Terjerat akan pesona CEO tampan di kantor nya membuat Amel pusing sendiri menghadapi tingkah laku bos nya yang berubah -rubah
" BOS, sadarrrr kita hanya berdua di siniii, saya tidak mau ada karyawan lain yang melihat dan salah sangka."
" untuk malam ini, saya tidak akan membiarkan mu lepas Amel."
bulu kuduk Amel seketika berdiri dan mulai berjalan mundur, namun dia terhenti karena ada meja yang menghalangi nya.
" ayoo Amel, aku sudah tak sabar."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @cece riri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.32
Amel melihat wajah bintang, wajah yang sudah lama bilang di pandangan nya, memeluk nya dengan sangat erat sungguh Amel sangat merindukan wajah tampan dan dingin di depan nya ini.
"Terimakasih sudah kembali." Suara Amel bergetar dan mengeluarkan air matanya, dengan sigap bintang menghapus air mata Amel dengan lembut " jangan pernah menangis lagi, aku tak akan meninggalkan mu Amel." bintang mengusap air mata Amel dengan lembut dan sesekali mencubit gemas pipi Amel.
" Maafkan aku Amel," bintang memeluk Amel dengan erat dan menatap wajah Amel dan detik berikutnya dia mencium Amel dengan pelan tak ada penolakan dari amel mereka saling menyalurkan kerinduan yang telah lama tertunda.
Setelah itu bintang dan Amel berniat akan pulang untuk bertemu dengan Nayla, namun bintang memberhentikan mobilnya di depan toko boneka, dia berniat untuk membelikan anak nya itu boneka.
"Kok berenti pak?" Tanya Amel bingung.
"Aku mau belikan Naya boneka dulu biar dia seneng." Jawab bintang dan di anggukan oleh amel.
Mereka berkeliling -keliling mencari boneka untuk Nayla dengan antusias yang tinggi Amel tidak tinggal diam, tidak mau melewati kesempatan yang langka ini, dia mengambil boneka dengan sangat banyak sehingga dua troli pun penuh.
"Hehehehe bapak masih kaya seperti dulu kan?" Tanya nya polos takut di suruh membayar.
" Toko nya pun bisa saya beli." Jawab bintang dengan sombong, sedangkan Amel tersenyum dengan polos " boleh nambah dong hehe." Bintang menggeleng-gelengkan kepalanya, ternyata ini bukan untuk anaknya namun untuk mama nya, setelah itu mereka membayar dan segera pulang ke kontrakan Amel.
Amel dan bintang masuk ke dalam rumah dan terlihat Nayla yang sedang bermain bersama pengasuh nya, setelah Amel pulang barulah pengasuh nya pulang.
"Huu cantik apakah kau tidak merindukan Daddy mu ini." Goda bintang sambil memegang boneka beruang kesukaan Nayla.
"Daddyyyy " panggil Nayla segera berlari ke arah bintang dan langsung minta gendong.
"Badan mu sangat kurus nakk, apakah kau tidak di bagi makan oleh mama mu ini."
Dengan cepat Amel, mencubit pinggang bintang dengan keras bisa -bisa nya bintang menuduh kalau dia tidak memberikannya makan sedangkan Nayla hanya terkekeh melihat melakukan Amel dan bintang.
Setelah puas bermain dengan bintang Nayla pun tertidur dengan lelap karna hari sudah sangat malam.
"Bapak gak pulang?" Tanya Amel melihat jam yang sudah sangat larut.
" Kamu ngusir?" Tanya bintang balik namun dengan cepat Amel menggelengkan kepalanya namun detik kemudian bintang langsung menggendong Amel "ihh bapak lepasin." Namun bintang tak mendengarkan ucapan Amel dan langsung membawa Amel ke kamar.
"Gak mau pulang, " rengek bintang "mau tidur sama kamu, mau susu." Rengek bintang namun segera di tampol oleh amel.
"Jangan aneh-aneh ya." Namun bintang langsung membaringkan Amel dan menindihnya jantung Amel berdebar sangat kencang "gak usah berdebar gitu, aku semakin pengen kamu." Rayu bintang sambil tersenyum, sungguh kali ini Amel sangat tidak menyukai senyuman dari bintang.
"Bapakkkk, gak usah aneh-aneh gak usah mesumm." Omel Amel dengan posisi yang masih di bawah bintang, namun bintang semakin gemes melihat Amel yang mengoceh dan langsung mencium bibir amel dengan pelan, ciuman itu pun berangsur menyusuri leher mulus Amel.
Amel mengeluh, karna perbuatan bintang, setelah itu bintang membuka kancing baju Amel memperlihatkan dua kembaran Amel yang sangat menggoda.
"Pakk jangan saya malu."cicit Amel, sambil menutupi dua kembaran itu.
Namun bintang langsung menyingkirkan tangan Amel, "tak perlu malu sayang kau milik ku." Goda bintang dan langsung mencium Amel lagi.
Namun setelah itu bintang tidak melakukan apa-apa dia tidak mau menodai Amel yang belum memiliki ikatan pernikahan dengan nya, namun dia hanya memeluk Amel dan menenggelamkan kepalanya pada dua gundukan milik Amel memeluk nya dengan erat dan langsung tertidur.
"Kok gak di lanjutin sih." Batin Amel menyesal melihat bintang yang sudah terlelap tidur dan dia pun tertidur juga sambil mengelus rambut bintang sesekali.
"Dasar bayi besar." Omel nya mengecup kepala bintang sebentar dan terlelap bersama.
5/Rose/
biar lama bacanya/Facepalm/
hehe.
kembang 2 sama kopi buat sarapan
eh emang kuntu/Facepalm//Facepalm/
tapi ga bisa komentar banyak banyak ya/Sneer//Sneer/