NovelToon NovelToon
NIKMATNYA MENIKAH DENGAN AYAH MANTAN TUNANGANKU

NIKMATNYA MENIKAH DENGAN AYAH MANTAN TUNANGANKU

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Arenna Noir

"Lima tahun pengabdianku dibalas dengan pengkhianatan menjijikkan di atas ranjang hotel."
​Gaby Fritzyara hancur saat memergoki Gavin, tunangannya, berselingkuh dengan Luna adik kandungnya sendiri. Bukannya dibela, sang Ayah justru membuangnya dan menyebut Gaby sebagai anak tidak berguna.

​Namun, badai besar datang menjemputnya. Edgar Emiliano Addison, sang Iblis Korporat sekaligus ayah kandung Gavin, mengulurkan tangan. Bukan untuk menghibur, tapi untuk menjadikannya seorang Ratu.

​"Jadilah istriku, Gaby. Mari kita buat mereka merangkak di bawah kakimu."

​Kini, Gaby kembali sebagai Nyonya Besar Addison. Ia bukan lagi wanita penurut yang bisa diinjak-injak. Ia kembali untuk melakukan audit berdarah pada hidup Gavin dan menghancurkan masa depan Luna.

​Bagi Gaby, tidak ada yang lebih nikmat daripada melihat mantan tunangannya bersimpuh, mencium tangannya, dan memanggilnya dengan satu sebutan baru: "MAMA."

bukan buku ****-****...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arenna Noir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

NIKMATNYA MENIKAH DENGAN AYAH MANTAN TUNANGANKU

​Sementara atmosfer di Menara Addison dipenuhi oleh kemegahan dan otoritas mutlak Gaby yang baru, pemandangan yang kontras seratus delapan puluh derajat sedang terjadi di salah satu sudut pinggiran Jakarta. Jauh dari kemewahan kawasan Senopati atau gedung pencakar langit Sudirman, sebuah mobil sedan tua yang knalpotnya berasap tipis berhenti di depan sebuah gang sempit di kawasan padat penduduk.

​Dari dalam mobil itu, turunlah Gavin Geraldi dan Luna.

​Penampilan mereka hari ini benar-benar menyedihkan. Gengsi dan kesombongan yang dulu mereka pamerkan di depan Gaby telah luruh, menyisakan gurat kelelahan, stres, dan keputusasaan yang teramat dalam. Tidak ada lagi setelan jas mewah buatan desainer untuk Gavin, dan tidak ada lagi gaun malam bermerek untuk Luna. Hari ini adalah hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia dalam hidup mereka hari pernikahan mereka. Namun, atmosfer yang melingkupi mereka justru lebih mirip dengan suasana berkabung.

​Karena kehamilan Luna yang semakin membesar dan desakan sosial dari lingkungan sekitar yang mulai mengendus skandal perselingkuhan mereka, Surya dan istrinya terpaksa menikahkan mereka secara siri dan terburu-buru.

Tidak ada gedung mewah, tidak ada katering seharga ratusan juta, dan tidak ada ratusan tamu undangan dari kalangan elite. Pernikahan itu digelar di dalam sebuah rumah kontrakan sempit berukuran tiga kali empat meter yang disewa Gavin menggunakan sisa-sisa uang tunai terakhirnya yang tidak sempat dibekukan oleh kurator Addison Group.

​"Cepat masuk! Lu mau kita jadi tontonan orang-orang gang ini?!" bentak Gavin kasar sambil menarik lengan Luna dengan tidak sabar.

​"Sakit, Gavin! Jangan kasar-kasar bisa enggak sih?! Gua ini lagi hamil anak lu!" jerit Luna histeris, menyentak tangan Gavin. Matanya sembap, air matanya merusak riasan wajahnya yang murah dan dipasang dengan terburu-buru.

​Di dalam kontrakan sempit yang pengap itu, Surya dan istrinya sudah menunggu bersama seorang penghulu sewaan. Wajah Surya tampak sangat kuyu, guratan keriput di wajahnya bertambah dalam sejak bisnis batiknya hancur total akibat intervensi hukum Edgar. Sang mama hanya bisa duduk di sudut ruangan di atas tikar tipis, terus-menerus menangis meratapi nasib buruk yang menimpa keluarga mereka.

​"Sudah datang kalian? Cepat duduk. Jangan bikin malu lagi di depan penghulu," ucap Surya dengan suara serak, bahkan tidak sudi menatap wajah Gavin yang kini ia anggap sebagai pembawa sial utama dalam hidup keluarganya.

​Prosesi akad nikah siri itu berlangsung dengan sangat dingin dan hambar. Ketika Gavin mengucapkan kalimat kabul dengan suara yang bergetar menahan malu, tidak ada air mata kebahagiaan. Yang terdengar hanyalah helaan napas berat dari Surya dan isak tangis penyesalan dari sang mama. Mas kawinnya pun sangat miris hanya sepasang cincin emas tipis yang dibeli dari toko emas pinggir jalan, sisa dari perhiasan Luna yang belum disita.

