NovelToon NovelToon
The Porch Light

The Porch Light

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Penyesalan Suami / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Pernikahan mewah Rowan Vale-Knight dan Cathez hampa tanpa kehadiran buah hati.

Terobsesi pada kebebasan, Cathez terus menolak hamil hingga melontarkan tantangan gila: mengizinkan Rowan mencari wanita lain untuk melahirkan keturunannya.

Dikuasai rasa dikhianati, Rowan menerima tantangan tersebut.

Di malam yang sama, takdir mempertemukannya dengan Rossi Widmer—gadis terbuang yang nekat melompati mobil Rowan demi melarikan diri dari jebakan penjualan diri oleh ayahnya sendiri.

Terdesak ancaman bahaya dan pengaruh obat perangsang, penyatuan tak terduga terjadi di antara mereka.

Rowan yang terkesan oleh kemurnian Rossi memboyong gadis itu dalam pernikahan sah demi mendapatkan anak, tanpa menyadari rahasia besar bahwa Rossi sebenarnya adalah adik kandung Istrinya yang diasingkan sejak kecil.

Di antara keputusasaan, perlindungan tulus, dan intrik masa lalu yang membayangi, akankah benih cinta sejati tumbuh di tengah hubungan transaksi mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#15

Uap hangat perlahan mengepul dari celah pintu kamar mandi yang terbuka. Rowan melangkah keluar dengan celana panjang santai berwarna abu-abu, membiarkan tubuh bagian atasnya bertelanjang dada.

Tetesan air dari rambut hitamnya yang basah mengalir perlahan meniti rahang tegas, melintasi dada bidang, hingga menghilang di lekukan perutnya yang terbentuk sempurna.

Di meja makan yang terletak tak jauh dari dapur terbuka, Rossi sedang sibuk menata dua piring nasi goreng harum dengan telur mata sapi di atasnya. Tangannya yang mungil bergerak sigap mengelap pinggiran piring dengan tisu dapur.

Rowan menghentikan langkahnya sejenak. Matanya menatap lekat bayangan punggung Rossi.

Ada kepuasan asing dan rasa hangat yang membuncah di dalam dadanya—sebuah perasaan segar yang membuat seluruh beban di kepalanya menguap begitu saja.

Pria yang biasanya selalu bersikap kaku, penuh wibawa, dan serba formal itu mendadak kehilangan selubung kendali dirinya.

Tanpa Rossi sadari, Rowan berjalan pelan tanpa suara mendekati area dapur. Ia menyelupkan jemari tangannya ke dalam gelas tinggi berisi air es yang ada di atas pulau dapur, lalu dengan kekehan licik yang amat sangat pelan...

Plesyasssh!

Rowan mengibaskan jarinya, memercikkan sisa-sisa air dingin itu tepat ke tengkuk dan pipi mulus Rossi.

"Aplikasi dingin!" seru Rowan pendek sambil tertawa kecil.

"Aww! Yyaaak! Rowan!" Rossi terperanjat hebat hingga melompat kecil di tempatnya. Ia memegang tengkuknya yang mendadak basah dan dingin, berbalik cepat dengan mata membelalak lebar. "Kau gila, ya?! Dingin tahu!"

Rowan tidak menjawab. Pria itu justru berdiri di sana sambil tertawa renyah, memamerkan deretan giginya yang putih dan rapi—tampilan bebas tanpa beban bertelanjang dada dengan rambut basah berantakan yang membuatnya terlihat seperti seorang pengantin baru yang jahil dan kasmaran.

Sebuah hal yang sama sekali tidak pernah, bahkan tidak pernah terpikirkan oleh Rowan untuk dilakukan selama empat tahun hidup bersama Cathez.

Di Sayap Barat, setiap gerak-geriknya selalu dipagari oleh etika, batasan dingin, dan rasa canggung yang tebal. Namun di sini, di hadapan gadis polos ini, semua batasan itu mendadak lebur begitu saja.

Menariknya, baik Rowan maupun Rossi sama sekali tidak menyadari betapa alaminya interaksi romantis yang baru saja tercipta di antara mereka. Bagi Rowan, ia hanya merasa sangat rileks; sedangkan bagi Rossi, kemarahan ringannya adalah respons spontan atas keakraban yang tumbuh tanpa dipaksa.

