NovelToon NovelToon
THE AGENTS : Perburuan Aset

THE AGENTS : Perburuan Aset

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Thriller / Mata-mata/Agen
Popularitas:86.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Sequel Kembalinya Sang Agen Rahasia & Heroes

Zyan kembali menjalani misi. Kali ini akan menjadi misi terakhirnya, mencari keberadaan Arkan, juniornya.

Siapa sangka kembalinya pria itu ke lapangan malah menemukan konspirasi sejumlah petinggi menggagas Project Black Lock. Diam-diam mereka mengembangkan virus yang diberi nama Regalis-V.

Ada enam target yang sedang dibidik untuk memproduksi Regalis-V. Salah satunya adalah Arsela, anak presiden.

Ketegangan semakin bertambah ketika Zyan tahu target terakhir adalah anaknya sendiri.

Bersama dengan Arkan, pria itu berjibaku, berusaha menyelamatkan target dan menghancurkan Black Lock.

Dalam aksinya, mereka mendapatkan bantuan dari seorang agen tambahan.

Siapakah agen tersebut?

Jangan lupa ikuti medsosku di
FB : Khairunnisa (Ichageul)
IG : ichageul9563
TT : @novelme @ichageul21
Threads : Ichageul

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Target Not Found

Bergegas pramugari itu segera membawa Priya menuju kabin VIP.

“Kondisi apa yang dialami pasien?” tanya Priya sambil berjalan.

“Pasien mengalami sesak napas parah.”

“Berapa usia pasien?”

“Masih anak-anak. Sekitar lima tahunan.”

Sesampainya di kabin VIP, Priya mengamati keadaan anak perempuan itu. Wajahnya pucat, napasnya cepat dan tersengal, bibirnya mulai membiru serta terdengar bunyi mengi yang jelas ketika dia menarik napas. Priya segera berlutut di dekat anak itu.

“Sejak kapan keadaannya seperti ini?” tanya Priya kepada ayah anak itu seraya memeriksa kondisi anak di depannya.

“Lima menit lalu.”

“Apa sudah diberi inhaler?”

“Sudah. Tapi tidak ada reaksi apa pun.”

“Berapa kali Anda memberinya?”

“Dua kali.”

Priya mengangguk kecil. Tangannya kemudian menyentuh punggung anak perempuan tersebut sambil mengamati gerakan dadanya.

“Jangan dibaringkan, didudukkan saja.”

Sang Ayah membantu anak kesayangannya itu untuk duduk. Dia bergeser sedikit agar sang anak bisa bersandar padanya.

Priya kembali mengamati.Tarikan otot di tulang rusuk anak itu terlihat jelas ketika dia mengambil napas.

“Siapkan tabung oksigen dan kotak medis darurat!” titahnya pada pramugari.

Dengan sigap pramugari menyiapkan apa yang diminta Priya. Dengan sikap tenangnya, Priya mengatasi kondisi yang dialami anak itu.

“Siapa namamu, cantik?” tanya Priya.

“Ali … na,” jawab anak itu terbata.

“Hai Alina, namaku Priya. Sekarang ikuti caraku bernapas, oke?”

Kepala Alina mengangguk pelan. Priya mulai mencontohkan cara bernapas untuk Alina. Wanita itu menarik napas perlahan.

“Tarik pelan-pelan … masuk ….”

Lalu dia mengembuskan napas perlahan. “Keluar.”

Alina mencoba menirukan apa yang dilakukan Priya. Napasnya masih sedikit tersengal. Namun arahan dokter spesialis anak itu cukup membantu Alina.

Sang pramugari datang dengan membawakan tabung oksigen. Pria segera memasangkan masker oksigen ke wajah Alina. “Tarik pelan-pelan, hembuskan,” Priya kembali memberi arahan. Dokter itu memastikan aliran oksigen berjalan dengan baik.

Setelah memastikan kadar oksigennya mulai membaik, Priya akan membantu Alina menggunakan inhaler sekali lagi dengan teknik yang benar.

“Alina, aku akan membantumu memakai inhaler lagi, ok?”

Sambil terus menghirup oksigen melalui masker, Alina menganggukkan kepalanya.

“Saat aku bilang tarik napas, tarik napas pelan dan dalam.”

Kepala Alina mengangguk kecil. Priya mengocok dulu inhaler di tangannya lalu melepas masker oksigen di wajah Alina. “Tarik napas.”

Alina menarik napas sedalam-dalamnya, bersamaan dengan itu Priya menyemprotkan inhaler ke dalam mulut anak itu. “Tahan sebentar … sekarang keluarkan perlahan.”

