Arc 1. Pengusaha Muda Dengan Sistem, bab 1 - 65.
Arc 2. Luke Lawrance in the Multiverse of System, bab 66 - ** ongoing.
~~~~~~~
Menceritakan kisah hidup Luke Lawrance, seorang anak miskin yatim piatu yang harus menghidupi kedua adiknya sendirian.
Sampai suatu hari ia mendapatkan sebuah sistem yang akan mengubah hidupnya dan seluruh dunia.
Bill Gates, Ellon Musk, Jeff Bezoz, Keluarga Rostchild siapa itu...
Nikola Tesla, Albert Einstein apakah mereka layak di sebutkan?...
Mereka semua tak bisa di bandingkan dengan nama besar seorang Luke Lawrance.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon haoyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.33
“Napa ketawa mulu sih?.”
“Hahaha...gpp aku cuman kasian aja, merasa gak enak aku lawan permula kaya kamu.”
Lalu Luke langsung memulai gilirannya, nampak ia sudah mulai terbiasa tapi di bola ke enam pukulanya meleset.
“Hem...dah lah ku selesein aja, hebat juga...dah mulai terbiasa kamu ya.”
Akhirnya di game pertama itu Aryo memenangkan permainan.
“Yo...yok mulai serius.”
“Lah...kan aku tadi dah menang, keliling telanjang dulu sana?.”
“Hem...kita kan nyewa nih tempat sejam, jadi anggap aja yang tadi pemanasan.”
“Yaudah, jadi sekarang bener bener mulai nih ya, kamu juga kayaknya cepet belajarnya.”
“jadi gini Yo, kita main 10 game, terus siapa yang paling banyak menang dialah pemenangnya.”
“Hem...sebenernya aku merasa gak enak cok lawan pemula, tapi karna kamu yang maksa yaudah skuy mulai.”
“Yaudah deal dulu sini.”
"Deal"
“Oke deal ya 10 game nih adalah penentuanya.”
Akhirnya game kembali di mulai. nampak Luke di beri kesempatan pertama lagi untuk memulai. Dan kali ini Luke langsung serius, nampak ia dengan mudah memasukkan bola kecil satu persatu.
Ayo yang melihat itu hanya bisa sedikit panik sambil berharap Luke gagal saat gilirannya.
Tapi karna keterampilan Master Billiard, Luke yang sudah terbiasa menyelesaikan game pertama dengan kemenangan sempurna.
“Anjir...sumpah ini beneran kan?.
“Cok, lu di awal tadi sengaja nge tes aku ya?.”
“Heemmm...kan dah ku bilang game tadi untuk pemanasan mangkanya sengaja ku por.”
Nampak Luke melipat tanganya sambil bicara sombong.
“Yaudah sekarang gilaranku, pokoknya yang kalah yang mulai duluan.”
“Oke silahkan memulai.”
Nampak Aryo memulai permainan di game ke dua, Aryo sendiri sudah Pro dalam permainan Billiard dan nampak ia dengan santai memasukkan satu per satu bola besar. Tapi pas di bola ke sepuluh karna lokasinya sulit iapun gagal.
“Anjir...dikit lagi.”
“Hehehe...sekarang giliranku.”
Lalu Luke memulai gilirannya, di sana dia dengan mudah membabat habis bolas kecil sampai skor 2-0 pun terlihat.
“Heh...sekarang aku yang pake bola kecil.”
“Hahaha...terserah, aku ngikut aja.”
Lalu pertarungan panas itupun berlanjut, tapi Aryo yang melawan Luke dengan keterampilan Master Billiard di buat tak berkutik dan nampak Luke selalu menang dengan telak dan sempurna.
“Jir...lu pake dukun ya, kok bisa masuk semua?.”
“Hehehe...aku cuman beruntung aja kok.”
Lalu game terus berlanjut dan Luke akhirnya memenangkan pertandingan itu dengan Skor telak yaitu 10-0.
[Ting]
[Selamat tuan berhasil menyelesaikan misi spesial]
[Ting]
[Selamat tuan berhasil menyelesaikan misi spesial]
[Ting]
[Selamat tuan telah naik level]
[Ting]
[Selamat tuan telah naik level]
“Asik...naik level, satu level lagi ke level 20...jadi gak sabar.”
Nampak Luke terlihat senang karna telah naik level. Tapi Aryo hanya terduduk di kursi seakan tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.
“Hahaha...napa yo, kalo gak mau keliling sambil telanjang ya udah gak usah.”
Mendengar perkataan Luke, Aryo langsung membuka celana dan bajunya.
“Woi...mau ngapain, kan dah ku bilang gak usah.”