"Kau pikir hanya kau yang bisa membalas, Hah?!" jerit Rossi gemas.

Tanpa berpikir panjang, Rossi meraih mangkuk kecil berisi air sisa bilasan sayuran di dekat wastafel, menyelupkan kedua tangannya, lalu memercikkan air itu berulang kali ke dada dan wajah tegap Rowan.

Ciprat! Ciprat!

"Rasakan ini! Pria mesum jahil!" seru Rossi berapi-api, menyipratkan air sembarangan.

"Hei! Haha, Rossi! Cukup!" Rowan tertawa makin kencang sambil mengangkat kedua tangannya untuk menangkis serangan air dari Rossi.

Pria itu melangkah maju untuk menghentikan pergerakan jemari Rossi, menarik kedua pergelangan tangan mungil gadis itu dalam satu genggaman lembut.

Rossi terikat rapat dalam jarak yang sangat dekat. Napasnya memburu, matanya menatap lurus ke dalam manik mata hitam Rowan yang berkilau jenaka.

Tetesan air yang menempel di dada bidang Rowan memantulkan pendar sinar matahari pagi, menciptakan atmosfer yang mendadak terkunci oleh getaran aneh.

Rowan menatap bibir tipis Rossi yang sedikit terbuka karena kelelahan tertawa. Tanpa jeda, tanpa ragu, dan tanpa analisis rumit di kepalanya, Rowan menundukkan kepalanya secara spontan.

Cup.

Bibir hangat Rowan mendarat lembut di pipi kanan Rossi yang memerah.

Rossi mematung seketika, matanya membelalak kaget.

Belum sempat Rossi memproses apa yang terjadi, Rowan memiringkan wajahnya ke sisi lain.

Cup.

Satu kecupan manis kembali mendarat di pipi kiri Rossi, tepat di atas tahi lalat manisnya.

"Kecupan selamat pagi, Nyonya Knight," bisik Rowan tepat di depan wajah Rossi, suaranya terdengar begitu serak, hangat, dan dalam.

Darah serasa berdesir hebat mengalir ke seluruh tubuh Rossi. Wajah gadis itu seketika merah padam bagaikan udang rebus.

Jantungnya bertalu-talu menghantam dada dengan kecepatan liar. Ciuman selamat pagi yang begitu kasual, begitu intim, dan penuh kasih sayang... sebuah tindakan manis yang bahkan tak pernah berani Rowan bayangkan apalagi lakukan kepada Cathez selama empat tahun pernikahan mereka.

Dulu, jangankan mencium pipi di pagi hari, untuk sekadar menyentuh jemari Cathez saja Rowan harus berpikir ribuan kali agar tidak membangkitkan amarah wanita itu.

Namun di sini, bersama Rossi, tindakan itu meluncur begitu saja, sealami embusan napas di pagi hari.

"K-kau..." gagap Rossi, suaranya tercekat di tenggorokan. "Kau... mengambil kesempatan dalam kesempitan!"

Rowan hanya tersenyum lebar, memamerkan lengkungan bibirnya yang sangat tampan. Pria itu tidak melepaskan genggaman tangannya pada pergelangan tangan Rossi.

Malah, dengan gerakan impulsif yang tak terduga, Rowan menarik tubuh mungil Rossi makin rapat ke dadanya yang hangat dan sedikit basah.

Dari speaker pintar yang berada di sudut ruangan lounge penthouse, sebuah lagu berirama jazz-pop klasik bertempo ceria sedang terputar secara otomatis, mengisi udara pagi dengan nada-nada yang riang dan penuh energi.

"Lagu yang bagus," gumam Rowan pendek.

"Eh? Apa maksudmu—Woah!"

Belum selesai Rossi menyelesaikan kalimatnya, Rowan tiba-tiba memutar tubuh Rossi melingkar.

Tangan kanan Rowan meluncur turun mencengkeram pinggang mungil Rossi dengan erat, sementara tangan kirinya memegang jemari Rossi, mengangkatnya tinggi-tinggi ke udara.

Rowan mulai melangkahkan kakinya berputar di atas lantai marmer dapur yang sedikit basah oleh percikan air tadi.

"Rowan! Kau mau apa?! Lepaskan! Nasi gorengnya nanti dingin!" jerit Rossi panik namun tidak bisa menahan tawa yang merayap di bibirnya ketika tubuhnya ikut terseret dalam irama langkah gila Rowan.

