NovelToon NovelToon
Master Of Elements

Master Of Elements

Status: tamat
Genre:Teen / Action / Fantasi / Petualangan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:252.3k
Nilai: 4.5
Nama Author: Dyoka

Matthew seorang laki-laki yang hidup di abad 22 terlahir kembali dengan nama yang sama. Dunia baru tempat tinggal Matthew sangat berbeda dengan dunia tempatnya berasal. Di sini ada monster yang mengancam keselamatan.

Satu-satunya jalan agar dirinya bisa selamat dari dunia yang penuh bahaya ini adalah dengan menjadi seorang penyihir atau ahli senjata. Dengan begitu, ia bisa melindungi dirinya dan keluarganya dari ancaman bahaya.

Seperti halnya orang yang terlahir kembali, Matthew mendapatkan kemampuan yang bisa ia manfaatkan untuk memperkuat dirinya.

Matthew memiliki kemampuan untuk melihat elemen di sekitarnya. Dengan kemampuannya inilah Matthew memulai perjalanannya menjadi seorang penyihir terkuat.


...

remake dari My New Life As Magician

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyoka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ME 33 Seranggan Bandit

“Kemungkinan besar, di pihak musuh ada orang yang memiliki kekuatan tingkat Platinum.” Ucap Simon tiba-tiba.

“Apa Kak? Apa Kau yakin. Tingkat platinum? Kenapa tiba-tiba ada bandit tingkat platinum di sini? Tapi, kenapa Kau bisa mengatakan bahwa mereka, memiliki seseorang tingkat platinum di sisi mereka?” tanya Sam yang terlihat mulai cemas.

“Misi ini adalah misi jebakan. Aku yakin Steven menjebak kita. Beberapa orang di karavan kita adalah  pendukung setia Steven. Aku yakin kita tidak bisa berharap lebih untuk bisa menyelamatkan diri.” Ucap Simon pasrah.

“Lucas, jika apa yang aku takutkan benar-benar terjadi, aku mohon padamu selamatkan adikku.” Pinta Simon dengan memberikan Lucas tatapan memohon.

“Bos jangan terlalu pesimis seperti itu. Aku akan berusaha sekuat mungkin untuk melindungi dirimu dan adikmu. Kau sudah pernah menyalamatkan nyawaku. Sekarang ganti aku yang akan menyelamatkan nyawamu.” Ucap Lucas penuh dengan penekanan.

Simon pernah terluka parah karena serangan bandit. Saat itu dirinya belum sekuat sekarang. Ia dalam keadaan sekarat itu berhasil ditemukan oleh Simon ketika karavannya lewat. Simon langsung memberikan Lucas pertolongan sehingga ia selamat dari maut.

Setelah sembuh, Lucas bersumpah akan membalaskan budi Simon dengan bekerja padanya. Ia juga mengatakan bahwa Simon yang sudah menolongnya dari maut, sekarang memiliki nyawanya. Ia akan mengorbankan nyawanya jika Simon memerintahkan.

“Jangan bertindak bodoh. Jika Kau memang ingin membalas budi padaku, selamatkan saja dirimu dan adikku. Kemungkinan besar target mereka adalah aku. Jadi, aku mohon selamatkan adikku.” Mohon Simon.

“Kakak jangan berkata seperti itu. Kita pasti memiliki jalan keluar. Ah… Ah… aku ingat. Coba Kau minta tolong kepada seseorang yang menaiki kereta nomor dua puluh dua. Aku yakin dia bisa membantu kita.” Ucap Sam.

Sam teringat akan empat orang yang ia temui tadi pagi. Mereka memiliki aura yang berbeda. Sam yakin laki-laki tadi adalah seorang profesional tingkat tinggi. Meski Sam tidak mengetahui tingkatan dari kekuatan laki-laki tadi,

tidak salahnya mencoba bukan.

