NovelToon NovelToon
Asmara Anastasya

Asmara Anastasya

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Tamat
Popularitas:69.2k
Nilai: 5
Nama Author: Adzana Raisha

Bahagia. Satu kata, sarat makna yang belum pernah dikecap oleh seorang Anastasya. Berkubang dalam lara, hingga gadis itu lupa akan arti bahagia.

Kisah ini bagian dari Terjerat Dua Cincin Sang CEO

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adzana Raisha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak Lekang Oleh Waktu

Anastasya terpaku. Dari tempat duduknya kini bisa dengan jelas ia lihat mentari yang mulai menampakkan sinar keemasan.

Gadis berparas rupawan itu membiarkan kehangatan sang surya menyapu seluruh tubuhnya. Tanpa terasa, sepasang netranya terpejam. Menikmati hembusan angin pagi, bercampur hangatnya mentari. Sungguh perpaduan yang sempurna dari alam semesta.

Sejenak Anastasya mampu menghilangkan segala beban berat yang ia pikul di pundak seorang diri. Membiarkan sejenak saja ia melepaskan semua penat yang bersarang di otal. Kesuksesan karir yang didapat, nyatanya tak sebanding dengan kisah cinta yang dijalani.

Saat pundi-pundi rupiah mulai ia kantongi, di saat itu pulalah kedua orang tua sang kekasih menolak metah dengan alasan pasti.

'Tak sepadan', satu kalimat yang membuat hati Anastasya remuk redam seketika. Gadis itu sadar, apalah dirinya yang hanya gadis miskin jika dibandingkan Rangga yang terlahir berada.

Siang itu, orang tua Rangga memang menolak makan bersama. Akan tetapi, selepasnya mereka memilih berbincang diruang tengah untuk sekedar bertutur sapa.

Pada sepuluh menit pertama, perbincangan hanya membahas perihal karir model Anastasya yang mulai dirintis bersama Wiratama management. Sofyan nyatanya cukup antusias dalam perbincangan, berbeda jauh dengan Siska yang hanya menyimak sesekali. Selebihnya, perempuan itu hanya sibuk dengan ponsel dan terkesan bosan, terbukti saat beberapa kali ia menguap disaat ketiganya asyik bercengkrama.

Saat pembicaraan mulai menghangat, Rangga pun memberanikan diri untuk memperkenalkan Anastasya sebagai calon istrinya. Ya, walaupun gadis itu terkejut setengah mati dengan pernyataan Rangga, akan tetapi gadis itu pun tak mampu untuk sekedar menolak.

Sesaat hening. Sofyan yang semula berwajah ceria, perlahan memucat. Begitupun dengan Siska.

Tanpa aba-aba, perempuan paruh baya itu menyuarakan ponalakan. Berbeda dengan Sofyan yang hanya terdiam, seolah masih mengumpulkan kesadaran yang membuyar.

"Rangga, bukankah kau seharusnya sadar. Putra tungga Keluarga Wiratama, tidak akan mencari sosok istri dari kalangan rendah. Kau masih keturunan ningrat, begitu dengan calon istrimu kelak. Jangan gegabah memilih pasangan. Setidaknya pakai otakmu untuk berfikir." Siska bangkit seketika. Memutar tumit dan berlalu pergi meninggalkan ketiga orang di ruang tengah yang terdiam.

Wajah Anastasya memanas, begitu pula dengan sepasang bola mata indah yang mulai berkaca-kaca.

Sementara Rangga spontan mengengam jemari lentik Anastasya erat. Memberikan kekuatan juga kenyamanan dalam sentuhannya.

"Ayah," ucap Rangga seraya menatap wajah sang Ayah yang masih terdiam seolah meng_iba.

Pria itu menghela nafas dalam.

"Maaf, nak. Ayah tidak bisa membantu apa-apa. Mungkin ibumu sudah memiliki calon yang tepat untukmu." Tak jauh beda, kini Sofyan pun bangkit dan meninggalkan sepasang kekasih yang saling menguatkan itu.

Rangga mengusap wajahnya kasar. Kedua orang tuanya bahkan tega mengoreskan luka tak terperih pada sang kekasih hati.

Ia pun menatap lembut gadis yang tertundung di samping kanannya. Melihat gadis itu mengigit bibir bawah, sungguh menjadi sebuah cambukan baginya.

Ini kali pertama ia melihat Anastasya menangis. Meski dia seorang perempuan biasa, namun Rangga yakin jika sosok sang pujaan hati adalah gadis yang tegar.

