NovelToon NovelToon
Kampung Angker

Kampung Angker

Status: tamat
Genre:Rumahhantu / Horor / Tamat
Popularitas:200.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: UNI NANNI

Sejak kami kedatangan tetangga baru, kampung yang begitu tenang kini berubah menjadi mengerikan. Semua orang takut keluar rumah ketika malam. Makhluk tak kasat mata tidak pernah berhenti datang siang maupun malam. Bahkan mereka mengambil nyawa orang-orang satu per satu.

Kami bahkan tidak tau apa penyebabnya. Tiba-tiba sakit dan langsung di kabarkan sudah meninggal. Bahkan di tubuh mayat mempunyai bekas telapat tangan yang berwarna keunguan.

Pertanda apa semua ini, aku yang mempunyai kemampuan mengobati, tidak bisa berbuat apapun. Meski aku sering melihat makhluk tak kasat mata, tetapi aku begitu takut. Karena energi mereka begitu besar.

Apa yang harus aku lakukan?
Apa yang harus dilakukan warga di kampungku?
Kami merasa takut ketika setiap bulan, berjatuhan korban yang meninggal. Kepanikanku bertambah ketika adikku sakit, aku khawatir adikku akan seperti korban lain yang hanya mengalami sakit demam dan langsung meninggal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UNI NANNI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Pocong

"ha ha ha," suara tawa adikku, ketika kami berhasil melihatnya.

"kenapa kau ikut?" tanyaku, melihat idar berdiri di belakang.

"Ayah yang menyuruhku, katanya aku temani kakak," katanya dengan polos.

"kau tidak perlu menemani kakakmu, dia tidak pergi sendirian. ada kami di sini," kata ana.

"Aku tidak bisa percaya pada kalian semua,"

"Sudah, kita lanjutkan saja perjalanan. Ini sudah mau tengah malam, semoga saja ada tempat yang bisa kita gunakan untuk istirahat," kataku, sambil menarik adikku mendekat.

"Luis, adikmu akan tambah masalah," kata rahmat.

"Daripada pulang sendiri, ini sudah jauh dari rumah," protes idar.

"Siapa suruh mau ikut?"

Kami akhirnya, menemukan sebuah pondok. Lumayan besar, aku dan teman-temanku mampir untik istirahat.

"Apa kita menginap di sini saja?" tanya rahmat, yang memperhatikan sekeliling.

"Tidak mau lanjut?" tanyaku.

"Desa seberang masih jauh, kakiku butuh istirahat. Bezok pagi saja, kita lanjut," kata rahmat, yang sudah berbaring di pondok.

"Idar, kau jangan kemana-mana. Aku mau memeriksa sekeliling dulu," kataku, sambil mengambil senter dari tangan ana.

"Aku ikut," kata fani.

"Kau di sini sana, temani idar. Biar aku yang pergi," protes ana.

Akhirnya, aku dan ana yang memeriksa sekeliling. Pertama, aku ke samping pondok. Tidak apa-apa di sana. Aku dan ana langsung menuju ke belakang pondok. Tidak ada juga yang aneh, tetapi dari kejauhan, seperti ada yang mencurigakan.

Aku mengarahkan senter, tetapi tidak nampak jelas. Pohon besar itu, sedang bergoyang. tetapi aku dan ana tidak tahu, apa yang membuatnya bergerak.

"Pohon itu, kenapa bosa bergerak?" tanyaku, ketika merasa pohon yang aku senter selalu berpindah tempat.

"Benar, mungkin pohon hidup," jawab ana. Jelas, jawaban tidak masuk akal.

"Mana ada, pohon hidup," kataku, sambil memukul kepala ana dengan senter.

"Sakit, kita samperin saja untuk melihatnya,"

Aku dan ana mendekatinya, tetapi pada saat sampai di sana, semuanya baik-baik saja. Tidak ada yang aneh, pohon bergerak yang kami lihat tidak ada.

"Ana, apa kita salah liat ya?" tanyaku dengan heran. Aku menyinari sekeliling dengan senter.

