Tiwi salah satu anak pembantu di keluarga Pratama, setelah tamat sekolah keluarga Pratama memintanya menikah dengan anak kedua mereka yaitu Raihan Pratama..
Tiwi terjebak di dalam pernikahan palsu,dia hanya menjadi tumbal untuk menutupi penyakit menyimpang Raihan,Tiwi sampai putus asa dengan takdirnya..
Tapi nasib berkata lain,Bara seorang pebisnis hebat menikah dengan anak pertama keluarga Pratama..sejak masuk di dalam keluarga Pratama Tiwi dan Bara menjalin kedekatan di karena kan sama-sama membutuhkan kehangatan sehingga mereka saling cinta..
Bagaimana kah kisah antara Bara dan Tiwi,apakah mereka bersatu atau malah terpisah kan dan kembali pada pasangan masing-masing...
untuk cerita selanjutnya silahkan mampir di Noveltoon 🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
mabuk
tiga hari berlalu Tiwi yang saat ini sudah merasa lebih baik,apalagi sudah beberapa hari ini dia menghabiskan malam bersama Bara di saat Raina sedang tidur pulas,Tiwi merasa sebagai seorang penjahat,tapi mau bagaimana lagi bercinta dengan Bara membuat nya candu,lagi pula anak nya selalu menginginkan Bara,, mencium bau tubuh Bara saja sudah membuat Tiwi tenang...
sedangkan Raihan tak bisa konsentrasi bekerja, Tiwi selalu menghindar mengangkat telepon nya,ada saja alasan Tiwi..dari mulai ingin membantu bibi di dapur sampai ingin membereskan kamar, padahal hal itu sama sekali tidak pernah di lakukan sebelum nya..
" mas...sudah dulu ya,,aku belum makan" alasan Tiwi menutup ponselnya
padahal saat ini dia sedang berada di kamar dan di peluk oleh Bara,,karena Raina sedang pergi untuk reuni an bersama teman-teman nya
" mas,,aku merasa bersalah dengan hubungan kita ini" ujar Tiwi
" sayang...kita tak bersalah mereka kakak beradik lah yang sudah menyia-nyiakan kita,,aku dulu sudah pernah meminta pada Raina untuk jadi istri yang baik tapi dia tak mau,kamu begitu juga dengan Raihan satu tahun menjalani rumah tangga palsu,dan sampai di cap perempuan mandul,, sekarang setelah kita sama-sama cinta dan sudah hadir calon anak kita mereka baru mau berubah,,ini bukan salah kita sayang,hanya saja kita belum bisa mengakhiri hubungan dengan mereka" jelas Bara
" tapi kapan kita akan jujur mas,perut ku akan semakin membesar"
" saat ini mas sedang berusaha menyimpan uang karena pasti papa tidak akan setuju jika mas menikah dengan mu,mas tidak mau anak kita hidup susah,, bersabar sedikit lagi...!!! mas ingin kita pergi dan membuka usaha baru jika mereka tak merestui kita" terang Bara lagi
" justru mas takut pada orang tua mu, mereka sudah terbiasa hidup dari keluarga Pratama jika kita menikah pasti mereka kena imbasnya,mas belum bisa membiayai nya jika mas di coret dari ahli waris" lanjut Bara
" orang tua ku sudah terbiasa susah mas,,pasti mereka mengerti,aku hanya kasihan saja pada ayah yang harus bekerja lagi, tapi demi bersama mu kita akan menjalani nya sama-sama " ujar Tiwi memeluk tubuh Bara
" terimakasih...kamu sudah mau hidup susah bersama mas" Bara mencium kening Tiwi sekilas
****
malam ini Raina pulang dengan keadaan mabuk, pikiran nya kacau karena Bara tidak mau mendekat dengan nya
" na...kamu mabuk?" tanya Bara membopong Raina masuk kedalam kamar
" mas....apa salah ku,apa aku kurang cantik,kurang seksi sehingga kamu tak mau menjamah ku" racau Raina
" hikss.....hikss....aku tau mas,,aku tau" ucap Raina meracau sambil membuka kancing bajunya
" na...sadar...." ujar Bara menghalangi tangan Raina
" aku tau karena aku tidak perawan lagi jadi kamu jijik dengan ku"
Bara sama sekali tidak tau kalau Raina sudah tak perawan,,Raina membuka aib nya sendiri membuat Bara bertambah ilfil pada nya
" Michael sialan itu saja ketagihan dengan tubuh ku,kenapa kamu tidak mas,,ayo...coba dulu.." racau Raina sambil meremas junior Bara
Tiba-tiba hasrat Bara terpancing tetapi dia masih sadar untuk tak menggauli Raina meskipun dia suami Raina karena mereka tidak saling cinta,saat ini Raina hanya merasa bersalah saja padanya...
Bara menghempaskan tubuh Raina di atas Ranjang dan meninggalkan nya meracau sendiri...
saat ini Bara lebih memilih duduk di taman belakang menikmati angin malam sambil menatap jendela kamar Tiwi,,Bara tidak bisa masuk kedalam kamar Tiwi karena ada Nyonya Fatyah di rumah..
Bara memutuskan untuk pulang kerumah orang tua nya...