Alina melakukan semua yang diperintahkan Priya dengan baik. Beberapa saat kemudian bunyi mengi mulai berkurang. Kondisi Alina perlahan mulai membaik. Tarikan napasnya sudah tidak secepat tadi. Warna bibirnya juga sudah terlihat normal.

Pria di samping Alina mengembuskan napas lega. Hampir saja sesuatu yang buruk menimpa anak tunggalnya ini. Beruntung di pesawat ini ada dokter yang bisa bergerak cepat mengatasi kondisi sang anak.

Tiba-tiba terbersit di pikirannya untuk merekrut Priya sebagai dokter pribadi anaknya. Dokter terdahulu dianggapnya tidak terlalu kompeten. Berbeda dengan dokter wanita di dekatnya ini yang tetap terlihat tenang ketika menangani Alina.

“Terima kasih atas pertolongannya, dokter.”

“Semesta masih menjaganya. Tapi kondisi Alina masih belum benar-benar stabil. Begitu pesawat mendarat, dia harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan dan observasi lebih lanjut. Serangan seperti ini masih bisa kambuh lagi.”

“Ya, tentu saja. Oh ya, namaku Mikhail Orlov,” Mikhail mengulurkan tangannya.

“Priya Kapoor,” Priya membalas uluran tangan Mikhail seraya menyebutkan namanya.

“Kalau Anda tidak keberatan, bisakah Anda tetap di sini sampai pesawat mendarat. Saya takut Alina kembali kambuh.”

“Boleh. Tapi saya harus mengambil barang-barang dulu.”

“Biar saya yang ambilkan,” ujar sang pramugari.

Priya mengangguk kecil. Kemudian dia mengikuti pramugari di kabin VIP yang memandunya menuju kursi kosong, tak jauh dari kursi Alina.

Sementara Mikhail meminta kepada pramugari memberitahukan pilot untuk menyiapkan ambulans di bandara.

Sang pramugari segera menghubungi kepala pramugari. Kemudian purser atau kepala pramugari segera menghubungi kokpit.

Sang pilot segera berkomunikasi dengan Air Traffic Control (ATC). Meminta pihak bandara menyiapkan ambulans untuk pasien darurat mereka.

Mikhail melihat kepada anaknya yang sudah mulai terlihat tenang. Dia meraih tangan kecil anaknya kemudian menggenggamnya dengan lembut.

Pesawat City Airline sekarang sudah bersiap untuk mendarat. Semua penumpang mulai memakai sabuk pengaman.

Begitu pesawat mendarat, Mikhail diberi prioritas untuk turun lebih dulu. Sambil menggendong Alina, pria itu turun dari pesawat dengan Priya mengikuti dari belakang.

“Bisakah Anda ikut dengan kami ke rumah sakit?” pinta Mikhail pada Priya.

“Tapi ….”

“Nanti anak buahku yang akan mengambil barangmu,” sambung Mikhail cepat.

Akhirnya Priya menyetujui usulan Mikhail. Dokter spesialis anak itu ikut naik ke ambulans bersama dengan Alina dan Mikhail.

Di dekat pintu kedatangan, Sergio masih menunggu kedatangan Priya. Dia tidak tahu kalau dokter spesialis anak itu sudah meninggalkan bandara menggunakan ambulans.

Sampai penumpang terakhir keluar dari pintu kedatangan, Sergio tidak menemukan sosok Priya. Pria itu mulai berkeliling. Dia mulai cemas anak buah Arman berhasil mendapatkan wanita itu lebih dulu.

Saat mencari keberadaan Priya, matanya menangkap empat pria berjas hitam juga mondar-mandir di sekitar bandara.

Melihat keempat orang itu, Sergio sedikit lega. Itu artinya Arman juga belum berhasil menemukan Priya Kapoor. Namun di mana wanita itu sekarang?

Sergio segera menghubungi temannya yang bertugas di bandara. Dia ingin memastikan apakah Priya Kapoor menaiki City Airlines atau tidak.

“Priya Kapoor melakukan check-in dan menaiki Sky Airline sesuai jadwal,” ujar teman Sergio dari seberang.

“Baiklah, terima kasih.”

Sekali lagi Sergio menyisir semua area bandara, tapi jejak Priya tetap tidak ditemukan. Pria itu akhirnya menghubungi Kenzo.

“Halo.”

“Aku tidak bisa menemukan Priya. Dari data manifest penumpang, dia memang menaiki pesawat. Tapi jejaknya menghilang setelah pesawat mendarat di bandara.”

