Wanita lemah yang menjadi bidadari dihatiku.. aku mencintaimu dengan caraku sendiri..
menceritakan kisah seorang wanita yang terpaksa menikah dengan seorang pria kaya yang arogant.
(Musim Pertama, Musim Kedua, dan Musim Ketiga Novel Terpaksa Menikah hanya disini)
salam hangat dari
Adel 💘 Satya
Sasha 💘 Dave
Kyara 💘 Rey
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Kireina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TM 33
Pergumulan
di pagi hari, cuaca langit sedikit mendung membuat sepasang suami istri itu
masih enggan bangkit dari ranjang.
Sergahan
Satya semakin menguat di kala ia mendengar erangan Adelia, "Kau
suka?"
Wajah gadis
itu bersemu merah.
Satya tersenyum
puas karena bisa menikmati kelembutan Adel seraya menggodanya.
Entah sudah
berapa lama waktu berlalu hingga akhirnya Satya berhasil melesakkan cairan
injeksinya di dalam rahim Adel.
Napas
keduanya pun sampai tersengal, Satya masih ambruk di atas tubuh Adel,
"Sayang cepat menyingkirlah. Berat." pinta Adel seraya bersusah
mendorong tubuh suaminya.
***
Usai mandi
dan bersiap rapi Satya pun bergegas pergi menuju ke kantornya. Begitu pun juga
dengan Adelia yang baru saja pergi di antar pak Jang ke kantor Winata Group.
Di dalam
mobil yang melaju sedang, Ken masih fokus menyetir matanya yang setajam silet
bisa melihat kiss mark dileher tuan mudanya.
"Ken?"
"Iya
tuan?"
"Fokuslah
pada jalanmu, apakah karena terlalu lama hidup sendiri membuatmu begitu
frustasi sehingga kau sejak tadi menatapku seperti itu?"
Ken
menggeleng, "Tidak tuan, maaf, saya sama sekali tidak bermaksud seperti
itu."
"Maka
dari itu sesekali lakukanlah kencan, kau akan menyukainya."
Ken diam tak
menjawab.
"Apakah
kau tahu kepala divisi hubungan? Dia memiliki seorang putri yang lumayan cantik
kurasa akan cocok untukmu."
Ken masih
diam, sedikit menambah kecepatan mobilnya.
"Atau
kau bisa mengencani asisten mu, bukankah dia juga cantik? Berdedikasi?"
"Terimakasih
tuan atas sarannya, tapi saya tidak tertarik dengan hubungan asmara."
"Aaa?
Benarkah, wah... sangat di sayangkan, ya?"
‘Karena
itulah anda sering terjebak masalah, suka menilai dari luar. Tolong hentikan
itu tuan!’
Satya masih
mencoba untuk merekomendasikannya beberapa wanita karir di perusahaan miliknya,
"Oh ya apakah kau ingat general manager keuangan kita yang baru? Dia juga
lumayan, pandai dan menarik perhatian banyak lelaki."
Merekapun
sampai di area parkir khusus, namun Satya masih melanjutkan acara menggosip nya
sendiri.
Orang yang
diajaknya bergosip hanya diam tak menanggapi sama sekali, suara tuan mudanya
hanya seperti angin lalu.
‘Cih! Siapa
yang akan mengira jika ternyata tuanku ini suka sekali bergosip!’
Ken memutar
bola matanya merasa jenuh dengan tuan mudanya.
"Ken
kau dengar aku tidak? Ken?"
Satya
menepuk bahu Ken membuat tubuh pria itu terdorong kesamping.
"Iya
tuan?"
"Kau
melamun? Siapa yang menyuruhmu melamun, kau tidak mendengarkan ku bicara?"
"Saya
mendengarnya dengan baik tuan."
‘ Maka
dari itu tolong hentikan acara bergosip anda tuan.’
Sepertinya
Satya telah menemukan hobi barunya, yaitu bergosip.
"Hey
lihat, kan, kau mengalihkan perhatianmu lagi dariku!" protes Satya tak
terima jika kicauannya tak di dengar.
Rasa-rasanya
ingin sekali Ken melangkah lebar dari dalam lift menuju ruangannya dan segera
mengerjakan tumpukan dokumen yang ada daripada harus mendengar seorang pria
yang sibuk bergosip.
Ken menatap
jengah pada tombol lift di hadapannya. Mengehela nafas dengan sangat pelan,
"Tuan bolehkah saya bertanya sesuatu?"
"Apa?
Katakan saja."
"Di
mana tuan membuat tato berwarna merah di leher anda tuan? Saya juga ingin
membuatnya ditempat yang sama!" Tersenyum tipis merasa menang telak.
Satya
terdiam menahan malu ia lupa jika tadi pagi Adel memberinya jejak kepemilikan
tepat di lehernya.
"Bukan
urusanmu!"
Ting!
Pintu lift
terbuka, dengan seribu langkah tercepatnya segera ia melangkah masuk kedalam
ruang kerja meninggalkan Ken begitu saja yang berjalan santai dibelakangnya.
maaf krang tertarik🙏🙏
bab selanjutx bersama lgi tpi gak ada rujuk