Zilogia, penguasa tertinggi ras manusia duduk lemas diatas singasana.
"Aku ingin pensiun, menjadi yang terkuat, heh....omong kosong." Menghembuskan nafas panjang dengan bosan.
"Melindungi dimensi mortal, JANGAN BERCANDA, bahkan aku harus mengorbankan waktu menonton liga Champions demi melawan para monster itu, gak sepadan coy." Mengoceh Zilogia tanpa henti.
"Tapi jika pensiun bagaimana dengan kami, tuan." Berkata salah satu bawahannya .
"Dan apa kau tahu eldfet, kenapa dimensi noir terlalu serius berperang melawan manusia, itu merepotkan saja." Zilogia dengan lemas mengutarakan isi hatinya.
"Kalau begitu tuan, sebaiknya kita mencari seorang penerus anda." Eldfet memberikan pendapat.
"Itu ide yang bagus, baiklah mari kita berikan ujian kepada penerus takdirku, sebagai penyelamat dunia dari takdir sang penguasa." Zilogia bersemangat atas ide itu dan segera memulai tujuannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shina Yuzuki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Guild master
Pagi telah datang. Sinar matahari menyilaukan pandangan mata Askar dan hal yang pertama di lihat Askar saat membuka matanya adalah tubuh sempurna yang putih mulus dan penuh dengan keindahan dari seniornya Elica. Keduanya tidak melepaskan pelukan sejak semalam dan entah sampai berapa lama mereka melakukan kegiatan itu.
Askar sadar kalau dirinya telah kehilangan hingga 80% energi di dalam tubuhnya, tapi Askar tidak menujukan ekspresi menyesal, karena saat ini, hanya ada sesosok wanita cantik yang berada di sampingnya dan sangat amazing.
"Senior Elica, bangun ,kau bisa sakit jika tidak memakai baju ." Berkata Askar membangunkan Elica.
Mata elica terbuka dan secara langsung saling menatap wajah Askar yang tersenyum. Wajah elica masih tersipu malu saat mengingat kejadian semalam, dimana suara Elica tidak bisa ditahan, jika mereka berdua melakukan hal itu dirumah dekat dengan penduduk, bisa di pastikan akan ada gosip yang mengatakan.
"Kedua pasangan itu, seperti habis lari maraton 100 kilometer sambil membawa 100 kilogram beras, suaranya Aah...Aah begitu."
Itu adalah hal wajar bagi para ibu-ibu kompleks yang sering mengurusi urusan tetangga mereka.
Askar dan elica sudah membasuh diri di sungai, membenahi pakaian mereka yang terlihat lusuh dan menyisakan sedikit noda merah . Askar begitu memperdulikan Elica, dimana tubuh Elica masih terlihat kelelahan, bahkan masih sulit untuk berjalan.
Sesekali Askar harus membantu Elica berjalan dalam pelukannya, Elica tidak menolak tindakan Askar, bahkan menikmati keromantisan lelaki yang dua tahun lebih muda darinya itu .
"Senior Elica, apa sebaiknya hari ini kita pulang saja ."
Elica merasa kesal dengan panggilan Askar, dimana panggilan itu menandakan kalau hubungan mereka tidak ada yang berubah .
"Jangan panggil aku senior, panggil dengan namaku saja ." Kata Elica dengan wajah malu-malu.
Askar merasa sedikit risih dengan permintaan seniornya itu, tapi tetap saja Askar berusaha untuk melakukannya .
"Baiklah Elica ."
Elica semakin membenamkan wajahnya ke dalam dada Askar karena malu mendengar panggilan namanya. Tapi untuk selanjutnya, mereka masih melakukan pelatihan di dalam hutan, dimana siang dan malam hubungan mereka semakin erat. Bahkan tanpa pernah mereka hitung, seberapa banyak mereka melakukan kegiatan meditasi gabungan jiwa dalam dua hari terakhir .
Walau Askar memiliki pakaian di dalam ruang dimensi khusus, tapi Elica tidak punya pakaian ganti. Elica menggunakan pakaian Askar, melihat hal itu membuat elica tampak lebih menakjubkan dimata Askar. Di hari ketiga Askar memutuskan untuk keluar hutan dan kembali ke kota .
"Eli, apa yang harus aku katakan kepada kakakmu ."
"Katakan saja seadanya." Jawabnya santai.
Askar terkejut menerima tanggapan dari elica .
"Jangan bercanda, apa aku harus mengatakan 'kak Adam adikmu sudah menjadi milikku seutuhnya dan kau jangan khawatir, aku akan membahagiakannya', selanjutnya aku auto lumpuh jika mengkatakan seperti itu ." Jawab Askar dengan menggeleng.
"Jangan memiliki pikiran yang berlebihan, seperti apa pun jawaban kak Adam, aku akan terus bersamamu, hanya saja ...." Elica sedikit ragu untuk melanjutkan perkataannya.
"Hanya saja ? ."
"Yang jadi permasalahan adalah keluargaku ."
Askar dengan serius berkata . "Jika keluargamu menolak hubungan kita, bahkan jika harus dengan berkorban nyawa, aku tidak akan pernah berpikir dua kali untuk membawamu ."
"Askar, aku mencintaimu ."
"Aku tidak ."
Pukulan keras dari elica membuat Askar terjatuh dan hampir lepas landas ke bawah jurang, untungnya Elica langsung menangkap Askar .