Bahkan saat ini pun. Saat Ibunya mengungkit status sosial dan nyata menolaj kehadirannya, gadis itu tak menangis. Meski sepasang bola mata indahnya sempat berkaca-kaca, namun dengan sigap ia menghapus rasa sedih itu, berganti dengan tegar hingga mengusir buliran bening yang nyaris datang.

"Tasya." Rangga kembali menggengam dan mengusap jemari lentik itu lembut.

Diluar dugaan. Gadis itu mendongak, kemudian mengulas senyum lebar di bibirnya.

"Tenanglah, aku baik-baik saja," jawab Sang gadis berusaha menepis kekhawatiran sang kekasih.

Rangga menghela nafas lega. Setidaknya Anastasya tak mengambil hati, perihal ucapan yang terucap dari bibir sang ibu.

"Sayang, kau masih ingin membaca buku lagi? Atau berkeliling? Oh ya, aku masih punya satu tempat yang sepertinya akan kau sukai. Di sana aku menyim---"

"Tidak sayang, aku ingin pulang saja," potong Anastasya cepat sebelum Rangga merampungkan ucapan.

"Baiklah."

Terlihat pria itu menghela nafas berat.

💜💜💜💜💜

"Bagaimana?"

Anastasya menjawab panggilan dari ponsel pintarnya.

"Baiklah. Aku percayakan semuanya padamu." Sambungan terputus. Anastasya menyimpan kembali ponsel pada tempat semula. Ia hirup kembali segarnya udara pagi yang begitu menenangkan hati.

Tak ada jadwal pekerjaan membuatnya ingin menghabiskan waktu dengan bermalas-malasan. Tak apalah, setidaknya tubuhnya pun perlu beristirahat selepas berhari-hari disibukkan dengan jadwal pemotretan.

Ia hirup udara dalam-dalam, lantas melepaskan perlahan.

"Sayang." Suara lembut menyapa lembut indra pendengaran Anastasya. Gadis itu menghela nafas. Suara lembut itu, sudah sangat familiar baginya.

"Bubur Ayam spesial teruntuk gadis yang teramat spesial. Kau pasti belum sarapan, bukan?"

Rangga. Penolakan yang ditunjukan oleh orang tuanya. Nyatanya tak membuat pria itu menyerah dan memilih pisah. Hubungan cinta dari keduanya tetap terbina. Bahkan kian kokoh, dari hasi sebelumnya.

Bersambung

1
Endang Werdiningsih
jgn mau ana,,,sarah sih ngaja mau menjebak ana..
Sarah S
lanjut dong jadi penah saran kelanjutan nya
Zainab ddi
💪💪💪selalu bekarya 😍😍😍
Zainab ddi
😭😭😭 akhir ceritanya yg menyedihkan
Zainab ddi
😭😭😭sedih banget ya
Zainab ddi
ceritanya menarik
yesi yuniar
sama2 kakak
tetap semangat utk terus berkarya 💪💪😍😍😍
yesi yuniar
aduh kakak... jangan bikin anastasya kehilangan utk ketiga kalinya 😢😢😢
yesi yuniar: tp memang semua akan kembali pada pemilik-Nya, tp kadang kita jg ingin egois 🤭🙏
total 1 replies
yesi yuniar
selamat datang nathasya 😍😍😍🙈
yesi yuniar
😆😆😆 kiara pingin dimanja seperti zara
yesi yuniar
selamat anastasya, setelah perjuangan panjang dan kesabaran akhirnya diberikan anugrah terindah 🤗
yesi yuniar
menjauh memang pilihan yg sangat tepat 👍👍
Aida Arifin
mulailah kehidupan baru di sana... kenan buat anstasya bahagia ya...
yesi yuniar
menikah lagi bukan berarti melupakan, tp memang hidup harus terus berjalan dan bukan terus2an terpuruk pada penyesalan masa lalu...
yesi yuniar
akhirnya part antara kenan dan anastasya sudah hadir 🤗🤗🤗
ditunggu kelanjutan kisah mereka 😍😍😍
lielie tamiii
uwuuwwwww..benar2 pasangan serasi
yesi yuniar
sampai sekarang masih begitu terharu dgn ketulusan dan pengorbanan anastasya....
yesi yuniar
ini pertemuannya dengan zara ....
lanjut kak 🙏💖💖💖
semangat 💪💪
yesi yuniar
bersabarlah ana, kebahagiaan pasti akan kamu raih 🤗🤗🤗
makasih up nya kak...tetep semangat 💪💪💪
Efan Zega
kasihan anastasya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!