lanjutan kisah Terlambat Jatuh Cinta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon green_light, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siap
Seminggu kemudian...
Naira:" Ayah.. Nai mau ngomong dong,,"
Rizal:" Anak gadis ayah, mau ngomong apa?"
Naira:" Ayah gak keberatan kalo Nai nikah muda?"
Rizal:" Enggak tuh,,"
Naira:" Kenapa?"
Rizal:" Ayah mau yang terbaik untuk kamu, justru dengan menikah kalian terbebas dari godaan syaitan, kan udah halal,"
Naira:" Tapi masa depan Nai kan masih panjang yah,,"
Rizal:" Itu semua tergantung kamu sayang,, kalau kamu mau nolak perjodohan ini juga gapapa, Ayah gak maksa kok, Ayah dulu kalau ketemu sama bunda mu se usia mu mungkin ayah juga akan minta celet-cepet di nikahin..hehehe"
Naira:" Ih yaha ganjen,"
Rizal:" Lah iya donk, emang nya kenapa? kan lebih cepet ketemu bunda mu, lebih cepet kamu ada..hahaha"
Naira:" Ih ayah ni,,,"
Rizal:" Ayah gak maksa kamu kok Nai, dari pada kamu terbebani dengan suatu ikatan, karena kalo udah ngomong pasal Nikah, bukan hubungan yang maen-maen lagi.. Itu sebuah komitmen yang harus dan wajib kita jalani dan harus kita jaga, gak boleh sembarangan bergaul karena kita harus menjaga hati."
Naira:" Iya yah, Nai ngerti kok,,"
Rizal:" Kalau kamu udah nikah, tanggung jawab ayah jadi pindah ke suami mu.. yang berhak atas mu adalah suami mu, dan kamu harus pikirin ini baik-baik, bukan cuma sekedar ngikutin nafsu aja Nai,"
Naira:" Kalo Nai terima pernikahan ini gimana yah?"
Rizal:" Boleh, asal kamu udah siap Nai.."
Naira:" Insyaallah Nai siap yah, apalagi Nai emang mau Nabil sembuh.."
Rizal:" Baik lah kalu gitu, nanti ayah bilang sama Papa Nabil kalo kamu terima lamaran ini.."
Mereka berbincang ringan setelah nya, duduk di bangku taman belakang menikmati indahnya kebun-kebun sayur yang di olah sama Hana, Walaupun Hana wanita masa kini tapi Hana lebih suka berkebun sebagai hobi nya selain memasak, memiliki Green Cafe yang tersebar di berbagai daerah juga tak membuat Hana lupa diri. Dia mempekerjakan orang- orang yang di percaya nya untuk menjalankan bisnis Restorannya, Hana hanya memantau dari jauh saja perkembangan restoran dan kafe nya.
Hana hanya ingin menjadi wanita yang bisa memanjakan anak dan suami nya dengan menjadi isteri dan ibu yang baik. Sungguh Hana adalah sosok wanita yang paling di idamkan.. yang patut di jadikan contoh..
Di lain sisi, Nabil masih memikirkan apa yang akan terjadi kedepannya, apa yang harus di lakukannya ketika dia sudah menikah dengan Naira, bukan soal nafsu yang di kejar nya, tapi lebih kepada janji yang dia sensiri gak ingat, yang kata mama dan papa nya adalah keinginan nya semenjak kecil untuk menikahi Naira, dan kehendaknya sebelum kecelakaan untuk bisa memperisteri Naira.
Iren:" Anak Mama kenapa? kok melamun?"
Nabil:" Aku masih bingung ma dengan keputusan ini, hati aku biasa aja sama Naira.."
Iren:" Mama yakin nanti kamu pasti ingat siapa Naira sayang, kamu hanya lupa sebentar, kamu dan Naira itu saling sayang, bahkan kamu dulu juga yang paling ngebet untuk nikahin Naira.."
Nabil:" Kok Nabil sama sekali gak inget ya Ma?"
Iren:" Ini cobaan sayang, mudah-mudahan nanti kamu bisa inget semuanya setelah kamu dekat dengan Naira..."
Nabil:" Mudah-mudahan ya ma.."
Iren:" Iya sayang..."
Nabil dan Iren pun berbincang mengenai pasal pernikahan seperti apa nanti yang akan mereka adakan, karena Nabil masih sekolah begitupun dengan Naira, jadi sebisa mungkin pernikahan itu tak ada seorang pun yang tau dari pihak sekolah..
semoga konfliknya ga berat
sekarang masih lancar jaya,tapi nanti pas mereka udah nikah pasti ada aja masalah...
nah takutnya mereka masih labil dan masih dalam proses pendewasaan,mencari jati diri takutnya malah mereka berpisah kan nanti q sedih Thor....
thor ceritanya sama persis dengan apa yang aku alami kalo nabil masih bisa bertemu denga nairanya tapi kalo aku belum bisa ketemu dengan teman kecilku itu....
🤭🤭🤭🤭
makanya g up..up