"Abaikan nasi gorengnya sejenak!" seru Rowan tertawa berderai. Pria bertelanjang dada itu memutar tubuh Rossi sekali lagi, membawanya berdansa memutar di tengah area dapur dan ruang makan yang luas.

Itu adalah sebuah dansa yang sama sekali tidak memiliki aturan.

Tidak ada langkah waltz yang anggun, tidak ada hitungan ritme yang kaku. Yang ada hanyalah tawa lepas dari seorang Rowan Vale-Knight yang memutar tubuh istrinya mutlak tanpa memedulikan martabat seorang pengusaha, dan jeritan riang dari Rossi yang berusaha menyamakan langkah kakinya yang bertelanjang ayam di atas lantai.

"Awas jatuh, Rowan! Kau licin karena basah!" teriak Rossi sambil berpegangan erat pada bahu tegap bertelanjang dada milik Rowan.

"Kalau jatuh, kau yang menahanku!" balas Rowan jenaka. Ia mengangkat tubuh Rossi sedikit tinggi, memutarnya dua kali di udara sebelum mendaratkannya kembali ke lantai, membuat rambut panjang Rossi berkibar bebas memantulkan pendar matahari pagi.

Tawa Rossi membumbung tinggi, menyatu dengan gelak tawa Rowan yang tak henti-hentinya bergema di setiap sudut penthouse.

Mereka berdansa gila di bawah sinar matahari pagi yang kian meninggi, melompati percikan-percikan air di lantai dapur, mengabaikan fakta bahwa mereka adalah dua insan yang tersambung oleh surat perjanjian dingin bernilai lima bulan.

Di momen gila dan penuh dengan kepolosan itu, bayangan kelam masa lalu, keraguan soal surat wasiat Reagen, dinginnya pernikahan dengan Cathez, seolah tenggelam tak berbekas.

Yang tersisa di ruangan megah itu hanyalah Rowan dan Rossi—dua jiwa yang saling menyembuhkan dalam balutan percikan air, aroma nasi goreng hangat, kecupan manis di pipi, dan langkah dansa gila di pagi hari.

1
Mia Camelia
hahaa rasaiin ketauan ,rowan ngumpetin anak gadis🤣🤣
Rosdianah 🌷: wkww🤣
total 1 replies
alunanfiksimalam
Wanita jahat
nayla tsaqif
Uhh,, marathon bacanya thor,, tp nyampe jg bab 20🤭
Rosdianah 🌷: Waaah luar biasa kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Rossi 😍😍😍
Rosdianah 🌷: siap kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
bikin semua kejahatan catzhes terbongkar
Rosdianah 🌷: siap kak🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Huwaa😭 knp q ketinggalan notifnya,, tau2 udah bab 20 ajahh,,! Semangat 30 menit pasti selesai baca💪
Rosdianah 🌷: Huhuhu semangat kak reader 🥰🫶
total 1 replies
Mia Camelia
so sweet banget sih mereka brdua🥰🥳
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii 🥳
total 1 replies
Mia Camelia
aduh ngenes banget ngliat rowan nanggis ky bgitu🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: hahaha🤣
total 1 replies
Mia Camelia
cathez gak tau diri banget cowo sekelas rowan di sia sia kan😔
Rosdianah 🌷: huhuhu
total 1 replies
Mia Camelia
rowan jahat banget sih cuma mau ngambil anak nya doang🤣🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: perlu digampar anak Daddy satu itu🤣
total 1 replies
Mia Camelia
rosi polos banget yaa, cocok nih sama rowan🥰🥰🥰
Mia Camelia
semua nya mudah klo rowan udh niat 😂🤣
Mia Camelia
hehe rowan kebelet banget pingin anak🤣🤣
Rosdianah 🌷: bisa bayangin lah ka🤣🤣🤣
total 1 replies
Mia Camelia
ehmm pertemuan yg tak terduga😂
Rosdianah 🌷: hihihi🤭
total 1 replies
Mia Camelia
horeee 🥳 akhir nya kisah rowan publish juga🥰😄😂😂
aku pasti baca thor mpe abis🥰🥰🥰
Rosdianah 🌷: Huhuhu terharu, Ma'aciww kak, Semoga suka sama ceritanya.
Happy Reading 🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!