​"Sah," ucap penghulu singkat.

​Begitu prosesi selesai dan penghulu meninggalkan ruangan setelah menerima bayarannya, bom waktu emosi di dalam ruangan sempit itu akhirnya meledak. Surya bangkit berdiri, menunjuk tepat ke wajah Gavin dengan tangan yang gemetar karena amarah yang memuncak.

​"Sekarang lu sudah resmi jadi suami dari anak gua yang gatel ini!" bentak Surya menohok, matanya merah menyala. "Gavin! Mana janji-janji manis lu dulu, hah?! Lu bilang lu anak angkat kesayangan Edgar Addison! Lu bilang lu bakal bawa perusahaan gua jadi multinasional! Tapi apa kenyataannya?! Lu cuma parasit penipu yang sekarang bikin rumah gua di Menteng disita, bisnis gua hancur, dan kita semua harus hidup luntang-lantung di tempat terkutuk seperti ini!"

​Gavin yang sudah menahan frustrasinya selama berminggu-minggu akhirnya kehilangan kesabaran. Ia ikut bangkit berdiri, menendang sebuah kursi plastik di dekatnya hingga hancur.

​"Jaga mulut Anda, Tua Bangkai!" teriak Gavin tak kalah garang, matanya melotot tajam menembus mertuanya sendiri. "Anda pikir saya mau menikah dalam kondisi melarat seperti ini?! Kalau anak perempuan Anda ini enggak gatel menggoda saya di ruang kerja setiap hari, saya tidak akan pernah kehilangan jabatan saya sebagai Direktur Operasional! Semua ini gara-gara Luna yang egois dan bodoh! Dia yang menjebak saya sampai Tuan Edgar tahu semuanya!"

​"Apa lu bilang?!" Luna menjerit, langsung bangkit dan memukul-mukul dada Gavin dengan brutal. "Lu salahin gua?! Lu yang bilang lu bosen sama Gaby yang kaku! Lu yang bilang gua jauh lebih seksi dan pinter ranjang dibanding kakak gua yang dingin itu! Sekarang pas kita miskin, lu malah salahin gua dan anak di kandungan gua?! Pecundang lu, Gavin! Lu cowok enggak berguna!"

​Plak!

​Sebuah tamparan keras melayang dari tangan Gavin, mendarat tepat di pipi Luna hingga wanita itu tersungkur di atas tikar. "Diam lu, jalang! Kalau bukan karena kandunganmu itu, gua udah kabur dari kota ini dan nyari aman sendiri! Lu dan keluarga lu itu cuma benalu pembawa sial dalam hidup gua!"

​"Gavin!! Berani-beraninya lu mukul anak gua di depan mata gua sendiri!" Sang mama langsung histeris, maju memeluk tubuh Luna yang menangis sejadi-jadinya di lantai, meratapi perutnya yang mulai membuncit.

​Di tengah riuh caci maki, tamparan, dan air mata yang memenuhi ruang kontrakan sempit itu, mereka semua mendadak tersadar akan satu kenyataan yang sangat menohok: Cinta mereka yang dulu digembar-gemborkan sebagai cinta sejati, ternyata hanya bertahan selama ada uang, jabatan, dan kemewahan fiktif.

​Saat dulu mereka menginjak-injak Gaby, mereka merasa di atas angin. Luna merasa telah memenangkan persaingan wanita dengan merebut tunangan kakaknya, dan Gavin merasa bangga bisa membuang wanita lurus seperti Gaby demi wanita manja seperti Luna. Namun sekarang, di atas puing-puing kehancuran ekonomi mereka, topeng cinta itu pecah berkeping-keping, menyisakan kebencian mendalam yang saling memangsa satu sama lain.

​Surya terduduk lemas di lantai, memegangi dadanya yang mendadak terasa sangat sesak. Di dalam benaknya, bayangan wajah Gaby yang anggun, tenang, dan kini berstatus sebagai Nyonya Besar Addison terlintas dengan sangat jelas.

​"Gaby..." bisik Surya dengan suara parau yang tertutup oleh suara tangisan Luna. "Papa... Papa salah jalan, Nak... Andai dulu Papa membela kamu..."

​Namun penyesalan Surya sudah terlambat. Di dalam kamar kontrakan yang pengap itu, tidak ada yang mendengar penyesalannya kecuali gema dari kehancuran yang mereka tabur sendiri. Mereka kini resmi terikat dalam sebuah pernikahan yang bukan didasari oleh sucinya cinta, melainkan oleh rantai kemiskinan dan hukuman karma yang baru saja dimulai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!