Ketika Kakaknya dan Lucas tadi sibuk mengurusi barang yang akan mereka kirim, Sam mendapatkan sebuah laporan dari salah satu anak buah mereka bahwa ada seseorang laki-laki tua yang sudah melenyapkan seorang preman lokal.

Dari ciri-cirinya Sam bisa menebak bahwa dia adalah orang yang sama dengan penumpang kereta nomor dua puluh. Ini menambah kepercayaan diri Sam bahwa orang itu bisa menolong mereka saat ini.

“Biacara apa Kau Sam. Apa Kau mau melibatkan orang lain dalam masalah kita?” Bentak Simon.

“Bukan begitu kak. Tapi aku yakin laki-laki yang berada di kereta nomer dua puluh dua bisa membantu kita. Sepertinya dia seorang profesional tingkat tinggi. Mungkin dia bisa membantu kita. Setidaknya kita mencobanya Kakak.”

“Lucas… Lucas. Cepat Kau kesana, dan minta tolong kepada Tuan yang di sana. Kau harus meminta tolong dengan sesopan mungkin.” Perintah Sam.

“Sam….” Ucap Simon sedikit menaikkan suaranya.

“Kita tidak ada waktu lagi Kak. Toh tidak ada yang bisa kita lakukan bukan? Lebih baik mencobanya bukan.” Jawab Sam dengan suara pelan.

Simon terdiam mendengar ucapan adiknya. Memang benar tidak ada yang bisa mereka lakukan lagi. Tidak ada salahnya memberitahu orang yang dimaksud Sam dan meminta bantuan orang tersebut. Jika orang itu mampu membantu, mereka akan sangat tertolong.

Simon menganggukkan kepalanya pelan. Memberi persetujuan kepada Sam. Melihat hal itu, Sam menyuruh Lucas bergegas.

“Cepat Lucas, cepat. Kita tidak punya waktu lagi.”

John tersenyum lebar ketika merasakan kehadiran seseorang di samping kereta yang tengah dinaikinya. Tidak lama kemudian terdengar sebuah ketukan yang tidak terlalu keras dari arah luar kereta.

Tok, tok, tok.

John membuka korden jendela. Di samping kereta John bisa melihat seorang knight yang tengah menaiki Hontrea menatapnya dengan wajah penuh kekhawatiran.

Melihat korden kereta yang terbuka, Lucas mengambil nafas panjang lalu berbicara kepada laki-laki di depannya. Ia tidak melupakan pesan Sam, untuk bersikap sesopan mungkin kepada laki-laki di depannya.

“Tuan, maaf mengganggu waktu Anda. Saat ini karavan kami tengah  menghadapi sedikit masalah. Saat ini karavan ini tengah dikepung oleh kelompok bandit. Menurut perkiraan kami setidaknya ada seseorang dengan kekuatan tingkat Platinum di kelompok bandit tersebut.” Jelas Lucas.

“Ehm… Apakah Tuan bersedia membantu kami?” Tanya Lucas dengan penuh kecemasan. Lucas belum seratus persen yakin laki-laki ini memiliki kemampuan untuk membantu mereka lolos dari masalah ini.

Pertanyaan Lucas tersebut hanya mendapatkan balasan berupa sebuah senyuman dari John. Lucas sedikit curiga dengan respon yang di dapatkannya. Lucas memiki pemikiran bahwa John adalah komplotan dari kelompok bandit yang akan menyerang mereka.

Tetapi ia mengesampingkan ide tersebut. Itu karena laki-laki ini datang dengan tiga anak kecil. Tidak mungkin dia adalah anggota dari bandit yang sekarang mengepung mereka.

“Sepertinya aku akan mendapatkan hiburan malam ini.” Ucap John.

“Kau tenang saja aku akan membantu kalian membereskan para bandit itu. Tangan Pak Tua ini sudah gatal dan ingin menepuk beberapa tikus.”

Seringai lebar nampak di wajah John saat ini. Setelah itu, ia mengetuk pelan tongkatnya ke arah lantai kereta. Tidak lama kemudian, sebuah barier muncul dan menyelimuti kereta tersebut.