•••••
Sekembalinya Askar ke kota. Askar mendapatkan kabar tentang guild pengobatan yang sedang dalam masalah, karena ponsel Askar baru mendapatkan sinyal setelah keluar hutan.
Guild master mengalami keracunan, Askar yang mengetahui hal itu sesegera mungkin pergi menuju guild pengobatan setelah mengantarkan Elica kembali ke rumahnya . Tidak banyak orang yang tahu, hanya para pengurus dan anggota senior yang mengetahui keadaan guild master. Nona Remi terdiam di kursi kerjanya, melihat Askar muncul dari balik pintu, wajahnya mulai menunjukan semangat .
"Tuan Z, kapan anda kembali ." Remi menyambut Askar .
"Baru saja dan selama dua Minggu aku dalam masa pelatihan karena itu ponselku tidak mendapatkan sinyal ."
"Syukurlah kalau begitu ." Remi bernafas lega.
"Jadi apa yang terjadi dengan guild master."
Nona Remi menceritakan segala kronologi kejadian, dimana semua pelayan yang menyajikan minuman untuk guild master sudah di periksa, seperti yang dikatakan oleh orang bijak. Tidak akan ada pencuri yang mengakui perbuatannya, kalau pun ada, dia mungkin sudah mendapatkan hidayah .
"Tidak ada satu pun bukti ."
"Bolehkah aku memeriksa guild master ."
"Tentu saja ."
Askar di bawa ke ruang khusus pengobatan dalam guild, di dalam ruangan seorang lelaki tua berumur 80 tahun, berbaring lemas seperti menunggu ajal menjemput. Disampingnya seorang wanita cantik berambut hitam dengan mata merah menyala terkejut saat Askar masuk .
"Elena, sedang apa kau di tempat ini ." Askar terkejut dengan sosok elena.
"Seharusnya itu adalah pertanyaanku ." Kata elena yang masih kebingungan melihat Askar.
Nona Remi tidak terkejut dengan perkenalan kedua remaja itu, dimana elena adalah wanita cantik dan Askar adalah lelaki hebat. Dunia akan berputar di dalam kehidupan mereka berdua .
"Ini adalah kakekku ."
"Dan aku adalah temanmu ." Lanjut Askar membalas perkataan elena.
"Itu tidak menjawab pertanyaanku tadi ."
"Aku ingin memeriksa keadaan kakekmu ." Jawab Askar mengatakan tujuannya.
Askar tahu kalau mata elena adalah absolute eyes, mata istimewa dari anugrah tuhan, dimana matanya tidak bisa di bohongi dan di tipu oleh apa pun .
"Jadi seperti apa yang kau lihat ."
"Sirkuit energinya baik, tapi konsentrasi energinya sangat lemah, dalam satu jam energinya akan meningkat hingga batas tertinggi dan menurun hingga terendah, itu terjadi satu jam sekali ."
Askar mencoba memeriksanya dengan merasakan denyut nadi guild master, dimana denyut nadinya sangat normal, tapi saat energi itu naik detak nadinya menurun derastis begitu pun sebaliknya .
"Dia tidak terkena racun, tapi mengalami penutupan syaraf secara paksa, di jantung, hati dan kepala ." Perjelas Askar mengenai keadaan guild master.
"Jadi apa yang harus di lakukan. Askar ."
"Satu satunya cara adalah melakukan pembukaan dengan pelepasan energi eksternal secara bersamaan ."
Askar memberitahu secara terperinci tentang cara menyelamatkan guild master dan untung saja Askar mengalami peningkatan kemarin.
Jika saat ini dia masih berada di tingkat jendral surga, maka energi Askar tidak akan cukup untuk mengobatinya. Askar meminta elena mencari tiga jarum emas, dimana Askar menusukkannya ke titik syaraf yang sudah di tandai.
Satu di bagian punggung, tengkuk leher dan ulu hati, askar hanya menusukkannya sedalam 50 mm dari kulit, menggunakan sejumlah energi dalam konsentrasi tinggi untuk mengalirkan kedalam syaraf. Tingkat kesulitan dalam mengontrol konsentrasi energi jauh lebih suit dari pada melawan ratusan monster. Askar menyalurkan energinya melalui kepala guild master, dimana Askar harus menyebarkan seluruh energinya ke puluhan titik syaraf dan tiga titik syaraf yang tertutup secara bersamaan .
"Baiklah ayo kita mulai ." Energi Askar dengan tenang, indah dan lembut mulai masuk dan menyebar. Dalam satu jam Askar mencapai tiga titik syaraf yang tertutup .
"Skill elements creator : api ."
Askar mengalirkan Energi api ke tiga titik tujuan, memberikan sebuah pembakaran agar syaraf terangsang dan membuka kembali secara normal. Dalam dua jam guild master akhirnya membuka mata dan giliran Askar yang pingsan secara tiba-tiba.
kembali kesini untuk membaca ulang
tak kirain!!!
Dulu sewaktu novel ini masih chapter 400-500 aq ngikutin, tapi karena ibuku butuh uang HPku di gadaikan dan setelah di tebus, aq malas melanjutkan-nya.
Dan akhirnya 1/2 minggu lalu aq mulai baca dari awal dan novel ini tetap bagus seperti dulu, Komedi-nya masih bikin aq ketawa & jalan ceritanya g bikin bosen.
GOOD JOB untuk AUTHORNYA👍👍👍