NovelToon NovelToon
Hasrat Sang Nona Janet

Hasrat Sang Nona Janet

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Action
Popularitas:964
Nilai: 5
Nama Author: as2357zzjdj

Janet Gabriella Virginia seorang wanita muda yang berusia 27 tahun yang harus mengalamin kehilangan kedua orang tuanya. ia memiliki kekayaan dan kekuasaanya di Keluarga Virginia. Namun saat hidupnya merasa baik-baik saja Janet harus mengalami hal buruk di mana seorang misterius mencoba untuk menghabisi nyawanya tentu saja dirinya merasa tidak aman. Janet mencoba mencari seorang pria berani untuk bisa melindungi dan jaganya agar tetap aman_____

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30 ARES NORVILLE

*****

*****

*****

"seperti ini". Kata Janet memutar leptop pada karyawan perempuan di depan nya, dia yang sedang berdiri tegak di depan Janet. Dia membungkuk sedikit untuk melihat lebih jelas di layar leptop. Dia kembali tegak setelah melihat layar leptop itu.

" Saya rasa kurang tepat. tapi bisa di coba". Ujarnya pada Janet yang sedang duduk di kursi depan meja kerja di atasnya sudah ada leptop yang menyala, Janet tarik leptop sedikit lalu putar dengan ekpresi keluh.

"Aku sudah mencoba sebelum nya tapi percuma tidak ada yang bisa di lakukan kalau seperti ini. Dengar! kita persiapan saja nanti. minggu depan ada persaingan perusahaan akan terjadi di gedung besar itu. mau tidak mau harus bisa petahana kan sebisanya". Minta Janet pada karyawannya

"baik! ". jawabnya berbalik melangkah jalan pergi.

Sejak kejadian dirinya di culik oleh Aska perusahaan cukup pengaruh turun persen. Janet bangkit melangkah dengan kedua tangan melipat di bawah dadanya memandangi Pantulan kaca depan nya sambil terdiam berfikir.

Di bandara pesawat sebuah langkah kaki berjalan dengan keren, menyoroti sebuah sepatu hitam berkulit mewah celana panjang hitam dengan tangan kirinya sudah ada di dalam saku celana sembari berjalan keren. Di belakang nya dia, ada dua pria berkaca mata hitam dengan mengenakan ke meja jas hitam Mengawal pria di depan mereka. Tampang wajah tegas kaku di balik wajah pria tampan itu dengan ekpresi wajah dingin sembari berjalan lorong bandara. Kedua pria di belakang nya begitu sigap untuk menjaganya agar tidak di sentuh oleh orang-orang sekitar.

Dia adalah Ares Norville pria tampan kaya raya berusia 28 tahun anak tunggal dari keluarga Norville yang kembali ke negara kelahiran nya. sudah terlalu lama dirinya berada di luar negeri. Kini Ares berjalan melangkah keluar dari dalam lorong bandara memasuki kedalam mobil yang sudah menunggu nya dari tadi untuk siap berangkat jalan. Kemudian mobil berjalan pergi meninggalkan tempat bandara.

Di perjalanan di dalam mobil tampaknya Ares mencoba menghubungi seseorang dengan jari jempol menekan angkat menempel di telinga kanan nya dan ____

"Hallo, ini aku. saya akan kesana, sekarang". Ucap nya___mobil pun kecepatan penuh di tengah jalan yang melewati melintas mobil lainnya.

Kemudian tidak lama kini Ares sampai di sebuah rumah besar. Ares keluar dari dalam mobil melihat sekitar sembari merapikan baju kemeja hitam nya. Lalu melangkah jalan ke arah pintu. Terlihat lingkungan rumah nya sangat estektik beberapa pengawal rumah setiap sudut rumah berdiri tegak begitu banyak penjaga rumah siap siaga.

"Aku pulang! ". Sapa Ares menyambut sang ibu yang sedang menunggu ke pulang an anak laki-laki nya. Dia bangkit bergegas memeluk anaknya

mereka berdua saling berpelukan hangat melepaskan rindu antara anak dan ibu. Mereka berdua melepaskan peluk kan lalu duduk di sofa.

"gimana perjalanan nya? ". Ucap ibunya

" baik, lancar ". jawab Ares lalu melihat sekitar sudut rumah terlihat senyum tipis di bibir nya seperti merindukan rumah yang lama ia tinggal kan.

