NovelToon NovelToon
Terjebak Dalam Kiamat Zombie

Terjebak Dalam Kiamat Zombie

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Hari Kiamat / Zombie
Popularitas:487
Nilai: 5
Nama Author: Jumarlin

Kiamat zombie mungkin itu hanya cerita film dan dalam buku. Tapi bagaimana jadinya jika itu terjadi?

Itu yang dirasakan oleh Hayden Vihaan pria berusia dua puluh lima tahun yang terjebak dalam kiamat zombie. Dia yang dari dulu di rawat oleh kakeknya seorang ilmuan sudah memang mempersiapkan semuanya. Kendaraan yang bisa di tumpangi enam orang di sulap menjadi mobil ajaib yang memiliki sistem pertahanan yang kuat. Tidak hanya mobilnya tapi villa yang memiliki bangker dan pertahanan sama kuatnya.

Bagaimana cerita selanjutnya yuk simak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jumarlin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Keesokan paginya, rencana itu langsung dijalankan. Hayden menemui Sarah dan Tom di area barikade depan, menawarkan diri untuk bergabung dalam tim perburu bahan makanan ke Sektor Empat. Keterampilan taktis Hayden dan pengalamannya bertarung langsung memikat kepercayaan Sarah, yang tanpa ragu menerimanya dalam tim.

"Jaga anak dan istriku," pesan Hayden tegas pada Tom sebelum mereka berangkat, memainkan perannya secara sempurna di depan seluruh anggota kelompok.

Saat rombongan Hayden meninggalkan pos pengungsian, Fiora bergerak cepat. Suasana stasiun radio tua cukup lengang. Dr. Evan sedang berada di menara pantau bersama beberapa penyintas lain, memberi Fiora ruang dan waktu yang sangat ideal.

Fiora membawa Leo ke ruang penyimpanan alat medis di ujung lorong. Dengan penuh kelembutan agar tak membuat bocah itu panik, Fiora mengusap ujung jari manis Leo menggunakan alkohol lalu mengambil satu tetes kecil darahnya menggunakan tabung kapiler steril yang dibawanya dari vila.

"Sakit sedikit ya, Leo," bisik Fiora lembut. Leo hanya mengangguk polos, menggenggam erat boneka beruangnya tanpa merengek sedikit pun.

Menggunakan mikroskop lapangan portabel milik Dr. Evan yang terpasang di sudut ruangan, Fiora memasukkan sampel darah tersebut ke slide kaca. Ia mengatur fokus lensa dengan jemari yang sedikit bergetar, lalu menempelkan matanya ke bagian optik mikroskop.

Di balik lensa, pola molekuler dalam darah Leo terlihat jelas. Sel-sel antibodi unik milik garis keturunan Danielle tampak membelah dan mengikat patogen uji secara agresif—persis seperti yang dicatat oleh ayahnya. Mutasi penawar dalam darah Leo berada dalam kondisi seratus persen stabil dan aktif.

Fiora menghela napas lega, merasakan beban berat sedikit terangkat dari dadanya. Namun, ia tidak boleh lengah. Dengan sigap, Fiora membersihkan slide kaca, membakarnya hingga meleleh di atas perapian kecil untuk memusnahkan seluruh jejak genetik, lalu merapikan kembali peralatan Dr. Evan tepat waktu sebelum pintu lorong terdengar terbuka.

Pintu kayu ruangan itu terbuka perlahan. Dr. Evan melangkah masuk membawa sebuah kotak kassa steril, sedikit terkejut melihat Fiora berada di dalam bersama Leo.

"Ah, Fiora," ujar Dr. Evan dengan senyum ramah, menyembunyikan rasa kagetnya. "Maaf, aku tidak tahu kalau kalian ada di sini. Anakmu baik-baik saja?"

Fiora memasang raut wajah tenang secara instan, merangkul bahu Leo dengan gaya seorang ibu yang protektif. "Dia cuma sedikit pusing karena kelelahan di perjalanan tadi, Dok. Aku cuma mencari sedikit alkohol kering untuk membersihkan goresan kecil di tangannya."

Dr. Evan menatap Fiora sejenak, lalu matanya melirik ke arah mikroskop lapangan di atas meja yang baru saja digunakan. Namun, karena Fiora sudah membersihkan seluruh sisa kaset uji dan melelehkan slide kacamata di perapian, tak ada satu pun jejak biologis yang tertinggal.