“Tidak mungkin dia menghilang begitu saja. Periksa semua CCTV di bandara. Periksa semua kru pesawat. Mereka pasti tahu sesuatu.”

“Baiklah.”

Sergio bergegas menuju ruang kontrol. Keberadaan Priya harus diketahui secepatnya. Jangan sampai Arman menemukannya lebih dulu.

Saat Sergio sedang menuju ruang kontrol, orang suruhan Mikhail datang. Pria itu hendak mengambil bagasi milik Mikhail dan juga Priya.

Saat dalam perjalanan ke rumah sakit, Mikhail menghubungi asistennya itu, memintanya mengambilkan bagasi miliknya dan Priya. Dia cukup mengirimkan foto claim tag mereka berdua.

Usai mengambil bagasi, pria itu langsung menuju rumah sakit.

***

Alina langsung mendapatkan perawatan begitu tiba di rumah sakit. Dokter jaga memuji penanganan awal yang Priya lakukan.

Mengetahui dirinya berada di rumah sakit yang membuatnya datang ke Republik Verentis, Priya pamit pada Mikhail untuk mengurus sesuatu. Dia segera mendatangi meja informasi. Petugas di meja informasi segera mengarahkan Priya menuju bagian HRD.

“Permisi, saya dokter Priya Kapoor. Saya mendapat tawaran pekerjaan dan beasiswa di rumah sakit ini,” Priya mengeluarkan amplop dari dalam tasnya.

Sang petugas langsung memeriksa data yang diberikan oleh Priya. Keningnya tampak berkerut. Sekali lagi dia menggerakkan jarinya di atas keyboard untuk pemeriksaan, tetapi hasilnya tetap sama.

“Maaf dokter Priya. Saya sudah mengecek daftar pegawai baru, penerima beasiswa, dan daftar penerima orientasi. Nama Anda tidak terdaftar.”

***

Bab ini agak slow ya. Biar nggak terlalu jedag-jedug🤭

1
Ani
tunggu kehancuranmu Arman 😃😃😃😃
Ani
good Maria habisi Arman dan para kroconya
sakura hanae @ mimie liyana❤️
Berawal dari drama rumahtangga Arman menuju detik-detik kejatuhannya. Eittsss.... Kapan nih Kenzo sama Nisa mau buka kartu jadi ortu Abiyan🤭😅
sri supadmi
gasssskan Maria 🔥🔥🔥
sakura hanae @ mimie liyana❤️
Lahhhh kok jantungan😐
tehNci
Bagus.....lanjutkan niatmu dengan mulai memprovokasi para pemegang saham Vlexion agar memecat Arman dari jabatannya sekarang, plus gugat cerai arman
tehNci
Jangan. mati dong pak Alfredo, anda belum banyak membantu Mikhail untuk menyelamatkan dunia🤭
Ria alia
🤣 siap2 noh arman kehancuranmu lgi otw
tehNci
Waaah ternyata si bapak punya asma. Mana obatnya mana.....
Carlina Carlina
nnti ky nya janda nya arman sm mikhail nih🤭🤭😂😂 roman " nya sih author kan baik hati dan tdk sombong🤭🤭😂😂😂🤗🤗🤗🤗
Carlina Carlina
ayuuu maria hancur kan si arman,ga usah kecintaan sm cwok ky ,si arman g tau diri,aku mendukung mu maria🤭😂😂😂
Carlina Carlina
yessss senang nya aku,kebusukan arman sdh mulai munncul👍👍🤗🤗
Euis Sri
jreng jreng jreng,.😅
Yofa Meisya
Suparman memang harus dibasmi 😂😂 ayo Maria tunjukkan kekuatan mu 💪💪
Hary Nengsih
wah makin seru nih
Teti Usmayanti
rasakan km arman, membangunkan macan tidur. jgn2 main sama istri sah, di lawan habis km. bantai arman sampe tumbang kl perlu sampe terkeok2. kami mendukungmu maria, go go go maria. semangat 💪💪💪
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
biarin Bun jangan di peringatkan si Arman....biar tau rasa....sdh saatnya kena karma dia 😂
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
yuupp lebih cepat bertindak lebih bagus Maria ✊🏻✊🏻✊🏻✊🏻
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
bagus Maria....hancurkan Arman seperti dia menghancurkan kepercayaanmu dan mengkhianati pernikahan.....untuk apa lelaki itu di pertahankan....gk ada untungnya juga buat kamu Maria.....mumpung masih muda buang aja Arman.....cari pengganti yg lebih segalanya dari dia/Determined//Determined//Determined/
choowie
boleh juga tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!