“Hem...aku adalah pria yang selalu menepati janjinya, sekarang akan ku terima kekalahan dan hukumanku."
Nampak Aryo bicara sambil melipat tanganya dan berjalan sok keren dalam keadaan hanya memakai boxer.
“Serius nih yo, gak usah.”
“Diamlah, pokoknya aku dah kalah...sekarang biar aku menjalanan misiku dulu.”
Lalu Aryo dengan gagah keluar dari kamar VIP dan berlarian keliling tempat Billiard.
Nampak Luke mengikutinya sambil berusaha mencegah Aryo melakukan hal absurb itu. Tapi Aryo adalah anak yang keras kepala dan selalu memegang omongannya jadi dia berjalan keliling tempat Billiard sambil memakai boxer.
“Hahaha...kayaknya ada yang lagi kalah taruhan tuh?.”
“Hahaha...fix kalah taruhan.”
“Lol...masih aja ada orang tolol di dunia ini.”
Nampak banyak pengunjung tertawa melihat Aryo yang berjalan keliling tempat Biliard. Luke yang melihat sahabatnya di tertawakan oleh banyak orang hanya bisa kembali ke kamar VIP dan sedikit menyesali keputusannya.
“Emang kampret tuh anak, dah di bilangin gak usah, masih aja kekeh.”
Nampak justru Luke yang di buat kesal oleh kelakuan temanya itu. Sampai tak lama kemudian Aryo kembali ke kamar VIP mereka.
“Misi telah selesai di laksanakan pak.”
“Iya iya aku tau, sana pake bajumu lagi...sumpah gak tega aku liatnya.” Nampak Luke menyuruhnya memakai pakaian kembali walaupun sedikit tersenyum melihat kelakuan absurb sahabatnya itu.
“Heh...capek juga jir keliling tempat ini, ada lima lantai jadi aku terpaksa naik turun tangga buat keliling.”
“Hem...terserah lah yo, yok pulang.”
“Hehehe...kok malah kamu yang marah sih?.”
“Aku gak marah, cuman aku gak suka aja kamu di ketawain kayak gitu, maap deh aku gak bakalan taruhan hal konyol lagi.”
“Santai aja, aku dah sering ke sini kok, jadi dah pada kenal...mangkanya aku biasa aja.”
Ya walaupun sebenarnya itu setengah benar tapi tetap saja Aryo anak gentel dan keras kepala jadi dia tetap merasa harus menyelesaikan apa yang telah ia tanam.
“Yaudah, yok balik...dah sejam juga nih.”
Akhirnya kedua pemuda itu pergi dari tempat Billiard.
“Masih jam delapan lewat nih...nongkrong di cafe yok, sambil cuci mata.”
Mendengar ajakan sang sahabat Luke langsung setuju.
“Yaudah ke Cafe mana?.”
“Aku ada tau tempat yang keren, pokoknya di sana tempatnya bagus terus ada banyak anak mudanya juga.” Nampak Aryo sangat bersemangat pergi ke tempat itu.
Sampai Ahirnya mereka tiba di Senja Cafe. Nampak memang tempat itu sangat modern dan ramai di datangi oleh anak muda.
“Wih...rame gila, masih ada tempat gak tuh?.”
“Yaudah masuk dulu, nanti ku tanyain.”
Akhirnya mereka masuk dan nampak cafe tersebut memiliki dua lantai dan tempat nongkrong outdoor yang sangat luas.
Sesampainya di kasir nampak Aryo langsung bertanya.
“Mbak, kayaknya rame banget nih...masih ada tempat kosong gak ya?.”
“Ohh...berapa orang mas?.”
“Berdua aja sih, nih saya sama temen saya.”
“Ada kok mas di lantai paling atas kayanya masi sepi kok.”
Akhirnya atas saran mbak itu, mereka pergi ke lantai tiga dan ternyata di sana juga ada beberapa orang yang juga sedang nongkrong bersama teman temanya.
“Wih... di lantai paling atas juga di bikin tempat tongkrongan...sekalian bisa lihat langit malam lagi, keren keren.”
Nampak mereka berdua berjalan ke pojokan tempat. Tapi setelah melihat lihat sekitar Luke melihat ada Satria dan pacarnya Fanny di sana. Aryo yang juga melihat itu langsung bilang ke sahabatnya.
“Cok, tuh lihat ada si kampret.”
“Kamu udah gak ada urusan sama dia kan?.”
“Aman...urusanku dah kelar.” Nampak Luke berjalan santai dan mereka pun duduk di pojokan karna memang hanya tempat itu yang tersisa.