NovelToon NovelToon
Bukan Pilihan Tapi Garis Takdir Yang Telah Ditetapkan

Bukan Pilihan Tapi Garis Takdir Yang Telah Ditetapkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Nikahmuda
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yuli Zarti

sebuah kisah yang sangat menyentuh namun juga menyakitkan tapi tetap dijalani dengan cara yang kadang sulit untuk di terima. Akankah antara Aira dan Ridwan sanggup menjalani? dan bagaimana dengan Zaki. Apakah yang terjadi selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli Zarti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 20 mencoba menerima kenyataan

Aira merasa sangat senang melihat perubahan pada Zaki . Sejak menikah dengan Zaki Aira tak pernah lagi mendengar kabar tentang Ridwan.

Sedangkan Ridwan masih belum bisa menerima wanita lain dalam hidupnya setelah Aira pergi dari kehidupannya.

Hari ini kiai Abdullah berniat ingin bersilaturahmi dan sekaligus ingin mencari tahu tentang Ridwan. Malam itu pak Hanafi sedang duduk-duduk santai bersama istri dan anaknya.

Namun tiba-tiba ia di kejutkan oleh suara ponsel yang berdering.

Abi, sepertinya ponsel Abi ada yang menghubungi deh.

Oh iya Abi dengar kok ummi, tapi siapa yang menghubungi Abi malam - malam begini ?

Gak tahu deh Abi coba aja Abi lihat siapa tahu ini sangat penting .

Pak Hanafi pun mengambil ponselnya yang terletak di meja .

Pak Hanafi melihat ada nama kiai Abdullah.

Dengan cepat pak Hanafi pun menggeser tombo hijau yang tertera di layar.

"Assalamualaikum Abdul, ada apa kok tumben bangat kamu menghubungiku" .

"Walaikumsalam Han, sebenarnya. Aku ingin berkunjung kerumahmu ingin bersilaturahmi apakah kamu keberatan ? "

"Oh tentu saja tidak Abdul, kapan kamu akan ke sini? "

" Rencananya besok malam, aku beserta keluarga ingin bersilaturahmi aja" .

"Boleh, aku tunggu ya" .

"Oh baik lah kalau gitu aku tutup teleponnya".

"Assalamualaikum" .

Pak Hanafi pun tersenyum setelah menerima telepon dari sahabat dekatnya itu .

Pak Hanafi pun segera menghampiri istrinya itu.

Ummi, tadi Kiai Abdullah yang menelpon Abi. Katanya kiai Abdullah ingin bersilaturahmi dengan keluarga kita.

Ridwan Abi harap kamu bisa di andalin.

Maksudnya apa nih Abi kok malah ke Ridwan solusinya.

Ya kamu lihat aja nanti.

Ibu Aisyah pun berbicara pada putra semata wayangnya itu.

" Nak, udah lama kamu tidak mencari pengganti dirinya. Saat ini ummi sudah ingin punya mantu. Apakah permintaan ummi ini membuatmu merasa keberatan ?" Ucap ibu Aisyah dengan lembut.

Mendengar ucapan ibunya Ridwan terus terdiam sejenak . Karena memang selama ini ibu Aisyah sudah ingin melihat anaknya menikah. Hidup bahagia bersama istrinya.

Namun semenjak Aira menikah dengan orang lain sampai saat ini ni nama itu masih ada di sebagian hatinya.

"Baiklah ummi, Ridwan akan mencoba untuk menerima siapa pun yang akan jadi istri Ridwan nanti".

Ya udah, kalau gitu Ridwan ke kamar dulu ya ?

Ridwan pun meninggalkan kedua orangtuanya di ruangan keluarga.

Kini hanya tinggal pak Hanafi dan istrinya.

" Abi, ummi harap semoga anak Kiai Abdullah bisa membuat Ridwan jatuh cinta padanya. Ummi lihat sampai saat ini nama Aira masih belum bisa ia lupakan" .

"Semoga saja Ummi, Abi pun berharap demikian" .

"Oh ya ummi, itu Lo Abi dengar teman SMA Ridwan kalau gak salah namanya Zaki. Dia sakit kanker otak stadium lanjut" .

"Oh bukannya itu suaminya Aira Abi, apakah Aira sudah tahu ?"

Kata dokter Adrian dia menyembunyikan penyakitnya dari keluarganya dan Aira.

Kok Aira bisa gak tahu ya Abi ? Entahlah Ummi, katanya sih Aira di perlakukan dengan baik sama Zaki.

Udahlah Abi, kita jangan terlalu ikut campur dengan masalah orang lain. Tapi kalau dia meminta bantuan pada kita nanti kita bantu semampunya.

Ummi benar, nanti deh Abi akan kasih tahu Ridwan. Yaudah udah malam nih lebih baik kita istirahat.

Keduanya pun pergi ke kamar . Sedangkan Ridwan merasa belum bisa menerima kenyataan bahwa saat ini Aira telah menikah.

" Aira, bagaimana caranya aku untuk melupakanmu. Mungkin saat ini aku harus menyimpan kenangan kita di sudut hati yang terdalam" .

"Mulai malam ini aku berharap semoga kamu bahagia dengan Zaki" .

Tapi suatu saat kamu membutuhkan aku berjanji akan membantumu.

Ridwan pun memejamkan matanya. Malam ini bulan purnama dengan setia menemani bintang - bintang kecil menambah indahnya cahaya langit.

1
Rev
👍🏻
Adiba Azahra
Halo kak izin mampir yha 🙏😊🌸😍
Adiba Azahra: 👍🙏😊🌸😍
total 3 replies
Kayla Rane
aku mampir k.. cerita ya 😭 juga♥️

salam DUA SAHABAT DAN BAYI MISTERIUS 🙏🏻🤭
Yuli Zarti: oke terimakasih sudah mampir😍😍😍
total 1 replies
aku
jangan smpe aira jd istri second ya!! 😌🙏🙏
Yuli Zarti: 😊😊😊😊 terimakasih sarannya kak,
total 1 replies
Yuli Zarti
terimakasih 😍😍😍😍
Adiba Azahra
Terus semangat kak bagus loh ceritanya 👍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!