"Ah, begitu. Kalau butuh obat atau vitamin untuk Leo, katakan saja," jawab Dr. Evan seraya mengangguk paham. "Kondisi di luar memang berat untuk anak seusianya."

"Terima kasih banyak, Dok," sahut Fiora tersenyum tipis, lalu menuntun Leo keluar dari ruangan itu menuju tempat peraduan mereka di dekat generator utama.

Beberapa jam kemudian, deru mesin kendaraan terdengar dari luar perimeter. Hayden dan tim Sarah telah kembali dari misi perburuan logistik membawa beberapa jeriken bahan bakar dan pasokan makanan cadangan.

Begitu mata Hayden bertaut dengan mata Fiora di sudut ruangan, Fiora memberikan anggukan sangat pelan—sebuah sinyal rahasia bahwa kondisi antibodi dalam darah Leo seratus persen stabil dan aman.

Hayden menghembuskan napas lega, meski raut wajah tegapnya tak menunjukkan emosi apa pun di depan kelompok Sarah. Malamnya, saat situasi kembali hening, Hayden mendekati perapian utama tempat Sarah sedang membersihkan senapannya.

"Generator di ruangan belakang butuh sedikit perbaikan pada sistem pengapian," ujar Hayden memulai pembicaraan dengan santai. "Kalau kamu izinkan, aku dan Fiora bisa memperbaikinya malam ini. Sebagai imbalannya, kami butuh menggunakan radio jarak jauh kalian untuk memetakan rute bebas zona merah ke arah utara."

Sarah mendongak, menatap Hayden seraya mengulas senyum tipis. "Seorang mantan tentara yang paham mekanik dan punya istri serba bisa? Tawaran yang adil, Hayden. Radio di ruang tengah bebas kalian gunakan begitu generatornya menyala."

Hayden dan Fiora segera bergerak menuju ruang mesin di bagian belakang stasiun radio. Dengan terampil, Hayden membenahi sistem pengapian generator tua tersebut, sementara Fiora berjaga di ambang pintu untuk memastikan tidak ada anggota kelompok Sarah yang mencurigai gerakan mereka.

*GHRRR... BRUMM!*

Mesin generator mendengung halus, mengirimkan arus listrik stabil ke seluruh pos pengungsian. Lampu-lampu indikator pada panel radio jarak jauh di ruang tengah mendadak menyala hijau, memancarkan gelombang frekuensi yang telah mati bertahun-tahun.

"Kerja bagus, Hayden," puji Sarah seraya melangkah mendekat dan memberikan ruang bagi Hayden di depan konsol pemancar. "Radio ini milikmu. Silakan cari rute yang kalian butuhkan."

Hayden mengangguk singkat. Tanpa membuang waktu, ia duduk di depan konsol radio dan mulai memutar knop frekuensi, memasukkan kode enkripsi khusus milik faksi penentang Aegis Corp yang pernah ia hafal semasa masih bertugas.

Suara desis statis bergema pelan di fon kepala yang dipakai Hayden, sebelum akhirnya terdengar nada bip teratur—tanda bahwa sinyal radio mereka berhasil menembus barikade frekuensi dan terhubung langsung dengan pemancar di sektor utara.

Melalui transmisi data audio terenkripsi, Hayden berhasil mengunduh peta topografi paling anyar. Peta itu menampilkan jalur bebas zona merah, titik-titik persebaran kawanan terinfeksi, serta lokasi pasti dari gerbang perimeter luar Fasilitas Oase.

Fiora yang berdiri di samping Hayden mengamati layar pemindai dengan napas tertahan. Rute terbaik telah terpeta: mereka harus melintasi Ngarai Kelam di sebelah barat sebelum mencapai lembah utama tempat Oase berada.

"Kita punya rutenya," bisik Hayden sangat pelan pada Fiora, menyimpannya ke dalam unit penyimpanan portabel kecil.

Kini, dengan kondisi antibodi Leo yang terkonfirmasi stabil, pasokan bahan bakar *Armored Rover* yang sudah terisi penuh, dan rute menuju Oase yang sudah terpeta jelas, tahap persiapan mereka telah selesai. Yang tersisa hanyalah berpamitan secara halus kepada kelompok Sarah sebelum fajar menyingsing, dan memulai perjalanan akhir untuk mengantarkan sang kunci kehidupan ke tempat yang aman.

1
Coco
🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!