NovelToon NovelToon
KEBANGKITAN PUTRI TERLUPAKAN

KEBANGKITAN PUTRI TERLUPAKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: S RIANA

Dijadikan keset kaki, diabaikan oleh ayah kandungnya, hingga dikhianati oleh pria yang berjanji akan menikahinya. Hidup Shen Xianle berakhir tragis di dasar tebing dingin setelah tubuhnya dilemparkan tanpa belas kasihan.

Mereka mengira Xianle telah lenyap dan dilupakan. Namun, mereka salah besar. Sebuah kekuatan kuno membangunkannya dari ranjang salju yang berdarah. Kali ini, tidak ada lagi putri teratai yang lemah lembut. Yang ada hanyalah Shen Xianle yang terlahir kembali dengan hati sedingin es dan tekad membalas dendam yang membara.

Bagaimanakah cara Xianle membalas setiap tetes darah yang pernah mereka tumpahkan? Ikuti kisah pembalasan dendam terdahsyat sang putri yang terlupakan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S RIANA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Darah keluarga Lin

Dentuman Gerbang Surga Terlarang yang menutup kembali mengguncang seluruh makam. Debu berjatuhan dari langit-langit, beberapa batu besar terlepas dari dinding, sementara cahaya merah yang sebelumnya memenuhi aula perlahan menghilang. Namun bagi Shen Xianle, suasana setelah gerbang tertutup justru terasa lebih menyesakkan. Kalimat terakhir makhluk di balik gerbang masih bergema jelas di kepalanya.

Salah satu dari tiga orang yang berdiri di hadapanmu malam ini adalah orang yang membunuh ibumu.

Tatapan Xianle berpindah dari Tetua Ghost kepada Lin Cang, kemudian berhenti pada Long Junwei. Ketiganya memiliki rahasia yang berhubungan dengan Selir Lin, tetapi tidak satu pun dari mereka memberikan jawaban yang benar-benar bisa ia percaya.

"Siapa yang membunuh ibuku?" tanya Xianle akhirnya.

Tidak ada yang langsung menjawab. Junwei menurunkan pedangnya dan menatapnya dengan ekspresi serius. "Jangan percaya suara makhluk dari gerbang itu. Ia sengaja ingin membuatmu mencurigai orang-orang di sekitarmu."

"Aku tidak bertanya apakah aku harus percaya kepadanya atau tidak," balas Xianle. "Aku bertanya tentang ibuku. Kau tahu sesuatu, Junwei. Jadi jangan menghindar lagi."

Sebelum Junwei menjawab, Lin Cang tertawa kecil. "Kau masih melakukan hal yang sama, Long Junwei. Bahkan setelah bertahun-tahun, kau tetap memilih menyembunyikan kebenaran darinya."

Junwei menoleh tajam. "Lin Cang, ini bukan urusanmu."

"Dia keponakanku. Justru aku yang seharusnya menjelaskan semuanya kepadanya."

Xianle mengangkat tangan untuk menghentikan perdebatan mereka. "Cukup. Aku sudah muak mendengar kalian berbicara seolah-olah aku tidak berada di sini. Kalau kalian memiliki sesuatu yang di disembunyikan, katakan sekarang."

Lin Cang menatapnya beberapa saat sebelum menghela napas.

"Baik. Aku akan mulai dari sesuatu yang paling mudah kau pahami. Aku adalah adik kandung Selir Lin."

Xianle menatap pria itu dengan kening berkerut. "Kalau kau benar-benar adik ibuku, mengapa namamu tidak pernah disebut dalam keluarga?"

"Karena kakakku menghapus keberadaanku dari seluruh catatan keluarga Lin."

"Kenapa?"

"Karena keluarga Lin terpecah menjadi dua kelompok setelah mengetahui keberadaan Gerbang Surga Terlarang. Sebagian ingin membuka gerbang dan menggunakan kekuatannya. Kakakku menentangnya. Aku tidak sepenuhnya berada di pihak mana pun."

Xianle menatapnya curiga. "Jadi kau datang ke sini untuk apa?"

Lin Cang mengangkat kotak batu yang sejak tadi berada di tangannya. Cahaya putih samar keluar dari celahnya.

"Aku datang untuk mengambil kembali warisan keluarga Lin."