Lucas yang melihat hal itu mulai percaya bahwa laki-laki ini memiliki kemampuan yang cukup untuk membantu mereka. Dari pengamatannya saja, Lucas bisa menyimpulkan bahwa seranganterkuatnya tidak akan bisa menghancurkan barier yang dibuat oleh laki-laki ini.

Ini berarti laki-laki ini memiliki kekuatan di atasnya. Kemungkinan besar dia memiliki kekuatan di tingkat Platinum. Ada kelegaan dalam diri Lucas ketika mengetahuinya. Simon dan Sam masih memiliki kesempatan selamat dari bahaya ini.

John menepuk-nepuk pelan pipi Ellie. Mencoba membangunkan gadis itu. Tidak menunggu lama Ellie yang ada di samping John terbangun dari tidurnya. Dengan mata yang masih mengantuk Ellie menatap John.

“Ada apa Kakek John? Kenapa Kau membangunkanku? Apakah karavannya berhenti?” Tanya Ellie dengan suara sedikit serak.

“Tidak. Aku membangunkanmu karena akan ada hiburan setelah ini. Aku pikir akan sangat sayang sekali jika Kau sampai melewatkan hal ini. Kau bisa mempelajari satu dua hal setelah ini. Jangan lupa bangunkan kedua saudaramu itu.”

Setelah berucap demikian, John menghilang dari hadapan Ellie. Gadis itu mendengar bunyi keras dari atap kereta, seperti sesuatu yang berat ditaruh di sana. Ellie yakin suara gaduh tersebut adalah ulah  John tengah mengubah posisinya menjadi duduk di atap kereta.

Melihat hal itu, Ellie langsung membuka lebar matanya. Ia memadang ke arah jendela yang terbuka kordennya.

Di luar Ellie bisa melihat seorang knight memandang dengan tatapan tidak percaya ke arah tempat di mana John duduk sebelumnya. Di luar sana terlihat cukup gelap. Jika saja tidak ada cahaya bulan yang cukup terang, Ellie sudah pasti tidak bisa melihat suasana di luar sana.

Sepertinya setelah ini benar-benar akan terjadi sesuatu. Ellie melihat Knight yang berada di samping kereta melajukan tunggangannya.

1
ivanka
kaka kpn unp nya?
ivanka
ayo up kakak
blueby
sayang ceritanya tidak sampai selesai
Rahmawati Ismail
ada masalah pengiraan jumlah kayaknya Tor,jd bingung
Rahma Shafiya
semakin seru aja..
Rahma Shafiya
keempat org ini doyan mkn byk,kira2 nya gimana yah??
Rahma Shafiya
kedua anaknya?maksudnya ketiga anaknya kali ya?
Mukhlis Nasution
Banyak cerita kapan perginya
Altern
thor, up?
Just Now: author nya pensi yah, pdhl ceritanya bagus beda dr yg lain, hadeh /Sob/
total 1 replies
Dhewa Shaied
Luar biasa
Dhewa Shaied
Biasa
John Singgih
akhirnya kedua orang tua mereka yang ditunggu pun datang
John Singgih
orangtua yang cemas dengan perkembangan anak-anaknya yang abnormal
John Singgih
lebih turuti orang tuamu nak jangan semaumu sendiri bahaya
UKE IMUT
gak ada update lagi .... haitsu apa udh end
Halim Abdurahman
Amore atau elisa
Rahma Shafiya: keduanya bisa
total 1 replies
Bagus Prakoso
masih ada up lagi atau tidak thor??🤔🤔
Raizel Tidis Da Silpa
tor sejauh aku membaca selalu dua anak yg di sebut padahal mereka bertiga
Rahmawati Ismail: iya bener..kedua terus,kembar 3 harusnya di bilang ketiga bikin keliru aja
total 1 replies
Dewa Tegar Jati Pratama
nanggung banget
dayu intan sawitri
sayang sekali novelnya di tamatin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!