"Jika kamu yang salah liat, bisa jadi. kecuali aku, mataku masih sehat. tidak mungkin salah liat," jawab ana, terus mencari sesuatu di sekeliling.

Tiba-tiba saja, aku merasa merinding. Bulu kudukku berdiri, seperti ada makhluk asral yang datang menghampiri.

"Ana, aku merasa tidak enak badan,"

"Sama, hawa di sini tidak biasa."

"Lalu, kenapa kita tidak pulang?" tanyaku, dan di jawab anggukan pada ana.

Tetapi, pada saat menoleh ke belakang, sebuah mayat hidup dengan mata hitam dan pakaian serba putih, sudah di ikat datang melihat kami.

"Ciluk..ba..." katanya sambil tertawa senang.

Aku menahan nafas dan berteriak dengan keras.

"Po..cong..." Kataku, kemudian berlari tidak menentu. Aku yang membawa senter, jadi dengan mudah untuk berlari. Setelah merasa jauh, aku juga sudah lelah, dan pocong tidak terlihat mengejarku, aku istirahat di bawah pohon.

"Ana, kau pasti capek bukan?" tanyaku, sambil duduk di bawah pohon. Tetapi, ana tidak menjawab pertanyaanku.

Aku menyenter di samping, ana tidak ada. Apa dia berlari ke arah lain, sewaktu aku pergi? atau jangan-jangan dia tertangkap.

Aku mengatur nafasku semakin dalam, sebelum mencari ana. Tetapi, sudah lama aku berkeliling, ana tidak kunjung aku temukan.

"Ana, kau di mana?" teriakku karena sudah lelah berkeliling.

Aku kemudian ingin kembali, memberitahu teman-teman dan membantu mencari ana. Tetapi seseorang meraih pundakku dengan tangannya. Aku sangat senang, ternyata ana berhasil menemukanku.

Saat menoleh, malah seorang kakek tua yang memegang pundakku. Wajahnya begitu pucat ketika senter mengenainya. Aku berlari dengan panik, dan di depanku sudah ada pocong menyambutku.

Aku tidak tahu harus kemana lagi, dan kakek di belakangku, terus memanggilku.

"Nak, ke sini nak," teriaknya, tetapi aku tetap berhenti di tengah mereka.

"Pergi kalian semua, jangan ganggu aku," teriakku, tetapi pocong dan kakek tua terus mendekatiku.

"Ciluk... Baa..." Teriak pocong, sambil melompat ke arahku.

"Ke sini nak, ayo ke sini," teriak kakek tua, yang menyeramkan.

Tidak pilihan bagiku, maju bertemu pocong. Mundur, bertemu kakek tua.

"Aaah...." Teriakku dengan ketakutan.

"Luis, ayo ke sini.." Suara ana memanggilku, dia berada di belakang kakek tua.

"Kenapa aku bisa ada di sana?" tanyaku, dengan heran.

"Kakek ini, bukan hantu. Cepat ke sini," kata ana.

Aku dengan cepat langsung berlari ke arah kakek tua. Tidak peduli, wajah menyeramkan atau bagaimana.

"Pergi kamu, tempatmu bukan di sini..." Teriak kakek tua, mengusir pocong yang masih berlompatan di dekat kami.

1
S
Susah kalo peran utamanya b3g0 kebangetan 😒
Yudi Christian
semamgat thor
Yudi Christian
pada lelet kasian idar
Yudi Christian
candaan nya kurang natural kesan nya thor
Yudi Christian
gas thor
Yudi Christian
gass lgi thor
Yudi Christian
si rain itu yng di pohon
Yudi Christian
rain ngaku..tapi blum tentu Msalah selesai
Yudi Christian
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/ asli lucu si idar
Yudi Christian
biar berkurang musuh satu
Yudi Christian
kejam itu mama rian
Yudi Christian
hebat author
Yudi Christian
semedi dulu luis
Yudi Christian
pake wa luis
Yudi Christian
kabur luis
Yudi Christian
seru
Yudi Christian
waduh..apa lgi ini
Yudi Christian
apa kira² bisikan ana sih
Yudi Christian
episode ini paling seru
Yudi Christian
gass thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!