"kamu pasti rindu rumah ya? ". Ucap sang ibu

" hmmm! ". Jawabnya sambil melihat-lihat ruangan rumah

" Ares... kapan kamu akan memiliki pasangan? . ibu ingin cepat punya cucu ". Tanya sang ibu merasa kesepian yang hanya tinggal berdua di rumah ini

"ibu... kenapa sekarang memikirkan itu. bukan nya biasanya tidak pernah bertanya, kenapa sekarang tiba-tiba bicara seperti itu? ". Tanya Ares heran

" masalah nya hak warisan di keluarga ini tidak akan bisa di cairkan sebelum kamu memiliki anak dari darah daging mu". Ujar sang ibu.

    Ares terdiam. "Kenapa Hak waris harus memiliki anak dulu? hufftt. hari ini cukup lelah untuk memikirkan itu. ibu... kau mau ke kamar mau istirahat. nanti kita bicara lagi. ok! ". Ujar Ares melangkah jalan pergi meninggalkan ibunya

****

****

****

    Di luar gedung kantor tampaknya Janet sedang mencari seseorang melihat sekeliling lingkungan teras gedung. Ia melangkah jalan sembari melihat-lihat sekitar lingkungan teras. Tiba Leon di belakang Janet dengan ekpresi bingung. Janet tidak menyadari kehadiran Leon di belakang nya. ia terus melihat - lihat.

"Nona!! ". Sahut Leon

    Janet terkejut berbalik melihat Leon

" Kamu dari mana? ". Tanya Janet menatap tajam kesel

" Maaf, saya pergi ke toilet sebentar. ada apa? ". Tanya Leon

   Janet menghela nafas. " antarkan saya. ke suatu tempat. sekarang! ". Minta Janet.

" baik!. " Jawabnya melangkah jalan menghampiri mobil yang terparkir di sana.

   Sesampainya di mobil. Leon buka pintu mobil untuk Janet. Janet masuk ke dalam mobil, setelah Janet masuk kedalam mobil duduk dengan aman. Leon tutup pintu mobil melangkah buka pintu depan, masuk kedalam mobil menyetir kan mobil. Mobil berangkat jalan pergi meninggalkan gedung kantor.

Perjalanan di dalam mobil tampaknya Janet main ponsel. ia tekan tombol untuk menelepon mengangkat menempelkan di telinga kanan nya.

"Hallo. saya dalam perjalanan. kita bertemu di sana". Ucap nya langsung tutup telepon, mobil pun melaju cepat.

Kemudian mobil Janet memasuki sebuah cafe berlahan berhenti dan parkir dengan aman. Janet turun dari dalam mobil. Leon menghampiri Janet.

"Kamu tetap di sini, aku mau masuk ke cafe bertemu seseorang". Ucap Janet pada Leon.

Leon menganggukkan kepala mengikuti perintah Janet. Janet melangkah jalan ke pintu Cafe.

Di dalam Cafe tampaknya Janet melihat sekeliling sudut cafe mencari seseorang yang sudah menunggu untuk nya. Saat melihat di dekat jendela kaca. Janet langsung melangkah menghampiri seorang perempuan yang terduduk sendirian di sana.

"Luna! ". Panggil Janet

Luna pun menoleh melihat kedepan.

" Hei! ". Jawabnya tersenyum senang langsung bangkit dan saling berpelukan hangat. " ayo duduk! ". Ucap Luna untuk Janet duduk di depan nya.

Janet pun duduk di kursi depan meja berhadapan dengan Luna.

" Apa kabar kamu! kenapa baru sekarang menghubungi aku? ". Ujar Janet cemberut

" maaf akhir-akhir ini aku sangat sibuk dengan urusan ku. Apa lagi sekarang ada masalah ". Ucap Luna

" Tiba-tiba ada masalah. iya sih... sama saja dengan ku. kita berdua memiliki masalah hal yang sama.! Hei gimana kabarnya Ayah kamu Om Johan. sudah lama tidak bertemu dengan Om Johan". Janet berkata pada Luna tersenyum

"baik! ini...ada sesuatu untuk mu! ". Luna menyerahkan sebuah undangan pernikahan pada Janet. Janet pun mengmbil undangan itu. ia terkejut ternyata teman nya akan menikah

" Kamu menikah? ". ucap Janet

" hmmm! jangan lupa datang! ". minta Luna

" tenang aku pasti datang. ngomong-ngomong kapan kita akan berlibur bersama kayaknya asik". Ucap Janet senyum

"sebelum kamu menayangkan kapan kita akan berlibur. kapan kamu akan memiliki pacar". Sentil Luna pada Janet

" saat ini aku belum ingin memiliki pasangan. aku memikirkan masa yang akan datang nanti! ". Jawabnya santai

" hmmm! kayak mau hidup tenang saja".

"kan emang maunya gitu". jawab Janet.

Tampaknya mereka berdua begitu asik mengobrol di meja makanan. Leon di luar cafe tersenyum melihat Janet kembali tersenyum bersama teman nya itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!