiqa
dasar Nikita keras kepala,,,klu hilang br nyahok Lo...
Maryana Fiqa
dasar Nikita pura pura malu pedahal mau😀
£¥£¥@nggi€
Biasa
Refnida Fitri: mbak mau tau kehidupan di pakistan mampir yuk DEMI SIBUAH HATI
total 2 replies
Ririn Nursisminingsih
nikita keegoisanmu dankesombongamu akan membuatmu menyesal
Ririn Nursisminingsih
kdang kok gregeten a sama nikita egois..
flower bean
thor cepat lanjut lagi donk, udah gk sabar pengen liat lanjutannya
ʝσуα♉
ko tamat ka😭😭 nunggu anaknya dewasa👉👈
Irma Purwanti
Aku suka sama cara penulisannya kak author! Gampang dipahami buat para pembaca
booksandpeonies
Hai 刹 Aku datang lagi nih.. Dengan membawa semangat dan dukungan.. Ayo barengan berkarya dengan hati suka cita,dan jaga kesehatan selalu.
SoftMambo
sukses selalu authorr 、歴洟 aku selalu mendukung mu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!