Dilarang Bom like...
Kisah ini menceritakan tentang seorang pangeran yang harus mengasingkan diri karena tidak ingin mewarisi tahta sang Ayah di usianya yang masih sangat muda.
Pangeran Areez harus selalu berpindah tempat tinggal, dirinya tidak pernah menetap di satu tempat untuk menghindari kejaran para bodyguard ayahnya yang selalu mencari dirinya untuk kembali ke istana.
Hingga akhirnya di tempat persinggahan nya yang terakhir dirinya bertemu dengan seorang wanita sederhana dan jatuh cinta kepada wanita tersebut.
Karena dirinya sudah terlanjur jatuh cinta pada wanita yang bernama Evina, dirinya tidak bisa pindah dari tempat itu.
Sampai akhirnya para bodyguard sang raja menemukan tempat persembunyiannya, dan akhirnya membawa pangeran Areez kembali ke istana.
lalu bagaimanakah kelanjutan dari kisah cinta sang Pangeran?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terpuruk
Pukul 02.15 dini hari Pangeran Arezz akhirnya tiba di istana, setelah berpikir panjang akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke istana meski harus menempuh perjalanan yang sangat jauh.
Dirinya langsung berlari ke dalam istana bersama pengawal pribadinya setelah memarkir mobil mewah miliknya di dalam garasi.
Entah mengapa rasa gundah di dalam hatinya seolah mendorong dirinya untuk segera berlari ke tempat peristirahatan kekasih tercintanya.
Mereka berdua berjalan dengan tergesa gesa dan lewat di depan tangga yang tinggi menjulang menghubungkan setiap lantai yang berada di dalam istana.
Sakti tampak berhenti sejenak ketika dirinya melihat sisa darah segar sedikit tercecer di bawah tangga tersebut.
''Pangeran tunggu...'' ujar Sakti.
Pangeran menghentikan langkahnya dan kembali menatap ke arah sakti yang sudah berjongkok di belakangnya.
''Ada apa?'' tanya Pangeran Arezz.
''Lihat...! seperti nya ada darah segar yang tercecer di sini," ucap sakti.
Sang Pangeran menghampiri Sakti dan ikut berjongkok di sebelahnya, ia pun memperhatikan dengan seksama bercak merah yang yang terlihat masih sangat segar.
"Sepertinya ada yang baru saja terluka. Tapi siapa malam-malam begini terluka di tempat seperti ini?"
Pangeran pun kembali berdiri lalu berlari, dirinya sudah tidak sabar ingin segera melihat keadaan Evina dan memastikan jika kekasihnya tersebut dalam keadaan baik baik saja.
Mereka berdua pun sampai di tempat peristirahatan para pelayan, pintu kamar tampak tertutup rapat dan seperti terkunci dari dalam, sakti pun mencoba membuka namun hasilnya sia sia.
Lalu tiba tiba saja mata pangeran tertuju pada kamar mandi yang terletak diluar kamar, dirinya merasa curiga karena kamar mandi tersebut dalam keadaan sedikit terbuka.
Ia pun berjalan menuju kamar mandi tersebut, kemudian perlahan membuka pintu yang tidak di kunci sama sekali, matanya seketika terkejut karena melihat Evina yang sudah terbujur kaku tak sadarkan diri di dalam bak mandi yang sudah terisi penuh dengan air di dalam nya.
Pergelangan tangan gadis itu pun tampak robek dengan darah segar bercucuran akibat sayatan pisau kecil yang kini tergeletak begitu saja di lantai kamar mandi.
"Evina..." Pangeran berlari dan langsung meraih tubuh basah Evina dengan kedua tangannya.
Sakti yang mendengar teriakan dari junjungannya itu langsung berlari ke dalam kamar mandi dan menghampiri pangeran.
Dirinya merasa sama terkejutnya seperti pangeran Arezz.
Pangeran Arezz tampak menangis tersedu sambil memeluk tubuh sang kekasih, dirinya tidak menyangka jika kejadian seperti akan menimpa wanita yang di cintai nya.
Sakti tampak meletakan dua jemarinya di leher Evina dan menekannya dengan pelan, dia masih bisa merasakan detak nadi nya masih berdenyut di dalam sana.
"Kita harus segera membawa Evina ke Rumah Sakit, seperti nya kita belum terlambat," ujar Sakti.
Mendengar hal tersebut pangeran pun segera menggendong tubuh Evina yang sudah dalam keadaan basah kuyup, sekujur raganya terasa dingin karena sudah terlalu lama terendam di dalam air.
Mereka berdua segera membawa Evina ke Rumah Sakit terdekat, dengan menaiki mobil yang di kendarai oleh Sakti dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Dan masih dalam keadaan menangis menahan pilu Pangeran memeluk erat tubuh sang kekasih dan menekan luka sayatan di pergelangan tangannya, dirinya terus berdoa dan memanggil namanya seraya berharap jika nyawa Evina masih bisa di selamatkan.
Akhirnya mereka sampai di Rumah Sakit, pangeran Arezz segera berlari menuju Ruang Unit Gawat Darurat dengan Evina di dalam pelukannya.
Dua perawat yang sedang berjaga malam tampak langsung menghampiri pangeran, dan mereka langsung dapat mengenali wajah pangeran dan segera membawa Evina untuk di tangani.
