NovelToon NovelToon
Di Buang Keluarga,Di Pungut Tuan Mafia

Di Buang Keluarga,Di Pungut Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

Suara tangisan bayi di ruang bersalin malam itu tidak membawa kebahagiaan bagi Husein. Bagi pria itu, jeritan napas pertama putri kecilnya adalah detik terakhir dari hembusan napas wanita yang paling dicintainya. Istrinya mengembuskan napas terakhir tepat setelah merenggang nyawa demi melahirkan sang buah hati.

​"Namanya... Kirana Husein..." bisik Husein dengan suara bergetar, memeluk tubuh istrinya yang telah mendingin tanpa sedikit pun menatap bayi di dalam boks bayi.

​Sejak hari itu, Kirana tumbuh bukan sebagai lambang cinta, melainkan sebagai bayangan duka yang teramat dalam bagi Husein. Setiap kali melihat wajah polos Kirana, yang terbayang di benak Husein hanyalah penderitaan dan kepergian istrinya. Rasa benci yang tidak adil mulai mengakar di dada Husein. Bagi Husein, kehadiran Kirana adalah alasan utama mengapa belahan jiwanya telah tiada.

​Demi menjauhkan Kirana dari pandangannya, Husein mengirim putri tunggalnya itu ke sekolah asrama di tempat yang sangat jauh sejak usia K

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hak Kesultanan Sang Istri

Sinar matahari sore menembus kaca jendela ruang keluarga yang hangat, membiaskan cahaya keemasan di atas meja kaca di antara mereka. Devan merogoh saku dalam kemejanya, lalu meletakkan sebuah kartu tebal berwarna hitam legam dengan kilau metallic di atas meja—kartu yang sama dengan yang ia tunjukkan di supermarket tadi.

​Kirana menatap kartu itu dengan dahi berkerut, lalu beralih menatap Devan dengan tatapan bertanya.

​"Ini apa, Devan?" tanya Kirana pelan.

​"Itu milikmu," jawab Devan santai seraya menyilangkan kaki panjangnya. "Sebuah Centurion Black Card. Tidak ada batas limit transaksi di dalamnya."

​Kirana membelalakkan matanya, terkejut. Ia menggeser tubuhnya sedikit menjauh dari meja seolah kartu itu adalah barang yang berbahaya. "T-tapi untuk apa? Aku tidak membutuhkan uang sebanyak ini. Untuk makan dan baju hangat saja aku sudah sangat bersyukur..."

​Devan menghela napas tipis, namun matanya memancarkan kehangatan yang amat jarang ia perlihatkan kepada orang lain. Pria itu mengikis jarak, meraih jemari Kirana dan meletakkan kartu dingin namun berharga fantastis itu tepat di atas telapak tangan istrinya, lalu melipat jemari Kirana untuk menggenggamnya.

​"Dengar, Kirana," ujar Devan dengan suara bernada rendah yang sarat akan dominasi dan perlindungan. "Kau adalah istri dari Devan. Apa pun yang ada di dunia ini yang kau inginkan, kau berhak memilikinya. Aku tidak ingin melihat istriku ragu-ragu atau merasa canggung hanya untuk membeli sesuatu."

​Devan menyipitkan matanya, menyunggingkan senyum tipis yang memikat. "Belanjakan apa saja yang kau suka. Beli pakaian baru, perhiasan, atau apa pun yang ingin kau beli untuk mengisi kamarmu. Jika kau bingung bagaimana cara menghabiskannya, minta pengawal untuk mengantarmu ke pusat perbelanjaan terbaik di kota ini."

​Kirana merasakan kehangatan yang mengalir dari genggaman tangan Devan ke telapak tangannya. Ayah kandungnya sendiri merampas seluruh akses keuangannya dan membuangnya ke jalanan tanpa sepeser pun uang. Namun kini, pria asing yang baru masuk ke dalam hidupnya justru menyerahkan seluruh kekayaannya tanpa ragu sedikit pun.

​"Terima kasih, Devan..." bisik Kirana tulus, menatap mata elang di hadapannya dengan rasa haru yang tak membendung. "Tapi aku tidak tahu harus membeli apa..."

​Devan terkekeh pelan—suara renyah yang jarang sekali terdengar di dalam mansion yang biasanya dingin itu. "Kalau begitu, mulailah dengan membeli apa pun yang membuatmu tersenyum hari ini, Istriku."

​Kirana menatap kartu hitam di genggamannya sejenak, lalu perlahan mengangkat pandangannya. Ada binar berbeda di dalam iris matanya yang jernih—bukan ketamakan akan harta, melainkan sebuah dorongan tekad yang selama ini terpendam.

​"Devan..." panggil Kirana pelan namun mantap.

​Devan mengamati perubahan raut wajah istrinya dengan penuh minat. "Ada yang ingin kau katakan?"

​"Soal kartu ini... aku sangat menghargai kebaikanmu," Kirana menarik napas panjang untuk mengumpulkan keberaniannya. "Tapi sebenarnya, ada satu hal yang benar-benar aku inginkan melebihi semua barang mewah atau belanjaan di kota ini."

​Alis Devan terangkat tipis. "Sebutkan saja. Apa yang kau inginkan?"