Begitu kotak itu terbuka sedikit, tubuh Xianle langsung bereaksi. Cahaya berbentuk kelopak magnolia muncul samar di bawah kulit dadanya. Napasnya tertahan karena energi yang berasal dari kotak tersebut seperti memanggil sesuatu dari dalam tubuhnya.

Junwei segera melangkah maju. "Tutup kotak itu."

Lin Cang menatapnya dingin. "Kau masih takut?"

"Aku tahu apa akibatnya jika kau memaksakan resonansi dengan inti di tubuh Xianle."

Xianle menoleh kepada Junwei. "Kau tahu?"

Junwei terdiam.

Lin Cang langsung menyela, "Tentu saja dia tahu. Dia sudah mengetahui keberadaan Inti Jiwa Magnolia Spiritual sejak pertama kali menemukanmu di dasar tebing."

Xianle kembali menatap Junwei. "Berapa banyak lagi yang kau sembunyikan?"

Junwei menarik napas panjang. "Aku mengetahui inti itu ada di tubuhmu. Aku juga pernah meminta Selir Lin memberikannya kepadaku."

Xianle terdiam.

"Kau meminta inti itu?"

"Ya."

"Untuk menyembuhkan racun darahmu?"

"Pada saat itu, aku tidak punya pilihan lain."

Xianle menatapnya lama. "Lalu apa yang dikatakan ibuku?"

"Dia menolak."

"kau menerima penolakannya begitu saja?"

Junwei mengangguk. "Aku memang datang padanya karena ingin hidup. Tetapi ketika mengetahui bahwa pengambilan inti itu akan membunuhmu, aku berhenti."

Lin Cang tertawa sinis. "Jangan membuat dirimu terdengar terlalu mulia. Kau tetap membuat perjanjian dengan kakakku."

Xianle langsung menoleh. "Perjanjian apa?"

Junwei menjawab dengan suara rendah, "Aku berjanji akan melindungimu dari siapa pun yang mencoba menggunakan inti tersebut."

"Termasuk dirimu sendiri?"

"Termasuk aku."

Jawaban itu membuat Xianle terdiam.

Junwei melanjutkan, "Selir Lin bahkan memberiku satu perintah. Jika suatu hari aku mencoba mengambil inti itu darimu, kau harus membunuhku."

Xianle menatapnya dengan perasaan yang sulit dijelaskan.

"Kenapa kau tidak pernah mengatakan ini padaku?"

"Karena saat itu kau masih terlalu muda. Setelah itu, keadaan terus berubah. Aku tidak tahu siapa yang bisa dipercaya."

"Termasuk aku?"

"Bukan."

Junwei menatap matanya.

"Justru karena aku mempercayaimu, aku takut kebenaran itu akan membuatmu menjadi sasaran."

Xianle hendak menjawab, tetapi Tetua Ghost tiba-tiba mengetukkan tongkatnya ke lantai.

"Percakapan kalian memang menarik, tapi kalian masih melewatkan bagian terpenting."

Tatapan semua orang beralih padanya.

Ghost mengangkat sebuah pecahan kristal hitam.

"Inti Magnolia Spiritual bukan hanya obat untuk racun darah Long Junwei. Selir Lin memecah sumber kekuatannya menjadi tiga bagian."

Xianle mengingat perkataan makhluk di balik gerbang.

"Tiga pecahan Magnolia."

"Benar," jawab Ghost. "Pecahan pertama disimpan oleh keluarga Lin. Pecahan kedua pernah berada di tanganku."

"Dan yang ketiga?" tanya Xianle.

Ghost menatap Junwei.

"Pada dirinya."

Junwei tidak membantah. Ia membuka telapak tangannya. Sebuah pecahan kristal berbentuk kelopak bunga muncul di sana dan memancarkan cahaya biru keperakan.

Xianle menatap benda itu dengan wajah pucat.

"Sejak kapan?"

"Sejak malam ibumu meninggal."

"Kau menyimpannya selama ini?"

"Ya."

"Kenapa?"

"Karena Selir Lin memintaku menjaganya sampai waktunya tiba."

"Dan kapan waktu itu?"

Junwei belum sempat menjawab ketika Lin Cang berkata, "Saat Xianle siap mengetahui siapa yang sebenarnya membunuh ibunya."