Sakti menghampiri pangeran yang terlihat sedang duduk dengan memeluk kedua lututnya di atas lantai, ia dapat melihat kesedihan yang mendalam dari wajah pangerannya tersebut.
"Apa yang sebenarnya terjadi sampai Evina ingin mengakhiri hidup nya seperti itu?" ujar Pangeran dengan lelehan air mata membasahi pipinya.
"Saya akan segera mencari tahu pangeran, saya pastikan, saya akan segera menemukan penyebab mengapa Evina melakukan hal itu," jawab Sakti.
"Apa mungkin ini perbuatan dari adikku?" tanya Pangeran dengan perasaan geram.
Sakti hanya terdiam mendengar ucapan sang pangeran, dirinya tidak membenarkan atau mengelak tebakan pangeran nya tersebut.
Pangeran Arezz terlihat mengepalkan kedua tangannya dia ingin segera berlari ke istana agar bisa bertanya langsung kepada adiknya tersebut, namun ia tidak tega jika harus meninggalkan Evina sendiri di Rumah Sakit.
Tak lama kemudian satu orang Dokter dengan didampingi oleh dua Perawat menghampiri pangeran Arezz dan juga Sakti.
"Bagaimana keadaan Evina, Dokter?" tanya Pangeran dengan wajah dan perasaan cemas.
"Sepertinya pasien mengalami shock berat, untung saja Pangeran membawa pasien ke sini pada waktu yang tepat, jika saja Pangeran terlambat membawanya kesini mungkin nyawa pasien tidak akan dapat terselamatkan."
Pangeran dan Sakti tampak bernapas lega. Mereka berdua berhamburan masuk ke dalam ruangan dan hendak segera melihat keadaan Evina.
Namun Dokter yang menangani Evina segera menahan pangeran, dan mengatakan bahwa masih ada yang ingin dia katakan kepadanya.
"Mohon maaf pangeran, dengan sangat menyesal saya harus mengatakan semua ini,'' ujar Dokter tersebut.
Lalu pangeran mengurungkan niatnya dan kembali berdiri berdampingan bersama sang Dokter.
''Ada apa Dokter?" tanya Pangeran yang merasa sangat penasaran.
"Sepertinya pasien baru saja mengalami syok berat, kami menemukan cairan dari tubuh pasien, dan seperti nya cairan tersebut merupakan obat bius yang dapat membuat siapapun yang meminumnya seperti kehilangan kesadaran dan kelumpuhan seketika."
Pangeran sangat terkejut mendengar penjelasan Dokter tersebut.
Lelehan air mata seketika kembali membasahi pipinya, ia pun tahu persis jika hanya adiknya yang bernama Brendan yang akan berani melakukan hal tersebut.
"Lalu luka di keningnya di sebabkan oleh apa?" tanya Pangeran.
"Seperti nya luka tersebut berasal dari benturan keras yang tepat mengenainya."
"Saya mohon lakukan yang terbaik untuk kesembuhan Evina, Dokter," pinta pangeran dengan sedikit memohon.
"Baik...! saya akan berusaha semaksimal mungkin, saya permisi pangeran," jawab sang Dokter lalu pergi dari hadapan pangeran dengan membungkuk memberi hormat terlebih dahulu.
Pangeran masuk ke dalam Ruangan, ia melihat Evina sudah dalam keadaan tertidur dengan selang infus yang menempel di tangan kirinya, di hidungnya pun sudah terdapat alat untuk membantunya dalam bernafas.
Sakti sudah terlihat berdiri di samping ranjang Rumah sakit yang terbuat dari besi berwarna putih.
Pangeran menghampiri Evina, hati nya sungguh terasa pilu melihat keadaan sang kekasih yang terlihat sangat mengenaskan di matanya.
Setelah pangeran berdiri disampingnya, Sakit pun beranjak keluar dari ruangan tersebut, dia seolah ingin memberi waktu kepada sang pangeran untuk meluapkan kesedihannya di hadapan Evina.
''Kamu kenapa Ev? mengapa sampai seperti ini? maafkan aku karena lagi lagi aku gagal melindungi mu,'' ujar sang pangeran dengan perasaan pilu yang memenuhi hatinya.
Evina mulai sedikit membuka matanya, dia tampak menangis histeris dan terlihat ketakutan seketika, sambil menggerakkan seluruh tubuhnya.
''Aku mohon jangan sentuh aku,'' Ujar Evina dengan berteriak kencang dan memukul dada Pangeran Arezz yang berada di sampingnya.
Sang pangeran pun sangat terkejut, ia meraih tubuh gadis itu dan mendekapnya dengan erat di dalam pelukannya, namun Evina terus memberontak dan berusaha melepaskan diri dari pelukan pangeran Arezz, hingga darah segar pun kembali keluar dari pergelangan tangannya.
*****
SEMANGAT berkarya thorr 🔥🔥🔥
semoga othor sehat selalu, bahagia setiap saat dan rezeki lancar, aamiin aamiin
Arezz dijemput Evina dan berbahagia di alam sana. Adam bersedih karena telah kehilangan ayahnya😭😭😭
hidup Adam ngenes banget😭
kasihan Evina ga salah apa². kasihan Adam yang sekecil itu harus ditinggal ibunya😭😭😭
nelongso banget sih hidupnya Evina dan Arezz,😭
kasian banget si Arezz sampe berubah gitu😭😭