​"Aku ingin bekerja," jawab Kirana tegas. "Aku ingin bekerja di perusahaanmu, Devan Corp."

​Devan diam sejenak, menatap Kirana dengan selidik. "Mengapa harus bekerja? Kau sudah menjadi istriku, Kirana. Kau tidak perlu menyusahkan dirimu dengan bekerja."

​"Aku menuntut ilmu empat tahun di Australia bukan untuk berdiam diri di rumah," tutur Kirana dengan mata berbinar penuh kesungguhan. "Aku ingin membuktikan kemampuanku. Tapi... aku punya satu syarat."

​"Syarat?" Devan menyandarkan punggungnya, memutar-mutar cangkir kopi di tangannya. "Katakan."

​"Aku ingin bekerja di sana sebagai karyawan biasa, tanpa ada satu orang pun yang tahu identitas asliku," jelas Kirana dengan penuh keyakinan. "Aku tidak mau orang-orang memandangku karena aku istri dari CEO Devan Corp, dan aku juga tidak mau keluargaku menyadari keberadaanku sebelum waktunya. Aku ingin menyembunyikan identitas asliku dan merintis segalanya dari bawah dengan kemampuanku sendiri."

​Mendengar permintaan yang tak biasa itu, Devan menyipitkan matanya. Kirana memiliki kesempatan emas untuk hidup nyaman dalam gelimang kemewahan dan kekuasaan sebagai Nyonya Devan, namun gadis itu justru memilih jalan yang sulit dan penuh tantangan.

​Sebuah senyuman penuh kebanggaan dan ketertarikan terukir samar di wajah Devan. Pria itu menyadari bahwa wanita yang dinikahinya bukan hanya cantik dan polos, melainkan juga memiliki harga diri yang tinggi dan jiwa yang tangguh.

​"Menjadi karyawan biasa di bawah naungan perusahaanku sendiri?" tanya Devan dengan suara bernada rendah yang memikat.

​Kirana mengangguk mantap. "Ya. Bisakah kau mengizinkannya?"

​Devan menatap lekat mata Kirana sebelum akhirnya mengangguk pelan. "Baiklah. Jika itu yang kau inginkan, aku akan mengaturnya. Mulai minggu depan, kau bisa masuk ke Devan Corp sebagai staf biasa. Namun ingat, Kirana... dunia bisnis tidak seindah yang kau bayangkan. Dan jika ada yang berani mengganggumu di sana, aturan mainku tetap berlaku."

1
Ariany Sudjana
puji Tuhan, hubungan Kirana dan Husein sudah membaik
Ariany Sudjana
hahaha Nara mana mau hidup susah? pasti ga beda sama murni, jadi pelacur murahan buat laki-laki kaya raya 🤣🤣😂😂
Waaaaaa_
😍😍😍😍
Ariany Sudjana
puji Tuhan, hubungan Kirana dan Husein juga dipulihkan
Ariany Sudjana
bagus Kirana, jangan ragu dan takut, Devan mendukung semua keputusan kamu, sekarang tinggal tunggu apakah Husein berkomitmen untuk memenuhi syarat itu
Ariany Sudjana
hahahaha mampus kamu murni, karena kesombongan kamu, perusahaan suami kamu bangkrut dan kalian siap-siap jadi gembel 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats yah Devan and Kirana 😄🙏
Waaaaaa_: Makasih kak suport nya dari awal😍
total 1 replies
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats yah Kirana dan Devan
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats yah Kirana 😄🙏
Ariany Sudjana
ah ga seru, kirain si pelacur murahan dan preman itu akan diselesaikan dengan cara dunia bawah, malah dikasih ke aparat hukum
Ariany Sudjana
ga seru ini, kok Kirana dengan bodohnya langsung minum begitu saja, tanpa curiga sedikitpun. tadinya sih berharap Kirana membongkar kejahatan Siska di depan dewan direksi, tapi malah Siska yang menjebak Kirana, dan bodohnya Kirana masuk dalam jebakan itu. katanya Devan mengawasi, tapi masak Siska bisa menjalankan rencana tersebut, tanpa hambatan?
Ariany Sudjana
hah? Kirana kok langsung minum begitu saja? tanpa curiga sama sekali? bodoh sekali ya
Ariany Sudjana
semangat yah Kirana, dengan dukungan suami kamu, tunjukkan kamu itu perempuan baik-baik, cerdas dan mandiri, dan kamu tunjukkan kamu jauh lebih berkelas daripada si pelacur murahan Siska itu
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
tunjukkan pd keluarga mu klo kamu bisa berdiri di atas kakimu sendiri...semangat kirana
Ariany Sudjana
semangat yah Kirana untuk memulai hari baru, bekerja di Devan corp. tunjukkan kamu perempuan baik-baik, cerdas dan mandiri
Ariany Sudjana
bagus Devan, kamu tidak salah memilih istri, Kirana itu perempuan tangguh dan mandiri, dan tugas kamu melindungi Kirana dan menghancurkan keluarganya yang ga tahu diri itu
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
kamu gk boleh lemah di depan mereka, kamu harus jd wanita tangguh dan balas perbuatan mereka
Ariany Sudjana
jangan takut Kirana, kamu harus bangkit dan kalahkan orang-orang yang ga tahu diri itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!