Xianle langsung menoleh.

"Kau tahu siapa pembunuhnya?"

Lin Cang terdiam.

"Aku bertanya padamu."

"Aku tahu sebagian."

"Siapa?"

"Aku tidak bisa mengatakannya."

Xianle menggenggam belatinya. "Kalian semua sama saja."

Ia memandang ketiga pria itu satu per satu.

"Kalian tahu sesuatu tentang ibuku, tetapi terus memberiku potongan jawaban seolah-olah hidupku adalah permainan yang hanya boleh kupahami sedikit demi sedikit."

Ghost tersenyum tipis. "Karena kenyataan terkadang lebih berbahaya daripada kebohongan."

"Kalau begitu aku akan menghadapi kenyataan itu sendiri."

Xianle berbalik kepada Lin Cang.

"Aku ikut denganmu."

Junwei langsung berkata, "Tidak."

Xianle menatapnya. "Aku tidak meminta izin."

"Lin Cang belum tentu bisa dipercaya."

"Aku juga tidak mempercayainya."

Lin Cang terlihat terkejut.

Xianle melanjutkan, "Tetapi dia membawa sesuatu yang berhubungan dengan keluargaku. Aku harus mengetahui apa itu."

Junwei mengepalkan tangannya.

"Kalau kau pergi bersamanya, aku tidak bisa menjamin keselamatanmu."

Xianle menatapnya tenang.

"Selama ini kau selalu menjamin keselamatanku, tapi kau juga selalu menyembunyikan sesuatu dariku. Kali ini biarkan aku mencari jawabanku sendiri."

Junwei akhirnya menurunkan pedangnya.

"Baik."

Xianle sedikit terkejut.

"Aku tidak akan memaksamu tinggal," lanjut Junwei. "tapi aku akan mencari pembunuh ibumu."

Xianle mengangguk.

"Kalau begitu cari sebelum aku menemukannya lebih dulu."

Ia kemudian mengikuti Lin Cang keluar dari aula.

Beberapa saat setelah rombongan keluarga Lin menghilang di lorong, Tetua Ghost berdiri di samping Junwei.

"Kenapa kau membiarkannya pergi?"

Junwei masih menatap lorong gelap itu.

"Karena kalau aku memaksanya tinggal, dia tidak akan pernah mempercayaiku lagi."

Ghost tersenyum. " kau yakin dia akan kembali?"

"Aku tidak tahu."

Junwei menggenggam pecahan Magnolia di tangannya.

"tapi ada satu hal yang aku tahu."

"Apa?"

Junwei menatap gerbang batu yang telah tertutup.

"Pembunuh Selir Lin bukan Lin Cang."

Ghost terdiam.

"Juga bukan aku," lanjut Junwei.

"Kalau begitu siapa?"

Tatapan Junwei berubah dingin.

"Orang yang membunuh Selir Lin memakai wajahnya sendiri."

Ghost perlahan kehilangan senyumnya.

"Mustahil."

"Sayangnya, aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri."

Di lorong yang jauh, sebuah bayangan bergerak mengikuti rombongan Lin Cang. Di tangannya terdapat pecahan kristal berbentuk kelopak magnolia yang memancarkan cahaya putih.

Suara pelan terdengar dari balik topengnya.

"Putri Kesembilan akhirnya meninggalkan Long Junwei."

Bayangan itu tersenyum.

"Langkah pertama berhasil."

Sementara itu, Xianle sama sekali tidak mengetahui bahwa perjalanan meninggalkan makam tersebut justru membawanya semakin dekat pada rahasia terbesar keluarganya.

di dalam tubuhnya, Inti Jiwa Magnolia Spiritual kembali berdenyut.

Lalu sebuah suara asing berbisik di dalam pikirannya. Jangan percaya Lin Cang. Xianle yang mendengar bisikan itu berhenti melangkah.

Ia menoleh kepada pria yang berjalan beberapa langkah di depannya. ia mulai bertanya-tanya apakah keputusan untuk ikut bersama pamannya justru merupakan kesalahan terbesar yang telah dibuatnya.

1
aku
xianle yg berdialog bw pedang aq yg berasa kereennn 😁😁
SRIANA: terima kasih sudah mampir, semoga suka sampai akhir. selamat membaca🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!