seorang mahasiswi di salah satu kampus yang sangat hitz di kawasan indonesia timur tepatnya di kota Makassar, yg menjalani hari-harinya seperti biasa, dia mempuanyai 2 orang teman mereka ber 3 sangat nakal sehingga suatu ketika salah satu dari mereka di masukkan pesantren, karena mereka sudah lama bersahabat ke 2 sahabatnya pun juga ikut ke pesantren dari sini lah kisahnya di mulai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon babydollll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 33
" Eh kalian jangan macam-macam ya sama Mita, kalian nggak tau kan kalau Mita anak pengusaha terkenal di Bogor, jadi gampang bagi Mita buat hancurin kalian " kata Sifa dengan senyum meremehkan ke arah Trio Curut.
" Gue bisa aja sih keluarin kalian dari pesantren ini dengan bantuan bokap gue, tapi gue mau buat kalian menderita dulu sebelum keluar dari sini " kata Mita sinis.
" Pramita Wibowo, anak dari Pak Wibowo orang kepercayaan dari pemilik perusahaan Atmaja Group, gue tau lo kaya dan punya kekuasaan, asal lo tau gue lebih kaya dari lo, tapi gue gak pamer kekuasaan " kata Della sambil berjalan meninggalkan Mita dan Sifa yang diikuti oleh Airin dan Fiah.
" Ihhhh kok dia bisa tau sih tempat kerja bokap gue " kata Mita semakin kesal.
Tanpa mereka sadari ternyata Nazwa menguping semua pembicaraan mereka berlima, setelah kepergian Trio Curut Nazwa menghampiri Mita dan Sifa.
" Kalau kalian mau balas dendam sama mereka, kalian harus cerdas, karena mereka nggak mudah di kibulin dengan kalian berdua " kata Nazwa menghampiri Mita dan Sifa.
" Maksud lo apa, mau ketawain kita karena selalu gagal ngerjain mereka ? " kata Mita kesal.
" Justru kedatangan gue ke sini mau bantuin kalian balas dendam ke mereka " kata Nazwa tersenyum licik.
" Hehh Naz, lo kan teman mereka bilang aja kalau ini jebakan kan ? " tanya Sifa curiga dengan Nazwa.
" Gue memang teman mereka, tapi gue kesel dengan mereka setiap kali jalan bareng sama mereka yang di puji hanya mereka bertiga, seakan gue gak terlihat ada di antara mereka " kata Nazwa.
" Lo beneran serius mau bantuin kita ? " tanya Mita senang.
" Tentu saja, gue harus berpura-pura dulu jadi teman mereka dan cari tau kelemahannya, setelah gue cari tau gue akan bilang sama kalian " kata Nazwa tersenyum licik.
" Gue tunggu info dari lo " kata Mita menepuk pundak Nazwa.
" Lo tenang aja, kalau gitu gue cabut dulu jangan sampai ada yang curiga lihat kita di sini " kata Nazwa berjalan meninggalkan Mita dan Sifa.
" Akhirnya kita punya mata-mata buat balas dendam ke mereka " kata Sifa senang.
" Gue juga nggak nyangka, si Nazwa mau bantuin kita " kata Mita.
Sementara di tempat Trio Curut, Fiah begitu penasaran bagaimana cara Della mengetahui selut belut pekerjaan dari orang tua Mita.
" Ehh Dell, kok lo tau sih kerjaan bokapnya Mita ? " tanya Fiah penasaran.
" Ehhh denger ya, gini-gini tuh gue juga sering ikut andil di perusahaan Daddy, dan kalian harus tau kalau orang tua kita salah satu investor di perusahaan Atmaja Grop, tempat bokapnya Mita kerja " kata Della menjelaskan.
" Wahhh nggak nyangka gue, ternyata si lambat loading ini juga belajar bisnis Fi " kata Airin.
" Iyyalah Della Ananta Wijaya kan seorang pewaris tunggal perusahaan Wijaya Group " kata Della bangga.
Nazwa yang melihat Trio Curut duduk di taman dekat kelasnya, langsung berjalan menghampiri Trio Curut.
" Assalamu'alaikum, kalian dari mana aja sih dari tadi aku nyariin tau nggak, terus kalian udah ketemu sama Gus Fauzan kan ? " tanya Airin yang berdiri di depan Trio Curut.
" Wa'alaikumsalam " jawab Trio Curut kompak.
" Tanya satu-satu dong Naz, kita tuh nggak jadi ketemu sama Gus Fauzan tapi ini tuh rencana si lambe turah mau jebak kita bertiga " kata Della
" Ihhh mereka gak ada habisnya ya bikin masalah sama kalian, kesel deh " kata Nazwa pura-pura kesal.
" Uluh uluh jangan kesal dong beibb, lagian kita gak papa kok " kata Fiah dengan nada yang di buat-buat.
" Jijik gue Fi " kata Airin melihat Fiah.
" Sirik aja lo Rin " kata Fiah
Saat mereka sedang asik berbincang sambil sesekali tertawa, tiba-tiba Saiful dan Hendra menghampiri Trio Curut dan Nazwa.
" Assalamu'alaikum kakak-kakaku yang cantik jelita " kata Saiful.
" Astagfirullah ipul kamu ngagetin tau nggak " kata Fiah kaget.
" Heheheh maaf deh kakak Fiahku yang cantik, tadi Ipul nggak sengaja lewat sini sama Kak Hendra, ehh lihat kakak cantik jadi mampir deh, iya kan Kak Hendra ? " kata Saiful cengengesan sambil beralih menatap Hendra.
Della yang melihat ada Hendra langsung merapikan jilbabnya, dan menghampiri Hendra yang berdiri di samping Ipul.
" Ehh Pul minggir dong, hai Ndra " kata Della.
" Hai Dell " kata Hendra.
" Ihhh dasar Kakak Della genit " kata Ipul yang langsung di sambut tawa oleh Airin dan Fiah.
" Kalian kok bisa kenal sama Ipul ? " tanya Nazwa penasaran.
" Hmm sekarang dia juga jadi teman kita Naz, dia orangnya lucu tau " kata Airin.
" Hai kak, aku teman baru kakak-kakak cantik jelita ini Ipul beruntung banget bisa temenan sama mereka " kata Ipul pada Nazwa.
" Oh hai Pul " kata Nazwa.
" Tuh kan anak letoy ini aja, muji-muji mereka terus awas aja kalian bertiga, gue bakal cari kelemahan kalian dan mempermalukan kalian di depan semua santri di sini " kata Nazwa dalam hati.
" Hmm guys, aku ke toilet dulu ya, kebelet nih " kata Nazwa.
" Mau di temenin gak Naz ? " tanya Airin
" Nggak usah Rin, kamu di sini aja sama mereka " kata Nazwa.
Karena merasa ada yang aneh dengan gerak-gerik Nazwa, Ipul pun memberitahu kepada Trio Curut dan juga Hendra.
" Kak kok aku ngerasa ada yang aneh deh, sama teman kakak yang satu itu " kata Ipul.
" Maksud kamu Nazwa Pul ? " tanya Fiah.
" Iya gerak-geriknya mencurigakan, apa jangan-jangan dia nggak suka Ipul jadi teman kakak-kakak cantik " kata Ipul.
" Astagfirullah Saiful, nggak boleh tau berprasangka buruk sama orang lain, nanti dosa loh " kata Hendra.
" Hmmm iya Pul, Nazwa itu baik kok " kata Della menimpali ucapan Hendra.